access form metrotvnews.com

“eh, muka kamu tuh kayak moncong bemo….”

“saking putihnya kulit kamu, sampe-sampe aku ga bisa bedain dengan knalpot bututku”

“bagus, bagus kok body kamu. Sampe aku bingung mana yang kendang mana yang pantat kamu, *hahahahaaaa…”

*bercanda

Kata-kata tersebut kadang dengan mudah sekali keluar dari mulut tanpa melihat bagaimana perasaan yang lain. Mungkin, kita berpikir bahwa dengan dicandain seperti itu, orang lain akan merasa diperdulikan dan merasa lebih dekat. Padahal tidak setiap orang kebal dengan candaan yang terkadang kelewat batas.

Memang, manusia tidak hidup dengan kondisi yang tegang terus dan terkadang butuh rileksasi. dengan sedikit selingan komedi ditengah-tengah aktifitas, akan menjadikan pikiran refresh. Situasi tidak selalu tegang agar pikiran tidak jadi stres. Namun, komedi juga ada batasnya.

Tidak semua orang suka dengan komedi meski rata-rata orang menyenaginya. Ada tipe-tipe orang cukup sensitif dan tidak bisa menerima gurauan sambil lalu. Tipe orang seperti ini akan merasa direndahkan jika dijadikan bahan lelucon.

Juga tidak semua kondisi dapat dijadikan bahan tawaan. Ketika kondisi yang membutuhkan perhatian lebih, akan sangat tidak lucu sekali jika tiba-tiba ada orang dalam suatu kondisi tersebut membuat suatu candaan yang tidak pas.

Seorang pelawak pun juga terkadang tidak suka dijadikan bawan lawakan dengan teman sepanggung. Dia bisa jadi tertekan dan merasa dilecehkan karena apa yang dijadikan bahan lawakan tersebut merupakan suatu hal yang sensitif. Seperti kejadian beberapa tahun yang lalu, ada seorang pelawak yang cukup terkenal melaporkan teman sepanggungnya karena dia merasa bahan lawakan yang dibawakan teman sepanggungnya tersebut sudah kelewatan.

Mungkin ada baiknya jika para pelawak layar kaca dapat membatasi candaanya. Akan menjadi lebih baik lagi jika dia dapat membedakan mana yang patut untuk dijadiin bahan tawaan dan mana yang tidak. Karena percaya atau tidak, lawakan yang dibawakan di layar kaca tidak jarang menjadi sebuah trending topic dan ditirukan oleh pemirsa se Indonesia.