Archive for category features

PASIRLUYU, KAMPUNG SEHAT DAN BERPENDIDIKAN DI BANDUNG

Mengger Girang, sebuah Kampung padat penduduk yang berada di tengah-tengah megahnya kota Bandung. kampung ini merupakan salah satu dari 76 kampung berseri binaan Corporate Social Responsible (CSR) Astra. Kampung yang berada di RW 8 Kelurahaan Pasirluyu ini mempunyai beragam program pelayanan masyarakat, seperti  Posyandu Nuriyah dan Rumah Pintar Nurul Falah. Sekilas, jika dilihat dari luar, kampung ini terlihat seperti kampung-kampung di kota besar pada umumnya. Namun, jika kita masuk lebih dalam lagi, kita akan menemukan segudang prestasi yang dimiliki oleh kampung ini.

Gapura Pintu Masuk RW 8 Kelurahan Pasirluyu Bandung

Posyandu Nuriyah

Mencari kampung Mengger Girang tidak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Lokasi Kampung ini sangat strategis berada di Jalan utama Soekarno-Hatta,  tepat di belakang Kantor Astra Biz Center Bandung. Setelah melewati gapura kampung, kita langsung menemukan Posyandu Nuriyah tepat di sebelah kanan jalan setelah melewati belokan Masjid Al Muslimin. meskiipun tampak sederhana, ternyata Posyandu ini memeliki sarana dan prasarana penunjang yang lengkap yang sepenuhnya didukung oleh CSR Astra. Selain fasilitas, kader Posyandu juga memiliki kompetensi yang unggul dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sarana dan Prasarana Penunjang Posyandu Nuriyah

Sarana dan Prasarana Penunjang Posyandu Nuriyah

Layanan rutin setiap bulan dari Posyandu meliputi imunisasi, kesehatan ibu dan anak, peningkatan gizi, keluarga berencana, dan penanggulangan diare. Selain kegiatan rutin tersebut, Posyandu Nuriyah juga mempunyai serangkaian kegiatan lain, salah satunya “Program Pijat Bayi”. Pada dasarnya setiap orang tua bayi tidak asing dengan pijat bayi. Namun, tidak semua bisa dan memahami bagaimana melakukannya. Di Program Pijat Bayi ini, orang tua dibekali kemampuan teknik pijat bayi dan pengaplikasian di tempat oleh para kader Posyandu. Sebelumnya. Para kader dibekali kemampuan terlebih dahulu oleh para ahli agar dapat menularkannya kepada masyarakat.

Program Pijat Bayi Posyandu Anuriyah

Program Pijat Bayi Posyandu Anuriyah

Program Pijat Bayi ini merupakan program inovasi dari Posyandu Nuriyah dan berhasil masuk dalam jajaran lima besar program “Posyandu Naik Kelas”. Program ini merupakan program gagasan dari Astra yang memberikan kesempatan berkompetisi dalam program inovasi kepada 200 Posyandu binaan Astra seluruh Indonesia. Penilaian program ini berdasarkan pada indikator-indikator yang digunakan untuk menyaring dan penentu tingkat kemandirian Posyandu. Mulai dari Posyandu Pratama (posyandu yang masih belum mantap, kegiatannya belum bisa rutin tiap bulan dan kader aktifnya terbatas.), Posyandu Madya, Posyandu Purnama, dan Posyandu Mandiri (sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur, cakupan 5 program utama sudah bagus, ada program tambahan dan dana sehat, telah menjangkau lebih dari 50% KK).

Selain kegiatan Posyandu yang diperuntukkan untuk ibu dan bayi, di Kampung Mengger Girang RW 8 ini juga terdapat program Pospindu. Pospindu ini diperuntukkan bagi penduduk lanjut usia. Program ini dibentuk sebagai upaya agar para lansia merasa senang dan tidak stres. Kegitan rutin setiap bulan, seperti cek tensi dan gula darah, senam lansia, dan pembinaan pola hidup sehat kepada para lansia.

Program Cek Kesehatan Rutin Pospindu

Promosi Gemar Memeriksakan Kesehatan Untuk Banyi dan Manula

Rumah Pintar Nurul Falah sebagai cikal bakal berdirinya Kampung Berseri (KBA) di Kampung Mengger Girang, Pasirluyu, aktif dengan berbagai kegiatan pendidikan, mulai dari Pendidikan Usia Dini (Paud) sampai dengan Madrasah Diniah (Madin). Total kurang lebih 500 anak aktif belajar di Rumah Pintar ini. Penggunaan game interaktif, menonton film yang menghibur dan mendidik, bernyanyi bersama didukung dengan sound system dan proyektor, merupakan bentuk inovasi dalam bidang ekstrakulikuler. Pendidikan di Paud ini lebih ditekankan pada bermain sambil belajar dengan tujuan untuk menggali minat dan bakat peserta didik. Paud ditunjang dengan sarana prasarana Audio Visual yang sepenuhnya ditunjang oleh CSR Astra.

Kegiatan Belajar Mengajar Paud Nurul Falah

Madrasah diniah difokuskan pada pendidikan agama Islam yang diperuntukkan bagi masyarakat usia SD sampai dengan SMA. Proses belajar-mengajar ini dilaksanakan mulai dari sore sampai malam dengan tenaga pengajar suka rela dari penduduk setempat. Tidak hanya menjangkau masyarkat kampung setempat, namun, program Madin juga menampung masyarakat dari luar kampung. Program pendidikan Madin difokuskan kepada pengajaran baca tulis Al Qur’an serta mengkaji kita-kitab untuk usia remaja pendidikan ajaran Islam, seperti Fiqih, Nahwu, Shorof, dan lain-lain.

Di era media sosial saat ini, informasi bergerak sangat cepat dan hampir tidak ada batas. Siapa pun dan dimana pun dengan medah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Oleh karena, penguatan moral dan nilai kearifan lokal sangat dibutuhkan untuk membentengi diri sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sebulan sekali, rumah pintar Nurul Falah mengadakan pembinaan remaja untuk usia SMP sampai SMA. Materi dalam pembinaan tersebut meliputi materi tentang bahaya narkotika dan seks bebas, melalui media film, kampanye kesehatan, dan sesekali mendatangkan ahli di bidangnya.

Pembinaan Remaja Kampung Mengger Girang Pasirluyu

Selain bidang kesehatan dan pendidikan, KBA Pasirluyu mencakup lingkungan dan kewirausahaan.  Sejak dimulainya program KBA Pasirluyu yang di fokuskan pada kampung Mengger Girang RW 8 pada 2015, penghijauan kampung sudah dilakukan dengan penanaman tanaman hias di beberapa titik jalan kampung. Namun, seiring jalannya waktu, banyak tanaman yang mati akibat dilanda musim kemarau dan minim perawatan. Hal ini disebabkan oleh minimnya partisipasi masyarakat akan pentingnya menjaga tanaman untuk kepentingan bersama. Beberapa upaya komunikasi persuasi telah dilakukan oleh pengurus RW dan penggerak KBA untuk membangun partisipasi masyarakat dalam hal penghijauan lingkungan. Upaya tersebut salah satunya dengan mendatangkan relawan Bandung Green and Clean Action. Sempat dihasilkan gerakan “Punggut Sampah” yang dilakuan setiap bulan sekali. Namun, program ini belum cukup ampuh untuk menggerakkan masyarakat dalam berpartisipasi untuk penghijauan lingkungan.

Penghijauan Kampung Mengger Girang RW 8 Pasirluyu

Melihat kondisi ini, musyawarah pengurus RW dengan masyarakat dengan didampingi oleh CSR Astra pada 2018, masyarakat mencoba memberdayakan lingkungan dengan menggunakan konsep cocok tanam vertikultur yang difokuskan pada tanaman produksi seperti sayur dan buah-buahan. Konsep ini dipilih melihat terbatasnya lahan terbuka kampung. Konsep ini dilaksanakan oleh masing-masing kepala keluarga di RT 10 sebagai RT percontohan. Hasil dari tanaman ini, nantinya bisa dinikmati oleh masing-masing keluarga yang menanamnya. Setelah berhasil di terapkan di RT 10, nantinya konsep penghijauan ini akan diterpakan di seluruh RT di RW 8 kelurahan Pasirluyu.

Musyawarah Waga membahas Keberlangsungan Penghijauan Kampung

Pola Cocok Tanam Vertikultur

Dalam bidang wirausaha, KBA Pasirluyu telah berhasil mengembangkan usahan laundry yang dikelola oleh kelompok pemuda kampung. Usaha ini dapat bertahan dan terus berkembang dengan baik melihat potensi wilayah padat penduduk yang dipenuhi oleh penduduk musiman dari mahasiswa dan karyawan di seputaran kelurahan Pasirluyu. Namun, pengurus KBA ingin mengembangkan lebih jauh lagi pilar wirausaha mengingat kampung Mengger Girang Pasirluyu ini mempunyai banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan dengan baik.

Laundry Binaan Astra

Laundry Binaan Astra

Program KBA melingkupi empat pilar, yaitu pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan. Dengan program ini, Astra mempunyai tujauan agar masyarakat Indonesia yang berada di sekitar lingkungan perusahaan Astra dapat berdaya dan produktif. Dari segi pendidikan, tidak ada lagi masyarakat putus sekolah dan buta huruf, lingkungan bersih, tidak ada masyarakat terjangkit penyakit menular dan kurang gizi, dan masyarakat menjadi mandiri dengan berwirausaha.

Tags: , ,

Sri, Istri yang Gigih Dalam Menghadapi Suaminya

access form gstatic.com

20 Mei 2012, minggu pagi buta, terlihat Sri pontang panting mencari bantuan dari tetangganya. Sri sedang menggendong putri bungsunya, mencoba menjelaskan kepada tetangganya bahwa dia sedang membutuhkan bantuan dengan segera. Rahmad sedang terbaring lemas karena mabuk berat di salah satu komplek hiburan malam yang berada di daerah Surabaya Barat. Dengan nada suara yang terbata-bata, Sri mencoba mencari simpati tetangganya. ketika dia sedang mencoba menjelaskan kronologis kejadianya, tiba-tiba saja Bu Am memotong pembicaraan Sri, “saya akan mencoba bertanya dulu pada mas Doni, mungkin dia bisa bantu menjemput suamimu”. Tanpa ada yang meminta Sri mengucapkan terima kasih kepada Mbak Am atas bantuanya.

Pada pagi hari itu terlihat tetangga mendengarkan cerita Sri dengan simpati. Ibu Atun bertanya, “terus, bagaimana kamu tahu kalau suamimu di tempat itu?”, Sri pun menjawab, “tadi pagi Suryo, teman suamiku mengabarkan keadaan mas Rahmad lewat telepon…..”. dengan terus menerangkan kepada tetangganya tersebut, perempuan berambut lurus tersebut mencoba menahan tangisnya yang sudah sangat berat sekali untuk dibendung. Tak lama kemudian Mbak Am keluar dengan mengedarai mobil beserta suaminya menghampiri Sri yang sedang berkerumun dengan tetangganya. “ayo Sri naik, biar mas Doni yang mengatarmu menjemput suamimu”, pinta Mbak Am. Tanpa berpikir panjang, Sri kembali ke rumahnya mengambil dompet dan setelah itu masuk ke mobil menjemput suaminya.

Hampir pukul 09.00, Sri dan Rahmad, yang masih tak berdaya, sampai kembali di rumahnya dengan diantarkan oleh Mas Doni. Dengan dibantu beberapa tetangganya, Rahmad dibopong diantarkan masuk ke dalam rumah. Karena terlalu banyak minum minuman keras, kondisi Rahmad sempat tidak sadarkan diri pada. Dengan panik Suryo mencoba menolong dengan memberikan napas buatan dengan maksud agar Rahmad tersadarkan diri.. Namun. Namun Rahmad tak bereaksi. Kemudian Suryo memberikan air putih untuk diminum. Namun sialnya Rahmad masih dalam kondisi yang sama.

Saat ini Rahmad di rawat sendiri oleh Sri. Dengan kejadian ini, Sri berharap Rahmad bertaubat dan kembali ke jalan yang benar dengan meninggalkan kebiasaan-kebiassan lamanya yang sangat tidak baik bagi keluarga dan lingkunganya.

Tags: ,

Bidin, Jam Tuju pagi Sudah Buka Lapak

Abidin yang biasa dipangil dengan bidin adalah seorang penjual pentol di depan kampus IAIN Surabaya. bapak dua anak paruh baya ini sudah lima tahun berjualan pentol di daerah Wonocolo Surabaya. dia dengan istri beserta dua anaknya sudah lima tahun tinggal di kontrakan daerah Jemursari. Dengan modal sepeda motor dan gerobak pentol dibelakang, sesekali dia berkeliling kampung menjajalkan jualanya ke penduduk.

Kegiatan rutin dia sehari-hari adalah jualan pentol. Setelah selesai menyiapkan daganganya, pukul tuju pagi dia sudah standby di depan kampus agama tersebut. Dia bertahan di sana sampai pukul tiga sore atau sekiranya dagangan yang dia jual sudah habis. Setelah itu, dia langsung pulang ke rumah kontrakan untuk mengambil stok daganganya dan berjualan di tempat lain. Biasanya dia membuka lapak di depan parkiran Jawa Timur Expo (JatimExpo). Setelah dagangannya habis, malam hari, sekitar pukul dua belas malam, dia pulang ke rumah dan istirahat.

Untuk pengolahan bahan dagangan, diatur oleh istrinya. Dia hanya bekerja sebagai penjual. Pada malam hari, istrinya membuat olahan pentol untuk dijual besok. Bisanya sehari Bidin mampu menjual sekitar sepuluh kiligram pentol.

Penghasilan Bidin sebagai penjual pentol, cukup membantu dia untuk membayar rumah kontrakan dan biaya kehidupan sehari-hari keluarnya serta biaya sekolah anaknya. Dia tidak pernah mengeluhkan hasil dari jualanya. Dia selalu mensyukuri apa yang dia peroleh meski terkadang tidak sesuai dengan yang dia inginkan. Dia merasa puas dengan apa yang telah dia dapatkan dan dia selalu mensyukuri itu.

Untuk menunjang kebutuhan keluarga, istri Bidin juga berjualan gorengan di depan rumah kontrakan. Dia membuka lapak saat sore hari sampai pukul sepuluh malam. Hasil yang diperoleh istrinya cukup menutupi kebutuhan belanja dapur sehari-hari. Bahkan terkadang lebih dan istri Bidin menabungnya untuk kebutuhan masa depan. Mereka bercita-cita untuk membangun rumah sendiri.

Meski terkadang ada perkataan yang tidak enak tentang profesinya dari para tetangga, Bidin mencoba memaklumi itu. Dia sadar profesi dia sebagai penjual pentol tidak sebaik tetangganya yang buruh pabrik atau karywan kantoran. Namun, dia mempunyai prisip asal pekerjaan tersebut halal dan dapat menopang kehidupannya bersama keluarga, dia akan menjalani dengan baik.

Kedepanya Bidin mempunyai angan-angan untuk membuka warung Bakso. Meski dia tahu untuk mewujudkan angan-anganya tersebut memutuhkan dana yang tidak sedikit baginya. Namun, dia tidak pernah menyerah dan dia selalu menyisihkan penghasilanya untuk mewujudkan angan-angan tersebut.

Menurut Abidin, hidup di kota besar layaknya Surabaya ini memang butuh kerja keras. Walaupun banyak sekali lahan untuk mencari keuntungan di kota ini dibandingkan di desa, namun akanberbanding tebalik jika tidak diimbagi kerja keras dan percaya akan keajaiban tuhan. Menurut dia, jangan menyesali keadaan yang telah dia dapat karena menurut bapak asal Jember ini manusia tidak akan pernah tahu jalan mana yang akan membawanya kearah keberuntungan. Dia selalu bekerja keras dan pantang menyerah meski profesinya hanya sebatas penjual pentol.

Tags: ,

Veteran, Nasib Tidak Sepadan dengan Perjuangan

Veteran Indonesia

Seorang Veteran memakan nasi bungkus dan minum segelas air mineral di pinggir trotoar, dengan Tetap Bangga menggunakan seragam perjuangan. Sungguh Menyedihkan Seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan menjalankan kehidupnya dengan memprihatinkan. hal ini di sebabkan Kurangnya Perhatian pemerintah terhadap mereka. Padahal, perjuangan yang mereka lakukan bukan untuk kepentingan pribadi, namun hanya semata-mata untuk kepentingan negara dan bangsa indonesia agar terbebas dari  penjajah.

Memang, nasib veteran perang di belahan bumi manapun hampir mengalami nasib yang sama. Mereka diabaikan dan seakan-akan perjuangan yang telah mereka lakukan tidak pernah terdengar oleh siapa pun. Bahkan sebagian dari mereka, tidak tercantum sebagai daftar veteran. Mungkin mereka tidak pernah mengharapkan apapun dari negara atas pengorbanan yang mereka lakukan. mereka melakukan atas dasar rela demi kecintaanya terhadap tanah air.

Melihat kondisi mereka yang sudah renta, tidak mungkin lagi mereka bekerja seperti dulu. Kini mereka tidak lagi gagah seperti ketika mengusir penjajah. Otot-otot kuat mereka sudah mengendur bahkan untuk mencari sesuap nasi. Kini mereka membutuhkan orang-orang yang peduli akan nasib mereka.

Di beberapa negara maju, walaupun merka terabaikan, namun nasib mereka masih mending jika dibandingkan dengan veteran di Indonesia. Meraka masih mendapatkan dana kompensasi, walaupun tidak cukup besar jumlahnya, dan ditempatkan di asrama khusus para veteran. Mereka dilindung oleh negara dan kesehatanya juga ditanggung negara. Negara masih masih memiliki tanggung jawab sosial pada para veteran bangsa.

Veteran Indonesia

Namun, pemerintah Indonesia kurag peka dalam hal ini. Nasib para veteran negara majemuk ini masih belum pasti. Banyak para veteran yang sekarang hidup kurang berkecukupan, ada yang sekarang berprofesi menjadi penjual alat-alat listrik, menjadi penjaga kamar mandi, tukang kebun, tukang sol sepatu bahkan ada yang menjadi pemungut sampah. Padahal jasa mereka untuk Indonesia sangatlah banyak seperti waktu, harga, tenaga, harta, dan keluarga. Tetapi balasan jerih payah para veteran, pada masa pensiun mereka tidak mendapatkan hal yang layak, seperti tempat tinggal, dana pensiun.

Mereka hidup dibawah ambang kemiskinan. meskipun mereka mendapat tunjangan dana setiap awal bulan dari pemerintah, namun itu belum mecukupi biaya hidup untuk keluarganya. Kita dapat berharap pemerintah segera merespon keadaan ini. Perjuangan mereka sungguh sangat besar pada negeri ini. Akan tetapi keadaan mereka masih di bawah sejahtera.

Seharusnya tidak hanya pada perayaan kemerdekaan saja mereka diingat, tetapi pemerintah dan bangsa Indonesia harus peduli kepada mereka setiap waktu. Dengan demikian jasa mereka yag sangat luar biasa dapat terus dikenang dan dapat memberikan motivasi kepada generasi bangsa untuk terus berjuang membangun negara yang amat makmur ini.

Tags: ,

Gue dan Character Building

kelompok dua Character Building batch dua

setelah menempuh perjalanan kurang lebih 24 jam dari Surabaya, akhirnya Kamis siang, 2 Februari 2012, gue parkir di bumi Cilkole untuk medical check up. Setelah semua beres, gue turun lagi ke Bandung untuk ketemu sama temen-temen se-Indonesia buat ikutan cultural visit di Saung Angklung Mang Udjo. Setelah keriaan usai, gue dan temen-temen batch dua Character Building, naik lagi ke bumi Cikole untuk check in di hotel berjuta-juta bintang kemudian istirahat nyenyak di kamar yang extra privat.

Jum’at Pagi itu gue bangun kesiangan karena ayam berkokok yang biasanya rajin bangunin gue lagi absen kali ini, *maklum lagi di tengah hutan. Pura-pura ngantri kamar mandi, padahal ga pernah mandi selama di bumi Cikole, langsung ganti baju dan ikutan apel pembukaan. Pas ditanya siapa yang pernah jadi paskibraka, sebenernya gue mau maju. Berhubung itu udah lama banget dan gue takut salah, akhirnya diambil deh tuh kesempatan sama anak Aceh. kalo ga salah namanya Basyid. Ya udah, akhirnya dia berduet sama temen gue yang dari Surabaya juga, Puji.

Habis Olah raga terus sarapan. Sebelum sarapan, ada ritual khusus ala militer. Kata pak Rijal sih supaya jadi generasi muda yang berkharackter dan ber-etcichut”, *logat ala pak Rijal. Selesai, trus belajar webing alias masang tali pengaman di selakangan. Udah jago masang sendiri, lalu meluncur ke medan game. Game pertama yang gue lalului sama temen-temen kelompok dua adalah reapling. Di game ini kelompok gue berhasil dapet satu pita. Lanjut ke contruction game lalu fill the water. Di kedua game ini kelompok gue ga dapet apa-apa, *hiks. Meski begitu, gue dan kelompok gue tetep semangat. Kebukti pas sky walking, kelompok gue dapet dapet dua pita langsung cing!. Setelah melewati folding carpet yang ga ngasih kesempatan, untuk sementara game break.

Gue kira isue caraka malam yang melegenda di character building bakal diadain tengah malem. Ga nyangka setelah makan malam jam 19.00, semua disuruh prepare makek jas ujan kresek dan digiring oleh para pelatih menuju tengah hutan bawah lembah. Setelah menunggu kira-kira tiga jam, tiba giliran gue buat jalan sendirian ditengah dingin dan pekatnya malam. Awalnya sih aga berdiri bulu kuduk gue. Tapi pas ditengah-tengah, rasa takut gue jomplang karena ngantry boo!. Ancur deh reputasi caraka malam yang melegenda di mata gue. Ga ada seremnya sama sekali. Malahan gue sempet ketawa ngeliat kuntilanak dan pocong jadi satu.

Tanpa basa basi, Sabtu pagi langsung prepare buat game hari ke dua. Tambah seru, tambah kompak, dan tambah gila-gilaan barengan satu kelompok. Setelah nglewatin game flying fox sampe pin ball, akhirnya kelompok gue berhasil ngumpulin dua puluh tiga pita. Ga sampe target tiga puluh sih. Tapi ga apa-apa meski akhirnya push up berjamaah.

Malam penutupan diisi dengan api unggun diselingi motivator yang seru abis. Selesai nangis-nangisan sambil nyanyiin hymne Beswan Djarum, acara memuncak dengan band indie asal Bandung dan sontak andrenalin seluruh beswan memuncak dan tumpah ruah di depan panggung untuk jogetan bareng.

Acara selesai, minggu pagi semua anak Beswan Djarum prepare untuk kembali ke daerah masing-masing. Rasa haru mulai menyelimuti bumi Cikole. Tiga hari yang akrab, memang harus berakhir. Dan kita masing-masing dapat pelajaran dari ini semua. Dan hal yang paling gue tangkep dari acara ini adalah jadi diri sendiri, menerima, dan percaya sama orang lain.

Tags: