HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

PENGENALAN SEDERHANA TIPE PEMILIH DALAM PEMILUKADA

pilkada serentak 20181 300x167 PENGENALAN SEDERHANA TIPE PEMILIH DALAM PEMILUKADASuasana memang mulai menghangat menjelang pemilihan Gubernur Kalimantan Barat maupun beberapa kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Ya, sebentar lagi Pilkada serentak 2018 yang akan datang akan segera dimulai. Pada Pilkada 2018 kali ini Khususnya yang terjadi di Kalbar, ada 6 (enam) daerah yang akan menggelar pilkada serentak tahun depan, yaitu Provinsi Kalimantan Barat itu sendiri, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Sanggau.

Saya tidak akan membahas calon-calon yang akan bertarung dalam pemilu serentak tersebut, namun lebih menyoroti tingkah laku pemilih yang akan berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini yang akan menentukan siapa yang akan memimpin daerahnya masing-masing.

Mari kita bicara fakta. Demokrasi adalah sistem pemerintahan dimana seluas – luasnya publik (tidak bisa seluruhnya, karena selalu ada mereka yang merasa tidak perlu atau pada suatu titik tak terjamah) berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanannya. Karena tidak mungkin seluas – luasnya publik tersebut terlibat langsung dalam sistem pemerintahan, maka dibuatlah cara pendelegasian wewenang publik itu kepada pihak – pihak yang dapat mewakili mereka. Legitimasi konsep keterwakilan ini kemudian diterapkan melalui cara pemilihan. Sejauh ini di Indonesia, sifatnya masih langsung. Dalam skala negara, memilih wakil baik untuk domain eksekutif atau legislatif membutuhkan pendekatan yang lebih rumit. Karena tidak seperti memilih ketua rukun tetangga, akses pemilih untuk mengenal dekat secara pribadi para kandidat hampir tidak mungkin. Disini kemudian peran popularitas dan elektabilitas memegang peranan penting.

Jika kita mengelompokkan pemilih berdasarkan perilaku memilih mereka, maka kita dapatkan 3 (tiga) kelompok besar. Pemilih Rasional, pemilih Tradisional/Kultural dan pemilih Emosional. Pemilih rasional adalah pemilih yang benar – benar memperhatikan bahwa hak pilihnya sangat penting dan tak mau menyia-nyiakannya dengan memilih kandidat tertentu secara gegabah. Kelompok ini benar – benar mencari tahu rekam jejak semendalam mungkin setiap sosok yang menjadi opsi. Mereka tidak akan jatuh tersungkur takjub pada kemasan dan pencitraan dari calon belaka dan tidak akan pernah berhenti untuk menggali, sampai semua parameter – parameter yang dipakai untuk menentukan pilihan lengkap. Perilaku pemilih ala Anthony Downs ini begitu berhati – hati sampai tak sedikit yang akhirnya menyobek kartu pemilih mereka, jika dirasa para kandidat rata – rata mengecewakan atau tidak ada calon yang benar – benar layak dipilih.

Pemilih Tradisional/Cultural melandaskan pilihan pada hal – hal yang secara tradisi diterapkan. Misalnya memilih kandidat dari partai tertentu, karena memang sudah menjadi kelaziman dalam keluarga. Di kelompok ini, peran pemimpin untuk menentukan siapa yang dipilih menjadi sangat dominan. Di level keluarga mungkin si kepala keluarga sementara di tingkat komunitas adalah para sesepuh. Sehingga jika kepala suku, pemuka agama atau tokoh masyarakat menentukan pilihan mereka, maka dengan sendirinya komunitasnya akan mengikuti. Menyimpang dari pilihan tersebut dianggap membangkang, kualat dan konsekuensinya bisa saja tidak membuat nyaman buat si individu. Dalam perjalanan peradaban manusia, jumlah pemilih yang tergabung dalam kelompok ini relatif akan menyusut. Seiring kian majunya sebuah peradaban, ketergantungan manusia pada kelompok akan semakin berkurang. Penyebabnya ada pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bidang teknologi yang membuat manusia menjadi semakin mandiri dan kurang bergantung pada orang lain. Kondisi ini juga akan membuat cepat atau lambat mereka akan menjadi mandiri atas pilihan – pilihan politik mereka. Namun ini berjalan secara gradual, tidak langsung melompat ke kelompok rasional. Mereka harus melalui transisi ke kelompok emosional terlebih dahulu.

Kelompok pemilih emosional adalah kelompok yang paling rentan dipengaruhi. Meski telah mandiri namun guna memilih dengan tepat mereka masih membutuhkan panduan. Sedangkan untuk mendapat pemahaman melalui proses pencarian, pengumpulan dan penyaringan informasi mereka belum mapan. Ujungnya, pada fase metamorfosis perilaku memilih dari “bergantung” menjadi “merdeka” para pemilih di kelompok ini mengandalkan rasa sebagai parameter. Tak aneh karenanya, pada ranah ini pemilih bisa berayun dari pilihan yang satu ke pilihan yang lain dengan sangat mudah. Swing voter, istilahnya populernya, adalah bentuk kegamangan dalam memilih, pindah dari satu opsi ke opsi berbeda karena pegangan ideologis yang tidak ajeg atau miskinnya bekal informasi terhadap pilihan – pilihan. Sekali lagi, rasa terhadap calon menjadi alat sensor utama, ketimbang secara aktif melakukan pengukuran aspek – aspek instrumental dari seorang kandidat seperti kemampuan memimpin, kemampuan pengambilan keputusan, kecakapan menguasai bidang – bidang kebijakan publik dan seterusnya. Pemilih pada kelompok ini lebih menitikberatkan aspek – aspek ekspresif seperti yang disampaikan Geoferry Brennan, dimana pemilih lebih tertarik atas apa yang dipilihnya ketimbang hasil dari jika pilihan tersebut terwujud. Artinya konsep like and dislike sangat mempengaruhi. Kandidat bisa saja terpilih karena lebih tampan dibanding lainnya, lebih ramah dibanding yang lainnya, lebih santun dan seterusnya. Di Indonesia, kita menyaksikan aspek ekspresif yang dijadikan standar bagi pemilih berubah dari masa ke masa. Ada masa dimana sosok calon pemimpin yang sarat nuansa aristokrasi mengemuka. Yang gayanya kelurah-lurahan, cerdas, santun, bertutur kata teratur, rapi dan cermat lebih disuka. Dalam perjalanan waktu kemudian, yang demikian dirasa tidak lagi memberikan bukti atas perubahan yang diharapkan, maka sosok dengan imaji seperti itu ditinggalkan. Sebab pemilih merasa tipologi pemimpin gaya konvensional dan klasik seperti itu, ibarat ningrat yang sama sekali tidak paham apa yang jadi aspirasi, keluh dan harapan publik. Pemimpin seperti itu sangat berjarak dengan realitas di akar rumput. Maka muncul harapan, jika saja ada calon pemimpin yang benar – benar seperti “kita”, berbicara gaya “kita”, berpakaian seperti “kita” mungkin akan memahami apa yang rakyat mau, karena ia tidak akan hanya hinggap di singgasananya di awang – awang. Dia akan ada diantara kita, duduk dikursi yang sama, minum dari gelas yang serupa dan menghirup aroma egaliter yang sama. Sosok seperti itulah yang mungkin lebih pas sekarang ini. Sekali lagi, memilih yang kelurah – lurahan atau yang sama dengan “kita” bukan beranjak dari aspek – aspek rasional-instrumental, tetapi lebih kepada citra emosional-ekspresif.

Para akademisi bidang politik mungkin sepakat bahwa kelompok pemilih emosional masih relatif banyak jumlahnya pada negara yang menerapkan sistem demokrasi liberal seperti Indonesia di era ini. Belum lagi, jika ada tipologi pemilih yang cukup berkembang saat ini, yakni pemilih skeptis. Ya, di sinilah potensi golput bisa saja terjadi.

Memang, parpol dan/atau kandidat butuh perjuangan ekstra untuk merebut perhatian jenis pemilih sesuai karakteristik yang sudah dijelaskan sebelumnya.  Ya, tugas yang tidak mudah. Kesimpulanya adalah pemilih merupakan urat nadi politik, karena apa ? karena itulah yang menjadi penentu hidup matinya bangsa ini agar tidak jatuh pada pemimpin yang zhalim dan lemah.

Back to basic. Pertanyaan mendasarnya adalah masuk tipologi pemilih seperti apakah anda?

Salam Melek Politik.

Sumber referensi :

Anthony Downs, An Economic Theory of Democracy, 1975.

Geoferry Brennan, Democracy and Decision: The Pure Theory of Electoral Preference, Cambridge University Press, 1993.

Hanta Yuda, Industrialisasi Pilkada, publish artikel tanggal 25 November 2010 dari Hanta Yuda, Direktur Eksekutif Lembaga Survey Poltracking Indonesia, akses di blogger gagasanhukum.wordpress.com tanggal 16 Agustus 2017

Kevin Raymond Evans, Sejarah Pemilu dan Partai Politik di Indonesia, PT Arise Concultancies, 2003.

Samuel P. Huntington, The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century, Norman: University Oklahoma, 1991.

(Note: Tulisan ini merupakan pandangan/opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan institusi di mana penulis berkarya)

Happy Birthday to My Son – 4 April 2017

Praja 300x300 Happy Birthday to My Son   4 April 20174 April 2016, tepat setahun yang lalu. Seorang bayi mungil lahir dari rahim istriku. Kami beri nama Rizky Prajab Apriliendra, seorang pembela bagi orang tuanya, bangsa ya, dan agamanya.

Di ulang tahunmu yang pertama ini, Papa dan Mama hanya bisa berpesan kepadamu Nak. Jika kelak engkau besar nanti, jadilah insan yang senantiasa bertakwa serta selalu senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadamu.

 

 

 

 

Tidak ada yang bisa Papa dan Mama berikan kepadamu di hari ulang tahunmu ini selain kasih sayang seorang Papa dan Mama yang tulus kepada anaknya. Kecupan Papa dan Mama di keningmu sebagai ungkapan Selamat Ulang Tahun untukmu nak.

Seutas do’a Papa dan Mama di hari Ulang Tahunmu sayang :

Ya Allah…jadikanlah anakku sebagai “pandangan mataku” yang selalu membahagiakanku di kala kesedihan datang dan yang mengingatkanku saat diuji kebahagiaan serta jadikanlah ia orang yang Kau pilih untuk menabur kebaikan. Amin.

WHAFF REWARDS UNTUK SOBAT BESWAN DJARUM : Cara Menyenangkan menghasilkan uang dollar lewat HP

Mencari uang secara online di zaman sekarang kian terasa mudah dan menyenangkan. Apalagi kalau kita mencarinya hanya menggunakan smartphone kita sendiri. Bagaimana bisa ya? Tentu bisa donk apalagi bagi sobat Beswan Djarum yang notabene-nya sudah melek teknologi serta pintar dan cerdas (siapa dulu Beswan Djarum Plus….hehe). Nah, saya akan coba berbagi pengalaman saya pribadi tentang cara menyenangkan dengan menghasilkan uang secara online, terpercaya, dan terbukti membayar kita, sobat.

Siapa yang gak kenal dengan salah satu aplikasi penghasil dollar yang satu ini? Ya. Sesuatu itu adalah Whaff Reward. Aplikasi tersebut adalah aplikasi android yang sangat populer dan sudah diunduh oleh lebih dari 10 (sepuluh) juta orang.  Dengan aplikasi tersebut tentunya memungkinkan pengguna Whaff Rewards bisa mendapatkan imbalan berupa dollar yang bisa ditukar dengan PULSA, ITUNES, kartu hadiah GOOGLE PLAY, kartu hadiah X-BOX, kartu hadiah PlayStation, kartu hadiah STEAM, kartu hadiah LOL, KARMA koin GiftCard, Kartu hadiah AMAZON, kartu hadiah FACEBOOK, Skrill atau PAYPAL. Untuk saat ini, kebanyakan pengguna lebih sering menukarkannya dengan paypal (termasuk saya juga…hehehe). Ada juga yang yang memilih ditukar dengan PULSA (biar gak ribet dan langsung meluncur ke nomor HP sobat Beswan), kartu hadiah Google Play karena bisa buat beli aplikasi berbayar di google play store, bisa buat beli Gems Clash of Clans, dan bisa juga buat beli Diamond LINE Let’s Get Rich dan lain sebagainya.

AYO DAFTAR APLIKASI WHAFF REWARDS KHUSUS UNTUK SOBAT BESWAN DJARUM

Untuk cara daftar dan menggunakan Whaff Rewards cukup mudah kok. Bagi sobat Beswan pengguna HP Android, ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan uang dengan aplikasi Whaff Rewards. Yang perlu sobat Beswan lakukan adalah sebagai berikut :

Pertama, download aplikasi Whaff Rewards di Google Play Store (gratis lho sobat Beswan).

Kedua, setelah download, kemudian install aplikasi Whaff Rewards di HP Android sobat Beswan lalu buka seperti gambar di bawah ini.

Hendra 1 189x300 WHAFF REWARDS UNTUK SOBAT BESWAN DJARUM : Cara Menyenangkan menghasilkan uang dollar lewat HP

Hendra 2 177x300 WHAFF REWARDS UNTUK SOBAT BESWAN DJARUM : Cara Menyenangkan menghasilkan uang dollar lewat HP

 

Ketiga, selanjutnya MASUK (di pojok kanan atas ya sobat) dengan menggunakan Facebook sobat Beswan, nanti sobat akan dimintai Code Capctha (disesuaikan image/huruf yang ada_NOMOR 1) dan Code Invite/kode undangan seperti di bawah ini (NOMOR 2). Nah, Silahkan masukan kode undangan ini : EQ80265 (jangan lupa ya sobat kodenya biar bonus dollarnya bertambah)

Kode Undangan whaff 1 copy 180x300 WHAFF REWARDS UNTUK SOBAT BESWAN DJARUM : Cara Menyenangkan menghasilkan uang dollar lewat HP

Keempat, setelah daftar whaff rewards dengan memasukan code invite/kode undangan di atas, sobat Beswan akan mendapatkan reward pertama sebesar $0,50 atau setara dengan 7 ribu rupiah lebih

Dan terakhir. Sekarang sobat Beswan sudah terdaftar menjadi pengguna Whaff Rewards.

SAATNYA BERAKSI  MENGGUNAKAN WHAFF REWARDS

Ada beberapa cara/aksi agar bisa mendapatkan uang dari Whaff  Reward baik melalui Whaff Picks, Premium Picks dan Attendance/Kehadiran (untuk yang terakhir ini saya menyebutnya dengan absensi harian biar disiplin…hehe).

PREMIUM PICKS : Dalam premium picks sobat Beswan bisa menemui aplikasi dan game yang memberikan komisi ganda, tak hanya download yang dibayar, sobat Beswan juga dibayar untuk menjalankan aplikasi selama satu/dua menit sehari serta tidak menghapus aplikasi dari Android juga akan dibayar perhari sampai jangka waktu tertentu.

WHAFF PICKS : Berisi kumpulan aplikasi dan game yang akan memberi komisi dengan nominal dollar berbeda-beda.

ATTENDANCE /KEHADIRAN : Dapatkan uang 0,020 dollar setiap hari hanya dengan membuka aplikasi Whaff minimal 1 kali sehari, komisi dari Attendance/ Kehadiran ini berlaku selamanya saat sobat Beswan masih menggunakan Whaff.

UNDANG TEMAN UNTUK GABUNG : Jika sobat Beswan mengundang teman-teman yang lain ($0,30 dollar untuk 1 teman yang sudah install Whaff lewat sobat dan menggunakan code invitation sobat Beswan sendiri ya), misal sebanyak 10 orang saja dalam satu hari, maka sobat Beswan akan mempeoleh potensi dollar  sebesar $0,30 x 10 = $3/hari, kalikan aja dalam sebulan ($3 x 30 hari = $90). MANTAPKAN..!! (kurs dollar 1$ saat ini  =  Rp. 13.000)

LAIN LAIN : Masih ada beberapa cara untuk menghasilkan uang dari whaff seperti WHAFF LOCKER (install juga ya sobat Beswan untuk mendapatkan pundi-pundi dollar).

Di balik keuntungan-keuntungan diatas, tentunya pihak Whaff memberlakukan larangan-larangan yang gak boleh dilakukan oleh kita. Diingat dan dicatat ya sobat Beswan.

Nah, berikut kita simak beberapa larangan dari Whaff berikut ini:

  1. Dilarang menggunakan koneksi internet via VPN, Proxy atau koneksi lain, lebih baik gunakan koneksi broadband GSM atau mungkin penyedia internet seperti Telkom Speedy/Indi Home atau jaringan broadband lain.
  2. Dilarang menggunakan 2 akun berbeda dalam satu perangkat atau menggunakan beberapa perangkat dengan 1 akun. Jadi 1 akun hanya untuk 1 perangkat saja.
  3. Dilarang melakukan spamming invitation code.
  4. Dilarang memasang invitation code sobat Beswan di review aplikasi Whaff di Google Playstore. (tolong juga jangan menggunakan code invitation saya untuk dipasang di review tersebut).

TIPS UNTUK SOBAT BESWAN DJARUM :

Untuk bisa mendapatkan reward dari Whaff Rewards tentunya sobat Beswan harus melakukan beberapa aksi. Seperti cek kehadiran setiap hari, like fanspage whaff di Facebook-nya, download aplikasi dan mengajak teman bergabung. Dengan melakukan semua itu sobat Beswan bisa mendapatkan banyak dollar per hari, tergantung kerja sobat Beswan. Semakin banyak melakukan download dan menggunakan aplikasi dari whaff rewards maka semakin banyak juga penghasilan sobat Beswan.

Terakhir, saya cantumkan bukti pembayaran dollar dari Whaff Reward ke rekening Paypal saya sendiri per tanggal 1 Juni 2016 kemarin.

Bukti pembayaran Whaff hendra 180x300 WHAFF REWARDS UNTUK SOBAT BESWAN DJARUM : Cara Menyenangkan menghasilkan uang dollar lewat HP

Sekian dulu ya sobat Beswan Djarum tercinta. Semoga bermanfaat dan teruslah sobat Beswan Djarum menggapai kebebasan finansial/keuangan yang dimimpikan selama ini. Amin.

SALAM DJARUM BEASISWA PLUS.

Terima kasih.