O.N.L.Y A.D.V.E.N.T.U.R.E

fadillah fauzia akmal

Archive for May, 2014

semoga iya

Nyatanya tidak mudah menentukan tujuan hidupmu. Tidak juga dengan cara kau meraihnya. Terlebih jika tujuanmu berbeda dari orang kebanyakan. Akan banyak yang mengerinyitkan dahinya, lalu bertanya kenapa kau memilih jalur yang berbeda. Atau sekedar berkomentar tanpa ambil pusing apakah kau benar-benar akan meraihnya atau tidak. Atau malah secara terang-terangan mengatakan bahwa pilihanmu tidak masuk akal.

Tetapi ada juga yang benar-benar mempertanyakan karena mereka benar-benar peduli. Mereka mengerti, bahwa apa yang kau pilih saat ini mengandung banyak risiko, dan mereka bertanggung jawab untuk memperingatkanmu. Salah satunya tentulah mengenai kestabilan masa depanmu; pemasukan yang tetap, rumah yang layak huni, tunjungan pensiunan.

Tetapi kau juga paham, bahwa hidup tidak hanya melulu mengenai kestabilan secara finansial. Tidak setelah semua buku yang kau baca, film-film inspiratif yang kau tonton, cerita-cerita hebat yang kau dengar langsung dari narasumbernya, mimpi-mimpi yang kau tuliskan.

Dan sekarang kau berada disini. Dilema antara memperjuangkan apa yang kau inginkan, -karena entah bagaimana, kau tahu bahwa suatu saat nanti kau tidak akan mempunyai kesempatan sebesar ini dan bagimu ini adalah saat yang tepat, setidaknya sebelum kau terikat dengan apapun- dan mempertimbangkan masukan dan kecemasan yang beralasan dari orang sekitarmu, dan tentu juga perasaan mereka.

Lalu kau pun mulai mempertanyakan tujuanmu dan meragu. Yang membuat masalah ini rumit bagimu bukan kemungkinan jika pada akhirnya kau gagal, karena kau tahu kau akan belajar dan akan tetap survive, tetapi perasaaan apakah terlalu egois untuk tetap berada di jalur yang kau inginkan dan tentang orang-orang disekitarmu. Merekalah yang nantinya paling bersedih jika kau gagal. Dan apa yang lebih buruk dari perasaan bersalah karena membuat orang-orang disekitarmu bersedih?

Kau tahu, Paulo Coelho dalam The Alchemist berkata bahwa ketika kau punya tujuan, maka semesta akan membantumu. Mereka akan memberi pertanda. Melalui berbagai cara. Entah itu kau bertemu orang yang satu tujuan atau mendapat peluang agar tujuanmu tercapai lebih cepat. Tetapi terkadang kau tidak melihat. Atau lebih tepatnya pura-pura tidak melihat. Kau menolak melihat karena kau terlalu takut untuk menentukan jalan yang kau ambil.

Lalu masalah ini bergeser menjadi, beranikah kau menentukan dan mengambil keputusan besar dalam hidupmu?

Aku berdoa, semoga iya.

courage

posted by fadillahfa in Uncategorized and have No Comments

coffee

“Pa, kopinya enak, Pa?”
“Enak, enaak”
“Tapi itu tadi Dilla campur garam, Pa”
“………”
2 menit kemudian

“Kopinya ngga diminum lagi, Pa?”
“……….”

-Saya, kopi dan Papa, beberapa tahun yang lalu-

Saya bukan pecinta kopi. Tidak seperti Dai dan Kak Nil yang tidak peduli setelat apapun mereka, they just can’t start their day without a cup of coffe. Saya juga bukan pecinta teh. Atau lebih tepatnya saya bukan pecinta minuman apapun. Kecuali es jeruk. Itu lain cerita.

Kenapa saya ingin bercerita tentang kopi? Karena papa. Papa juga penyuka kopi. Tapi tidak se-addict Dai dan Kak Nil. Seminggu yang lalu kami memperdebatkan tentang kopi yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Hahaha. Ini masalah selera. Kopi papa adalah kopi kental sehingga rasanya pahit. Yang bikin saya selalu mengerinyitkan dahi waktu meminumnya –tapi habis juga. Hehehe.

http://images4.fanpop.com/image/photos/17700000/Cup-of-coffee-coffee-17731301-1680-1050.jpg

i’m not a coffee addict

Sedangkan saya, kopi saya  -walau kenyataannya saya jarang minum kopi- adalah kopi manis, yang porsi kopinya cuma setengah sendok makan. Kenapa kopi manis? Karena hidup saya udah pahit. Eh? #salahstrategi.

Selain kopi hitam, Papa juga suka minum kopi luwak. Atau lebih tepatnya Luwak White Coffee. Yang sachet. Belinya rentengan. Papa memang terkadang jadi korban iklan.

posted by fadillahfa in Uncategorized and have No Comments

selamat malam

selamat malam by remi sylado

posted by fadillahfa in Uncategorized and have No Comments