HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

Posts Tagged ‘Makna’

YAKIN PERNIKAHAN MEMBAWA REZKI – 15 MEI 2015

hENDRA 01 300x199 YAKIN PERNIKAHAN MEMBAWA REZKI   15 MEI 2015Menikah adalah sesuatu hal yang ditunggu-tunggu tentunya. Dengan menikah, pikiran, dan hati menjadi tenang, tentram tak terkira. Pandangan jadi lebih bisa terjaga. Lebih dari itu, menikah adalah fitrah setiap anak Adam. Dengan menikah, seseorang bisa semakin lebih dewasa dalam berpikir, berperilaku bahkan dalam mengambil dan memutuskan sebuah pilihan. Ada beberapa hal yang bisa dihayati mengapa seseorang itu harus menikah. Di antaranya; pertama, menikah berarti melengkapi agamanya. “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).

Akhirnya, penulis inipun kemudian mengakhiri masa lajangnya. Sepuluh hari yang lalu, tepatnya tanggal 15 Mei 2015 (15-05-2015) merupakan tanggal bersejarah dalam kehidupan ini. Hampir 30 tahun sudah hidup dengan dialektika masa bujang….ya…ya…ada suka dukanya, senang dan sedih bercampur menjadi satu………..Terbahagiakan ya Tuhan….

Dimulai dengan akad yang Alhamdulillah lancar dan sukses. Walaupun ada insiden kecil yakni hujan yang cukup lebat sampai-sampai rumah mempelai perempuan kebanjiran. Sempat sedih juga akan tetapi Tuhan punya rencana di luar kuasa saya dan akhirnya saya yakin dengan kejadian ini pertanda di masa depan rezki baik lahir dan batin akan terus mengalir dan akan terus berkelanjutan….Amin.

Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, Ibu dari anak-anak saya kelak nantinya. Semoga Allah selalu menghimpunkan kami dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang Maha Lembut melimpahkan kepada kami bening saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kami membingkai keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga ini. Juga Allah yang Maha Menetapkan, mengekalkan ikatan pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world “Akhirat”. Mudah-mudahan kami selamat mendayung sampai ketepian. Allahumma Amin.

Setiap saat dan selanjutnya, kita akan dipertemukan oleh berbagai pilihan sehingga kita harus benar-benar memutuskan bahwa pilihan kita itu baik untuk kehidupan kita. Setiap waktu kita berpikir untuk memilih dan menjadi yang dipilih serta memutuskan pilihan kita. Pertanyaan kemudian, apa semua yang di atas adalah kehidupan ?

It’s time. Ya, waktu yang membuat kita untuk jadi orang yang dipilih, memilih dan atau yang memutuskan pilihan. Selebihnya, waktu dan keadaan yang buat kita bisa untuk tahu kapan semua kita harus terima dan menjalani semuanya.

Keputusan yang salah selalu di belakang.

Apa kita tahu bahwa kita sedang membuat keputusan yang salah ?

Apa kita akan terus menjalankan pilihan itu? Mungkin tidak, karena saat kita memilih pilihan itu kita mengerti apa yang salah di semua pilihan itu ? dan kenapa kita tetap memilih pilihan salah di saat sudah tahu itu bukan pilihan bagus ? Pada waktu itu semua bisa terlihat di mana kita bisa memutuskan semua dengan pikiran sehat atau tidak. Dan jika semua pilihan itu benar, mungkin pilihan kita tidak salah akan tetapi saat itu tidak benar, itu yang harus diterima dan jalankan konsekuensinya.

Mari menjalankan resikonya. Ya, ada KONSEKUENSI LOGIS, maka PUTUSKAN.

Seperti dalam pemberitahuan terkini, pemerintahan sekarang ini akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga BBM (khusus premium dan solar bersubsidi) mulai per 18 November 2014 ini Pukul 00.00 WIB. Pro dan kontra sudah pasti. Ada yang pro karena pertimbangan misalnya “bolongnya APBN kita tahun ini” tapi yang kontra bilang misalnya “harga minyak dunia sedang turun”. Ya, selalu ada perbedaan dengan cara menyikapi itu. Saya menulis ini tidak dalam frame mendukung yang pro ataupun kontra terkait permasalahan tadi. Para decision maker pastinya punya pemikiran dan pertimbangan kenapa ini harus diputuskan, tinggal dilihat dari sisi atau sudut pandang mana yang mau dibedah. Implikasi ini seperti diutarakan sebelumnya, memberikan konsukuensi logis bagi si pembuat keputusan maupun kepada diri sendiri / anggota / masyarakat / kelompok yang dipimpinnya. Anda terima atau tidak ? Silahkan anda jawab dengan pandangan anda sendiri….hehehe

Secara umum, memang hidup tidak ada jaminan dari kita pernah memutuskan pilihan salah atau benar sampai kita berhasilpun, maka kita akan mengambil sebuah resiko dan memutuskan. Semuanya bisa terlihat jelas saat kita mulai berani mengambil suatu keputusan, dan mungkin salah satu di antara kita pernah terlihat “dungu” dengan pilihan yang kita putuskan akan tetapi semua itu resiko dan konsekuensi kehidupan. Tanpa perlu kita sadari, kita akan bisa memilih yang lebih baik di setiap persimpangan keputusan itu .

Bagaimana mencari tahu keadaan kita yang sebenarnya ?

Kita terkadang tidak pernah percaya diri dengan pilihan yang kita mau putuskan karena kita tidak pernah mengerti apa, siapa, kapan, dimana, dan mengapa, serta cobaan setiap kata itu bikin sebuah kalimat pertanyaan untuk kita masing-masing. Sering kali semua keadaan yang membuat kita ragu dengan apa yang harus kita jalankan adalah dengan pemikiran kita yang kurang mengerti dan paham dengan keadaan diri kita masing-masing. Dalam keluarga, pekerjaan, serta bangsa dan negara pasti selalu ada keputusan entah sulit/mudah atau populis/tidak populis dan tentunya dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan.

Yakin dan percaya diri saat kita mengambil keputusan!!!

Semoga tulisan di atas membuat kita tidak pernah salah dalam memilih keputusan, dan INGAT bahwa tidak ada jaminan dan keputusan yang salah selalu di belakang. Jadi, pilih dan putuskan lalu percaya bahwa kita semua  memilih pilihan terbaik pada saat ini.

Sekali lagi, mohon maaf kalau saya sudah salah mengartikan kehidupan sejauh ini terkait tulisan di atas. Semua pilihan untuk kita menjalankan apa yang kita harus pilih, dan menerima setiap konsekuensi keputusan akan tetapi yang penting adalah kita sudah memilih untuk menjalani hidup. Apakah itu adalah keputusan yang tepat atau tidak, hanya waktu yang tahu. Tapi jangan menyesal apapun hasilnya. Sebaliknya, belajar dari itu dan ingat bahwa kita selalu memiliki kesempatan untuk membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.

 

Salam semangat….

My Pray….

Ketika kumohon pada Allah kekuatan, Dia memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat…
Ketika kumohon pada Allahkebijaksanaan, Dia memberiku masalah untuk kuatasi…
Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan, Dia memberiku akal untuk berfikir…
Ketika kumohon pada Allah keberanian, Dia memberiku bahaya untuk kuhadapi…
Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta, Dia memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong…
Ketika kumohon pada Allah untuk meringankan bebanku, Dia memberiku pundak yang kuat…
Ketika kumohon pada Allah bantuan, Dia memberiku kesempatan…

Aku tak pernah menerima yang kupinta…
tetapi…
Aku menerima segala yang kubutuhkan…
==== do’aku terjawab sudah ====