#KenangVakansi: Maya Dream Island


Maya Dream island adalah sebuah pulau dengan pantai yang cantik. Salah satu pantai yang tersembunyi dibalik gugusan pulau karang. Disana ada gubuk kecil dengan meja dan tempat duduk panjang, juga ada satu toilet dan satu gubuk kosong yang kami manfaatkan untuk sholat.

Makan siang ditempat seperti ini membuat nafsu makan berlipat, khusunya untuk anak yang tak pernah mempermasalahkan angka di timbangan seperti diriku. Tumisan sayur, nasi putih mengepul, ayam goreng, teh manis dan pisang susu kulahap dengan nikmat sambil duduk diatas pasir putih Maya Dream island. Matahari terik sekali. Tapi siapa yang peduli dengan warna kulit lagi? Sunblock yang kuusap seadanya di atas boat sebelum turun kesini tadi kurasa sudah hilang tersapu air laut. Hari pertama disini dan aku sudah gosong sempurna sepertinya.

Setelah mengistirahatkan perut dan membiarkan makanan turun, aku mengikuti jejak yang lain untuk bermain air lagi. Mbak Eta dan Aul sibuk snorkeling sementara kak Suci sepertinya tak akan pernah lagi menyentuh alat snorklenya. Aku terkikik geli kemudian menghampiri Erika dan Aul yang tengah meributkan entah apa di sebelah kanan boat kami. Seketika ketika aku menghampiri itu, jempol kakiku seperti tersengat. Panas dan perih. Refleks tanganku mengusapnya namun kemudian rasa perih itu pindah ke jemari tanganku. Ini gawat.

Aku mengaduh panik. Lukik menghampiriku heran kemudian giliran dia yang mengaduh panik dan melompat-lompat dalam air. Berusaha berjalan kearah pantai. Beberapa saat kemudian kami berdua sudah terduduk meringis dipantai sambil dikerumuni. Sepertinya kami tersengat sesuatu entah apa. Aku tersengat tak begitu parah namun Lukik sepertinya disengat lebih banyak. Kulitnya bahkan timbul bercak dan bentol putih yang terasa panas. Sebenarnya di kulitku pun iya tapi tak sebanyak dia.

‘Luka’ kami kemudian disemprot cuka oleh awak boat, kak Ahmad. Cuka itu ditaruh dalam botol bekas parfum laki-laki sehingga baunya jadi nggak karuan. Aku batuk-batuk menciumnya. Baunya tiga kali lipat nggak enak. Mereka semua bersikukuh mungkin saja yang menyengat kami adalah ubur-ubur namun kami berdua membantah karena sepakat bahwa yang menyengat kami semcama pasir berlendir berwarna hitam kehijauan. Hingga saat inipun kami semua tak pernah tau apa sebenarnya si penyengat itu.

 

SAM 2676 300x225 #KenangVakansi: Maya Dream Island

satu-satunya foto di Maya Dream yang sempet kekopi. Ini pasca disengat makhluk antah berantah itu :D

***

Hari semakin sore ketika kami memutuskan untuk beranjak pulang ke resort. Perjalanan penuh gelak tawa yang kebanyakan bersumber dari celotehanku dan ledekan pak Agus. Saat boat menjadi sepi dan yang terdengar hanya suara boat yang menderu, aku menyeletuk ke kak Suci,

Kak, lihat itu deh. Pulau karang yang disebelah situ. Kelihatannya nyatu kan ya? Padahal sebenernya enggak lho. Mereka adalah dua pulau yang terpisah jauh. Kayak hubungan antar manusia ya kak. Kelihatannya aja deket, padahal mah belum tentu…”

Yang kuajak bicara cuma nyengir dan membalas dengan,

Mulai deh galau…”

Aku cuma tergelak dan kemudian boat kembali sepi. Beberapa dari kami bahkan terlelap. Hari pertama ini selesai. Waigeo sudah terlihat didepan mata kami. Senja mengejar dibelakang.

, , , ,

  1. No comments yet.
(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

what is 9 in addition to 8?