Kemana Banyu & Btari?


bb3 Kemana Banyu & Btari?

 

Berawal dari sebuah tweet dengan mention dari seorang teman, Kanya Cittasara(@kanyasaurus), aku kembali membuka halaman yang sudah lama sekali tertinggal di belakang, yang kutandai dengan pembatas cantik. Banyu-Btari. Seketika perasaan rindu tumpah ruah layaknya air bah. Rasanya memang sudah lama sekali sejak terakhir kali menulis tentang mereka.

BanyuBtari.tumblr.com adalah salah satu dari sekian proyek menulis kolaborasiku. Honestly, ini adalah proyek menulis yang dapat tempat paling istimewa. Tidak hanya karena partner menulisku yang memang istimewa, namun juga ceritanya. Selalu menyenangkan setiap kali menulis untuk proyek ini. Jemari rasanya menari begitu saja hingga tak sadar episode demi episodenya menjadi sangat panjang.

Banyu Btari sendiri sebenarnya bisa dibilang adalah proyek pecahan dari #TujuhPintu(@tujuhpintu) yang adalah proyek keroyokan bersama teman-teman hebatku: Roro Ajeng Sekar Arum (@jhenkroroo)Harry Yassir Siregar (@yassieregar)Mentari Nurinda Lushando (@Lushando)Ayu Emiliandini (@emilianayu), Faisal Abdul Muhsin (@dado_bedul) & Aldi Nuary (@extraordinuary). Masing-masing dari kami bertanggung jawab menjadi satu tokoh dalam cerita. Btari Timur Nirmala adalah karakterku, sedangkan Banyu Biru adalah jelmaan @dado_bedul.

Di tengah pengerjaan Tujuh Pintu, aku dan Faisal (Geez! Aku geli manggil dia begini!) iseng membuat satu cerita paralel dimana Banyu dan Btari pada akhirnya menjadi sepasang suami istri muda. Manten baru. Pengerjaannya? Berhubung aku sama dia LDR, jadilah pengerjaan tulisan Banyu-Btari pun LDR. Setiap episode adalah dua sudut pandang yang terangkai menjadi kesinambungan cerita. Part-ku aku kerjain, aku email ke dia, dia lanjutin, trus emailin ke aku, gitu terus sampe cerita selesai. Editing? Yes. Aku. Makanya aku suka ngomel kalo dia udah mulai berantakan nulisnya X)

Awalnya, kita nggak mau pake tokoh Banyu & Btari, tapi karena karakter Banyu sama Btari itu menyenangkan, jadilah dipakai. Di awal penulisan, mereka adalah Adam & Eva. Ketika akhirnya jadi Banyu Btari, yah, kerjaan editingnya yang repot.

Kita bikin tumblr khusus, upload cerita pertama, promo, eh kok banyak yang seneng. Respon positif, kritik membangun. Dan reaksi mereka sesuai ekspektasi kami berdua: senyum-senyum sendiri. Rasanya bahagia banget waktu itu pas temen-temen pada nggak sabar nunggu kelanjutan ceritanya.

Konsep Banyu-Btari memang romantic-comedy. Simply karena Faisal suka ngelawak plus romantis dan aku yang super-mellow. Berbekal karakter asli masing-masing kami mencoba menulis senatural mungkin. Hasilnya? Kami sempat selalu disangka benar-benar manten baru. Katanya sih saking terasa real dan ngalirnya. *ngakak* Mungkin karena daya khayal dan referensi film plus buku kita aja yang mempengaruhi. Tapi yakinlah, bukan cuma pembaca aja yang kebelet nikah abis baca, kita yang nulis juga ~~~\o/

Faisal sebagai partner juga sangat berpengaruh sekali buat keberlangsungan proyek ini. Aku yang waktu itu baru sadar bahwa tulisan-tulisanku selalu sedih dan mellow, beruntung sekali menemukan dia yang jenaka, spontan, dan memiliki imajinasi meletup-letup. Dia selalu punya ide cerita yang brilian dan menarik. Tak jarang aku dibuatnya tercengang untuk kemudian saling ping-pong mencetuskan adegan-adegan cerita. Dia selalu bisa mengimbangiku. Membuat segalanya terasa seperti seharusnya.

Bersama dia, aku berniat membuat cerita simpel yang bisa menyentuh hati sekaligus menghibur. Sesuatu yang tak perlu terlalu sophisticated tapi menyenangkan. Yang terasa dekat. Yang bisa lekat diingatan. Berhasilkah kami? Kalian yang membacalah yang menentukan :’3

Well, ‘kesuksesan’ *halah* Banyu-Btari bukannya tanpa hambatan. Kita sempet ‘bermasalah’ karena dituduh plagiat sama fanbase salah seorang penulis kenamaan Indonesia. Sampai-sampai mereka niat bikin perbandingan tokoh dan perbandingan cerita dan ini sempat ramai di linikalaku. Alhasil, setelah akhirnya aku dan penulis itu ngobrol berdua, masalah selesai. Karena dari awal kita sama sekali nggak berniat meniru apapun atau siapapun (meski setelah ditelaah lagi memang mirip :|)

Sudah lewat berbulan-bulan sejak postingan terakhir di banyubtari.tumblr.com. Sejak jamannya Faisal masih ribet skripsi, lulus, wisuda, kerja, resign, ngurus event, dan…yah, banyu-btari kudu ngalah dulu, kudu mati suri dulu. Biarinlah mereka menjalani hidup bersama dengan tenang dulu sampai nanti mereka bisa cerita ke aku dan Faisal, cerita-cerita manis yang harus kita tulis. Aku harap tak lama lagi :)

Thanks Kanya untuk pemicu kenangnya. Thanks buat semua yang pada akhirnya singgah dan menyimak kisah Banyu-Btari. Thanks untuk pertanyaan-pertanyaan ‘Kapan?’ dan penantian buat cerita Banyu-Btari. Percayalah, aku dan Faisalpun rindu :)

  1. No comments yet.
(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 multiplied by 7?