Archive for category Coretan dari Absurd Paradiso

Yang Pergi & Yang Tak Ingin Tinggal dalam Ingatan

Yang aku ketahui semenjak mengenalmu, kau adalah laki-laki yang berusaha setengah mati untuk menjadi yang tak bisa ditebak. Yang kau ketahui, aku selalu berhasil memetakanmu. Menjabarkanmu dalam deretan kata sifat. Aku selalu mengerti arah dan cara berfikirmu. Aku selalu mampu menemukan potongan-potongan yang tak mampu orang lain temukan, dari dirimu. Sesuatu yang sebenarnya ada, namun […]

No Comments

Jeram & Jembatan

Alkisah: seorang perempuan rapuh, berjalan terlalu jauh masuk kedalam hutan. Ia ikuti seekor kelinci yang pandai gubah lagu, bertemu pohon teduh dan semilir angin yang dendangannya nyatu satu. Tupai melompat, kukang mengumpat. Perempuan semakin jauh jalan berjingkat. Tengah-tengah hutan rupanya adalah kuasa jeram. Dari jauh saja sudah terlihat berbahaya. Geram-geram arusnya menderu dari kejauhan. Namun […]

No Comments

Kuman di Seberang Lautan

Pada sebidang luas kertas putih, titik hitam kecil selalu lebih menarik pandangan. Sebelanga besar susu tidak ada artinya dibandingkan nila yang hanya setetes saja. Dan gajah yang jelas-jelas menempel di pelupuk mata tiadalah artinya tinimbang kuman di seberang samudera sana. Lihat, kan? Hal-hal kecil yang merusak nyata-nyata lebih menjadi anak emas perhatian kita. Kebaikan-kebaikan seseorang […]

No Comments

Berenang dalam Segelas Orange Juice

Malam itu, aku dengan sengaja menjebak diri sendiri. Terkurung dalam keramaian, bingar, gigil pendingin ruangan dan asap rokok yang berkelindan menyesakkan. Duduk diam di atas bar stool maroon, aku memperhatikan dua orang bartender sigap meracik minuman. Orang-orang masuk melalui pintu di sebelah kiriku. Semakin malam, semakin ramai. Semuanya terbahak. Badan mereka bergoyang mengikuti musik. Dalam keremangan aku […]

No Comments

Stroberi di atas Potongan Cake

Ada dua jenis pemilik strawberry on the shortcake. Pertama, mereka yang akan mengudap strawberry di atasnya terlebih dahulu kemudian baru cake-nya. Kedua, sebaliknya. Menyimpan strawberry itu untuk suapan terakhir. Aku adalah jenis yang kedua. Save the best for the last. Dalam hal apapun. Aku perlu gong terakhir. Ending yang spektakuler. Meski untuk itu aku membutuhkan kesabaran yang lebih, serta tabungan penasaran yang […]

No Comments

Bencana Bejana

Aku selalu percaya bahwasanya setiap manusia, sebebas apapun, selalu punya batas. Bahkan langit dan laut yang sepertinya tak berujung pun. Setidaknya bagi indera penglihatan kita. Masing-masing kita adalah sebuah lingkaran, yang bisa saja terisi, bisa saja lengang. Setiap saat dia bisa saja terlalu luas untukmu sendiri atau justru terlalu sesak hingga membuatmu tak bisa bernafas. […]

No Comments

Gajah Saja Bisa Berenang

Belakangan kepala seperti jalur rel kereta api yang saling silang di musim perjalanan. Di hari raya. Atau beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal merah. Hal-hal kecil seperti dari sisi mug sebelah mana aku akan menempelkan bibir hingga ke masalah-masalah rumit semacam sidang kolokium dua di depan mata. Semua berseliweran tanpa henti. Riuh. Padat. Ruwet. Sementara […]

No Comments

Pagi yang Tengkurap di Jendela Kaca

Malam begitu gigil. Bukan. Bukan karena suhu kota atau suhu kamar kita yang turun sekian derajat. Melainkan kitalah. Dua yang gigil sendiri sebagai segelas air putih dari botol kaca di kulkas yang diapungkan di dalamnya persegi-persegi es beku. Berkeringat karena gigil yang entah. Mungkin karena telah sebegitu lamanya. Mungkin karena telah sebegitu jauhnya. Lalu apa […]

No Comments

Roket Kertas Ke-25: Nomenklatur & Semua yang Rumit

Menemui Tuan Badut Bulan, Yang sedang membaca. Aku pernah menulis tentang rumitnya penamaan di salah satu suratku. Carolus Linnaeus susah payah membuat metode Binomial Nomenklatur untuk membari nama resmi bagi semua makhluk hidup berdasarkan apa genusnya, apa spesiesnya. Kita diklasifikasi berdasarkan satu kesepakatan ilmiah yang tak perlu kuuraikan di sini. Jadi, meskipun makhluk abu-abu besar […]

No Comments

[Cerpen] Badut Romantis

Jemima tak pernah menyukai badut, bahkan cenderung takut. Ia memang tak sampai lari menghindar ketika kebetulan berpapasan dengan satu diantaranya di tengah hiruk pikuk taman ria, misalnya. Namun tetap saja ada rasa enggan dan tak nyaman. Kita mulai saja dari rambut berwarna-warni di atas kepalanya. Mengembang membingkai wajah berlumur cat putih tak rata. Rias hitam […]

2 Comments