image access form google.co.id

Jika anjing laut harus jadi anjing darat, apakah ia harus merelakan diri terbakar panasnya terik pesisir sampai ekornya berubah menjadi kaki?

Jika se ekor kuda harus menjadi hewan laut, apakah dia harus beredam hingga kulitnya berubah menjadi sisik dan kakinya menjadi sirip?

Dan jika se ekor ayam harus hidup di udara, apakah dia harus menggali tanah menemukan “jarum emas” untuk menjahit sayapnya agar dapat membentang tinggi di langit?

Semua butuh beradaptasi jika ingin diterima dan bertahan di lingkungan baru. tuntutan menyesuaikan diri seakan-akan telah menjadi dorongan alamiah yang harus di tempuh.

Namun, apakah harus benar-benar menyesuaikan diri, membaur, dan jadi seperti mereka?

Apakah harus merubah diri hingga kehilangan jati diri?

Saya sangat meyakini bahwa manusia dapat berubah kapan saja. Berkat anugrah pikiran yang diberi oleh tuhan, dia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Mana yang pantas dan mana yang tidak. Semua terus berjalan. Berjalan terus seakan-akan tiada tempat pemberhentian yang harus di tempuh.

Namun, dalam pergerakan tersebut apakah mesti dia harus benar-benar menjadi sesuatu yang lain hingga keluar “frame”?

Dalam hal ini, saya meyakini setiap orang terlahir dengan karakter masing-masing yang tidak dapat dirubah. Karakter tersebut menentukan seperti apa orang ini dan sifat bawaanya. Jika dia mencoba untuk menjadi “something different” yang tidak sesuai dengan karakter dasarnya atau sering disebut melampaui jati dirinya, akan Nampak aneh dan aneh.

Mungkin hal ini akan menyebabkan dia hilang dan tak tahu arah untuk kembali.

Bersambung…..

Tags: