HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

Archive for April, 2010

ARTI PENTING PLUGIN BAGI BLOG BESWAN KITA

wp smf plugin 300x227 ARTI PENTING PLUGIN BAGI BLOG BESWAN KITAPlugin? Apa itu? Sejenak saya berpikir tentang nama ini dan ternyata kalau kita mendefinisikannya, aspeknya sangat luas sekali. Ya, pengertian plugin bisa beragam variasi perspektifnya sepanjang istilah itu dihubungkan dengan bidang apa. Misalnya, bisa ditemukan dalam bidang komputasi dan khusunya yang lebih spesifik untuk WordPress yakni plugin WordPress. Berikut ini adalah definisi plugin yang diolah dari berbagai sumber tepercaya, di antaranya :

  • en.wiktionary.org/wiki/plug-in

Plug-in  adalah sebuah modul program computer atau alat yang berinteraksi dengan yang lain untuk menambahkan fungsi tambahan yang spesifik, atau mendukung format file atau alat yang spesifik.

  • www.c7.ca/glossary/

Plug in adalah  sebuah tambahan pada software yang membuat kemampuannya bertambah.

  • www.firstach.com/front/resources_glossary.html

Plug in  adalah sebuah modul hardware or software yang menambahkan spesifik fitur atau layanan terhadap system yang lebih besar.

  • wordpress.org

WordPress Plugin adalah sebuah atau seperangkat program aplikasi tambahan yang berisi fungsi script dalam bahasa PHP yang memberikan fitur-fitur atau layanan yang spesifik untuk meningkatkan fungsi dalam penggunaan blog wordpress, yang dapat digabungkan dengan blog menggunakan akses poin dan metode yang disediakan oleh wordpress.

Lalu, ketika beberapa definisi di atas mengenai plugin khususnya plugin WordPress (karena kita menggunakan blog berbasis WordPress), bagaimana fungsinya? Untuk fungsi plugin WordPress sebenarnya ada beberapa alasan kenapa kita perlu menggunakannya, di antaranya adalah :

  • Memungkinkan pihak ketiga membuat tambahan kemampuan pada aplikasi wordpress yang notabene adalah aplikasi terbuka (opensource) buat siapa saja yang ingin membantu mengembangkannya.
  • Mendukung fitur yang belum terlihat oleh para pengguna wordpress.
  • Mengurangi ukuran aplikasi wordpress baik dari segi kapasitas, bandwith yang digunakan
  • Dan lain sebagainya

Nah, apabila diperlukan suatu plugin yang cocok dan bermanfaat untuk blog kita, mengapa kita tidak mendukung itu? Perlu diketahui oleh semuanya, blog kita ini (blog beswan) dikendalikan oleh pengelola/admin blog terpusat dari pihak Djarum itu sendiri (itu namanya Multi User WordPress seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya). Walaupun posisi kita sebagai administrator blog tapi semua database kita (baik posting, widget, setting blog, dll termasuk instalasi plugin itu sendiri), ada yang mengatur. Sebenarnya sih tidak masalah tapi ….. (bagaimana ya*berpikir sambil oon di tengah rutinitas otak ini….hehe).

Pertanyaan singkat! Setujukah teman-teman untuk mendukung fasilitas plugin supaya ada di blog kita? Bagi yang setuju, ayo dukung (sambil teringat arahan dari kawan kita sendiri, Mr. Suhandi Blog) dengan memberikan catatan, komentar serta support buat eksistensi blog kita ke depannya. Di sini linknya dapat teman-teman lihat (sebelumnya log in dulu ya agar dapat masuk ke situs kesayangan kita). Semoga terealisasi ya. Bagaimana? Jika ada yang kurang jelas, silahkan share aja di sini dengan memberikan komentar di bawahnya.

Oke, sekian dulu.

Salam beswan.

OPTIMALISASI BLOG BESWAN KITA

free blog mouse 300x205 OPTIMALISASI BLOG BESWAN KITAMengoptimalkan blog? Ya, setidaknya ada 10 cara mengoptimalkan blog Beswan Djarum. Kenapa saya beri judul “Blog Beswan Djarum”? Alasannya, tak lain adalah karena Blog Beswan Djarum memakai mesin Multi User WordPress (contohnya banyaknya blog  yang di blog beswan ini) dan bukan Stand Alone WordPress (pakai hosting dan domain sendiri) yang bisa kita tambah themes dan plugin sesuka hati ataupun editing dengan koding atau css tambahan. Sedangkan di sini kita hanya bisa mengubah gambar header (tidak semua themes bisa) dan widget standar wordpress dan kalaupun ada plugin itupun yang sudah diupload oleh admin Blog Beswan dan kita hanya perlu mengaktifkannya (mungkin untuk yang satu ini belum direalisasi dan mudah-mudahan pihak Djarum mau mendengar ini). Maka dengan fitur yang serba terbatas itu bagaimana kita bisa mengoptimalkan blog kita di blog Beswan agar bisa (mudah-mudahan) menaikkan jumlah traffic blog kita (termasuk blog saya…hehehehe). Nah, berikut kesepuluh tipsnya adalah :

  • Periksa Design Blognya

Mungkin hampir semua dari kita menginginkan sebuah blog yang keren, memang tidak ada yang salah dengan persepsi itu namun perlu dipikirkan lagi “barang-barang” yang sekiranya tidak berguna yang justru melambatkan akses visitor ke blog  ataupun membuat blog  tidak compatible pada browser. Silakan diperiksa sendiri, apakah “barang-barang” yang sudah ada memang diperlukan di blog  atau tidak semisal iklan yang berlebihan dan hampir menutup pandangan mata saat pertama kali blog diakses. Untuk mengetest seberapa cepat blognya diakses, silakan klik http://tools.pingdom.com dan untuk mengetes seberapa compatible blognya silakan klik http://browsershots.org

  • Buat Navigasi Yang Baik

sastra radio 300x19 OPTIMALISASI BLOG BESWAN KITA

Kebanyakan blogger (semoga kita tidak termasuk…hahaha) hanya mementingkan design (plus “barang-barangnya”) dan iklan, sehingga menomor tujuhbelas-kan navigasi. Navigasi itu penting, saat visitor ingin menjelajahi blog kita apa yang dia butuhkan? Ya, itu dia yang namanya navigasi, baik itu posting-posting terbaru maupun kategori dan link halaman yang rapih membuat visitor nyaman dan berkemungkinan untuk kembali lagi. Jangan lupa untuk selalu menampilkan kotak pencarian di sidebar kita apabila themes-nya tidak langsung menampilkan kotak pencarian.

  • Judul Postingnya di blog

Siapa bilang judul gak penting ? Salah satu cara untuk mengoptimalkan blog kita adalah dengan judul yang kita publish, ngena atau tidaknya judul sebuah post akan mempengaruhi tampilnya postingan kita pada search engine atau biasa disebut para suhu SEO (Search Engine Optimization). seo1 300x140 OPTIMALISASI BLOG BESWAN KITA

  • Struktur Permalink

wp permalink structure 300x158 OPTIMALISASI BLOG BESWAN KITA

Kebanyakan blogger memakai struktur permalink dengan tanggal sehingga terlihat seperti ini http://blog.djarumbeasiswaplus.org/hendra/index.php/… . Saya sarankan untuk mengubah struktur permalink blognya ke sesuatu yang lebih simple seperti : http://blog.djarumbeasiswaplus.org/hendra/posting/judul-posting atau

http://blog.djarumbeasiswaplus.org/hendra/posting/judul-posting (seperti yang saya pakai). Untuk mengubah struktur permalink silakan login dan masuk ke dashboard  lalu pilih menu setting dan submenu Permalink dan pilih opsi Custom Structure. Untuk membuat struktur seperti http://blog.djarumbeasiswaplus.org/hendra/kategori/judul-posting cukup memasukkan kode /%category%/%postname%/ Dan bila ingin struktur permalink yang lebih sederhana seperti http://blog.djarumbeasiswaplus.org/hendra/judul-posting silakan masukkan kode /%postname%/

Bagaimana, mudah bukan?

  • Tag Header

Tag header biasa dipakai untuk menandakan sebuah judul, biasanya dalam sebuah posting. Tag header ini mempunyai nilai berupa numeric yang mengindikasikan kepentingannya. <h1> digunakan untuk header terpenting anda, <h2> bisa menjadi subtitle, dll. Tempatkan keyword yang sama yang digunakan pada judul posting anda di <h1> dan variasi keyword di <h2> atau <h3> untuk efek yang optimal.

  • Keep it Fresh

Mesin pencari sangat menyukai “fresh content“. Jadi ketika membuat posting secara teratur kita akan menemukan Googlebot datang lebih sering ke blog kita untuk menjaring content yang “fresh”.

  • Buatlah Keunikan

Buatlah keunikan dalam blognya, baik konten yang unik ataupun balasan komentar yang unik. Walaupun godaan copy paste selalu ada, saya sarankan untuk tetap menjaga keunikan posting anda karena anda tidak akan mendapat keuntungan apapun dari itu terlebih jika anda tidak menyebutkan sumbernya.

  • Membangun Backlink

Untuk mendapatkan traffic yang lebih, tentunya kita membutuhkan backlink. Biasanya blog lain yang menyukai tulisan kita akan memberikan link ke blog kita. Tetapi jika baru membuat blog dan membutuhkan pencerahan, saya sarankan untuk memasukkan blog teman-teman ke berbagai blog direktori. Jalan lain untuk mendapatkan backlink adalah mengomentari blog lain dan menggunakan trackback.

  • Selalu Tampilkan Gambar di Postingan

Maksud saya di sini adalah gambar yang “mewakili” posting teman-teman agar tulisannya terlihat hidup atau mungkin smiley bisa mencairkan suasana, tapi saran saya jangan tampilkan gambar yang terlalu besar yang akan memperlambat akses, cukup 1/3 – 1/2 dari ukuran posting teman-teman. Jika ingin menjadi blogger yang baik, coba bayangkan  sebagai pembaca, dan jika ingin blog yang baik maka coba bayangkan  seolah kita adalah pengunjungnya.

Kesemuanya di atas adalah persepsi pribadi dan jika ada yang tidak setuju itu wajar dan silakan share disini.  Sekian tips dari saya hari ini, terima kasih.

Ketapang, 21 April 2010

0ca4f0b41bfdee8290fecc6220271b3b PARA KARTINI YANG TERMARGINALKAN: Kontemplasi tentang Sebuah Arti di hari KartiniBetapa berisiknya ketika mendengar suara penggiling beras memenuhi seisi ruangan pasar Sentap di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kota Ketapang, Kalimantan Barat. Di sisi lain, lantai semen yang becek dan penuh dengan sampah juga turut menjadi bagian di pasar tradisonal ini. Di sudut bagian belakang tepatnya di tempat penjualan ikan, ayam dan daging sapi, bau amis terasa menusuk hidung, ditambah dengan pecahan telur di lantai pasar yang turut menambah bau amis. Namun, warna-warna hijau segar sayur dan merah tomat serta wortel tampak memanjakan mata, meski terhampar tak beraturan di meja-meja jualan. Ramai para pengunjung dapat dilihat di pagi dan sore hari yang membuat semua penjual sibuk melayani mereka. Ya, layaknya pasar tradisional. Kadang-kadang beberapa pemuda-pemuda nakal seringkali membuat ulah dengan meminta uang kepada para penjual. Inilah suasana pasar tempat wanita-wanita penjual sayur menggelar dagangan mereka untuk membantu perekonomian keluarga. Inilah hari-hari yang mereka hadapi, meskipun di hari Kartini yang mengagung-agungkan kemajuan kaum wanita.

Ketika melihat jam tangan yang menunjukkan tepat pukul 11.00 WIB, saat saya memasuki areal pasar yang sehari-hari merupakan pusat perbelanjaan warga Kota Ketapang itu. Suasana pasar tak lagi seriuh dan seramai di pagi hari. Hanya beberapa calon pembeli yang tampak mondar-mandir di antara meja-meja yang menyediakan aneka sayur. Menimbang-nimbang di meja mana si penjual menawarkan harga yang lebih rendah. Beberapa wanita penjual sayur duduk di kursi kayu seraya merapikan dagangannya, sementara yang lain berceloteh tentang pemilihan kepala daerah yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Bagaimana mereka bercerita hingga sepak terjang elit politik yang terkadang saling menjatuhkan satu sama lain menjadi topik hangat di sela-sela kegiatan melepas lelah setelah berjam-jam sebuk melayani pelanggan.  Ada dua orang wanita yang tampak berusia lanjut menarik perhatian saya. Seorang di antara mereka tampak tertidur pulas di atas meja yang tadinya digunakan untuk menjual aneka sayuran. Suara berisik penggiling beras yang memekakkan telinga itu sama sekali tak mengganggu nyenyaknya tidur siang wanita penjual sayur di pasar itu, sekalipun udara Kota Ketapang panas menyengat di sekujur kulit. Wanita itu tidur dengan pulasnya. Wanita yang seorang lagi duduk santai di sisi temannya. Dia tak berbicara, hanya memandangi wanita-wanita lain sambil sesekali tersenyum mendengar perkataan mereka. Tengah hari seperti ini adalah waktu istirahat mereka dan kemudian kembali sibuk melayani pembeli di sore hari. Inilah keseharian yang selalu dihadapi oleh wanita-wanita penjual sayur di pasar tradisional. Saya kemudian menghampiri dua wanita penjual sayur yang sedang berbincang-bincang di sudut pasar. Salah seorang yang lebih tua duduk di atas meja di antara daun-daun singkong, pakis dan tempe yang masih tersisa. Namanya Tisaudah. Sedangkan yang seorang lagi duduk di kursi kayu menghadap ke meja jualannya yang masih terisi berbagai jenis sayur dan keperluan dapur lainnya. Sesekali tangannya meraih beberapa ekor ikan asin dan merapikan susunannya dalam baskom kecil berwarna coklat kusam. Wanita itu bernama Mardiyah. Baik Tisaudah maupun Mardiyah bukanlah orang-orang baru di pasar ini. Mereka berjualan sejak pertama kali di pasar Melati (Jalan Merdeka) yang kemudian direlokasi ke Pasar Sentap. Ya, pasar ini tak jauh dari sungai Pawan, sungai kebanggaan warga Ketapang.

Menjelang shubuh, ketika kebanyakan orang masih terlelap dalam tidurnya, kedua wanita ini dan wanita-wanita penjual sayur lainnya telah keluar dari rumah membeli segala masam keperluan dapur dan sayuran untuk kemudian dijual kembali. Tisaudah biasanya turun dari rumah sekitar pukul 4 pagi menuju pasar dekat jembatan Pawan. Di sana, wanita yang telah berumur 65 tahun ini telah mempunyai langganan yang menyediakan aneka sayur dan segala keperluan untuk berjualan. Setelah itu, dia segera menuju Pasar Sentap dan menggelar dagangannya. “Saya sudah lama sekali berjualan di sini, sejak pasar dipindah ke sini.  Sebelumnya saya jualan di daerah lain, mungkin udah 24 tahun saya jualan,” ujarnya. Tak banyak barang yang dijual oleh Tisaudah seperti pedagang sayur lainnya. Dia memilih untuk berjualan tempe, tapai, dan beberapa jenis sayur. Meskipun hasil yang didapatnya juga tak terlalu banyak, namun dia merasa tak terlalu repot melayani pembeli. Puluhan tahun pengalamannya berjualan membuatnya memiliki pelanggan setia, sehingga setiap hari dagangannya tak bersisa terlalu banyak. Komoditas yang terlalu banyak ini juga membuat dirinya tak terlalu lelah. Di usianya yang telah lewat setengah abad membuatnya tak lagi selincah 24 tahun yang lalu. “Tak kuat seperti dulu Dek,” ujarnya singkat. Sayur dan tempe serta barang-barang lain yang dijualnya telah diikat sesuai dengan harganya masing-masing  sehingga dia tidak perlu repot jika ada pembeli yang datang. Hal itu membuatnya bisa sedikit lebih santai dibandingkan teman-temannya yang lain.

Tak jauh berbeda dengan Tisaudah, Mardiyah juga mempunyai aktivitas yang hampir sama. Shubuh, dia sudah harus meninggalkan rumah untuk membeli sayur mayur yang akan dijualnya kembali di Pasar Sentap. Jika Tisaudah belanja di pasar dekat jembatan, maka Mardiyah menganggap Pasar Baru menawarkan harga yang lebih murah dan pilihan yang lebih variatif. “Harganya lebih murah Dek, perginya subuh-subuh jadi sayurnya masih bagus dan belum dipilih orang,” ujar ibu 6 anak ini. Dia menjual lebih banyak kebutuhan dapur, seperti bumbu, terasi dan jenis-jenis ikan asin sedangkan sayur-sayuran tak terlalu banyak dan diletakkannya di ujung meja jualannya. Alasannya cukup klasik, namun selalu dihadapi oleh para pedagang kecil yakni modal.  Dengan beberapa puluh ribu, dia membeli barang-barang jualannya. Kemudian komoditi itu dia jual kembali. Dari hasil jualan itu dia mendapatkan uang sekitar Rp 110.000 per hari. Namun jumlah ini bukanlah keuntungan bersih yang dapat segera dinikmatinya. Dia harus kembali menyisakan puluhan ribu untuk menjadi modal esok hari. Jumlah rupiah yang mereka dapatkan memang tak terlalu besar. Apalagi ditambah dengan pungutan-pungutan yang sering menghampiri mereka. Setiap hari ada saja pungutan yang harus mereka bayar. Meskipun jumlahnya tak terlalu banyak yaitu sekitar seribu atau lima ratus rupiah, namun cukup mengurangi pendapatan mereka yang tak seberapa. Namun mereka masih bersyukur, karena tak pernah ada yang bertindak kasar pada mereka. “Pungutan ada, kadang saya kasi seribu atau lima ratus. Sekarang sih tak ada yang kasar, kalau dulu pernah ada yang suka maksa,” ujar wanita yang telah memasuki usia 57 tahun itu.

Baik Tisaudah, Mardiyah maupun wanita-wanita penjual sayur lainnya adalah para pedagang kecil yang menjadi bagian penting dalam kegiatan perekonomian. Meski pendapatan mereka tergolong kecil, namun selama puluhan tahun mereka turut berjuang membantu suami mereka untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. Mereka-mereka inilah wanita hebat yang menjadi salah satu tiang ekonomi keluarga. Saat sekolah-sekolah, media dan banyak organisasi wanita memperingati hari Kartini, mereka justru tak merasakan apa-apa pada hari tersebut. Untuk mereka, hari ini, kemarin dan esok adalah hari yang sama. Berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.