sebenarnya keinginan untuk menulis telah menggebu-gebu saat kelas dua SMA.   ada beberapa tulisan yang telah rampung namun belum sempat di-publish. tapi juga ada yang tak pernah terselesaikan seperti tulisan ini…

” malam tak pernah terasa begitu boogie ketika engkau tinggalkan bekas yang mendalam dan dangat berat bagiku untuk menghapus bekas itu. langkahku tak pernah lagi segesit waktu dulu kau mengisi setiap celah di sudut hatiku yamg selalu hampa. si tepi jalan jendral sudirman aku termenung sendiri menunggu bus kota yang akan mengantarku ke citra arumi di mana tempatku mengais riski. tepat di depan mataku bus kota menuju ke arah pusat kota parkir menungguku menumpang. aku duduk di bangku paling belakang. “jova!” ku dengar suara memanggil, ” hei jova! di sini” ke tengok di mana arah sura tersebut berasal. akhirnya ku temukan asal suara tersebut berasal. adalah dim teman sewek sekantorku. aku hanya melempar senyum. tanpa aku suruh, dia berjalan ke arahku, “kamu di situ aja dim, di sini ga ada tempat” , ” alah, ga pa-pa. abis di sana ga nyaman aku” jawab dim, ” ya udah, aku berdiri aja kamu duduk”, dim begitu menurut dengan saranku. bus terus melaju ke arah joyo pati.”

buatku menulis bukan suatu hal yang mudah apalagi harus sampai selesai. sangat membutuhkan tempat dan waktu tersendiri agar semuanya tercipta secara sempurna. dan, suatu saat nanti aku pasti mempunyai semua itu agar semua tulisan, baik yang sudah tergores maupun yang masih tersimpan di otak, terampungkan.