Isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 1 April 2012 beberapa waktu lalu, sempat membuat resah masyarakat Indonesia. Terbukti dengan adanya demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa sampai para pejabat pemerintah daerah di beberapa kota besar di Indonesia. Tidak hanya kenaikan BBM saja, tetapi isu wabah serangga Tomcat yang terjadi di Surabaya dan sekitarnya pada awal bulan Maret lalu, juga membuat masyarakat was-was bahkan sampai paranid. Kedua isu ini bergulir hampir bersamaan dan keduanya telah menjadi trandinig topik di masyarakat beberapa. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar bagi sebagian kalangan masyarakat pengamat media massa Indonesia.

Ditengah-tengah bergulirnya isu akan kenaikan harga BBM pada bulan April, pada awal bulan Maret 2012 masyarakat Surabaya dan sekitarnya dikejutkan dengan wabah serangga tomcat. Berita ini semakin mengejutkan karena serangga ini dapat mengeluarkan cairan yang menyebabkan kulit melepuh, seperti herpes, bila serangga ini bersentuhan dengan manusia. Percepatan perkembangan wabah ini sangat cepat sehinnga mewabah sampai ke Jawa Tengah hingga luar pulau.

Selain itu, Isu kenaikan harga BBM merupakan hal yang selalu dikhawatirkan oleh masyarakat Indonesia. Isu ini sudah bergulir sekitar tahun 1998 dengan terus naiknya harga minyak mentah dunia dan keluarnya Indonesia dari organisasi negara pengahasil minyak dunia, OPEK. Hal menyebabkan isu ini terus menggelinding bagai bola salju hingga sekarang. Dan seakan-akan pemerintah selalu memanfaatkan isu ini untuk pengalih perhatian publik.

Walaupun pemerintah telah menunjukkan data konkrit mengenai sebab bergulirnya wacana ini atau bahkan pemerintah telah menunjukkan semacam hitungan anggaran pengeluaran negara yang merugi dampak dari subsidi BBM, namun pemerintah nampak kurang serius menangani isu ini. Terbukti keputusan yang diambil selalu setengah-setengah, bahkan yang paling mengecewakan kenaikan harga BBM per- 1 April 2012 adalah serangakaian April mop pemerintah yang sangat mengecewakan. Masyarakat terlihat seperti ditimang oleh keputusan pemerintah dengan menunda kenaikan harga BBM.

Pemerintah sangat lihai dalam mengolah menejemen isu pengalihan perhatian masyarakat. Pengalihan isu ini untuk menutupi krisis yang terjadi pada tubuh partai pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudoyono, yakni partai Demokrat. Beberapa waktu lalu media massa sempat fokus dengan krisis yang terjadi pada tubuh partai ini. mulai dari kasus korupsi Wisma Atlet yang dilakukan Nazarudin hingga menyerang Anas Urbaningrum yang merupakan ketua umum DPP partai Demokrat.

Dengan managemen pengalihan isu yang luar biasa ini, diharapkan masyarakat lupa dengan krisis partai demokrat. Bahkan masyarakat akan berterima kasih karena harga BBM tidak jadi dinaikan bulan April. Dan citra partai penguasa ini akan kembali bersih pada pemilihan umum 2012.

Namun selayaknya pemerintahan yang arif seharusnya pemerintah yang berkuasa pada sa’at ini harus berani jujur dan terbuka kepada masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi. masyarakat tidak dibodohi lagi dengan serangkaian managemen pencitraan palsu yang menguntung salah pihak berkuasa sa’at ini.