Stroberi di atas Potongan Cake


Ada dua jenis pemilik strawberry on the shortcake. Pertama, mereka yang akan mengudap strawberry di atasnya terlebih dahulu kemudian baru cake-nya. Kedua, sebaliknya. Menyimpan strawberry itu untuk suapan terakhir.

Aku adalah jenis yang kedua. Save the best for the last. Dalam hal apapun. Aku perlu gong terakhir. Ending yang spektakuler. Meski untuk itu aku membutuhkan kesabaran yang lebih, serta tabungan penasaran yang dalam setiap tarikan nafas berusaha kunetralkan. Tak masalah jika harus menunggu lebih lama dan tenggelam dalam harap yang cemas. Hasilnya? Klimaks!

Lebih dari itu, aku adalah jenis manusia yang membutuhkan titik raihan. Tonggak tujuan. Motivasi. Atau apapun itu namanya. Dalam menjalani hari, aku menentukan ‘target kebahagiaan’ di depan. Pemicuku untuk terus berjalan. Tak peduli berapa banyak potongan cake yang harus aku makan, aku akan tetap menyuap, karena ada strawberrymanis segar yang menungguku di akhir.

Bagaimana jika satu strawberry sudah tertelan? Aku sudah punya strawberry-strawberrylain sebagai harapan. Sebagai tujuan.

Sayangnya, shortcake di piringku kali ini, sudah tak punya strawberry. Maka yang kulakukan hanya mengunyah-telan cake itu pelan-pelan, secara paksa. Karena jauh dalam diriku, aku mengerti bahwa tak ada potongan strawberry yang menunggu di akhir. Tak ada lagi harapan yang menyenangkan.

Aku sama sekali tak pernah mengerti bahwa strawberry punya kaki. Bisa pergi atas kehendak sendiri. Atau dibawa orang berlari. Yang jelas ia sudah pergi. Dan kuharap cepatlah habis shortcake yang ini. Aku sudah terlalu kenyang. Kenyang sekali.

  1. No comments yet.
(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

what is 2 in addition to 9?