HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

Archive for March 25th, 2010

jakarta SUATU WACANA SINGKAT TENTANG KELAYAKAN SEBUAH IBUKOTA NEGARA

Jakarta ya? Sebuah  ibukota negara di republik tercinta ini sekaligus sebagai kota yang punya data tarik tersendiri serta kemegahan yang ditawarkan. Dewasa ini, tingkat kepadatan penduduk di Jakarta diprediksi akan mencapai 15 ribu per kilometer persegi pada tahun 2030 (Republika, 12 Maret 2010). Sejak sensus terakhir sepuluh tahun lalu, pemerintah hampir tak bisa menghentikan arus urbanisasi dan migrasi dari satu kota ke kota lain  dengan Jakarta sebagai destinasi utama pengadu nasib.  Ternyata sampai detik ini, Jakarta masih memiliki magnet meski pemerintah telah menjalankan otonomi daerah.  Hasilnya? Pembangunan Indonesia yang terjadi saat ini tidak seimbang. Sekitar 80 persen industri terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang luasnya hanya 6,8 persen dari daratan Indonesia. Hampir semua markas utama perusahaan besar nasional maupun multi-nasional bertempat di kota Jakarta. Hal ini memudahkan tentunya bagi Jakarta untuk bisa sebagai pusat perdagangan dan jasa. Yang lain? Jakarta saat ini masih didera oleh berbagai masalah seperti banjir, kemacetan, serta tingkat kriminalitas yang tinggi. Kemacetan misalnya, biaya yang harus ditanggung untuk meminimalisir kemacetan di Jakarta mencapai Rp 43 triliun per tahun (Kompas, 8 Desember 2009). Namun, di sisi lain yang perlu dicermati adalah bagaimana kondisi Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan itu sendiri. Di saat mesin bisnis bernama Jakarta ini terus berkembang, apakah dekatnya pusat bisnis dengan pusat pemerintahan berdampak baik ataukah justru berdampak buruk?Hal ini masih ditanggapi secara beragam oleh berbagai pihak. Isu adanya wacana pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke daerah lain kian turut mewarnai sederet permasalahan yang terjadi. Wacana ini memang berulang kali dilontarkan ke publik dan memicu reaksi yang bervariatif. Ada yang setuju tapi ada pula yang menentang dengan sederet alasan . Memang sejauh ini belum ada pembicaraan  serius mengenai isu pemindahan ibukota ini. Serius dalam arti sudah ada persiapan matang atau paling tidak langkah-langkah jangka panjang yang jelas untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke daerah lain.

Secara historis, Indonesia memiliki pengalaman memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta dan Bukittinggi pada waktu kepemimpinan Presiden Soekarno. Pemindahan terpaksa dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, karena Jakarta pada waktu itu diserang musuh. Karena Yogyakarta juga jatuh, maka dibentuklah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi sebagai ibukota . Setelah situasi terkendali, akhirnya pusat pemerintahan kembali ke Jakarta. Di samping itu, Bung Karno juga pernah mewacanakan  agar ibukota negara dipindah di kota Palangkaraya (sebuah kota terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah). Alasannya sangat klise, letak Palangkaraya cukup strategis persis di tengah-tengah Indonesia antara Sabang sampai Merauke. Saat ini, di tataran parlemen kita sedang dibahas mengenai Rancangan Undang-undang daerah khusus Ibukota Negara RI. Pembahasan ini seolah menegaskan kembali apa yang sudah diwacanakan dan digagas oleh salah satu proklamator kemerdekaan RI itu. Senada dengan itu, menurut pengamat ekonomi politik Universitas Indonesia, A Chaniago, perlu didiskusikan kembali mengenai wacana pemindahan ibukota Indonesia ke wilayah Kalimantan Tengah atau Kalimantan Timur. Menurutnya, pemindahan ibukota negara dapat turut menggerakkan tumbuhnya keseimbangan pembangunan antarwilayah dan mencegah semakin parahnya dampak kongesti pemakaian prasarana transportasi di Jawa. Selain itu, Kalimantan memiliki posisi yang strategis di Indonesia karena tidak terlalu ke Barat maupun Timur. Beliau melihat, berbagai program-program pemercepatan pemerataan, seperti program transmigrasi dan percepatan pembangunan daerah tertinggal tidak efektif dan efisien sehingga menimbulkan pemborosan anggaran karena pemerintah hanya fokus melakukan pembangunan di pulau Jawa yang hanya memberikan manfaat kepada segelintir pihak. Oleh sebab itu, ia juga menuturkan perlu sesegera mungkin dibicarakan secara serius oleh stakeholders yang terkait. Terlebih apabila pemindahan ibukota negara itu akan lebih baik jika dilihat dari sisi administratif/manajerialnya seperti yang dilakukan di negara-negara lain. Sebagai contoh, Jerman menjadikan Frankfurt sebagai kota dagang dan Berlin sebagai Ibu Kota. Australia menjadikan Sydney sebagai kota jasa dan Canberra sebagai Ibu Kota atau Amerika Serikat yang menjadikan New York sebagai kota bisnis dan Washington DC sebagai Ibu Kota.

Kita juga bisa melihat perkembangan negara-negara di Asia lainnya pun semakin ingin mengurangi peran ibukota sebagai kota bisnis. Seperti China yang mulai mengembangkan kota bisnis selain Beijing seperti Shenzen, Ghuanzou, dan Shanghai sehingga pada akhirnya beban Beijing semakin berkurang sebagai pusat ekonomi dan bisa fokus sebagai pusat pemerintahan. Jika melihat beberapa negara lain di luar negeri akan kita lihat adanya perbedaan kota dagang dan ibukota. Sekarang, pertanyaaannya adalah apa syarat yang tegas harus dimiliki oleh sebuah ibukota?Sebagai pusat pemerintahan dan atau pusat ekonomi? Secara pribadi, saya belum menemukan literatur yang cukup mumpuni yang menentukan syarat sebuah ibukota. Sebagai bahan kajian, Prof Sutikno, seorang pakar studi Geografi dari Universitas Gadjah Mada, memberikan sebuah perspektif bahwa pemindahan ibukota pernah terjadi di beberapa negara dengan berbagai pertimbangan. Bisa dikatakan bahkan tidak ada alasan yang benar-benar sama dari pemindahan ibu kota ini. Di sini akan diberikan suatu contoh gambaran bahwa pemindahan ibu kota negara itu tidak tabu dan dilakukan dengan tujuan memecahkan permasalahan untuk menuju ke perbaikan dan kemajuan bangsa dan negara. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Brasilia ibukotanya terletak di pedalaman  karena ibukota lama Rio Jenairo sudah terlalu padat.
  • Pemerintah Korea Selatan dalam tahun 2004 lalu, ibukotanya pindah dari Seoul ke Sejong, meskipun Seoul itu berarti ibukota  dalam bahasa Korea.
  • Ibukota tradisional secara ekonomi memudar oleh kota pesaingnya, seperti Nanjing oleh Shanghai.
  • Menurunnya suatu dinasti atau budaya dapat juga ibu kota yang telah ada mati atau pudar atau kalah pamor seperti di Babilon dan Cahokia.

Dalam perspektif kekuasaan pemerintah,  pemindahan ibukota negara juga dapat dijadikan alternatif seperti contoh-contoh di bawah ini :

  • Bolivia: Succre masih ibu kota konstitusional tetapi pemerintahan nasional telah lama ditinggalkan dan beralih ke La Paz.
  • Chili: Santiago masih dianggap sebagai ibu kota meskipun Kongres Nasionalnya di Valparaiso.
  • Belanda: Amsterdam ibu kota nasional konsitusional, meskipun pemerintahan Belanda, parlemen, istana ratu semuanya terletak di Den Haag.
  • Afrika Selatan: ibu kota administratif di Pretoria, ibukota legislatifnya di Cape Town, dan ibukota judisialnya di Bloemfontein.

Dari berbagai contoh di atas terkait dengan pemindahan suatu ibukota negara tersebut, maka yang akan menjadi perhatian adalah kelayakan dari Jakarta itu sendiri seperti yang diutarakan sebelumnya bahwa negara kita juga pernah mengalami pengalaman sejarah memindahkan ibukota NKRI akibat proses pergolakan yang terjadi pada waktu itu. Lagi-lagi pertanyaannya, sudah layakkah? Sampai berapa lama lagi Jakarta mampu menampung ledakan penduduk pada10 atau 20 tahun mendatang? Memang memindahkan ibukota negara bukanlah pekerjaan mudah yang dapat selesai dalam tiga atau empat tahun. Sebuah pekerjaan berat yang membutuhkan komitmen bersama dan  biaya yang cukup besar. Kalaupun dua hal itu sudah terpenuhi, namun hal  itu masih belum cukup. Diperlukan keberanian para pengambil keputusan serta harus bisa meyakinkan seluruh rakyat Indonesia bahwa pemindahan itu kiranya perlu dilakukan kembali dengan mengingat pertimbangan yang kompherensif dan obyektif. Pemindahan itu dalam artian ibukota sebagai pusat pemerintahan sehingga nantinya usaha pemerintah ini tentunya dapat meningkatkan dan memaksimalkan kinerjanya dan pemerataan pembangunan selanjutnya. Di masa-masa mendatang, jelas tantangan dan persaingan akan semakin berat. Seberapa mampu kita bisa mengatasi itu. Ya, sudah saatnya energi untuk bermain politik  dikurangi,  perhatian lebih dicurahkan untuk mencari terobosan bagaimana meningkatkan daya saing bangsa ini ke depan. Semoga.

Nah, kali ini saya akan coba berbagi pengetahuan singkat tentang bagaimana cara membuat blog WordPress di sini. Sebelum membuat salah satu blog yang terkenal ini, apakah sudah memiliki email? Jika sudah ada account email, sekarang saatnya membuat blognya. Berikut adalah langkah-langkahnya di bawah ini :

  • Masuk ke situs ini
  • Klik tombol Sign up now

sign up 300x91 Tutorial membuat blog Wordpress di Wordpress.com

  • Selanjutnya akan muncul form pengisiannya. Silahkan diisi sesuai dengan perintahnya seperti username (nama user anda), password anda, confirm (masukan kembali passwordnya), email address (alamat email anda), legal floatsam (kasih tanda checklist), dan pilih gimme a blog (like username.wordpress.com). Setelah itu klik next.

wordpress signup1 300x230 Tutorial membuat blog Wordpress di Wordpress.com

  • Berikutnya, ntar muncul lagi beberapa form sebagai identitas blog wordpress anda. Silahkan diisi sesuai perintahnya seperti Blog domain (isi dengan alamat url yang diinginkan ex: http://hanyahendra.wordpress.com), Blog title (isi dengan judul blog anda), Languange (pilih bahasa), Privacy (kasih tanda checklist). Lalu, klik Signup

sign2 Tutorial membuat blog Wordpress di Wordpress.com

  • Untuk proses selanjutnya, silahkan cek emailnya untuk mengaktifkan account blognya di wordpress.com, dengan mengklik link yang dikirim oleh wordpress ke alamat email yang tadi sudah daftarkan. Setelah  mengklik link tersebut, anda bisa memulai blogging dengan login ke alamat http://domainanda.wordpress.com/wp-admin kemudian masukan username dan password sesuai dengan ketika tadi mendaftar di wordpress.
  • Finish. Selamat!! anda telah mempunyai sebuah blog wordpress yang akan digunakan untuk menulis artikel,link, berbisnis, dan sebagainya. Semoga membantu ya. Terima kasih.