Aku cuman aku saja. Aku ga pernah begitu tahu siapa diriku. Aku selalu berada di posisi tengah. Ga jelas dan ga pernah diperuntukkan. Selalu iri dengan orang lain.

Iri dengan orang lain?

Entahlah. Aku ga bisa menjawab dengan pasti. Mereka yang hidupnya datar, selalu dalam keadaan status quo, apakah mungkin pernah merasakan apa yang aku rasakan. Berjuang keras penuh pengorbanan. Entah, Aku juga bingung.

Semenjak aku mulai bisa merasakan sesuatu, seingatku mulai peka terhadap sesuatu, perasaan pertama yang aku rasakan adalah sedih. Menangis, dan menangis. Entahlah. Mugkin testimoni itu belum sepenuhnya benar. Tapi yang jelas aku ingin menguraikan segala perasaanku disini. Sedih, senang, tertawa, kecewa, kehilangan, luka, dan tangis. Semua bercampur jadi satu dan menghasilkan sebuah sajian gurih, pedas, tapi manis.

Entahlah. Aku hanya ingin berbagi. Berbagi suatu hal yang sudah basi yang seharusnya telah aku bagikan ke orang lain di waktu lampau. Aku kecewa karena aku kurang berani. Harus berpikir seribu kali sebelum melakukan tindakan.

Hari ini pikiranku bercampur aduk ga karuan. Banyak yang berlarian kesana kemari di kepalaku dan itu membautku kurang fokus. Kurang fokus terhadap satu titik. Semakin tinggi puncak yang kudaki semakin banyak hal yang ku lihat dan semakin banyak pilihan yang menantang. Ini membuat bergeming. Aku menjadi ragu-ragu dan kehilangan kepercayaan diriku.

Entahlah. Tapi yang aku lihat disini orang bisa gampang aja membicarakan orang lain tanpa tahu kepastian sesungguhnya. Kepastian apakah yang mereka omongin atau jadi bahan topik begaadang itu benar keadaanya. Entahlah. Aku sendiri juga kurang paham dengan itu.

Setiap hari yang aku lihat adalah orang stres karena keadaan hilang begitu saja tidak sesuai yang diinginkan. Entahalah. Apakah mereka benar-benar dalam keadaan depresi atau mereka hanya ingin ingin istirahat sejenak dari kompetisi yang semakin ke ujung semakin meruncing. Mengambil napas, istirahat sejenak sambil berpikir mencari strategi untuk berperang. Berperang dan berperang merebutkan posisi yang ada di puncak sana.

Entahlah. Semakin meruncing keadaan ini, semakin aku mencari posisi netral yang cenderung aman. Aku ga mau terlibat begitu jauh meski sebenarnya aku berambisi. Berambisi untuk berperang merebutkan posisi puncak. Namun aku tahu bahwa dunia ga hanya itu saja. Aku ingin keluar melihat peluang lain yang belum aku ketahui meski dunia yang aku berada sekarag ga sepenuhnya aku ketahui juga. Hanya aku dengar melalui kicauan burung riang di laur sana.

Tags: