Archive for June, 2012

Candaan atau Celaan?

access form metrotvnews.com

“eh, muka kamu tuh kayak moncong bemo….”

“saking putihnya kulit kamu, sampe-sampe aku ga bisa bedain dengan knalpot bututku”

“bagus, bagus kok body kamu. Sampe aku bingung mana yang kendang mana yang pantat kamu, *hahahahaaaa…”

*bercanda

Kata-kata tersebut kadang dengan mudah sekali keluar dari mulut tanpa melihat bagaimana perasaan yang lain. Mungkin, kita berpikir bahwa dengan dicandain seperti itu, orang lain akan merasa diperdulikan dan merasa lebih dekat. Padahal tidak setiap orang kebal dengan candaan yang terkadang kelewat batas.

Memang, manusia tidak hidup dengan kondisi yang tegang terus dan terkadang butuh rileksasi. dengan sedikit selingan komedi ditengah-tengah aktifitas, akan menjadikan pikiran refresh. Situasi tidak selalu tegang agar pikiran tidak jadi stres. Namun, komedi juga ada batasnya.

Tidak semua orang suka dengan komedi meski rata-rata orang menyenaginya. Ada tipe-tipe orang cukup sensitif dan tidak bisa menerima gurauan sambil lalu. Tipe orang seperti ini akan merasa direndahkan jika dijadikan bahan lelucon.

Juga tidak semua kondisi dapat dijadikan bahan tawaan. Ketika kondisi yang membutuhkan perhatian lebih, akan sangat tidak lucu sekali jika tiba-tiba ada orang dalam suatu kondisi tersebut membuat suatu candaan yang tidak pas.

Seorang pelawak pun juga terkadang tidak suka dijadikan bawan lawakan dengan teman sepanggung. Dia bisa jadi tertekan dan merasa dilecehkan karena apa yang dijadikan bahan lawakan tersebut merupakan suatu hal yang sensitif. Seperti kejadian beberapa tahun yang lalu, ada seorang pelawak yang cukup terkenal melaporkan teman sepanggungnya karena dia merasa bahan lawakan yang dibawakan teman sepanggungnya tersebut sudah kelewatan.

Mungkin ada baiknya jika para pelawak layar kaca dapat membatasi candaanya. Akan menjadi lebih baik lagi jika dia dapat membedakan mana yang patut untuk dijadiin bahan tawaan dan mana yang tidak. Karena percaya atau tidak, lawakan yang dibawakan di layar kaca tidak jarang menjadi sebuah trending topic dan ditirukan oleh pemirsa se Indonesia.

Adaptasi hingga Metamorphosis V

Saat harus memilih antara mana yang benar dan mana yang salah, itu adalah sebuah dilema. Setiap orang mempunyai versi masing-masing dalam menanggapi orang lain dan berpotensi untuk melakukan sebuah hegemoni. Berusaha menyakinkan yang lain bahwa pandanganya merupakan pandangan yang paling kuat dan tidak dapat di bantah lagi. Aku kagum dengan orang yang berkepribadian seperti itu. Meski kelihatanya sagat jahat, namun aku memandang sisi kuat dari dirinya.

Sepengalaman ku, setiap orang mempunyai motif dalam setiap dia melakukan relasi. Ada sebuah dorongan yang mengakibatkan dia melakukan komunikasi dengan orang lain. Ketulusan tanpa ada maksud apa-apa merupakan sebuah tanda tanya terselubung. Jika orang tidak mempunyai ketertarikan, tidak ada kepentingan, dan tidak ada hubungan, tidak mungkin seseorang melakukan komunikasi dengan yang lain. Dia akan mencoba untuk menklarifikasi dan mencari kebenaran sebuah fakta tentang apa opini yang berlaku terkait dirinya.

Kadang, seseorang menjadi yakin sekali dengan omongan orang yang dia kenal atau bahkan orang asing sekalipun. Dan, tidak jarang pula orang akan meragukan omongan seseorang yang telah digambarkan buruk dengan yang lain meski sebenarnyaapa yang disampaikanya benar. Terkadang orang tergantung dengan persepsi dan gambaran yang tampak dapat mengaburkan kondisi yang sebenarnya.

Orang tidak pernah tahu dampak apa yang akan terjadi atas persepsinya tentang orang lain. Seseorang akan menjadi yakin jika persepsi atas dirinya tersebut dikatakan oleh orang banyak. Biasanya dalam sebuah perkumpulan atau suatu kelompok sebuah persepsi atas seseorang akan sangat mudah menyebar dan sangat berpengaruh. Bayangkan saja jika seorang ketua kelompok atau orang berpengaruh dalam suatu kelompok berpendapat jelek tentang seseorang dan dipercaya oleh anggota kelompok. Itu akan membentuk seseorang yang dianggap jelek tersebut menjadi benar-benar nyata karena dia meyakini bahwa persepsi yang berlaku dikelompok tersebut tentang dirinya adalah mutlak. Sangat parah sekali dampaknya jika budaya seperti itu terus berkembang.

Terkadang proses penyesuaian diri memang berat. Banyak sekali konflik dan dilema yang terjadi yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah proses penyesuaian diri. Apakah tenggelam dan terbawa arus hingga menjadi sesuatu yang berbeda sesuatu yang kehilangan jati diri. Atau bahkan dapat bertahan dan diterima menjadi sesuatu diri yang utuh sesuatu yang mempunyai jati diri teguh. Ini memang bukan pilihan. Namun, ini adalah sebuah proses yang menentukan seberapa kuatkah diri seseorang jika harus dihadapkan pada sesuatu yang komplek yang menuntut dirinya untuk menyesuaikan diri tanpa kehilangan sebuah jati diri.

*Bersambung………

Tags:

SERUNI RAMPAI “catatan Facebook, 8 Mei 2010″

sebenarnya keinginan untuk menulis telah menggebu-gebu saat kelas dua SMA.   ada beberapa tulisan yang telah rampung namun belum sempat di-publish. tapi juga ada yang tak pernah terselesaikan seperti tulisan ini…

” malam tak pernah terasa begitu boogie ketika engkau tinggalkan bekas yang mendalam dan dangat berat bagiku untuk menghapus bekas itu. langkahku tak pernah lagi segesit waktu dulu kau mengisi setiap celah di sudut hatiku yamg selalu hampa. si tepi jalan jendral sudirman aku termenung sendiri menunggu bus kota yang akan mengantarku ke citra arumi di mana tempatku mengais riski. tepat di depan mataku bus kota menuju ke arah pusat kota parkir menungguku menumpang. aku duduk di bangku paling belakang. “jova!” ku dengar suara memanggil, ” hei jova! di sini” ke tengok di mana arah sura tersebut berasal. akhirnya ku temukan asal suara tersebut berasal. adalah dim teman sewek sekantorku. aku hanya melempar senyum. tanpa aku suruh, dia berjalan ke arahku, “kamu di situ aja dim, di sini ga ada tempat” , ” alah, ga pa-pa. abis di sana ga nyaman aku” jawab dim, ” ya udah, aku berdiri aja kamu duduk”, dim begitu menurut dengan saranku. bus terus melaju ke arah joyo pati.”

buatku menulis bukan suatu hal yang mudah apalagi harus sampai selesai. sangat membutuhkan tempat dan waktu tersendiri agar semuanya tercipta secara sempurna. dan, suatu saat nanti aku pasti mempunyai semua itu agar semua tulisan, baik yang sudah tergores maupun yang masih tersimpan di otak, terampungkan.

Tags:

Ramadhan Tahun Ini Berbeda

Aroma tanah kering di pinggir sungai, lantunan ayat suci Al-Quran dari pengeras suara surau, percikan air dari kran kamar mandi, dan kekeringan tanah ini mengingatkanku pada kampung halaman. Kampung halaman menjelang musim Ramadhan.

Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Namun, aku masih berada di kota rantau. Pikiran sudah berada di kampung halaman yang berjarak beberapa mil dari kota rantau sekarang ini. Kota Surabaya ini tak memberikan kesan apa-apa bagiku ketika Ramadhan. Hanya suara cekikikan anak-anak kecil berlarian di gang-gang sesaat buka puasa. Itu seingatku di awal bulan Ramadhan setahun yang lalu sebelum balik ke kampung. Berbeda dengan di kampung halaman Banyuwangi.

Di kota kecil ini, setiap tahunya aku selalu berkumpul dengan keluarga besar yang sangat hangat. Meski aku berada di kota rantau, namun khusus bulan penuh berkah ini, aku berada bersama keluarga satu bulan penuh. Dan itu kenangan setahun lalu. Sepertinya tahun ini aku harus merelakan bulan penuh kehangatan keluarga ini di kota rantau. Menyelesaikan tugas yang sudah terbebankan dan belum terselesaikan sampai beberapa bulan ke depan. Tugas yang sangat banyak dan butuh waktu lebih untuk penyelesaianya.

Seingatku, ketika Ramadhan tiba, semua terasa indah. Keluarga yang berada di luar kota, semua kembali ke rumah bersama-sama menikmati indahnya bulan yang datang setahun sekali ini. Kakak, adik, ibu, dan bapak semua berkumpul dalam satu rumah dan menciptakan kehangatan yang tak ada gantinya di dunia ini. Ketika sore tiba, masing-masing menyibukkan diri dengan tugas masing-masing. memasak, membereskan rumah, dan menyiapkan sajian buka puasa. Semua terasa istimewa ketika Adzan Mahrib dikumandangkan dan bersama-sama sekeluarga menyantap masakan yang telah di masak bersama. Tak ada yang istimewa dalam masakan ini. Semua biasa-biasa saja seperti masakan pada keluarga umumnya. Namun, entah dengan resep seperti apa, ibu menyulap segalanya menjadi istimewa dan lebih dari pada masakan manapun di dunia ini bahkan hotel bintang lima sekalipun.

Terasa lebih lagi ketika mendekati lebaran. Kita sekeluarga sibuk dengan aktivitas masing-masing. ibu dan kakak perempuan tiap harinya sibuk di dapur membuat kue-kue untuk hari kemenangan nanti. Aku dan kakak laki-laki sibuk membenahi rumah dan membuatnya tampak lebih indah. Mengecat, membenahi perabot yang rusak, mencuci karpet dan korden, dan menata taman rumah. yang lebih istimewa lagi ketika beebelanja baju lebaran sekeluarga. Berkeliling toko di kota kecil ini, serasa lebih menyenangkan dari pada keliling mall besar di Singapure sekalipun. Mencari perabot baru, menservis mobil, dan menyiapkan segala sesuatunya agar terlihat sempurna ketika lebaran datang nanti.

Lebaran datang, semua senang. Tak ada yang sedih di bulan ini. Semua orang desa keluar dengan raut muka bahagia bersalam-salaman berkunjung bergilir ke rumah tetangga. Semua saling mengucapkan selamat dan bermaaf-maafan tanpa terkecuali. Serasa apa yang terjadi selama setahun terasa ringan dan terbang tanpa beban. Tak ada moment satu pun di dunia ini yang menggantikan ini semua.

Yah, akhirnya aku harus merasakan Ramadhan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Aku harus merelakan hangatnya karpet depan televisi di kampung halaman. Aku harus merelakan serunya mencat dan membuat rumah kelihatan lebih indah. Aku harus merelakan panen ubi di kebun milik orang tua dan memasak sajian takjil. harus merelakan sedapnya sambal teri campur petai spesial buatan ibu tercinta. Harus merelakan keliling kampung saat sahur bareng keponakan dak teman-temanya. Merelakan buka bareng keluarga besar di rumah nenek dan menginap. Dan aku harus merelakan moment istimewa lainya berpuasa dengan keluarga besar di kampung halaman.

Tags:

Trauma Itu, Tetap Traumaku

Kadang kaki ini terasa sakit untuk melangkah….

Kadang tanggan ini terasa kaku untuk bergerak…

Kadang mata ini terasa pedih untuk berkedip…

Dan, hidup ini memang selalu begitu…

Tak ada yang sempurna di sini…

access form silverbearcafe.com

Kehilangan, dikecewakan, diabaikan, itu sudah menjadi bumbu dalam kehidupan yang bercita rasa tinggi ini. Terkadang, aku sulit memaafkan seseorang yang telah mengecewakan ku. Terkadang hati ini terasa berat dan sulit sekali untuk membuka lembara baru. Memaafkan orang yang telah berbuat salah. Aku tahu, tak seorang pun di dunia ini yang sempurna. Orang selalu merusak dan menghancurkan sesuatu yang tampak begitu sempurna. Menghacurkan segala sesuatu yang tertatata begitu apik.

Memang siapa yang peduli. Mungkin hanya aku saja yang terlalu naif merasakanya terlalu dalam. Sampai-sampai melihat ke depan pun enggan. Aku selalu menghindar dari kerumunan. Aku lebih nyaman menyendiri dengan dunia kecilku. Aku tidak ingin dikecewakan lagi dan aku menghindar untuk sakit hati lagi.

Aku merasa gugup ketika berada di tengah-tengah banyak orang. Seakan mata ini berat untuk menatap ke depan. Kepala menjadi tertunduk dan sesekali terangkat. Goresan luka di telapak tangan ini masih sangat terasa. Sayatan pisau di telunjuk jari ini masih perih. Lebam di mata sungguh sangat berat sekali bahkan untuk meneteskan air mata. Semua masih tampak terasa meski ini sudah terlewatkan beberapa tahun lamanya.

Siapa yag bisa mengobati luka ini?

Semua ini tak kan pernah hilang. Hanya aku yang merasakan dan orang lain hanya menebak. Menebak apa yang tampak dari luar, sungguh sakit sekali jika ada orang lain yang pura-pura ikut merasakan apa yang aku rasakan. Mereka tidak akan pernah tahu bagaimana perihnya bekas luka yang tak pernah tersembuhkan ini. Bekas luka yang terasa nyeri setiap saat.

Penderitaan apa yang pernah mereka ceritakan, aku telah mengalaminya lebih dulu. Dicampakkan, dihina, dikucilkan, bahkan harus berjuang sendirian dalam mengatasi semua kondisi terpuruk, itu sudah menjadi biasa bagiku. Aku hanya menghindar dan tak terlalu bercerita. Itu sama saja dengan membuka pembalut pada luka yang belum kering. Perihnya terasa bahkan sampai di ujung pelipis.

Semua sudah menjadi biasa bagiku bahkan dengan orang-orang menatap acuh. Semua terasa sama bagiku bahkan dengan orang-orang berbisik di belakang menusuk dengan kata-kata tajamnya. Dan, semua akan terasa sama meski itu suatu hal yang tidak menyenangkan. Akan tetap ku jalani hidup denga warna-warni dan terus berputar.

Tags:

“After Rain”


Aku cuman aku saja. Aku ga pernah begitu tahu siapa diriku. Aku selalu berada di posisi tengah. Ga jelas dan ga pernah diperuntukkan. Selalu iri dengan orang lain.

Iri dengan orang lain?

Entahlah. Aku ga bisa menjawab dengan pasti. Mereka yang hidupnya datar, selalu dalam keadaan status quo, apakah mungkin pernah merasakan apa yang aku rasakan. Berjuang keras penuh pengorbanan. Entah, Aku juga bingung.

Semenjak aku mulai bisa merasakan sesuatu, seingatku mulai peka terhadap sesuatu, perasaan pertama yang aku rasakan adalah sedih. Menangis, dan menangis. Entahlah. Mugkin testimoni itu belum sepenuhnya benar. Tapi yang jelas aku ingin menguraikan segala perasaanku disini. Sedih, senang, tertawa, kecewa, kehilangan, luka, dan tangis. Semua bercampur jadi satu dan menghasilkan sebuah sajian gurih, pedas, tapi manis.

Entahlah. Aku hanya ingin berbagi. Berbagi suatu hal yang sudah basi yang seharusnya telah aku bagikan ke orang lain di waktu lampau. Aku kecewa karena aku kurang berani. Harus berpikir seribu kali sebelum melakukan tindakan.

Hari ini pikiranku bercampur aduk ga karuan. Banyak yang berlarian kesana kemari di kepalaku dan itu membautku kurang fokus. Kurang fokus terhadap satu titik. Semakin tinggi puncak yang kudaki semakin banyak hal yang ku lihat dan semakin banyak pilihan yang menantang. Ini membuat bergeming. Aku menjadi ragu-ragu dan kehilangan kepercayaan diriku.

Entahlah. Tapi yang aku lihat disini orang bisa gampang aja membicarakan orang lain tanpa tahu kepastian sesungguhnya. Kepastian apakah yang mereka omongin atau jadi bahan topik begaadang itu benar keadaanya. Entahlah. Aku sendiri juga kurang paham dengan itu.

Setiap hari yang aku lihat adalah orang stres karena keadaan hilang begitu saja tidak sesuai yang diinginkan. Entahalah. Apakah mereka benar-benar dalam keadaan depresi atau mereka hanya ingin ingin istirahat sejenak dari kompetisi yang semakin ke ujung semakin meruncing. Mengambil napas, istirahat sejenak sambil berpikir mencari strategi untuk berperang. Berperang dan berperang merebutkan posisi yang ada di puncak sana.

Entahlah. Semakin meruncing keadaan ini, semakin aku mencari posisi netral yang cenderung aman. Aku ga mau terlibat begitu jauh meski sebenarnya aku berambisi. Berambisi untuk berperang merebutkan posisi puncak. Namun aku tahu bahwa dunia ga hanya itu saja. Aku ingin keluar melihat peluang lain yang belum aku ketahui meski dunia yang aku berada sekarag ga sepenuhnya aku ketahui juga. Hanya aku dengar melalui kicauan burung riang di laur sana.

Tags:

Curhatan Basi

access form google.co.id

Jum’at, 9 des 2011 (12.01)

· Aku bener-bener ga paham dengan diriku sendiri. Kenapa aneh yang aku rasakan. Belakangan ini aku telah berubah menjadi orang yang paling tak berguna di dunia. Aku merasa setiap kali bangun tidur, badan berat banget untuk diangkat. Setiap kali baca buku, rasa kantuk menjadi semakin dominan. Ketika mau beribadah, meski berdebat panjang dengan diri sendiri. Apa yang salah. Aku merasa kalah dengan diriku sendiri. Aku merasa kurang berdaya ketika harus berhadaban dengan diriku sendiri. Apa karena terlalu sibuk. Itu bukan alasan. Yang ada motivasi dalam diri sudah mulai menurun. Aku perlu memotivasi diri aku sendiri agar aku kembali pada posisi yang stabil. Memang aku sering berada dalam posisi kacau. Namun, aku ga mau selamanya posisi tersebut selalu dominan dalam diriku. Aku harus terus berproses untuk menjadi lebih baik.

Selasa, 13 des 2011 (08.08)

· Aku semakin ga paham dengan diriku sendiri. Begini dan begini aja yang terjadi. Selalu telat bangun dan telat shalat. Sumpah, aku semakin ga paham dengan diriku sendiri. Seandainya saja aku bisa berubah, aku ingin berubah. Aku kepengen on time dan disiplin kembali. Ga ada lagi kata buat telat.

Rabo, 14 des (09.31)

· Sialan… kenapa sih ketika giliran aku yang ontime, mereka yang ditunggu malah molor. Ini nih yang membuat semangat disiplinku menurun. Ga asyik… aku paling ga betah kalo ngumpul-ngumpul tapi ga jelas. Don’t waste my time!

Menang “Euforia Jatuh Cinta”, Heboh Ranking 1

Setelah mengikuti kompetisi blog bertemakan “Euforia jatuh Cinta” yang diselenggarakan oleh member area, delapan puluh Beswan Djarum seluruh Indonesia yang terpilih berangkat ke Jakarta mengikuti live shooting Ranking 1 Trans tv pada tanggal 18 Mei 2012.

Setelah menjawab pertanyaan yang dipandu oleh MC kondang Sarah Sechan dan Ruben Onsu, akhirnya Mentari Nurinda Beswan asal Surabaya berhasil memenangkan babak bonus dan membawa hadiah uang sebesar dua belas juta rupiah.

Selesai be-reuforia di Raking 1, delapan puluh Beswan Djarum berangkat ke Ancol. Mereka akan menghabiskan waktu bersenang-senang di sana seharian. Setelah selesai ber-euforia di Ancol, pukul 18.00, mereka kembali lagi ke Amartis hotel untuk beristirahat dan menyiapkan tenaga untuk acara besok.

Hari sabtu yang semula dijadwalkan untuk free time, diubah menjadi acara makan siang bersama pak Primadi. Setelah selesai makan siang, kedelapan puluh pemenang kompetisi blog berjalan ke Taman Anggrek mall untuk menghabiskan waktu sambil belajar ice skating. Setelah puas belajar dan bermain ice skating, mereka pulang kembali ke hotel.

Setelah sarapan pagi, hari minggu kedelapan puluh beswan packing dan siap-siap untuk check out dan kembali ke kota masing-masing. setelah berpamitan satu sama lain dan diikuti oleh tangisan karena terakhir bertemu, satu persatu beswan naik bus dan menuju ke bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Event Sepak Bola Rame, Aku Kesepian

access form uefa.com

Event empat tahunan piala eropa kini sedang rame-ramenya digelar. Event ini telah menyedot perhatian pemirsa dunia bahkan sampai Indonesia. Di negara satu ini, beberapa pusat perbelanjaan dan hotel di kota-kota besar berlomba-lomba memanfatkan moment ini untuk mengadakan nonton bareng. Moment yang sangat tepat untuk meningkatkan kunjungan.

Mereka yang tidak sempat nonton bareng di mall atau di restoran, rame-rame nonton bareng di rumah dengan keluarga atau teman-teman dekat. Atau mungkin yang tidak sempat pulang ke rumah, mereka nonton bareng di tempat kerja.

Moment seperti ini membuat ku merasa kesepian karena teman-temanku semua fokus pada acara ini. Bahkan keluarga sampai-sampai pacar juga gandrung sekali dengan acara ini. Jika acara ini sudah berlangsung, aku merasa terasing ke dunia antah berantah. Semua orang, selama kurang lebih dua jam, fokus dengan program ini.

Tidak hanya itu, topik pembicaraan ketika berkumpul juga soal pertandingan semalam. Mereka selalu mendiskusikan prediksi pertandingan selanjutnya. Bahkan, taruhan pun sudah menjadi hal biasa.

Padahal, mereka sudah tahu bahwa aku bukan penggemar acara bola. Terkadang aku menjadi sok tahu agar dapat dilibatkan dalam pembicaraan. Namun, lagi-lagi aku merasa sangat aneh jika aku harus begini terus.

Memang, setiap orang mempunyai selera masing-masing. dan selera tidak bisa dipaksakan begitu saja karena bicara soal hati. sangat menyedihkan sekali jika selera yang kita miliki tidak sejalan dengan orang-orang dekat kita. Mungkin, akan menjadi suatu hal yang sangat canggung jika harus dipaksa sama.

Tags: ,

Piala EUFA, Pendorong Peningkatan Pariwisata

access form google.co.id

Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA atau nama bahasa Inggrisnya UEFA European Football Championship adalah kejuaraan sepak bola terbesar antar negara-negara UEFA. Diadakan setiap empat tahun sekali sejak 1960, kejuaraan ini awalnya dinamakan Piala Negara-negara Eropa (European Nations Cup), kemudian berganti menjadi Kejuaraan Sepak Bola Eropa (European Football Championship) pada 1968.

Ajang semacam ini sangat potensial sekali untuk meningkatkan pendapatan negara penyelenggara. Berkaca dari “Barcelona Effect”, gelaran Olimpiade 1992 di Spanyol ini telah membuat sektor pariwisata Negara Matador ini meningkat. gelaran Piala Eropa telah membuat pembangunan infrastruktur Polandia dan Ukraina, sebagai negara penyelenggara piala Eropa, semakin meningkat. Hal itu tentu saja mendorong peningkatan produk domestik bruto kedua negara. namun, hal ini dapat ditutupi dengan meningkatnya Sektor pariwisata dan datangnya turis selama Piala Eropa yang dapat mendongkrak pendapatan negara. sektor pariwisata, khususnya belanja para turis penonton Piala Eropa, menjadi salah satu penerimaan negara. Sebuah data resmi dari negara penyelenggara Piala Eropa memperkirakan sebanyak 820,8 ribu turis akan berkunjung menyaksikan perhelatan tersebut. Sekitar 453,5 ribu orang diprediksi tinggal lebih lama di Polandia. dari sebuah analis memperkirakan sebanyak 200 ribu hingga 250 ribu turis masing-masing negara peserta Piala Eropa akan datang selama babak penyisihan. Dari kedatangan para turis itu, mereka bakal membelanjakan tak kurang dari 180 juta hingga 230 juta zloty.

Selain meningkatkan pendapatan negara penyelenggara, perhelatan piala eropa juga menjadi moment yang sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan bisnis mall dan restoran negara lain. Promo nonton bareng dan penjualan sovenir pertandingan piala empat tahunan ini juga menjadi bisnis yang sangat menguntungkan. Jadwal penerbangan dari berbagai negara dengan tujuan eropa khusunya ke Polandia dan Ukraina, sebagai negara penyelenggara, menjadi lebih padat.

access form kabartop.com

Dengan diselenggarakanya event tahunan seperti ini, sangat membantu sekali pertumbuhan sektor wisata negara penyelenggara. Paket nonton langsung pertandingan bisanya di dalamnya digabung dengan paket jalan-jalan ke wisata setempat negara penyelenggara. Dengan program seperti itu, tentu wisata negara penyelenggara akan semakin diketahui dan dampaknya kunjungan pariwisata akan semakin meningkat bahkan setelah pargelaran tahunan ini selesai

Tags: ,