O.N.L.Y A.D.V.E.N.T.U.R.E

fadillah fauzia akmal

Archive for March, 2016

Kalau kamu?

Setiap orang sedang dalam perjuangannya masing-masing.
Kamu, sedang memperjuangkan apa?

posted by fadillahfa in Uncategorized and have No Comments

Missing

Dear Ag,
Lately I feel like there’s something missing. Like it’s supposed to be here but it’s not.
But I don’t know what. And it’s quite disturb me.

So, i looked back to look for that something. Was it because the not-finish-yet work at home and office? So, when i was at office i thought about home and when i was at home i thought about office. And it haunted me everywhere?

Or was it because i’m not 100% healthy? You know, the old song; my tonsils.  Because when your body getting sick it’s gonna affect your mood. After all this time i always refuse to take my tonsils out a.k.a have to do the surgery, now, i am considering about it, Ag. I don’t want to keep getting sick when i eat or drink something cold. Sooner or later it will happen. It’s a minor surgery, anyway. Which means i can directly go home after the surgery done. Or at least stay at hospital just for one night. Not gonna be that scary, right? So, why not now?

And i started my running again just to prove if mens sana in corpore sano gonna work for me. It did. Even i just got 3 km, it’s good to be back on the track. Thank you HCM. 100km for this month? Fyyuuh. I take it.

I also thought could it be because i didn’t read much enough? But when i did tumblr walking as usual, it felt so boring. I couldn’t concentrate to read it. Or maybe was it because Syahrir? Because it took long time for me to read it.

But now it’s much more better. Maybe because my tonsils is already healthy . Maybe because i finished Syahrir. Or maybe just because it’s weekend. Huehehe.

posted by fadillahfa in Uncategorized and have No Comments

Barakallah

Minggu lalu menjadi salah satu minggu yang paling membahagiakan. Bagaimana tidak, dua orang sepupu saya baru saja menyempurnakan sebagian dari agama; Bang Edo dan Denai. Bang Edo menikah di Pekanbaru, Denai di Jakarta. Dan itu hanya berjarak 6 hari. Sayang, saya tidak bisa menghadiri acara nikah Bang Edo karena dilaksanakan di hari kerja. But i’ll be there when they hold the wedding party in the end of the year.

IMG-20160307-WA0017 (2)

Bang Edo dan Uni Rika on one of their happiest days

Dan Denai. Siapa sangka bocah ini mendahului kami, kakak-kakak perempuannya? Terakhir saya bertemu Denai 2 tahun yang lalu sebagai remaja tanggung yang masih mood-ian. Usianya 20 tahun ini. Dan sudah memantapkan keyakinan sejak tahun lalu. Skenario Allah memang menakjubkan.

Malam sebelum hari H, Denai menelfon saya yang baru saja tiba di rumah setelah sebelumnya menyempat-nyempatkan diri ke UI barang sejenak. “Kak Dilla bisa gambar hena, kan?” tiba-tiba Denai menanyakan pertanyaan yang tidak pernah saya bayangkan. “Hmm, bisa, siih” saya menjawab ragu. Selama ini saya hanya menggambar untuk iseng-iseng saja. Dan itu lebih sering ke pola tribal atau gypsi asal-asalan. Bukan pola cantik nan rapih untuk pernikahan. But then we got no option.

Dan berangkatlah kami para gadis-gadis – and just the girls- untuk menginap di hotel tempat pernikahan dihelat. You know. Girls. Take a long time to do the make up. So, need to stay as close as possible to keep the time on the track. Setibanya di hotel, kira-kira pukul setengah sebelas malam, saya melihat Denai masih sibuk menelfon sekaligus memberi arahan susunan dekorasi ruangan untuk resepsi. Pelaminan pernikahan menggunakan punya sendiri. Bunda -ibu Denai- memang punya usaha pelaminan. Jadi, Denai dan anak Bunda yang lain memang sudah biasa menjadi tim di lapangan. So, she literally arranged her own wedding. You grown up, girl!

Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Denai baru saja masuk kamar dan langsung meminta saya menggambar tangannya. “Tidur dulu aja, Denai. Ini dicobain ke tangan-tangan yang lain dulu ya.” Saya mulai menjadikan tangan Uwi, Puti, dan Cinto sebagai percobaan. Saya tidak percaya diri untuk langsung menghiasi tangannya. Jam setengah tiga akhirnya saya menyelesaikan menggambar tangan Denai.  I thought i still could go on until one hour more if she didn’t ask me to sleep.

IMG_20160306_081212_1457332676645

it took 2 hours to draw

Denai duduk di ruangan sebelum dipanggil. Saya bertanya apakah ia tidak deg-degan. “Tangan aku udah dingin ini, Kak!” katanya sambil senyum tertahan. And the time came. Akad selalu menjadi momen yang paling sakral. Dalam satu jabatan tangan, dalam satu kalimat panjang, dan dalam satu kata; sah! maka semua berubah. Denai tidak lagi menjadi tanggungan ayah maupun saudara laki-lakinya. Mulai detik itu baktinya pindah pada suami. Pun bagi Bang Edo. Mulai detik itu, bertambahlah tanggung jawabnya pada perempuan sebelum menggenapkan menjadi empat; Ibu; saudara perempuan; istri. Dan yang paling menakjubkan adalah mulai detik itu juga semua bernilai ibadah.

Barakallah saudaraku tercinta. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Barakallah laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair.

IMG_20160306_085505 (2)

Alhamdulillah, sah!

Never can hold the tears in this part. Especially because both of their father already passed away.

273240

Nenek yang tiba-tiba bangkit dari kursi lalu maju ke depan ketika sedang berfoto bersama dan memberikan petuah hidup

posted by fadillahfa in Uncategorized and have No Comments