HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

Posts Tagged ‘persistensi’

Personal Discipline

disiplin Personal DisciplineDisiplin ya? Terkadang memang agak sedikit sulit untuk mendisiplinkan diri sendiri. It‘s truly the most hardest thing to do in this universe. Lalu apa sih yang namanya disipin pribadi/diri sendiri ??

Ketika kita sejenak berpikir dan sekaligus bertanya, kapan kita bisa berhenti makan? Kapan kita bisa untuk berhenti tidur? Nah, konteks mendisiplinkan diri sendiri memang harus bebas. Bebas dalam artian melakukan sesuatu/aktivitas terlepas dari kondisi emosi. Motivasi dan persistensi merupakan kata kuncinya.

Motivasi ??

Motivasi merupakan elemen penting yang harus dilatih secara berkesinambungan. Kesulitan mendisiplinkan diri harus diminimalisir dengan motivasi. Motivasi seperti apa? Hal yang pertama adalah menerima kondisi diri/pribadi terlebih dahulu. Analoginya adalah ketika kita mulai mengefektifkan latihan pembentukan otot. Ya, kondisi yang harus dilihat semisalnya bagaimana kita membayangkan ketika kita mencoba untuk mengangkat beban yang berada di luar kemampuan kita untuk mengangkat. Sama halnya jika kita mengangkat beban yang terlalu ringan buat kita sendiri. Kedua kondisi tadi, otot kita secara real tidak akan mampu untuk mengalami pertumbuhan dan pembentukan karena beban yang digunakan tersebut tidak sesuai dengan kemampuan kita relatif pada saat itu. Pertumbuhan dan pembentukan otot baru terjadi ketika kita mengangkat beban yang proporsional dan sesuai dengan kemampuan mengangkat dan secara bertahap kita bisa meningkatkannya. Tidak harus signifikan memang tapi tetap harus dilatih untuk meningkatkan itu. Berbagai hambatan kecil maupun besar adalah suatu hal yang wajar karena itulah yang memberi rasa dan warna pada hidup dan kehidupan. Ayo kita latih disiplin kita secara bertahap. Tingkatkan lagi dan terus tingkatkan lebih baik dari sekarang. Intinya adalah tentukan tingkat dan ukuran kemampuan kita untuk mengasah kedisiplinan kita sebagai pribadi untuk terus mendukung kita dalam berkarya ataupun bekerja. Selanjutnya, pertegas niat kita, lakukan ini dengan kerja keras yang tentunya harus cerdas, bukan kerja keras dan capek terus tanpa result…!!!

Persistensi? ?

Persistensi adalah hal yang membedakan antara pemimpin dan pemimpi, antara pemenang dan pecundang. Betapa pun jenius dan hebat pemikiran selama kita tidak menerapkannya maka tentunya jangan berharap akan pernah mendapatkan hasil yang baik. Persistensi mengharuskan kita untuk membuka semua sensory channel dan terlebih always memantau setiap sinyal yang datang dari hasil tindakan kita sebagai pribadi. Sinyal tersebut dapat menjadi masukan bagi diri sendiri dalam menentukan apakah kita harus lanjut atau berhenti, mengubah haluan dengan apa yang sedang dilakukan. Ketika kita menerapkan pemikiran itu pada tindakan maka kita akan mendapatkan hasil dan hasil tindakan tentunya membawa sinyal. Dengan mengartikan sinyal tersebut maka kita tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kegagalan dalam membaca sinyal akan mengarahkannya pada kesulitan. Namun kesulitan pun juga merupakan sinyal. Ingat itu! Ketikapun belum mendapatkan sinyal yang dibutuhkan untuk membuat keputusan, hal itu berarti kita harus terus melakukan hal tersebut. Karena jika kita terus melakukan sesuatu secara berulang-ulang tentu pada akhirnya kita akan mendapatkan hasil. Kemampuan membaca sinyal datang dari proses belajar yang kembali lagi mengharuskan kita untuk memiliki disiplin. Sehingga sebenarnya disiplin dan persitensi jalan beriringan. Begitu juga motivasi diri sendiri yang terkait erat dengan kedisplinan kita.

Yuk, mari kita buat proposal hidup kita untuk masa depan kita. Ayo kita disiplinkan diri kita dulu untuk menuju kesuksesan yang akan menyonsong hidup kita kelak dan mempunyai arti sesungguhnya…

Tuhan memberkati kita semua. Amin.