HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

Posts Tagged ‘Harapan’

Happy Birthday to My Son – 4 April 2017

Praja 300x300 Happy Birthday to My Son   4 April 20174 April 2016, tepat setahun yang lalu. Seorang bayi mungil lahir dari rahim istriku. Kami beri nama Rizky Prajab Apriliendra, seorang pembela bagi orang tuanya, bangsa ya, dan agamanya.

Di ulang tahunmu yang pertama ini, Papa dan Mama hanya bisa berpesan kepadamu Nak. Jika kelak engkau besar nanti, jadilah insan yang senantiasa bertakwa serta selalu senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadamu.

 

 

 

 

Tidak ada yang bisa Papa dan Mama berikan kepadamu di hari ulang tahunmu ini selain kasih sayang seorang Papa dan Mama yang tulus kepada anaknya. Kecupan Papa dan Mama di keningmu sebagai ungkapan Selamat Ulang Tahun untukmu nak.

Seutas do’a Papa dan Mama di hari Ulang Tahunmu sayang :

Ya Allah…jadikanlah anakku sebagai “pandangan mataku” yang selalu membahagiakanku di kala kesedihan datang dan yang mengingatkanku saat diuji kebahagiaan serta jadikanlah ia orang yang Kau pilih untuk menabur kebaikan. Amin.

HARAPAN PERUBAHAN PASCA SAIL SELAT KARIMATA 2016

images HARAPAN PERUBAHAN PASCA SAIL SELAT KARIMATA 2016Beberapa program Pemerintahan Presiden SBY sampai dengan Presiden Jokowi yang sudah dilaksanakan memang diharapkan bisa mengurangi disparitas pembangunan wilayah dan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD), yaitu Sail Indonesia yang sudah dilaksanakan sejak Sail Bunaken pada 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitung 2011, Sail Morotai 2012, Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail Tomini 2015 dan Sail Indonesia ke-8 (Sail Selat Karimata) yang acara puncaknya rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi bakal digelar di Sukadana Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 15 Oktober tahun ini. Khusus Sail yang terakhir ini, acara launching-nya  sudah diresmikan di Jakarta oleh Menteri Koordinator Maritim Republik Indonesia Rizal Ramli pada tanggal 1 Juni yang lalu.

Selain untuk mengenalkan Indonesia ke panggung dunia dan mempromosikan pariwisata bahari setempat, program Sail Selat Karimata 2016 sejatinya dimaksudkan untuk memajukan dan mensejahterakan daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dimana sejumlah kegiatan Sail Selat Karimata berlangsung. Dengan demikian, daerah yang selama ini serba tertinggal hampir di semua bidang kehidupan bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, dan keunggulan (daya saing) baru bagi NKRI. Tentunya, kita berharap program Sail Selat Karimata 2016 tidak hanya sekedar menjadi acara ceremonial saja. Sail Selat Karimata 2016 mesti kita jadikan sebagai momentum untuk mendongkrak kinerja pembangunan, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat di empat provinsi (Kalbar, Jambi, Kepri dan Bangka Belitung) yang mengelilingi Selat Karimata. Melalui Sail Selat Karimata, kita jadikan kawasan Selat Karimata yang kaya Sumber Daya Alam terbarukan maupun non-terbarukan ini sebagai etalase (role model) pembangunan wilayah terpencil berbasis maritim, dari tertinggal dan miskin menjadi maju dan sejahtera. Mengingat kawasan ini jauh dari pusat ekonomi dan politik negara (Pulau Jawa), maka pola pembangunannya harus menggunakan pendekatan ‘big push’ (dorongan besar). Artinya, ukuran (unit) usaha ekonominya harus besar dan terdiri dari berbagai sektor ekonomi, baik yang ada di daratan maupun lautan kawasan Selat Karimata. Ramuan ini sangat penting supaya memenuhi kaidah skala ekonomi (economy of scale). Kalau ukuran ekonominya kecil dan komponen sektor ekonominya sedikit, maka keuntungan usahanya tidak bisa menutupi biaya transportasi, logistik, dan bahan penolong yang lebih mahal. Sektor-sektor ekonomi kelautan yang sangat potensial untuk dikembangkan melputi: perikanan budidaya, perikanan tangkap, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pariwisata bahari, pertambangan dan energi, transportasi laut, dan galangan kapal serta industri dan jasa maritim lainnya. Sedangkan, di daratannya bisa dioptimalkan pembangunan sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, kehutanan, industri manufaktur, dan pariwisata bentang alam (landscape tourism) yang dalam dekade ini sangat berkembang dan menjadi sektor ekonomi andalan saat ini di Jepang, Korea, dan China. Selain itu, mesti diterapkan sistem manajemen rantai suplai terpadu dari produksi-industri pengolahan dan pengemasan sampai ke pemasaran. Kita bisa gunakan inovasi teknologi terkini (state of the art technology) dalam setiap mata rantai suplai tersebut.

Untuk memastikan bahwa semua program dan kegiatan usaha ekonomi diatas tidak merusak lingkungan, maka stakeholders terkait harus mengaplikasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development), yang meliputi: penataan ruang wilayah, laju pemanfaatan SDA terbarukan tidak melebihi kemampuan pulih (potensi lestari)-nya, pemanfaatan SDA tidak terbarukan (bahan tambang dan mineral) harus ramah lingkungan, pengendalian pencemaran dan low-carbon economy, konservasi biodiversity, dan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim global serta bencana alam lainnya. Supaya berkah ekonomi (economic rent) dari geliat pembangunan ekonomi diatas bisa dinikmati oleh masyarakat lokal dan rakyat Indonesia secara signifikan, maka peluang investasi dan bisnis diharapkan menjadi skala prioritas bagi penduduk setempat dan pengusaha lokal, baru kepada pengusaha nasional dan global. Andaikan belum ada warga atau pengusaha daerah yang mampu, bisa diberi kesempatan kepada pengusaha nasional atau internasional yang bonafit, kredibel, dan baik. Ini penting agar berkah ekonominya tidak semua lari ke pusat atau luar negeri.

Program big push itu akan sukses, jika pemerintah bisa meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas kawasan Selat Karimata dengan daerah-daerah Indonesia lainnya maupun dengan negara-negara lain di dunia, baik melalui transportasi laut, darat maupun udara serta konektivitas digital. Infrastruktur (pelabuhan, bandara, jaringan jalan, telekomunikasi, listrik, air bersih, dan suplai energi) juga harus diperbaiki dan dibangun yang baru sesuai kebutuhan. Kapasitas dan etos kerja Sumber Daya Manusia setempat juga mesti ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan yang benar, supaya mampu menggerakan program pembangunan dan ekonomi di atas. Karena jika dibandingkan dengan negara-negara maju dan emerging economies lainnya, fungsi intermediasi perbankan di Indonesia masih sangat rendah (suku bunga sangat tinggi dan persyaratan pinjam untuk sektor riil termasuk sektor kelautan masih terbilang cukup sulit), maka harus ada skim kredit perbankan khusus untuk pendanaan program PMD dan pembangunan wilayah terdepan. Misalnya kredit likuiditas di masa Orde Baru dengan penyempurnaan. Akhirnya, pemerintah dan pemerintah daerah harus bersinergi menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga para investor serta pengusaha yang bonafit dan kredibel tertarik untuk menanamkan modal dan membangun ekonomi produktif kawasan Selat Karimata.

Dengan implementasi model pembangunan big push berbasis inovasi ramah lingkungan dan sosial budaya seperti di atas, maka kawasan Selat Karimata tidak hanya akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan baru serta mereduksi disparitas pembangunan antar wilayah, tetapi juga turut berkontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia sebagai PMD dalam waktu dekat.

Sumber referensi :

http://www.pontianakpost.com/15-oktober-sail-selat-karimata

Danuri , Rokhmin. 2013. Membangun Bangsa : Kembalikan Kejayaan Negeri Bahari dan Pertanian Untuk Kemajuan & Kemakmuran Rakyat. Jakarta: Jagakarsa (Gerakan Nelayan Tani Indonesia).

Danuri, Rokmin, Ginting, Sapta Putra. 2013. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Balai Pustaka.

Harapan baru saat kita terpuruk

hendra01 300x225 Harapan baru saat kita terpuruk

Mei 2013 ini adalah bulan yang amat suram bagi saya, sampai-sampai saya ingin menghilangkan ini dalam hidup. Masa itu masa dimana hidup saya tersia-sia begitu saja, masa dimana saya pernah merasa sangat dilupakan apalagi saat bersamaan ketika karier saya juga jatuh. Dan yang pasti, Mei 2013 adalah dimana saya mengalami hal yang oleh anak muda sekarang diberi nama Galau.
Tentu saja tidak akan menyerah begitu saja. Seorang lelaki ditakdirkan Tuhan memiliki mental baja dan pantang menjadi cengeng. Pun begitu dengan saya, saya tidak akan kalah hanya oleh hal kecil ini, Saya harus menjadi seseorang yang lebih baik dan terus melangkah maju.
Saya tak perlu berlama-lama dalam keterpurukan, yang perlu saya lakukan hanya berkemas dan pergi jauh untuk sesaat. Masa itu pula saya sudah melupakan apa arti itu perjalanan karena terpaku pada sosok wanita yang manis namun bisa melupakan begitu saja. Akhirnya saya memang ditakdirkan untuk kembali mengembara, kembali melakukan perjalanan.
Purwokerto
Saya punya alasan sentimentil pergi ke Purwokerto. Di sana ada banyak sahabat saya, namun ada satu sahabat yang benar-benar mengerti saya. Bukan alasan kotanya memang, saya memang terlalu subjektif. Bukan menikmati kota, namun ingin sekedar bertamu saja, ngobrol lalu pulang.
Tapi ternyata saya tak sekadar bertemu sahabat saya. saya ternyata menikmati Purwokerto dengan kesederhanaannya. hiruk pikuk perasaan di hati teredam dengan ketenangan dan kesahajaan Purwokerto.
Saya jatuh cinta pada kota ini sejak saya kuliah tentunya, disini saya merasa tenang. Tidak diburu apapun, sepi dan menentramkan. Hati saya yang berkecamuk menjadi tenang kembali. Mendamaikan. Akhirnya saya menghabiskan waktu beberapa hari di Purwokerto, saya mengunjungi Baturaden (masih dingin ternyata daerah ini) lalu makan gorengan Mendoan yang sangat khas.
Saya benar-benar menikmati momen di Purwokerto. seolah reinkarnasi, saya  kembali menjadi diri saya dan kembali menjalani hari sebagai seorang Hendra. Tidak lebih dan tidak kurang. Bukan menjadi orang lain sesuai tuntutan.
Jogjakarta
Tepat di bulan yang sama pula, saya angkat ransel lagi. Sebagaimana layaknya kebiasaan awal tahun yang membuat resolusi, saya pun begitu. Resolusi saya adalah menghilangkan masa lalu dan menatap masa depan.
Saya memang ingin benar-benar membuang semua kenangan buruk itu. Makanya saya pergi ke tempat yang benar-benar membuat saya bisa berkontemplasi mencari ketenangan batin, sebuah tempat dengan tingkat religiusitas dan norma adat yang masih dijunjung tinggi, karenanya saya pergi ke Jogja.
Sendirian saya  mengelilingi Jogja. tanpa teman, tanpa peta, saya hanya ingin tersesat. Menikmati Jogja dalam ketidaktahuan, menikmati momen-momen tersesat supaya bisa menikmati Jogja dengan lebih intim.
Salah satunya adalah Kotagede. Kotagede adalah salah satu kota tua di Jogja. Banyak peninggalan bersejarah dapat ditemukan di sana. Salah satunya adalah Masjid Kotagede, tempat ibadah Islam tertua di Jogja. Masjid ini masih terlihat hidup walau usianya sudah ratusan tahun yang lalu. Saya melihat, warga masih menggunakannya sebagai tempat melaksanakan kegiatan keagamaan. Sungguh religius sekali kota ini.
Saya seperti seorang yang hilang, sendiri. Tapi toh manusia lahir sendiri dan berangkat ke kehidupan selanjutnya juga sendiri. Tidak ada yang salah dengan kesendirian, karena dalam kesendirian kita bisa melihat harapan. Dalam kesendirian itu pula saya melihat ukuran diri, seberapa kuat diri saya, menakar diri itu perlu supaya tidak menjadi manusia yang sombong dan tersesat dalam sindroma egoistis.
Mungkin jika disamakan dalam film, pengalaman saya akan sama seperti film Eat , Love and Pray. Mengelilingi Jogja memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa banyak, belajar menghargai kehidupan dan belajar melihat kehidupan dari berbagai sudut pandang. Hal yang selama ini hilang dari saya, karena mata dan pikiran saya terkungkung oleh satu hal saja.
Lalu apa yang saya dapat dari Jogja? pacar? tidak. Gebetan? tidak juga. Saya hanya mendapatkan perspektif baru dalam menjalani hidup. Saya mendapatkan banyak nasihat dari perjalanan, pengalaman yang mendewasakan dan saya bertemu dengan kawan-kawan lama yang menyadarkan bahwa hidup saya belum berakhir, masih ada masa depan yang harus diraih dan perlu diingat, tidak ada yang namanya kesendirian, yang ada hanyalah keterkungkungan untuk berhubungan. Pada akhirnya saya benar-benar seperti terlahir kembali untuk menikmati hidup yang baru dengan optimisme tinggi.

Selamat move on!