Sebenernya lagu wajib yang harus aku putar ketika nyalain laptop itu “Suara Hati Seorang Kekasih”-nya Melly Guslow. Tapi ga tau kenapa malah “Separuh Aku”-nya Noah yang masuk playlist windows media player. Lagu lawas memang ga ada duanya jika harus dibanding dengan lagu yang release baru-baru ini. Banyak kenangan yag melekat dengan lagu tersebut sehingga membuat lagu itu tambah klasik dan melekat di hati.

Sebenarnya aku ga mau ngebahas masalah lagu favorit atau lagu ngebanding-bandingin lagu yang satu dengan yang lain. Semua punya selera masing-masing. entah kenapa “fokus” yang ada dalam otak ini semakin kabur. Tadi pagi mikirin apa, fokus dengan apa, malem ini jadi fokus ke mana juga arahnya kemana. Entah mengapa setelah moment wisuda kemaren Sabtu membuat tujuanku terombang ambing. Ga terombang ambing gimana, kerjaan aja belum pasti dan saldo di tabungan tinggal 27ribu doang. …………………………………………………………………………………………………

Sebenernya bukan masalah kerjaan yang belum pasti sih yang membuat pikiranku terombang-ambing selama tiga hari berturut-turut. Hanya saja permintaan nyokab dan keluarga yang memintaku untuk mendalami ilmu agama. Ini yang selama ini jadi “momok” yang sangat menakutkan dalam hidupku. Sebenarnya hal yang lumrah untuk seorang keluarga, terlebih nyokab, menginginkan yang terbaik buat anaknya. Namun bagaimanapun juga hati ini kurang srek aja dengan kemauan keluarga satu ini. Rasanya hati in ingin menjerit menggugurkan salju dipuncak gunung Jaya Wijaya ketika keluarga sudah mulai memaksakan kehendaknya. Di sisi lain, finansilaku masih ditanggung nyokab sepenuhnya sampai saat ini. Dan, kondisi kritis pada finansial saat ini mau ga mau aku harus nodong nyokab minta ditranfer uang untuk beberapa hari ke depan bahkan satu bulan ke depan. Yah, aku sendiri sebenarnya ga enak hati, sungkan lah. Tapi mau gimana lagi, kalo ga nodong, ya ga makan. Memang, pilihan yang benar-benar sulit.