Kembalikan SUCI

Halo dunia, halo peradaban..

Lama banget saya tidak membuka laman ini, ya begitulah manusia.. selalu punya alasan untuk mengkambing hitamkan kesibukan.

Saya sibuk, saya repot, hingga akhirnya saya jarang ngeblog. Alibi basi untuk menghapus rasa malas.

~~ sudah ya prolognya, sudah.

Jujur, saya ngeblog kali ini bukan karena saya galau seperti biasa, kali ini saya ngeblog karena saya tergelitik oleh sebuah pengumuman. Sebuah penguman untuk menyampaikan uneg – uneg.

Punya uneg-uneg tentang #SUCI5? Yuk, tulis ulasannya dan dapetin iPod Shuffle! #ReviewSUCI5

suci5

Meskipun di sana ada keterangan “dapetin iPod shuffle”, rasanya perlu dipertegas, tujuan saya bukan itu.

Tujuan saya adalah…

Alhamdulillah, sebagai anak muda yang haus akan hiburan cerdas, saya harus mengucapkan terima kasih kepada Kompas TV yang telah melahirkan Stand Up Comedy Indonesia atau yang lebih dikenal dengan SUCI. Tidak hanya melahirkan, Kompas TV juga telah berhasil dengan baik menumbuh kembangkan SUCI.

Jadi tujuan pertama saya adalah TERIMA KASIH KOMPAS TV.

Berikutnya, seperti halnya kehidupan yang normal, rasanya tak akan adil jika semua berjalan dengan baik, pasti.. pasti ada kekurangan yang harus diperbaiki. Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Namun, di SUCI 5 bukan hanya retak, gading – gading itu telah hilang entah ke mana.

Meskipun kata orang – orang saya tidak selucu Dodit atau Babe, namun saya sudah mengikuti dunia per-stand up an sejak zaman Raditya Dika Open Mic di Bober kafe Bandung, saya yang kebetulan waktu itu di Bandung menyempatkan hadir untuk melihat Kak Radit Stand Up, iya Kak Radit yang belum juga nikah itu. Semenjak saat itu, saya jadi penasaran tentang Stand Up Comedy. Seiring berjalannya waktu sampailah saya benar – benar terkejut karena teman saya Abdur masuk  menjadi finalis SUCI 4, dan semenjak saya tahu Abdur menjadi finalis, saya semakin penasaran tentang SUCI, kok bisa sih Abdur HA HA HA. Dan akibat dari rasa penasaran itu, saya selalu menyempatkan diri untuk membuka Youtube dan menonton video – video tentang Stand Up Comedy di sela – sela rutinitas pekerjaan, awalnya hanya video SUCI 4 yang terbaru, tetapi akhirnya saya pun menonton semua video SUCI yang ada di Youtube. Bahkan khusus SUCI 4 saya bela – belain hadir di Balai Kartini untuk melihat para komika open mic secara live.

Nah dengan berbekal selera humor ala kadarnya, modal nonton beberapa kali show di Balai Kartini, modal nonton video – video SUCI 1 sampai SUCI 4 + semua video SUCI 5 di Youtube saya berani menyimpulkan, SUCI 5 telah kehilangan “gading”.

Di SUCI 5 saya merasa kehilangan tajamnya kritik akan kondisi sosial yang sedang booming, di SUCI 5 saya tidak menemukan luapan – luapan cerdas yang memakili sebagian keresahan hati saya dan masyarakat soal pemerintah. Berbeda dengan SUCI sebelum – sebelumnya, banyak komika yang dengan lantang berani menyuarakan keresahan yang memang meresahkan. Bukan keresahan yang sengaja dibuat – buat untuk menjadi materi yang terkesan maksa.

Saya tahu, di setiap minggunya komika harus membuat materi baru dengan tema yang telah ditentukan, tetapi ya itu.. entah kenapa, olahan materi para komika di SUCI 5 kurang bernas. Banyak materi yang menurut hemat selera saya terlalu garing dan kurang berbobot.

Bukankah seharusnya Stand Up tidak hanya menghibur namun juga menyampaikan keresahan agar didengar oleh pihak yang seharusnya mendengar? (saya sotoy dengan anggapan ini..)

Atau.. atau karena SUCI sponsornya sudah banyak maka ada hal – hal yang harus melunak sesuai kesepakatan?

Atau jangan – jangan SUCI sudah mulai kehilangan generasi penerus? SUCI kesulitan mencari komika cerdas nan berani untuk dibawa ke panggung?

Atau, mungkinkah ada kesalahan dalam menentukan tema di setiap minggunya sehingga para komika kurang bisa mengeksplore materinya dengan bebas?

Saya berharap hilangnya “gading” ini jangan terulang lagi di SUCI 6, SUCI harus kembali. Kita masih sangat butuh hiburan – hiburan cerdas.

Jadi tujuan kedua saya adalah, kembalikanlah SUCI, perbaiki semua kekurangan yang ada di SUCI 5 dan kembalilah dengan SUCI 6 yang WOW.

Ehehe, ambil nafas dulu ya.. hap happp biar gemesnya sedikit mencair.

Ok kembali lagi, menjadi komentator itu memang enak, hanya modal sedikit riset ( kalau mau ) dan bumbu – bumbu pengalaman sudah bisa meluncurkan anak panah untuk menyerang membabi buta. Karena jarang berfikir panjang dan keseringan ceplas – ceplos, menjadi komentator itu bisa saja melukai tanpa sengaja.

Tetapi jika komentator dipaksa bercermin dengan pertanyaan seperti ini, memangnya kamu berani open mic? kok berani – beraninya menyampaikan uneg – uneg sevulgar itu? saya akan jawab, saya berani dan tentu saja saya bisa namun soal lucu entahlah, karena saya berkeyakinan “semua pasti akan lucu pada waktunya”.

Maka tujuan ketiga saya adalah meminta maaf, mohon maaf kepada pihak – pihak yang mungkin tersinggung dengan uneg- uneg saya ini, saya hanyalah penggemar SUCI yang mencoba menjadi komentator. Kehilangan itu tidak enak, dan inilah yang coba saya sampaikan.

Terima kasih SUCI, SUCI harus terus hidup, SUCI jangan berhenti, SUCI jangan mati ya. :D

Sekian #ReviewSUCI5 dari saya.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 3 multiplied by 4?


site tracking with Asynchronous Google Analytics plugin for Multisite by WordPress Expert at Web Design Jakarta.