Makanya Hati-Hati, Pin. Iya, Kak. :|


Di satu siang di Surabaya yang terik, aku & kakMaja lagi terpanggang di bawahnya. Di tengah hiruk pikuk lalu lintas dan debu yang bikin nyesek. Kami berdua seperti ‘menikmati’ situasi tidak mengenakkan itu dengan sama-sama terdiam. Larut dalam kegalauan pikiran masing-masing.

Entah kenapa menung-menungku itu nyasarlah ke Derawan. Iseng, aku tanya ke kak Maja tentang Derawan. Tentang laut. Tentang makhluk-makhluk di dalamnya. Hewan laut, karang, semuanya. Itung-itung belajar sebelom ‘mbolang’ ke Raja Ampat Desember ntar.

Pokoknya, kalo entar snorkling ato apa, jangan sembarangan pegang hewan-hewan laut, karang, ato apapun yang kamu nggak kenal. Apalagi yang warna-warnanya bagus, cerah, cantik. Biasanya lebih bahaya.”

Aku ngangguk-ngangguk paham.

Kamu tau Blue-ringed Octopus?

Gurita warna biru?

Semacam itu. Itu kalo kesentuh kulit, kamu bisa langsung mati, langsung sebelum kamu bisa nyampe permukaan air.

Eeeeh?

Serius! Bisanya itu cukup untuk bunuh ratusan orang!

Cuma dipegang doang ini?

Bahkan dengan sarung tangan.

Aku melongo.

Itulah, Pin. Yang cantik-cantik itu lebih besar kemungkinannya menyakiti kita. Sama kayak manusia juga…

Oh. Oke. Ini udah bagian curhatnya kayaknya. Tapi aku masih dengerin trus masih penasaran dengan kisah makhluk laut nan unyu tapi berbahaya itu. Warna warni mencolok yang cantik dan menarik. Aku harus menahan diri gak sembarangan pegang-pegang nih.

Tapi kamu pas di Derawan pegang-pegang ubur-ubur gitu..

Itu kan nggak nyengat. Udah berevolusi. Liat aja warnanya. Kuning jelek gitu. Coba aja kalo yang ungu, pink…

Aku lagi-lagi ngangguk-ngangguk sambil ber- “Oooo…” dibelakangnya.

Eh tapi kamu tau ikan yang bisa nyaru jadi batu itu? Itu kan jelek. Diem. Tapi kalo udah ada mangsanya langsung di ‘HAP’. Nggak banyak gaya. Langsung telen.

Aku merhatiin tangan kak Maja yang niruin ikan lagi ngelahap mangsa. HAP! Lenyap sudah.

Makhluk yang penampilan luarnya jelek itu juga bisa membunuh. Malah langsung tanpa basa-basi. Tanpa tanda-tanda.

Manusia juga gitu ya, kak?

Makanya ati-ati, Pin.

Huum…

Kak Maja diem lagi. Aku juga diem. Entah dia mikirin apa sementara ikan-ikan dan karang warna-warni di kepalaku berubah wujud jadi sosok-sosok manusia cantik & ganteng. Menarik. Yang terlalu menarik berpotensi lebih besar untuk menyakitimu, hati-hati. Aku mewanti-wanti diri sendiri. Lalu sosok batu besar yang berubah jadi ikan serem yang melahap mangsa itu di kepalaku berubah jadi manusia yang kehadirannya nggak disadari tapi tau-tau main ‘Hap’ aja.

Ah, panasnya Surabaya bikin pikiran tambah ngelantur. Kak Maja mungkin lagi ngelantur. Aku juga.

 Makanya Hati Hati, Pin. Iya, Kak. :|

, , , , , ,

  1. #1 by Yassir on November 30, 2012 - 8:35 AM

    Nggak semenyeramkan yang dibayangkan kok Pin. Itu surga terindah bawah laut yang bikin speechless. Hv nice snorkeling di Raja Ampat!

  2. #2 by ayu emiliandini on November 30, 2012 - 9:22 PM

    ahahhaa tapi megang ini itu memang menggoda iman banget pin. nooh tangan gw baret disana-sini waktu kebawa atur aku pegangan sama karang remis. tp gpp. masih beset kok. belom ampe koid kaya kata maja ahahaha

  3. #3 by finaladiba on December 1, 2012 - 2:01 AM

    Yassir :

    Nggak semenyeramkan yang dibayangkan kok Pin. Itu surga terindah bawah laut yang bikin speechless. Hv nice snorkeling di Raja Ampat!

    Hahaahhah Can’t wait sir!! :D

    ayu emiliandini :

    ahahhaa tapi megang ini itu memang menggoda iman banget pin. nooh tangan gw baret disana-sini waktu kebawa atur aku pegangan sama karang remis. tp gpp. masih beset kok. belom ampe koid kaya kata maja ahahaha

    Nah itu dia. Kadar keisengan dan kelincahan kita kan setara ya, agak susah nahan buat gak megang-megang. Ahhahahahha. Oke. Siap-siap beset :|

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is 5 multiplied by 7?