HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

About Me

img0134a copy About MeAlhamdulillah, kini blog sederhana ini hadir di hadapan teman-teman. Otak itu-pun akhirnya mendramatisasi sebuah romantika walau terkesan stagnan. Berbagai disparitas antara ide dan kenyataan seolah hadir dalam rangkakan blog ini. Dilema akan terus ada akan tetapi blog ini akan tetap menapaki proses dengan kondisi yang ada. Mungkin sedikit jamuan sederhana ini tidak dikatakan ideal apalagi sempurna. Aku sadar, tapi biarlah segalanya melaju agar tercipta ruang, format, dan dinamika dalam kehidupan teknologi ini.

Dengan berbekal semangat, aku ingin mencoba untuk mengaktualisasikan dalam bentuk tulisan dan goresan di blog ini. Aku terlahir di sebuah kabupaten terpencil dan jauh dari keramaian yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Aku terus bertransformasi dari sejak kecil hingga sekarang, mengalami masa-masa suka dan duka yang bervariasi dengan segala kompleksitasnya. Tapi akhirnya, apapun itu tidak membuatku terus resah akan dialektika ini. Itulah hidup. Siap membuat pilihan dan keputusan serta memahami resiko yang akan dialami baik buruknya.

Singkatnya, aku merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Sebagai anak tertua, tentunya ini menjadi tanggungjawab yang lebih besar serta sekaligus menjadi contoh yang baik buat adik-adikku. Transisi pola masa peremajaanku dimulai. Berbagai aktivitas sering kulakukan tapi tak jarang akupun pernah melakukan kesalahan-kesalahan yang tak perlu seharusnya terjadi. Keluargaku banyak mengajarkan banyak hal tentang kehidupan kepadaku tapi itupun tak sedikit apa yang mereka bilang, terus terang ada saja yang mengganjalku. Tapi tak apalah, toh itu mungkin bentuk perhatian dan kasih sayang mereka yang diimplementasikan untukku. Semenjak kuliahpun, aku banyak mendapatkan pelajaran-pelajaran berharga tentang dinamika sosial baik secara internal maupun eksternal. Tentunya tidak semudah yang dipikirkan dan dibayangkan, ternyata banyak sekali hambatan-hambatan personal dalam membentuk jati diri ini. Persaingan, kemelut, intrik, retorika, isu dan lain sebagainya pernah membuat otak ini kelabakan. Kelabakan dalam artian apa yang difokuskan tidak menjadi de facto dan selalu saja melingkari pemikiran ini. Tapi, Tuhan memang Adil. Dia memberikan berbagai pertolongan untuk hamba-Nya ini. Raihan pencapaian yang dilalui dengan kerja keras dan doa telah banyak membuahkan hasil.  Salah satunya adalah dengan menjadi salah satu penerima sebuah beasiswa bertaraf nasional dari salah satu perusahaan rokok terbesar di negeri ini dengan periode angkatan 2007-2008. Kebanggaan bukan hanya itu, banyak hal-hal positif yang kupelajari selama menjadi Beswan Djarum (istilah penerima beasiswa Djarum Bakti Pendidikan). Dan sampai pada akhirnya Tuhan memberikan rahmat-Nya yakni aku menjadi seorang intelektual muda yang ending-nya bisa menyelesaikan masa kuliah seperti apa yang ditargetkan selama ini.

Tidak ada kata terakhir dalam hidup ini. Universitasku adalah kehidupan. Tentunya dengan segala dialektikanya. Terima kasih Tuhan. Terima kasih keluargaku. Terima kasih teman-temanku dan orang-orang di sekitar yang telah berjasa menginvestasikan pemikiran serta dukungannya selama ini.

Terima kasih.

Regards,

Hendra Ariyudha

Email Contact : hendra.hr01@gmail.com

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 2 in addition to 5?