Archive for category Gores Kolaborasi

Kemana Banyu & Btari?

  Berawal dari sebuah tweet dengan mention dari seorang teman, Kanya Cittasara(@kanyasaurus), aku kembali membuka halaman yang sudah lama sekali tertinggal di belakang, yang kutandai dengan pembatas cantik. Banyu-Btari. Seketika perasaan rindu tumpah ruah layaknya air bah. Rasanya memang sudah lama sekali sejak terakhir kali menulis tentang mereka. BanyuBtari.tumblr.com adalah salah satu dari sekian proyek menulis kolaborasiku. […]

No Comments

Mr. & Mrs.B

…… Aku baru saja menuangkan susu fullcream kedalam mug dan menyalakan televisi ketika Banyu menelepon. “Selamat pagi, princess Aurora si putri tidur….,” suara Banyu dari seberang sana sukses membuat senyumku merekah. “Hei, sayang… Baru bangun?,” tanyaku sambil menghempaskan diri di sofa. Kupeluk bantal sofa sambil duduk bersila. “Hmmmmhhh… Iya…. Pas bangun tadi aku reflek ngerangkul ke sebelah kanan lah, […]

4 Comments

Rindu Puan & Sang Lelaki Jauh

Malam terpekur. Namun kekasih hatinya belum jua tidur. Puan :  Malamku tiarap. Diatasnya mimpiku tengkurap. Ah, untung masih gelap. Masih ada waktu hariku genap. Semoga esokku sesuai harap. Ayolah,lelap! Di seberang sana, lelakinya langsung senyap. Menunggu mimpi merayap hinggap meski sekejap. Mata sang Puan mengerjap. Mengecup redup dalam degup yang sayup-sayup. Rindunya basah kuyup. *** […]

, , , , ,

11 Comments

Ruang dan Kembang Api : a collaboration project :)

Berikut ini adalah karya kolaborasi pertama saya dengan seorang teman menulis yang baru : kak Puji Prabowo :) . Sebuah balasan untuk fiksi ‘Bangunlah‘, karya ngawur saya. Haha. Here we go :)) Ruang dan Kembang Api Aku yang terperangkap dalam lelapku, sayup terdengar kau menyapa, riuh terdengar bisikmu memanggilku di pagi yang tak bersahabat. Tubuh ini […]

,

No Comments

Bangunlah

Pagi masih muda. Dingin. Cahaya abu-abu muda masuk dari jendela lebar disamping kiri tempat tidur. Tirainya masih terbuka. Terdengar ketuk-ketuk halus hujan meninggalkan jejak mengembun yang membuat jendela kaca berkabut. Jam berapa ini? Ah, jam setengah enam pagi. Aku masih lelah namun mata sudah enggan terpejam lagi. Aku kini terduduk masih dengan selimut terlilit sembarangan, […]

8 Comments