Posts Tagged ‘seven sins’

#SEVEN SINS

Wednesday, December 3rd, 2014

Seperti biasa group WhatsApp tak pernah sepi, notifikasi selalu menumpuk di ujung kiri atas layar handphone. Mau tidak mau, fokus saya pun beralih kesana, pikiran saya otomatis ikut mencerna semua obrolan. Dan terpujilah kalian semua sore ini, kalian telah sukses menampar saya secara berjamaah. Sakit? tidak!! namun harus saya akui, tamparan itu cukup menyadarkan, tamparan itu berhasil membangunkan saya. Terima kasih telah membuat pipi saya memerah.

“Seven Sins”.

Sesuai namanya, group ini punya rutinitas menggali dan terus menambang dosa. Kepo adalah aktivitas wajib bagi seluruh anggota. Setiap anggota group secara naluriah telah terlatih untuk kepo. Kami terbiasa kepo dengan urusan dosa satu sama lain. Ya begitulah, tiada hari tanpa kepo,  mulai dari kepo soal berapa banyak dosa yang dimiliki si x akibat punya banyak simpanan, kepo tentang berapa lama dosa yang telah dibuat si y dan z karena merindukan pacar orang, atau bahkan kepo soal dosa akademik si abc yang telah meninggalkan skripsi demi sebuah perjalanan atau gemerlapnya pentas. Selalu begitu, kami kepo terhadap dosa – dosa picisan.

Bisa dibayangkan betapa kacaunya, group ini benar – benar rusak. Oiya satu lagi, selain kepo yang tak terbatas, saling membully juga termasuk kegemaran kami. Kami tak pernah berfikir ulang untuk menelanjangi anggota group yang lagi apes. Habisi tanpa ampun. Sebuah group yang hancur.

Sialnya, sore ini saya yang lagi ketiban sampur. Saya dibully sampai gundul, saya ditekan sampai saya tak mampu menyanggah. Jarang – jarang saya yang menjadi korban, namun tak apalah, semoga kenangan sore tadi bisa selalu menjadi pengingat saya bahwa unik itu asyik.

**

Saya bukan Arman Dhani, saya juga bukan Agus Mulyadi. Saya adalah Johan, saya adalah Tectona.

Terobsesi oleh orang lain itu tidaklah hina, namun jangan sampai lupa, dirimu adalah makhluk ciptaanNya, dirimu bukan produk buatan cina, dirimu sudahlah pasti sempurna. Begitulah kira – kira kalimat bijak yang tiba – tiba saya ingat setelah kejadian sore tadi.

Kenapa aku? kemana aku yang biasanya? mengapa tiba – tiba begini?

Labil, mungkin sedang labil. Ah, tapi bukan.. ini bukan labil, ini mungkin penyakit percaya diri, ah.. bukan juga, ini adalah ketidak sabaran, ini adalah hasutan setan, benarkah?

Beberapa jam saya berkutat dengan pertanyaan itu, hingga akhirnya saya mencoba mengukapkan semuanya lewat dashboard ini.

***

Ketika menginginkan sesuatu, biasanya saya mengungkapkan apa yang saya inginkan, saya menulisnya atau saya menceritakan keinginan saya kepada teman. Tujuannya adalah supaya ketika saya lupa dengan keinginan itu, catatan atau teman saya bisa membantu mengingatkan.

Iya, saya ingin menjadi penulis. Saya ingin ahli di bidang social media dan lingkungan. Saya ingin menjadi pengusaha. Saya ingin menjadi Suami. Saya ingin menjadi Bapak. Saya ingin menjadi Kakek. Saya ingin bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Lucu? silahkan ditertawakan.

Itulah keingian – keinginan saya, mungkinkah bisa terwujud? setiap keinginan berasal dari sebuah niat, dan saya selalu punya keyakinan, niat yang baik pasti akan menemukan jalannya sendiri. Kita tak perlu risau lewat jalur yang mana, tugas kita hanya mengantarnya sampai tujuan.

Semoga Seven Sins tak pernah bosan menenemani saya untuk mengantar niat yang baik itu sampai dengan tujuan.

****

Terlalu jauh Jo, benahi dulu dirimu.

Cobalah konsisten, latihlah fokusmu.

Jangan lupa berdoa.

Tapi aku yakin, kamu pasti bisa.

= = = = =

Tamparan, Bangkit, Curhat, Monolog || Sekali lagi terima kasih, Seven Sins.


site tracking with Asynchronous Google Analytics plugin for Multisite by WordPress Expert at Web Design Jakarta.