Mengapa Deepdive?

Mengapa?

Kata tanya ini saya akui hebat, bagaimana tidak, ketika mendapat pertanyaan yang mengandung kata ‘mengapa’ saya selalu bingung kelimpungan menjawab.

Contohnya begini, Mengapa kamu berhenti ngeblog, Jo? sebenarnya ini pertanyaan sangat simpel, bahkan tukang ojek pengkolan juga bisa menjawab karena tidak perlu buka google map, namun karena pertanyaan ini mengandung kata ‘mengapa’ seketika saya seperti habis ketabrak truk gandeng, gagar otak dan amnesia.

Jujur saya tidak tahu jawabannya, saya awalnya hanya sok sibuk, kemudian mulai males menulis, eh lama-lama berhenti sendiri. Aneh kan?

Itu baru contoh jawaban pertanyaan mengapa yang simpel, (jawablah pertanyaan dengan pertanyaan) coba kalau pertanyaan mengapanya lebih rumit, misalnya begini, Jo, mengapa Deepdive?

HAHAHAHA SETAN!! tahu aja lu, kalau gw mau bahas Deepdive.

Mengapa Deepdive?

graphic-iphone-isometric

Mungkin sebelum sampai ke sana, saya akan sedikit menjelaskan apa itu Deepdive, biar lebih enak, supaya kita satu frekuensi, dan biar lebih intim tentunya (halah).

Apa itu Deepdive?

Deepdive sebenarnya adalah sebuah impian, di sana ada impian kami bertiga JJA (Jeri, Johan, Acep). Berangkat dari impian yang sama, maka kami sepakat untuk mencoba berlajan dan kerja keras untuk menggapainya.

Perjalanan itu kami mulai dengan membuat sebuah marketplace di bulan kesepuluh di tahun 2015 silam, apa itu marketplace? jika belum tahu, silahkan Googling, jangan manja.

Ok, kemudian setelah marketplacenya jadi, kami mencoba berlari dengan membuat mobile app, nah… hayo loh sudah pada paham kan apa itu mobile app? klo belum, silahkan buka Traveloka karena mungkin kamu kurang piknik.

Lalu, di saat sedang enak-enaknya berlari, kami lena, kami terjatuh, tersungkur, sedikit terkilir dan saat ini kami sedang berada di masa pemulihan.

Sampai di sini sudah paham apa itu Deepdiveanak-anak? semoga belum.

Bahasa kekiniannya, Deepdive bisa disebut sebagai Startup, karena meskipun kami masih berada di tahap dan posisi ini, Deepdive pernah dinobatkan sebagai ANU Of The Years.

Lhoh kok bisa? hhhh ya gitu deh..

Balik lagi, mengapa Deepdive?
Karenaaaaaaaaaaaaaa,

Karena kami melihat …
Karena kami tahu …
Karena kami ingin …
Karena kami berpikir …
Karena kami paham …

Sehingga KAMI YAKIN dengan Deepdive kami BISA memberikan manfaat.

Jadi, jika teman-teman pembaca penasaran / penasaran banget dengan titik-titik di atas, silahkan menghubungi saya langsung tanpa perantara, dan pasti dengan sok jual mahal saya akan meladeni setiap pertanyaan, atau jika hanya sekedar tanya-tanya karena kepo, boleh, mau bertukar pendapat / sharing / sejenisnya, boljug, atau kalau mau meminta saya untuk presentasi lengkap dengan penjelasan model bisnisnya, juga SIAPa lu #eh

Intinya, setiap pertanyaan mengapa harus dijawab dengan penjelasan, bukan dijawab dengan hanya yes / no atau diam.

Tags: , ,

2 Responses to “Mengapa Deepdive?”

  1. Ayu emil says:

    Jadi? Kenapa mas?
    hahaha…

  2. johantectona says:

    @ayuemil..
    *mendadak amnesia

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 4 + 3?


site tracking with Asynchronous Google Analytics plugin for Multisite by WordPress Expert at Web Design Jakarta.