#KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort


Apa yang bisa aku ceritakan tentang dermaga ini pada kalian? Tentang aroma air asin yang membuai penciuman? Atau langit dan laut yang memeluknya erat? Aku jatuh cinta secara tak masuk akal pada laut bahkan ketika belum pernah bertemu. Tahu lagu I Knew I Loved You-nya Savage Garden kan? I knew I loved you before I met you~ I think I dreamed you into life~ Aku dan laut kupikir punya hubungan semacam itu. Tapi kali ini sepertinya cintaku terbagi. Pada dermaga tempat aku kini duduk menyapa langit malam.

Dermaga Raja Ampat Dive Resort ini tak jauh berbeda dengan dermaga-dermaga lain. Terbuat dari kayu kokoh, menjorok jauh dari bibir pantai, tempat jejeran boat tertambat. Lampu-lampu dipasang berderet di sisi-sisinya. Dibawah, dinaungi ‘rumah’ kecil dari kayu dan kulit tiram besar untuk menaungi dari hujan.

IMG 4687 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

penerangan yang berderet di sisi dermaga

Terdapat dua tangga untuk kebawah, untuk naik ke boat dengan mudah, satu disisi kanan menghadap laut, satu di bagian depan dimana ada tulisan selamat datang ‘Raja Ampat Dive Resort’ besar yang dibuat dari susunan kulit kerang.

IMG 4885 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

tangga di kanan dermaga yang menghadap laut

 

Bila waktunya embun turun, saat matahari merangkak naik dan langit mulai biru kelabu pertanda malam harus pulang, aku akan beranjak dari tempat tidur. Berjalan sepanjang pantai berpasir putih yang membentang didepan cottage. Duduk sebentar di sebatang pohon mati, menikmati kaki tersapu ombak, mendengar derunya yang berlomba-lomba pecah di bibir pantai, memandang kedamaian sejauh penglihatan. Kadang sambil menulis. Kadang hanya terdiam. Terpesona.

IMG 5610 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

dermaga dilihat dari arah menghadap laut

DSCN1981 300x225 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

dermaga menghadap resort

Selanjutnya menyambut matahari terbit. Menyusuri sepanjang dermaga dan terduduk menanti kawanan lumba-lumba melintas, melompat-lompat bersemangat. Aku lebih sering hanya duduk diam saja ketika kak Suci sibuk menjepret dengan kameranya. Ya, aku dan kak Suci mungkin adalah pengunjung yang paling betah di dermaga. Resort yang memang cuma berisi segelintir orang membuat dermaga saat malam dan pagi hari sukses menjadi tahta kami. Bagaimana saat senja? Matahari terbenam di resort biasanya lebih menarik perhatian. Akan kutemukan Ann, Steve, Holger, Philip, dan Taro disana dengan mudah saat senja hampir tiba.

IMG 5606 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

senja dilihat dari pantai depan cottage

 

IMG 5611 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

senja di dermaga

 

IMG 4837 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

senja pertama di dermaga resort

 

Matahari turun dalam damai di dermaga. Ufuk barat yang dengan anggun membentang selendang jingganya perlahan. Kemudian berganti ungu, biru gelap, dan hitam pekat sempurna.

IMG 5636 2 300x168 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

 

Malam di dermaga seperti bentangan cerita yang tak berkesudahan. Pun ketika kau kehabisan bahan untuk dibahas, tinggal edarkan pandang ke sekeliling dan akan kau temukan kekaguman menyelimutimu. Disini indera dimanjakan. Bahkan lama setelah kembali dari Raja Ampat aku selalu tak bisa tidur karena terbiasa terlelap karena buaian debur ombak yang pecah di pantai. Aku bahkan sempat berfikir seandainya aku harus tidur di dermaga beratapkan langit seperti ini kurasa aku akan dengan senang hati melakukannya.

Ketika malam tiba di langit Raja Ampat, kursi santai di dermaga akan menemukan penghuninya yang setia. Aku dan kak Suci, tentunya. Entah apa yang membuat kami sedemikian serupa. Kami akan duduk bercengkrama hingga waktu lewat tak terasa. Atau duduk setengah berbaring dengan wajah menatap langit. Diam. Bergumul dengan entah apa di fikiran masing-masing. Sesekali ritual itu akan ditemani segelas kopi, susu atau teh hangat di tangan kak Suci dan segelas oatmeal dengan campuran susu cokelat ditanganku.

Biasanya kami tanpa direncanakan akan membahas suatu topik entah yang berlanjut panjang. Bisa diakhiri dengan tawa. Kadang pula dengan miris. Dermaga itu, dengan segala kesederhanaan dan kesunyiannya, mampu memunculkan segala yang tadinya hanya ingin disimpan sendiri dalam hati.

Biar kuceritakan padamu tentang dermaga yang selalu membuat kami rindu itu lebih lanjut.

Bila untuk mencintai seseorang kau harus punya alasan, entah alasan itu mampu kau utarakan atau hanya bisa kau rasakan namun tak sampai bisa lidahmu mengungkapnya, maka inilah pula alasanku. Mengapa aku mencintai dermaga itu.

Kau harus lihat langitnya. Anggaplah kau sedang duduk disampingku saat itu. Ketika kau tengadahkan kepalamu keatas, akan kau lihat bentangan hitam tanpa batas dengan gemerlap bintang berbagai ukuran. Disini, tak usah kau tunggu sampai frustasi, bintang jatuh bisa lewat kapan saja. Pendar cahaya ekornya saat melintas akan membuatmu takjub. Bulan akan dengan anggunnya bergantung di langit. Dan semua itu bisa kau nikmati dengan mata telanjang. Langit jernih bersih seperti lautnya. Kau akan rela menggadaikan tidurmu untuk pemandangan yang langka dikota asalmu yang hingar bingar.

Anggaplah kau masih disampingku. Maka salah satu dari kita akan melonggarkan bohlam lampu dermaga hingga satu-satunya yang paling terang adalah bulan diatas sana. Kecipak ombak dan desau angin akan menjadi teman kita. Kemudian mungkin akan terdengar suara. Hati kita akan bercerita. Saat itu mungkin salah satu dari kita akan menyalakan lagu Michael Buble sebagai pengiring. Atau Payung Teduh? Pilihlah. Ombak dan angin akan menyamakan harmoninya. Kita akan menjadi satu frekuensi satu sama lain, dengan alam, dengan langit, dengan laut. Kita akan saling memahami tanpa harus berkata, “Aku tahu rasanya...”.

Dan malam itu akan lewat dalam damai karena semua gundah sudah kau larung. Alam menetralisirnya. Menyamakan frekuensinya dengan kita hingga yang ada hanya ketenangan. Ketika kau memutuskan kembali ke cottage dan rebah di tempat tidurmu, kau akan tahu bahwa esok akan ada matahari yang membuka halaman baru harimu.

Ketika awal tiba di resort, kaki-kaki kami mantap menjejak dermaga dengan harapan-harapan menyenangkan.

DSCN1696 300x225 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

Dermaga itu mewujudkan semuanya. Sejak sore pertama di dermaga, ketika kami bersama-sama memberi makan ikan di perairan bawah dermaga yang jernih. Hingga saat terakhir dimana kami harus meninggalkan resort, yang kami lihat di dermaga adalah orang-orang resort, Ann, Steve, Taro dan lambaian mereka yang semakin lama semakin mengecil dan tak terlihat. Sesaat kemudian seisi boat sunyi. Aku diam-diam mengusap bulir airmata yang menggenang dipelupuk mata.

IMG 5715 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

 

Deru boat satu-satunya suara paling nyaring ditelinga. Menuju Sorong. Kami harus pulang.

Dermaga adalah gerbang dua sisi, tergantung kau sedang berada di sisi yang mana. Di satu sisi dia berarti awal, selamat datang, permulaan. Di sisi yang lain ia adalah sebuah selamat tinggal, namun bukanlah akhir. Karena sebuah selamat tinggal sesungguhnya adalah selamat datang yang baru, awal yang baru, untuk hal dan tempat lain, yang juga baru.

IMG 5613 300x200 #KenangVakansi: Dermaga Raja Ampat Dive Resort

 

, , ,

  1. #1 by faisalabdmusin on March 18, 2013 - 11:48 PM

    Cakep banget tulisannya Fin…Lanjuuutttt!! :))

  2. #2 by Fina Ladiba on March 18, 2013 - 11:59 PM

    muahahahaha. mamacihhh. semoga dul :’3

  3. #3 by sucilestari on March 19, 2013 - 1:16 AM

    Aaaaaaaaaaaaaaaaaa…….keren bangetttt Finaaa…Dih boong banget kemarin di Whatsapp ngomongnya gak tahu harus nulis apa, hahahaha.

  4. #4 by Fina Ladiba on March 19, 2013 - 4:21 AM

    NYAHAHA. Abisan salah sendiri elu ngerangkum semuanya segala kak. ya minder guenyaaaa :p

  5. #5 by ayu on April 28, 2013 - 2:07 AM

    liat dari foto pun aku sudah jatuh cinta. apa kabar kalo aku beneran menclok dan nempel di dermaga heehhehe

  6. #6 by finaladiba on April 28, 2013 - 10:30 AM

    kalo beneran ya kita menclok bertiga sama kaksuc lah yu :p

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 * 8?