HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

Posts Tagged ‘Alumni Beswan’

Hanya sekedar berbagi informasi bagi teman-teman khususnya Beswan Djarum 2015/2016 yang belum bisa membuka akses member di situs Djarum Beasiswa Plus dan membutuhkan informasi terkait Lomba Karya Tulis, berikut link file downloadnya di sini

Filenya cukup besar (11 MB). Jangan lupa share teman-teman Beswan Djarum yang lain ya.

Terima kasih.

Ketika kemauan Anda besar, kesulitan-kesulitan tidak akan lebih besar (Niccolo Machiavelli)12330 1304115856162 1628484350 758973 4089032 n copy Cuma Tanggapan Mengenai Hasil Conference 1 Alumni Beswan Djarum

Ya, setiap manusia tentunya memerlukan komitmen, semangat dan perasaan antusias dalam mengarungi berbagai aktivitas kehidupannya sebagai personal.  Apakah itu tercermin saat teman-teman mengikuti Beswan Djarum Alumni Conference di media Yahoo Messenger (YM) kemarin, Jumat tanggal 19 Maret 2010? Mudah-mudahan saya tetap berkeyakinan dan optimistis bahwa semangat dan antusias itu selalu ada, tertanam serta terpelihara pada diri teman-teman yang hadir pada saat perjumpaan kemarin walau cuma lewat dunia maya. Sedikitnya, saya mencatat hal-hal yang didiskusikan kemarin antara lain membahas bagaimana eksistensi Alumni Beswan Djarum ke depannya (Topik 1) dan respon atas website dan blog Beswan Djarum (Topik 2). Berbagai argumentasi, pendapat, kritikan serta saran sedikit banyaknya telah dikemukakan oleh sebagian besar teman-teman walau mungkin -kalau saya tidak salah- masih ada yang cuma sekedar ikut-ikutan nimbrung tanpa memberikan statement. Acara conference yang dipandu oleh sang moderator Mr. Suhandi inipun berlangsung cukup menarik dan lancar meski durasi waktunya cuma sekitar setengah jam pertopik. Topik pertama yang dibahas tadi, saya melihat keragaman yang diargumentasikan oleh teman-teman alumni. Intinya, mereka ingin bahwa eksistensi Alumni Beswan Djarum tetap selalu diakui dan ada. Namun, ada keluh kesahnya teman-teman sambil terus bertanya, mau dibawa kemana alumni ini? Sampai sejauh mana manfaatnya? Bagaimana kondisi sesungguhnya para alumni sekarang? Bagaimana ide pembentukan Ikatan Alumni di setiap DSO Djarum yang ada di daerah? Program-programnya seperti apa? Adakah tindak nyata dari ini semua? Inilah keragaman berbagai perasaan yang ditumpahkan oleh teman-teman alumni pada conference kemarin. Sementara itu, topik keduanya tetap menjadi perbincangan yang cukup menarik terkait bagaimana respon alumni terhadap website Beswan Djarum serta fasilitas blog yang diberikan. Kesemua atensi yang diberikan itulah untuk kemudian akan diakomodir dan disampaikan kepada pihak PT Djarum khususnya dalam hal ini Djarum Bakti Pendidikan. Menarik di sini, saya jadi terlintas ingin mencoba mencermati sisi komitmen yang diberikan oleh teman-teman alumni. Komitmen seperti apakah yang terpatri pada diri teman-teman alumni? Nampaknya, saya masih sedikit memprediksikan bahwa ada beberapa di antara teman-teman alumni yang agak skeptis melihat keberadaan para Alumni Beswan Djarum sekarang. Ya, saya memahami betul kalau memang ada yang berpikir seperti itu. Konstelasi inilah yang bernama KONDISI. Kondisi seperti apakah sekarang teman-teman alumni kita? Paling tidak saya mencatat ada tiga jenis kondisi yang dialami oleh para alumni. Pertama, alumni yang sudah mapan dalam bekerja (mungkin akan bersemangat kalau mengikuti ini). Kedua, alumni yang lama menjadi pengangguran akan menatap jauhnya jurang nasib sesama alumni (mudah-mudahan tidak ada ya). Dan yang ketiga adalah alumni fresh graduate yang mungkin akan bertanya, “Mana lowongan kerja buat kami?”. Pada masuk jenis manakah kondisi teman-teman saat ini? Atau mungkin ada kondisi baru/novum yang sedang dialami oleh sebagian alumni kita? Toh di sini saya cuma berasumsi saja. Tentunya berbagai kondisi tadi saya rasa tetap menimbulkan suasana psikologisnya masing-masing ketika membicarakan bagaimana alumni ini dapat bereksistensi dalam memberikan sumbangsihnya buat kemajuan pendidikan -sesuai dengan prinsip Djarum Bakti Pendidikan- agar kebersamaan ini dapat selalu terjaga dan terpatri dalam diri setiap alumni. Saya yakin, teman-teman cukup mafhum dengan asumsi saya mengenai konsekuensi dari dampak psikologis berbagai kondisi yang saya sebutkan di atas. Lagi-lagi saya cuma bertanya, bagaimana komitmennya selama ini? Sampai sejauh mana? Apa yang menjadi dasar pikiran serta landasan apa untuk tetap berkomitmen? Ada yang bisa menjawab???

Terkait dengan topik kedua di atas, saran saya agar pihak Djarum di samping memberikan sarana, informasi dan fasilitas di website resminya Beswan Djarum maupun blog beswan, perlu juga mengadakan penyempurnaan-penyempurnaan web dan blog supaya lebih aktraktif dan inovatif sehingga menimbulkan semangat tersendiri serta sense of belonging untuk terus mengunjungi situs kesayangan dan tercinta beswan ini. Sedikit catatan, ternyata ada sebagian teman-teman -baik alumni maupun beswan yang aktif- yang masih belum memahami bagaimana caranya berinteraksi di web serta membuat postingan artikel di blog (termasuk cara mempercantik blog). Di sini memang perlu ada informasi yang jelas dan terbuka dari pihak admin yang mengelola web maupun blog agar memperhatikan apa-apa yang belum diketahui oleh para Beswan Djarum dewasa ini(termasuk alumninya), semisal adanya informasi mengenai tutorial cara membuat postingan artikel, cara mempercantik blog, posting di forum, mengganti id name dan lain sebagainya. Demikianlah, agar tetap menjadi perhatian dan pertimbangan dari kita semua agar sama-sama ke depan, kebersamaan serta interaksi yang terjalin -walau hanya lewat dunia maya- dapat terus terjaga selamanya (kalau bisa). Ya, memang itu akan kembali kepada proses. Proses untuk menentukan arah selanjutnya. Transformasi proses itu akan terus berkembang secara progresif disertai secercah harapan yang lebih baik lagi tentunya. Mudah-mudahan -dengan sikap kerendahan hati saya terus berharap- ikatan emosional dulu, saat ini, nanti dan di masa-masa mendatang bisa tercipta antara official, para alumni serta para beswan yang ada (beswan aktif) agar semangat kekeluargaan terus terjaga selamanya sampai akhir hayat seperti kita menanalogikan sebuah pelita yang akan terus menyala. Apa yang saya sampaikan lewat tulisan ini tak lebihnya hanya merupakan sedikit ungkapan (ya boleh dibilang ngoceh juga) yang tak luput dari kata-kata yang kurang bijak, kurang mengenakkan bagi teman-teman sekalian (saya minta maaf yang sebesar-besarnya) dan saya sadar sebagai manusia tetap tidak akan sesempurna menulis secara obyektif karena ocehan ini bisa dianggap subjektif (itulah manusia…hehehe).  Sedikit berpesan, “Jangan di saat butuh baru teriak tolong. Ciptakan hubungan di saat ini tanpa melihat suatu kepentingan, bukan mencari di saat perlu“. Sekali lagi, mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh seluruh teman-teman yang mengunjungi blog sederhana ini. Terima kasih.

BERSATU SEIKAT BESWAN DJARUM…………….

SELAMANYA…………