Jeram & Jembatan


Alkisah:

seorang perempuan rapuh, berjalan terlalu jauh masuk kedalam hutan. Ia ikuti seekor kelinci yang pandai gubah lagu, bertemu pohon teduh dan semilir angin yang dendangannya nyatu satu. Tupai melompat, kukang mengumpat. Perempuan semakin jauh jalan berjingkat.

Tengah-tengah hutan rupanya adalah kuasa jeram. Dari jauh saja sudah terlihat berbahaya. Geram-geram arusnya menderu dari kejauhan. Namun si perempuan kehausan. Jeram tentu bisa jadi teman, kan? Batu-batu adalah kepalanya. Arus deras adalah emosinya. Meluap-luap membuncah. Perempuan mengimbangi, mengikut bagai bocah. Lama mereka bermain bersama, tak lelah-lelah. Perempuan senang, jeram memang tak seram.

Jelang senja, perempuan tergoda. Jingga jatuh pada jeram, melewati bayang jembatan. Jembatan tali yang dekat sekali dengan air. Jeram hampir selalu bisa memeluknya, sementara jembatan itu membiarkan saja. Rupa-rupanya mereka telah lama bersama.

Perempuan mentas. Roknya ia peras. Diangin-anginkan dan dikibas. Jeram membuatnya memar-memar dan luka, juga kedinginan. Baru ia sadar ketika naik ke daratan. Dengan jembatan ia kenalan.

Jembatan tali itu lapuk. Perempuan tahu itu. Entah sejak kapan ia membiarkan jeram terus menggerus. Perempuan berusaha menariknya tegang agar tak terlalu juntai ke bawah. Agar jembatan tali tak habis terkikis. Jeram mengamuk. Deras-deras arus emosinya berusaha membuat jatuh perempuan yang bingung limbung di atas jembatan.

Sekuat apapun perempuan mencengkeram, keseimbangan seakan tak pernah ada di alam. Jembatan itu diam. Membiarkan tubuhnya bergoyang hebat. Dibiarkannya perempuan itu bergantung padanya sementara bagian tubuhnya yang lain dipeluk jeram yang terus menggeram.

Menyeret langkah yang kadung terlalu tengah, perempuan terengah. Tepi masih jauh, ia lelah.

Ketika jejaknya memeluk tanah. Nanar si perempuan beringsut mundur. Bagaimanapun, ia hanyalah orang lewat. Mungkin jembatan tali itu hanya berjodoh dengan jeram ganas di bawahnya.

:Hutan masih gelap. Namun ia tahu arah mana jalan keluar.

  1. No comments yet.
(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

what is 8 plus 3?