HANYA MANUSIA – Hendra Blog

Sebuah Catatan dari Setitik Keniscayaan

Posts Tagged ‘Wanita’

Wanita Rumah Tangga versus Wanita Karier

5e198 supermomcover huffpostcom 420x280 300x200 Wanita Rumah Tangga versus Wanita KarierSecara tradisional pada konteks negara-negara di Asia, wanita yang sudah menikah diharapkan untuk tinggal di rumah dan menjaga kesejahteraan anak-anak dan keluarga mereka. Belakangan ini, posisi wanita yang telah menikah telah berubah secara signifikan. Jumlah wanita yang telah menikah dan memasuki pasar pekerja meningkat secara signifikan — menjadi wanita pekerja yang sukses dan ibu/istri pada saat yang bersamaan.
YouGov melakukan survei terhadap panelis di region Asia-Pasifik mengenai pendapat mereka terhadap ibu pekerja dan ibu rumah tangga.

Di Asia, kebanyakan wanita yang berstatus ibu atau istri adalah juga pekerja (60%). Di antara negara-negara yang disurvei Cina (75%) memiliki persentase paling tinggi dari ibu pekerja, sementara persentase paling rendah terdapat di Indonesia (51%).

Secara umum, mayoritas responden (62%) berpendapat bahwa posisi ibu pekerja sebagai lebih ideal. Hal tersebut lebih banyak didukung oleh responden wanita (67%), responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi (62%), dan responden dengan pendapatan yang lebih tinggi (60%).  Sesuai dengan hasil survei, wanita pekerja paling banyak didukung oleh responden di Cina (80%), dan paling sedikit didukung oleh responden dari Indonesia (52%).

Jika ibu rumah tangga dan ibu pekerja diberikan kesempatan, akankah mereka memilih untuk bertahan dengan peran mereka sekarang?

Menariknya, jumlah ibu rumah tangga yang berpendapat bahwa posisi ibu pekerja sebagai lebih ideal (36%) lebih tinggi daripada ibu pekerja yang berpendapat bahwa posisi ibu rumah tangga sebagai lebih ideal (20%).

Untuk ibu pekerja, hal yang paling mereka sukai dari menjadi ibu pekerja adalah:

  • Bisa membantu keuangan keluarga (69%)
  • Menjadi contoh bekerja keras kepada anak-anak (35%)

Untuk ibu pekerja, hal yang paling tidak mereka sukai dari menjadi ibu pekerja adalah:

  • Tidak bisa mendampingi anak ketika anak sedang sakit (51%)
  • Tidak bisa mendidik anak secara penuh (47%)

Untuk ibu rumah tangga, hal yang paling mereka sukai dari menjadi ibu rumah tangga adalah:

  • Dapat memperhatikan perkembangan anak (64%)
  • Dapat menemani anak dalam berbagai macam kondisi (57%)

Untuk ibu rumah tangga, hal yang paling tidak mereka sukai dari menjadi ibu rumah tangga adalah:

  • Tidak bisa membantu keuangan keluarga (65%)
  • Tidak memiliki karir yang bisa dibanggakan (47%)

 

Sumber informasi survey dan gambar diatas : di sini (sobat-sobat beswan bisa daftar di situsnya untuk melihat berita lengkapnya, kita bisa ikutan survey, pendaftaran gratis dan menangkan hadiahnya, saya jamin terpercaya situs survey tersebut)

DOA Seorang Pria

doa kebaikan universal 300x222 DOA Seorang Pria

Tuhanku,
Aku berdoa untuk seorang wanita, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting. (Ya kalau dapat yang cantik  ya Alhamdulillah!!!)
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau.

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kegantenganku tetapi karena hatiku.
Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku
dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seorang pria yang dapat membuat wanita itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami
berdua dapat mengatakan “Betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna“.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

EPISENTRUM CINTAKU

Untuk Kekasih yang kucinta yang berada di tanah Jawa.
 EPISENTRUM CINTAKU Aku tidak tahu dari mana harus memulai surat ini, kekasihku. Aku juga tidak tahu apakah ketulusanku ini akan memperoleh sambutanmu. Tapi aku tak peduli. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku adalah kekasihmu. Yang paling hebat. Yang paling sadar.

Ketika aku baru merasakan sesuatu yang ganjil belakangan ini. Apa kau tahu kenapa aku tiba–tiba sangat membutuhkanmu? Lalu timbul keganjilan lain, sebuah pertanyaan, apakah kau juga membutuhkanku? Bukan aku ragukan cintamu yang tulus padaku. Bukan, bukan itu. Aku hanya ingin memantapkan hati seiring bertambahnya usiaku dewasa ini. Sekedar mengingat saat kita mengungkapkan kata cinta dan sayang dulunya. Saat kau menepuk tanganku karena berniat menggandengmu. Saat kau diam ketika kucium pertama kali. Aku jadi mengerti, kaulah yang kucari. Aku hanya butuh kau. Lembut, santun, mulia, suci, menjaga diri dan penuh kasih sayang.

Kekasihku, ingatkah kau saat aku jatuh dan terpuruk dalam keadaan dulu? Sekali lagi aku mengerti, Tuhan barangkali benar–benar meletakkan tulang rusukku padamu. Engkau begitu tulus memaafkanku dan mau menerima kekuranganku. Aku akan ingat itu.

Kekasihku, aku kini dua puluh delapan tahun. Dan kau tiga tahun lebih muda. Aku ingat benar. Awal–awal kita pacaran, kau seperti seorang wanita yang selalu cerewet demi kebaikanku. Padahal kau tahu, aku butuh wanita yang bisa berdiskusi dengan baik dan lembut memahami kasih sayang yang sebenarnya. Aku tak butuh pacar yang punya perhatian yang lebih yang pada akhirnya terkesan sangat berlebihan. Aku tak butuh pacar yang cuma bisa memuaskan dahaga nafsu bercinta. Maka aku heran, ketika wajahmu tergambar tepat dua kali aku istikharah. Aku gembira? Tidak, aku bingung.

Bingung? Iya. Tapi kini tidak. Waktu menunjukkan siapa dirimu. Kau jauh lebih baik dari sekedar ngambek dan menangis saat wanita mempertahankan pendapat. Kau mengandalkan Tuhan ketika bicara. Kukuh. Aku kini sadar kau adalah pagar. Kau tidak sok suci. Kau hanya mengatakan, “Kalau mas menjadi orang yang mas kalahkan dengan cara seperti ini, apa yang akan mas katakan di depan Allah nanti?”

Kekasihku, lihatlah keadaan kita dan keluarga kita ya secara utuh. Cinta yang telah kita bangun selama ini, aku ingin kita mewujudkannya dalam sebuah mahligai rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan waromah. Sebagaimana selalu Mama katakan kepadaku tentang masalah jodoh, “Carilah perempuan yang paling perempuan. Jangan seperti ibu yang masih sering nggresah.” dan Mamamu mungkin akan berkata kepadamu, “Carilah pria yang kebaikannya seperti bapakmu. Pria yang punggungnya kuat.”

Kekasihku, sejujurnya kukatakan, kau adalah ukuran kebaikanku di duniaku. Semoga engkau tahu dan memahami ini. Betapa berat amanah yang telah Tuhan berikan padaku setelah bertemu denganmu dan akhirnya bisa mencintaimu. Serasa aku diwasiati untuk menjagamu. Aku tahu hal ini bukan sekedar karena rasa cintaku. Karena kalau nantinya kita akan menikah dengan mekanisme melalui mahar, aku membelimu beserta hak dan kewajibanmu. Oleh karena itu, aku tak ingin menjadi seorang calon suami durhaka sebab tak bisa berbuat baik kepadamu.

Kekasihku, sebentar lagi kita akan masuk di tahun 2013. Kata sebagian orang bakal ada pembersihan dunia. Kau percaya? Tidak? Kenapa? Baiklah jika itu jawabanmu. Aku tak bisa menjawab pertanyaan itu sebab esok bagiku adalah misteri. Jadi aku lebih suka menikmati hari ini dan hal–hal yang kita tahu saja. Selebihnya, seperti katamu, aku kembalikan ke Tuhan. Dan jika diberi umur panjang, aku ingin menyaksikan kalender menunjuk tanggal 8 September 2013 kelak. Hari dimana kita menjadi satu. Menautkan hati. Menautkan jiwa.

Kekasihku, jujur aku bingung. Layaknya bingung ketika mengawali surat ini, akupun bingung untuk mengakhirinya. Namun sebelumnya, aku ingin kau tahu, mari kita nikmati nostalgia ini. Ke Yogyakarta atau Semarang? Tunggu aku ya….