Havidzious Blog – Welcome!

Views and Reviews

Setiap Orang Adalah Perencana Keuangan

Author: Muh. Havid Al Badar *)

Haloo sobat semuaa!!!

Akhirnya berkesempatan lagi melakukan hobi tulis -menulis yang agaknya sudah lama tidak dilakukan. Well, sebenarnya tulisan di Blog pribadi ini bukan bertujuan untuk menggurui tetapi lebih bertujuan untuk berbagi cara yang efektif dalam mengelola keuangan pada saat usia muda dan manfaat yang didapatkan dari merencanakan keuangan dengan baik. Selain itu mohon maaf juga kalau di dalamnya terselip curhatan-curhatan pribadi sebagai anak muda yang baru meniti karir dan berkutat dengan industri jasa keuangan yaa..

Here we go.. Sebelumnya, mungkin bagi sebagian orang merasakan bahwa merencanakan dan mengontrol keuangan adalah hal yang ribet dan tidak terlalu penting untuk dilakukan. Setidaknya itulah yang saya alami dulu ketika saya menulis setiap pengeluaran harian saya di tabel excel dan ketika teman kantor saya melihatnya dia lantas mengatakan “ribet banget sih hidup lo”. Mungkin sobat juga pernah mengalami hal semacam itu atau malah juga bernaggapan sama, untuk itulah tulisan ini saya beri judul “Setiap Orang Adalah Perencana Keuangan” Yes exactly!, everyone is a financial planner, no matter you have a CFP certification or not, actually you are a financial planner!.

Kenapa demikian? karena setiap dari kita pastinya pernah menginginkan sesuatu, dulu saat kita kecil kita menginginkan membeli mainan yang mungkin karena satu dan lain sebab kita tidak dapat langsung memilikinya, untuk itulah kita menabung setiap hari dari uang yang kita dapatkan. Begitupun sampai saat ini, saat kita ingin berlibur atau membeli sesuatu yang harganya diatas gaji bulanan kita, disitulah fungsi dari menabung yang mana sekaligus fungsi bagaimana kita merencanakan keuangan.

Selain itu bagi anak muda yang dinamis dan visioner (seperti saya ^o^) pastinya sudah memikirkan lebih jauh mengenai investasi. Dengan atau tanpa pengetahuan yang mendalam tentang investasi, pasar modal dan sebagainya, secara sederhana setiap orang pasti memikirkan bagaimana mempersiapkan masa depan, mendapatkan pendapatan tambahan dan menghindari penurunan nilai tabungan kita karena inflasi yaitu dengan investasi, dan itulah salah satu fungsi merencanakan keuanagan.

Baiklah, hal pertama yang saya lakuakan dalam perencanakan dan mengelola keuangan saya adalah dengan membuat budget atau anggaran bulanan. Itulah yang saya lakukan sejak pertama kali memiliki gaji bulanan hingga sekarang. Pertama yang saya lakukan adalah mengidentifikasi pemasukan dan pengeluaran dalam periode tertentu (bulanan), adapun sebagai contohnya sebagai berikut (hanya contoh saja yaa bukan data keuangan sebenarnya >o<):

 

budget

Personal Monthly Budget

Dengan mengidentifikasi aktivitas keuangan (pemasukan dan pengeluaran) kita setiap bulan, maka selanjutnya yang lebih penting kita lakukan adalah menjalankannya sebagai guidance/panduan kita sehari-hari. Baru kemudian di akhir bulan (atau biasanya saya lakukan setelah menerima gaji bulan berikutnya) dilakukan evaluasi sehingga dapat diketahui seberapa boros atau efisien kah pengelolaan keuangan yang kita lakukan. Secara sederhana, yang kita lakukan ada 3 hal, buat anggaran, catat/klasifikasikan transaksi, dan buat laporan.

Namun dengan semakin berkembangnya layanan perbankan secara digital saat ini, ketiga hal tersebut dapat dilakukan secara lebih mudah dan terintegrasi melalui internet banking. Seperti layanan “Pengelolaan Finansial Pribadi” yang saya gunakan dari Bank Negara Indonesia (BNI) berikut ini:

Budget Making

Budget Making

Pertama, pembuatan anggaran dapat dilakukan dengan mengatur kategori pemasukan dan pengeluaran pada fitur Pengelolaan Finansial Pribadi pada Internet Banking Bank BNI ini, langkah-langkah yang dilakukan cukup mudah hanya dengan memilih induk kategori, menamai kategori yang diinginkan, kemudian menentukan prioritas/kata kunci apabila diperlukan, dan untuk menyimpannya menggunakan Token seperti halnya transaksi internet banking pada umumnya.

Classifying Transaction

Classifying Transaction

Kemudian kedua, setelah kita membuat kategori, kita dapat mengklasifikasikan transaksi di mutasi rekening kita sesuai dengan kategori yang telah kita atur sebelumnya. Caranya sangat mudah, yaitu dengan membuka menu mutasi rekening, pilih periode transaksi, tandai transaksi dan pilih kategori dari transaksi tersebut, kemudian simpan dengan menggunakan Token sebagaimana transaksi internet banking biasanya. yang utama yang diperhatikan dalam hal ini adalah kemauan kita dalam mengidentifikasi setiap transaksi yang telah kita lakukan. Secara pribadi, saya tidak akan ambil pusing dengan yang orang lain katakan, memang yang saya lakukan mungkin ribet, tapi itu tidak ada artinya dibandingkan dengan kepuasan yang saya rasakan di akhir saat mengetahui laporan keuangan saya serta kepuasan mengetahui target tabungan surplus anggaran saya tercapai!

Personal Budget Report

Personal Budget Report

Ketiga, yang menarik dari fitur “Pengelolaan Finansial Pribadi” dari BNI ini adalah adanya report yang dapat kita cek secara langsung seperti gambar di atas, menarik bukan?!

Well, itulah 3 hal yang perlu kita lakukan dalam mengelola keuangan pribadi kita. Diluar ketiga hal tersebut ada hal lain yang tidak kalah penting yang juga harus kita perhatikan, yaitu pemisahan rekening untuk masing-masing tujuan penggunaan dana kita. Let me tell you that personal budget akan berjalan untuk aktivitas-aktivitas keuangan yang terulang setiap bulan (Recurring Activities) yaitu gaji, bunga deposito, penarikan tunai untuk makan dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang terjadi. Naah, untuk tujuan-tujuan khusus seperti untuk Berlibur, melaksanakan ibadah Haji/Umroh, dan tujuan-tujuan lainnya seperti yang saya miliki yaitu rekening khusus untuk trading saham, maka rekening harus dipisahkan.

Dan, fitur lain dari Pengeloalaan Finansial Pribadi milik BNI ini adalah adanya integrasi atas semua rekening yang kita miliki di BNI seperti di bawah ini:

Ringkasan Multi Rekening

Ringkasan Multi Rekening

Dengan demikian pastinya sangat memudahkan kita dalam lebih mengontrol keuangan pribadi kita setiap saat setiap waktu.

Tips terakhir yang ingin saya share di tuliasan ini adalah:

  1. Setelah pada akhirnya kita mengetahui apakah pengelolaan keuangan kita efisian atau over budget maka yang perlu kita lakukan adalah memilih apakah kita akan merevisi budget ataukah kita lebih berusaha untuk menyesuaikan dengan budget tersebut pada bulan depan. Jika yang kita lakukan telah efisien maka tidak begitu masalah, karena nilai efisiensi dapat kita gunakan untuk keperluan lain atau tetap menjadi tabungan/investasi. Namun jika hasilnya over budget, maka kita harus lebih berusaha menghindari pengeluaran yang tidak prioritas dan atau mencari sumber pemasukan lain di bulan selanjutnya.
  2. Berkaitan dengan sumber pemasukan lain, salah satu sumber yang dapat memberikan recurring income bagi kita adalah bunga deposito. Untuk itu penting juga bagi kita untuk lebih mengefektifkan tabungan kita yang tersimpan di rekening. Meskipun tidak besar seperti Yield Obligasi Ritel ataupin indikasi return dari Reksa Dana, tapi memang pemang peruntukan dan tujuannya adalah langsung memberikan cash inflow bagi kita di bulan berikutnya. Meskipun demikian, porsi investasi dari instrumen lain yang memberikan return di atas deposito tetap perlu dan lebih penting dipertahankan. Sekali lagi, deposito (money market) adalah solusi untuk mengefektifkan dana idle kita di rekening tabungan dalam jangka pendek. Untuk yang satu ini, BNI juga memberikan solusi dengan kemudahan membuka Rekening Deposito langsung melalui internet banking seperti menu berikut ini:

    Time Deposit

    Time Deposit

Demikian sobat semua, sekali lagi saya katakan bahwa pada dasarnya setiap orang adalah seorang perencana keuangan karena setiap orang pasti menginginkan masa depan yang lebih baik, apakah itu untuk tujuan dalam jangka waktu yang sangat pendek maupun yang sangat panjang. Untuk merencanakan keuangan dengan baik tidak memerlukan skill khusus, cukup dengan mulai merencanakan hal-hal yang dapat terukur dengan baik dan mau memperhatikan hal detail. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnyaa…

 

 

*) Penulis bekerja sebagai Investment Analyst di sebuah perusahaan asuransi swasta di Indonesia dan anggota Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dengan sertifikasi CSA (Certified Securities Analyst)

Cara Cerdas Kelola Keuanganmu #BNIFinancialPlanner

Tantangan dan Peluang Industri Asuransi Indonesia 2015

Dalam tulisan ini akan diulas mengenai proyeksi pertumbuhan industri perasuransian di Indonesia pada tahun 2015. Faktor-faktor yang akan menjadi dasar adalah kebijakan yang berjalan di tahun 2015 dan prakiraan (forecast) kondisi ekonomi makro Indoensia di tahun 2015.

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015

Pada tahun 2007 telah disepakati Blue Print MEA 2015 yang mana Indonesia terlibat langsung di dalamnya. Adapun dengan adanya kesepakatan tersebut maka akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan pasar terbesar ke-3 didunia setelah China dan India. Hal tersebut patut di pandang selain sebagai tantangan tetapi juga sebagai peluang bagi seluruh pelaku bisnis terutama yang bergerak di sektor jasa keuangan seperti industri perasuransian.

Dalam hal tantangan, maka MEA 2015 perlu disikapi sebagai momentum bagi perusahaan asuransi di Indonesia untuk berbenah diri. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, Negara-negara di ASEAN sudah membangun infrastruktur agar lebih efisien terutama dalam bidang teknologi informasi dan sumber daya manusia. Selain itu, menurutnya perusahaan asuransi di Indonesia juga tertantang untuk membangun inovasi produk dan pemasaran sehingga mampu kompetitif dalam MEA 2015.

Menyikapi tantangan tersebut, sebenarnya perusahaan asuransi lokal lebih memiliki keuntungan daripada perusahaan asuransi asing (joint venture) yang saat ini sudah lebih banyak beroperasi di Indonesia dalam hal pengalaman. Perusahaan asuransi lokal tentunya sudah memiliki pengalaman yang lebih panjang dalam memahami budaya dan perilaku konsumen/pasar di Indonesia sehingga akan lebih mudah dalam melakukan inovasi produk dan pemasaran menyesuaikan kebutuhan dan keinginan pasar.

Dalam hal peluang, MEA 2015 juga menjadi pintu gerbang yang terbuka bagi perusahaan asuransi lokal untuk melakukan ekspansi pasar sebagaimana industri perbankan nasional telah melakukan ancang-ancang dalam menembus pangsa pasar yang lebih besar. Dalam hal ini tentunya inisiasi/campur tangan pemerintah sangat diperlukan dalam memastikan proses berjalan dengan semestinya.

Coordination of Benefit (CoB) 30 Perusahaan Asuransi dan BPJS Kesehatan

Selain MEA, pada tahun 2015 pemerintah Indonesia juga memberlakukan kebijakan dimana bagi perusahaan badan usaha milik negara (BUMN), usaha besar, kecil, dan menengah diwajibkan mendaftarkan karyawannya untuk kepersertaan jaminan kesehatan sebelum 1 Januari 2015. Dengan adanya kebijakan tersebut, menurut Angelia Agustine (Head of Group Policy Management and Claim PT Asuransi Allianz Life Indonesia) tahun 2015 akan menjadi tahun yang berat untuk industri asuransi khususnya asuransi jiwa. Menurtutnya, pada tahun 2015 perusahaan akan terbagi menjadi tiga golongan, yaitu perusahaan yang hanya menggunakan BPJS Kesehatan, perusahaan yang mengambil BPJS Kesehatan namun mengurangi perlindungan dari asuransi swasta CoB, dan perusahaan yang tetap mempertahankan perlindungan asuransi swasta dan BPJS Kesehatan.

Dalam kondisi demikian, pada awalnya perusahaan akan memandang CoB sebagai biaya tambahan atau pajak. Tetapi, diperkirakan adanya tekanan tersebut tidak akan berlangsung lama. Setelah kurun waktu 6-12 bulan diperkirakan sebagian besar perusahaan di Indonesia akan masuk sebagai golongan ketiga yakni menggunakan perlindungan baik BPJS Kesehatan maupun CoB perusahaan asuransi swasta.

Peranan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga regulator bagi industri jasa keuangan di Indonesia yang mana industri perasuransian berada di dalamnya. Keberadaan OJK tentu bertujuan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri jasa keuangan di Indonesia. Dalam hal ini di tahun 2015 OJK akan lebih berperan dalam mendorong pertumbuhan industri perasuransian di Indonesia.

OJK optimistis pendapatan premi asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum akan tumbuh hingga 20% pada tahun 2015. Sikap optimistis tersebut lebih banyak didasari oleh besarnya populasi masyarakat Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa sebagai basis yang potensial bagi pertumbuhan industri perasuransi. Selain itu, penetrasi asuransi bisa dikatakan masih rendah di kisaran 2%.

Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK) mengatakan kenaikan/pertumbuhan bisa didorong secara bertahap karena pemerintah terus melakukan sosialisasi, edukasi mengenai pentingnya keuangan, terutama asuransi sebagai proteksi dasar. Namun dalam usaha tersebut literasi keuangan menjadi salah satu persoalan utama yang selalu dihadapi. Solusinya pun hanya satu yaitu dibutuhkan upaya sosialisasi terus menerus dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Di sisi lain, laporan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan total premi yang dikumpulkan perusahaan asuransi umum sepanjang Januari-Juni 2014 sebanyak Rp25,5 triliun atau naik 21% sepanjang paruh awal tahun ini. Berbeda dengan asuransi umum, total pendapatan premi asuransi jiwa justru terpangkas tipis 2,5% pada periode yang sama. Namun, sejumlah pihak sempat memprediksi bahwa penurunan pendapatan premi asuransi jiwa itu hanya sementara dan akan tumbuh kembali di atas 10% di akhir tahun 2014 ini.

Disamping itu, hingga saat ini industri perasuransi di Indonesia masih dikuasai oleh perusahaan asing yang melebarkan pangsa pasar di Indonesia. Dari keseluruhan pasar premi asuransi di Indonesia tercatat 60% premi masuk ke pihak asinh melalui joint venture-nya yang beroperasi di dalam negeri. OJK mengungkapkan ingin mendorong industri asuransi Indonesia untuk dapat kembali seperti di era tahun 1990-an dimana pangsa premi asuransi di Indonesia dapat dikuasai oleh perusahaan asuransi dalam negeri. Adanya visi dari pemerintah melalui OJK tersebut tentu dapat menjadi acuan optimistis akan perkembangan industri asuransi Indonesia tahun 2015.

Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Industri Asuransi

Terdapat beberapa faktor ekonomi makro yang dapat mempengaruhi pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia. Diantaranya faktor tersebut adalah rasio pemegang polis terhadap jumlah penduduk, perkembangan premi bruto, dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Faktor-faktor tersebut sangat terkait dengan konsumsi masyarakat, daya beli konsumen, dan kesadaran masyarakat akan kebutuhan asuransi jiwa serta tingkat kepercayaan terhadap perusahaan asuransi jiwa. Adapun untuk asuransi umum, faktor-faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhannya adalah pertumbuhan ekonomi di sektor riil, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Tingkat inflasi secara langsung mempengaruhi kinerja/laba perusahaan di sektor riil serta daya beli masyarakat. Kenaikan tingkat inflasi di suatu tahun dapat meningkatkan biaya produksi sehingga mengurangi laba perusahaan. Kenaikan tingkat inflasi juga dapat melemahkan daya beli masyarakat. Variabel lain yang menentukan pertumbuhan ekonomi di sektor riil adalah tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga merupakan landasan atau ukuran bagi layak atau tidak layaknya suatu usaha/investasi. Tingkat suku bunga juga merupakan indikator penentuan tingkat pengembalian modal atas risiko yang ditanggung oleh pemilik modal di pasar keuangan dan pasar modal. Tingkat suku bunga yang rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil ke arah yang lebih baik.

Di akhir 2014 ini pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 pada tingkat 5,8% dari sebelumnya 5,6%, Selain itu pemerintah juga mengubah beberapa asumsi makro 2015 seperti inflasi menjadi 4,4 plus minus satu persen, dari sebelumnya hanya 4,4 persen. Begitu pula dengan nilai tukar rupiah di level Rp 11.600 hingga Rp 11.900. Dengan asumsi tidak terdapat kebijakan yang signifikan mengubah tingkat suku bunga di tahun 2015 maka perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa tingkat inflasi sudah pada level yang cukup baik dan terkendali, dimana tren ini merupakan sinyal positif bagi kinerja perusahaan dan daya beli masyarakat. Inflasi yang rendah dan terkendali, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang stabil, merupakan sinyal positif yang mempengaruhi keputusan pelaku usaha/perusahaan untuk melakukan investasi, selain faktor-faktor non-ekonomi lainnya. Sektor riil yang bergerak memberikan peluang peningkatan permintaan pelaku usaha atas asuransi umum. Sinyal positif ini juga akan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga permintaan mereka atas asuransi jiwa juga diharapkan dapat meningkat. Hal ini memberikan harapan baru bagi asuransi jiwa dan asuransi umum dalam pertumbuhan pangsa pasarnya. Semakin besar pangsa pasar asuransi yang tergarap, secara otomatis makin besar juga pangsa pasar reasuransi.

Dari empat ulasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peluang yang besar bagi perusahaan dan industri asuransi di Indonesia untuk lebih tumbuh dan berkembang lagi di tahun 2015. Sejalan dengan pemerintah yang akan terus menjaga kondisi makro ekonomi Indonesia tetap stabil, maka inovasi produk dan distribusi yang dilakukan oleh industri asuransi di tahun 2015 akan memberikan pengaruh positif yang besar bagi perkembangan industri asuransi di masa-masa mendatang. Selama kondisi ekonomi makro Indonesia di tahun 2015 berjalan sesuai dengan asumsi dan proyeksi pemerintah saat ini maka selama itu juga ruang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan/industri asuransi lokal untuk dapat meningkatkan kinerja, berkembang dan bersaing dalam industri keuangan global.

Referensi:

http://bisnis.liputan6.com/read/2027603/kaya-pengalaman-jadi-modal-industri-asuransi-ri-hadapi-mea-2015 (dibuka 06/11/2014)

http://finansial.bisnis.com/read/20140923/215/259509/industri-asuransi-premi-bakal-tumbuh-20-pada-2015-ini-alasannya (dibuka 06/11/2014)

http://www.beritasatu.com/asuransi/210098-allianz-life-perkirakan-tahun-2015-berat-untuk-industri-asuransi.html (dibuka 06/11/2014)
http://bisnis.liputan6.com/read/2118616/industri-asuransi-ri-masih-dikuasai-asing(dibuka 06/11/2014)

http://masherla.wordpress.com/2012/01/09/pengaruh-ekonomi-makro-terhadap-bisnis-asuransi/ (dibuka 06/11/2014)

Kawah darajat (Darajat crater)

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang travelling saya ke Kabupaten Garut pada 17-18 Oktober lalu. Saya bersama 7 orang teman sekantor saya berangkat dari Jakarta Selatan menuju Kabupaten Garut Jawa Barat pada pukul 09.00 pagi. Kami berangkat mengggunakan dua mobil terpisah sehingga di dalam mobil kami masing-masing cukup lega. Tujuan perjalanan kami adalah kawah darajat, dataran tinggi yang memiliki kawah/sumber air panas sebagai objek wisatanya. Kebetulan travelling kami tersebut adalah untuk merayakan ulang tahun salah seorang teman sekantor saya sehingga seluruh biaya perjalanan kami disponsori olehnya.

20141019_105240_1

Genk

Perjalanan kami melalui jalan tol cipularang dan kami sempat beberapa kali beristirahat di rest area. Setelah itu kami menlintasi jalan raya Nagreg dan beristirahat di sebuah restoran untuk makan siang dan sholat pad apukul 13.00. Selanjutnya pada pukul 14.00 kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Kawah Darajat dan sampai kira-kira pada pukul 15.30.

Saat itu merupakan pertama kalinya saya mengunjungi tempat tersebut, secara sekilas kompleks wisata Kawah Darajat hampir sama dengan Umbul Sidomukti yang berada di daerah Bandungan Jawa Tengah. Kami telah memesan satu cottage di sebuah resort bernama Puncak Darajat sebelumnya seharga Rp. 1.500.000,00. Kami sempat menyesal telah memilih resort tersebut karena air yang ada di kamar mandi yang keluar dari keran sangatlah panas untuk bisa digunakan mandi seperti biasa, berbeda dengan resort lain di kawasan tersebut yang airnya tidak sepanas itu ataupun bisa diatur tingkat panas yang diinginkan. Kami pun mencoba mencari penginapan/cotage di resort lain dan berniat mengikhlaskan uang yang telah dibayarkan dengan membatalakan menginap di resort yang telah kami pesan tersebut, namun ternyata semua resort yang kami hubungi telah penuh sehingga kami pun bermalam ditempat itu.

20141018_184839_1

Visiting the orphanage of Ibu Hj. Aledja Anggapradja

Pada menjelang malam hari kami berlima turun ke bawah ke pusat keramaian Garut, kami meninggalkan dua orang rekan kami yang ingin beristirahat di dalam cottage. Mulanya kami mampir di sebuah warung bakso Garut, di tempat itu kamu menikmati satu mangkuk bakso kuah yang berisi satu buah bakso berukuran besar dengan isi daging dan beberapa buah bakso yang lebih kecil, ya itulah bakso khas Garut. Setelah itu kami diajak salah seorang teman kami yaitu Mas Dwi ke rumah kerabatnya yang tinggal di Garut, kami bersilaturahim dengan keluarga teman kami hingga malam hari sekitar pukul 20.30 kami baru kembali menuju kawah darajat. Selama bersilaturahmi kami banyak berbincang dengan bibi teman kami tentang rumahnya yang besar dan juga banyaknya hewan peliharaan yang keluarga tersebut pelihara. Tidak hanya itu, saya secara pribadi merasa sangat bersyukur saat itu karena melihat di rumah yang besar tersebut ternyata juga merupakan Panti Asuhan ibu Hj. Aledja Anggapradja yang bertempat di jalan pasundan tepat bersebelahan dengan pabrik dodol “picnic” yang terkenal khas Garut. Panti Asuhan Ibu Hj. Aledja Anggapradja tersebut merupakan panti asuhan keluarga yang dikelola sejak generasi orang tua dari bi Darsih (bibi teman saya sekaligus pengelola panti). Di tempat itu kami menyaksikan anak-anak asuh melakukan berbagai aktivitas seperti belajar dan juga beribadah di dalam masjid yang juga berada di dalam panti tersebut. Ketika kami memasuki wilayah panti anak-anak asuh langsung menyambut kami dan bersalaman mencium tangan kami (salim-bahasa jawa). Pada saat itu saya merasa ingin sekali suatu saat nanti saya juga dapat lebih bermanfaat bagi sesama dengan mengelola panti asuhan yang menampung anak-anak yatim piatu seperti bik Darsih. Betapa besar sekali pahala yang diterima atas kebaikan (amal jariyah) dari keluarga yang didalamnya memuliakan anak-anak yatim seperti halnya keluarga yang kami kunjungi tersebut. Kami diminta untuk mampir lagi keesokan harinya sebelum kami kembali ke Jakarta oleh Bik Darsih karena pada malam itu sangat disayangkan kami tidak menginap di rumah tersebut padahal terdapat banyak kamar tamu kosong yang bisa kami pergunakan, sayang sekali juga kami terlanjur membayar lunas penginapan kami di resort yang kami tempati.

Kami kembali menuju resort di Kawah Darajat pada pukul 20.30. Ketika kami melintasi jalan yang sudah cukup menuju dataran tinggi suasana mencekam sempat kami alami dikarenakan adanya kabut tebal yang membuat jarak pandang dari dalam mobil kami mnjadi sangat pendek. Kami lantas berdoa, tetap waspada dan tidak panik selama perjalanan yang diselimuti kabut tersebut, dna akhirnya kami tiba di resort kami dengan selamat. Kami langsung bersiap untuk beristirahat karena udara yang sudah mulai dingin.

20141019_075442_1

Darajat Crater-1

Keesokan harinya (Sabtu 18 Oktober 2014) setelah bangun dan sholat subuh, kami melihat udara di luar masih sangat dingin dan berkabut. Kami yang sebelumnya bersemangat untuk berjalan-jalan ke atas menuju Objek Kawah Darajat akhirnya sejenak mengurungkan niat dan menunggu sampai udara cukup hangat setelah berjalan beberapa meter keluar dari kompleks resort kami. Sejenak kami duduk di warung untuk memesan minuman hangat dan gorengan dan baru pada sekitar pukul 07.30 kami menggunakan mobil menuju Kawah Darajat. kami tidak diperbolehkan untuk jalan sendiri namun harus dipandu oleh pemuda karang taruna di wilayah tersebut dengan membayar biaya retribusi Rp 150.000,00. Kawah Darajat sendiri termasuk di dalam kawasan operasi/eksplorasi gas alam Chevron sehingga menurut pengakuan pemandu tidak diperbolehkan memaskuki kawasan kawah pada hari kerja.

20141019_080506_1

Darajat Crater-2

20141019_074353_1

Darajat Crater-3

Di dalam kompleks kawah terdapat beberapa kawah yang juga merupakan sumber mata air panas dengan temperatur suhu beragam, ada kawah dengan suhu 70 sampai dengan 200 derajat celcius. Di sekitar kawah dipasang pagar pengaman segerhana guna mencegah pengunjung anak anak mendekati masuk ke dalam kawah. Kami mengakhiri kunjungan kami di dalam kompleks kawah pada pukul 09.00 dan kembali menuju resort. Kami lantas bersiap dan berkemas untuk meninggalkan resort menuju destinasi kami selanjutnya yaitu pusat kerajinan Sukaregang, Garut.

Kami meninggalkan resort Puncak Darajat pada pukul 10.00 dan siang hari kami telah sampai di pusat kerajinan kulit Sukaregang. Di tempat itu dijual berbagai barang kerajinan berbahan kulit seperti jaker, tas, dompet, sandal, sepatu dan ikat pinggang. Banyak teman saya membeli barang-barang tersebut sebagai oleh-oleh sedangkan saya lebih memilih sholat dzuhur di masjid di sekitar tempat itu dan tidak membeli barang apapun karena memang saya tidak suka mengenalan aksesoris berbahan kulit. Setelah puas berbelanja kami melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi kembali Panti Asuhan Ibu Hj. Aledja Anggapradja kediaman keluarga Mas Dwi untuk beristirahat, makan siang sampai dengan waktu ashar dan kami melaksanakan sholat ashar. Sebelum menyudahi silaturahmi kami, salah seorang teman kami Mbak Siti yang tengah berulang tahun sengaja memberikan sumbangan kepada panti paling tidak sebagai ganti atas jamuan dan sambutan yang telah kami terima.

Setelah silaturahim kami tersebut kami meninggalkan Garut pada pukul 15.30 menuju Jakarta dan tiba pada pukul 21.00 malam. Perjalanan pulang kami cukup memakan waktu karena arus lalu lintas yang macet dikarenakan banyaknya kendaraan yang juga menyudahi liburannya dan kembali ke Ibukota. Perjalanan kami ke Kab. Garut saat itu sangat memberikan kesan bagi saya pribadi, paling tidak kesan yang dapat saya bagikan adalah rasa syukur mendalam yang saya rasakan ketika melihat anak-anak di panti asuhan yang sangat bersemangat dalam melaksanakan aktivitasnya di panti asuhan, motivasi yang saya dapatkan untuk dapat lebih bermanfaat bagi sesama dengan banyak sekali jalan  yang dapat saya lakukan.

 

Republished: Puncak Abadi Para Dewa (The Everlasting Zenith of Divinities)

Tulisan ini adalah tulisan saya yang sebelumnya sudah saya publikasikan di salah satu website pendaki gunung (pendakigunung.org)

Saya membuka catatan perjalanan saya mendaki gunung semeru pada tanggal 24-26 Agustus 2014 lalu dengan sebuah kutipan dari MasFajri seorang pendaki dari Wanadri yang pernah saya dengar yang mengatakan bahwa “Setiap orang harus menciptakan Everest nya sendiri dan berusaha untuk menaklukannya”. Kata-kata Mas Fajri tersebut menurut saya sangat menarik karena terdapat makna tersirat yang menyatakan bahwa sebenarnya setiap orang adalah pendaki, dalam artian menjadi seseorang yang harus mampu berjalan melalui jalur yang benar, kuat mendaki setiap tanjakan, bijaksana dalam mendapati kemudahan dalam hidupnya sehingga dapat mencapai puncak atau cita cita.

Perkenalkan saya Havid (24), saya melakukan pendakin gunung semeru pada tanggal 24-26 Agustus 2014 bersama teman yang sudah saya anggap sebagai adik saya bernama Ahkam (23). Awalnya kami memperkirakan biaya yang akan kami habiskan untuk pendakian kami berkisar 500.000 – 700.000 saja, akan tetapi ternyata masing maing dari kami menghabiskan biaya lebih dari 1.000.000 dikarenakan banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan rencana kami.

IMG_3073

Posed with other climbers

Kami mengawali perjalanan dari Stasiun Jebres, Solo dengan kereta Matarmaja tujun Stasiun Kota Malang pada pukul 24.00. Saat kami masuk ke dalam gerbong kami melihat banyak carrier milik pendaki lain dan memang banyak sekali pendaki yang mendaki gunung tertinggi di Jawa tersebut setiap harinya. Kami tiba di Stasiun Kota Malang pada hari minggu 24 Agustus pukul 07.00. Selanjutnya kami bergegas mencari rombongan pendaki lain untuk bersama menuju Ranu Pane mengingat kami hanya berdua. Disitu kami bertemu dengan rombongan pendaki asal Bogor berjumlah 7 orang dan kami bersama mencarter angkot menuju pos perhutani, kemudian ke shelter pendaki barulah menuju Pos Pendakian Ranu Pane di Kabupaten Lumajang dengan menggunakan Jeep terbuka. Kami sempat makan bakso malang di warung yang ada di shelter pendaki tempat kami berganti kendaraan menggunaan mobil Jeep. Adapun untuk biaya yang kami keluarkan adalah sebesar 78.000 per orang.

Kami tiba di pos pendakian Ranu Pane pada pukul 14.00 dan kami melakukan beberapa persiapan seperti sholat dan juga packing hingga pada pukul 15.30 kami bersama banyak pendaki lain berangkat mendaki menuju Ranu Kumbolo tempat dimana kami akan menghabiskan waktu malam hari nanti. Perjalanan kami cukup terasa berat karena adanya proses penyesuaian tubuh kami dengan aktivitas fisik yang kami lakukan, adik saya Ahkam sempat mengalami kelelahan hingga akhirnya kami memutuskan bertukar carrier kami dan akhirnya saya membawa carrier dek Ahkam yang memang lebih berat. Bagi pendaki penting sekali untuk menyeting carrier agar seimbang dan tidak berat sebelah. Hal tersebut menjadi masalah yang saya alami dalam membawa carrier milik dek ahkam yang memang tidak terpacking dan tersetting dengan baik dan seimbang.

Perjalanan mendaki yang cukup menantang kami alami tatkala matahari telah terbenam dan kami belum sampai juga di Ranu Kumbolo. Kami menylakan headlamp kami dan dengan sisa-sisa tenaga kami pada saat itu kami berjalan dengan penuh motivasi hingga kami sampai di Ranu Kumbolo kurang lebih pada pukul 19.00. Sesampainya di Ranu Kumbolo kami bergegas mendirikan tenda dan memasak dan beristirahat melepas lelah memperisapkan pendakian kembali esok hari.

IMG_3068

dek @ahkam10 is my best partner so far in climbing

Pagi hari senin 25 Agustus saya bangun terlebih dulu dari pada dek Ahkam untuk sholat subuh. Saya melihat adik saya masih sangat sangat nyenyak tidurnya karena semalam sebelum tidur sempat mengeluh kcapekan hingga pada pukul 09.00 dia baru bangun dan menghangatkan diri. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan pendakian lebih siang daripada rombongan pendaki lain yang memulai perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Kalimai pada pukul 10.00,kami baru memulainya pada pukul 11.30 dengan terlebih dulu menyempatkan diri berfoto dengan kertas kosong dengan Danau Ranu Kumbolo sebagai background kami. Kami sengaja menggunakan kertas HVS putih kosong agar kami bisa edit dengan tulisan-tulisan tertentu sepulang kami ke Solo.

Kami memulai langkah dengan menanjaki tanjakan cinta, satu tanjakan paling terkenal di gunung Semeru. Lagkah demi langkah, tarikan demi hembusan nafas kami akhirnya kami sampai juga di atas tanjakan, sejenak kami beristirahat kemudian tak lama berjalan kembali dan menemui turunan curam dan dibawah kami terhampar padang lavender yang luas sebelum pos Cemoro Kandang. Sayang sekali karena musim kemarau sehingga padang lavender tersebut terlihat kering dan tidak segar lagi, namun kami tetap mengabadikan momen tersebut yaitu ketika kami berjalan ditengah tengah padang lavender, sungguh mengesankan. Setelah melalui hamparan padang lavender kami tiba di pos Cemoro Kandang (Pinery/Pine tree in a cage). Disitu kami sejenak beristirahat dan kami mnjumpai penduduk yang menjajakan air minum botol dan makanan yang tentu saja dengan harga 5 kali lipat dari harga normal. Tentu kami menganggapnya wajar mengingat susahnya medan yang harus dilalui pedagang tersebut hingga bisa membawa barang dagangan sampai disitu.

Kami melanjutkan perjalanan kembali dari Cemoro Kandang menuju pos selanjutnya yaitu Jambangan dan Kalimati tempat dimana kami akan mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan kembali pada dini harinya. Perjalanan dari Cemoro Kandang menuju Jambangan adalah perjalanan yang paling berat yang kami rasakan karena disana kami menemui banyak sekali tanjakan yang amat tinggi dan panjang. Kami tiba di Jambangan sekitar pukul 15.00 dan setelah beristirahat dan mengambil beberapa foto kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kalimati. Perjalanan dari Jambangan ke Kalimati tidak terlalu jauh dan medan yang kami tempuh juga relatif lebih landai. Kami tiba di Kalimati pukul 16.00 sore namun udara sudah terasa dingin, kamipun segera mendirikan tenda dan memasak.

Setelah menikmati makan malam sederhana kami, kamipun segera tidur dan menyetel alarm di handphone kami pukul 22.00 malam. Malam itu kami susah tidur karena udara yang sangat dingin dan angina yang bertiup cukup kencang, kami sesekali menggigil karena udara dingin. Entah apakah kami sempat tertidur atau tidak yang pasti tepat pukul 22.00 handphone kami berbunyi dan kami segera menyiapkan bekal untuk perjalanan menuju puncak mahameru.

IMG_3226

The attractive side of Ranu Kumbolo lake

Kami berjalan bersama dengan banyak pendaki lain dari berbagai daerah di Indonesia, terlihat juga wisatawan mancanegara yang mendaki ditemani beberapa porter. Perjalanan menyusuri hutan kami lalui sambal sesekali beristirahat karena banyak sekali debu pasir dan abu vulkanik disepanjang perjalanan kami yang membuat kami sulit bernafas. Pada sekitar pukul 01.30 dini hari kami telah sampai di trek berpasir puncak mahameru, sudah tidak ada lagi pepohonan/vegetasi disitu, yang kami lihat di depan kami hanyalah lampu-lampu senter milik para pendaki di depan kami, kami sama sekali tidak dapat melihat dimana puncak mahameru yang akan menjadi ujung pendakian kami.

Pukul 03.30 menjelang subuh kami berada di tengah-tengah trek berpasir mahameru, intensitas istirahat kami menjadi lebih sering karena semakin tinggi pendakian kami maka medan semakin miring dan kami agak merangkak melalui trek tersebut yang sangat menguras stamina kami. Ditengah kami beristirahat sejenak terdengar teriakan batu longsor dari atas, semula kami agak santai menanggapinya namun tetap waspada karena beberapa kali teriakan longsor sebelumnya ternyata batu berukuran kecil yang kami lihat. Namun nampaknya saat itu kami salah, sontak kami terkejut melihat batu yang longsor dari atas dihadapan kami adalah batu yang cukup besar kurang lebih seukuran dua kali buah kelapa dan menggelinding tidak menentu arahnya. Saya sempat menghindar dengan mencari posisi yang cukup aman, tetapi dek Ahkam sepertinya dalam keadaan kurang waspada dan tidak sempat menghindarinya dan akhirnya batu tersebut mengenai dek Ahkam dan mengakibatkan cidera pada telapak tangan kirinya. Selain itu batu juga menghantam pengenai pinggang kiri namun tidak mengakibatkan cidera dikarenakan lebih dahulu mengenai tas kamera yang dibawanya hingga lensa kamera didalamnya patah. Alhasil keinginan kami untuk bias menggunakan kamera tersebut menjadi sirna.

Pada saat itu kepanikan sempat terjadi diantara kami, saya yang melihat luka terbuka pada telapak tangan dek Ahkam lantas mengambil beberapa gulung perban, obat luka dan gunting yang sudah saya siapakan di tas saya. Entah bagaimana sebelum pendakian saya melengkapi perlengkapan P3K saya dengan sangat-sangat lengkap seolah saya mengetahui bahwa P3K tersebut akan dipergunakan. Saya terlebih dahulu membersihkan telapak tangan dek Ahkam dengan Air bersih yang kami bawa, kemudian memberikan obat luka dan menutupnya dengan perban. Melihat kondisi dek Ahkam yang seperti itu kami sempat berdiskusi apakah akan melanjutkan pendakian sampai puncak atau tidak. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk segera turun dari tempat tersebut karena kami ingin segera memeriksa luka cidera di tempat yang lebih aman.

IMG_3206

The Mahameru-The everlasting zenith of divinities

Kami segera menuruni trek berpasir tersebut saat itu juga dan kami melihat sunrise pada saat itu, sunrise yang kami harapkan bias kami lihat di puncak Mahameru akhirnya tidak kami dapatkan, rasa kecewa sedikit ada dalam hati kami, tetapi kami yakin bahwa yang kami lakukan saat itu adalah yang terbaik dan yang seharusnya kami lakukan. Kami menuruni gunung melewati jalan yang sebelumnya kami lalui dan sampai di Kalimati pada pukul 06.30. kami segera memeriksa luka akibat cidera tersebut, setelah memastikan tidak ada fraktur atau inflamasi parah yang dialami dek Ahkam kami segera packing, memasak dan menggulung tenda bersiap segera meninggalkan Kalimati dan segera pulang. Saya melihat dek Ahkam sejak saat itu menjadi lebih terburu-buru akibat panik dan saya dapat memakluminya.

Setelah sarapan seadanya, kami bergegas berjalan turun gunung, kami tiba dan beristirahat sejenak di pos Jambangan pada pukul 09.00, sampai di pos Cemoro Kandang pada pukul 12.00 dan Ranu kumbolo pada pukul 13.00. sepanjang perjalanan tersebut kami sempat membeli minuman yang dijajakkan disitu karena bekal air kami habis. Seringkali saya ketinggalan oleh dek Ahkam yang telah berjalan didepan saya, saya mengkhawatirkannya karena saat itu ia dalam keadaan panik. Saya mengambil satu momen pada saat saya berada di atas oro-oro ombo untuk sejenak beristirahat dan merenungkan apa yang telah kami alami sampai saat itu. Sepanjang perjalanan turun tersebut saya juga beberapa kali menengok kebelakang dan memandangi puncak mahameru, sesekali memotretnya dengan kamera digital saya. Pada saat itu saya dalam hati berdoa agar ada kesempatan lain dimana kami berdua dapat kembali kesana dan sampai di puncak Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa (The Everlasting Zenith of Divinities).

IMG_3199

Our sunrise,here is our higest point

Perjalanan cukup melelahkan kami alami dari Ranu Kumbolo menuju Ranu Pane karena stamina kami yang telah terkuras. Kami menjadi sering berhenti untuk beristirahat hingga akhirnya kami dapat keluar jalur pendakian dan sampai di Ranu Pane pada pukul 15.00. Kami segera menuju masjid untuk beristirahat, membersihkan diri dan melaksanakan sholat. Selanjutnya kami makan di salah satu rumah makan yang ada disana. Baru setelah itu kami menuju parkiran untuk mencari transport menuju pasar tumpang dan terminal bus AKAP. Kami pulang menggunakan bus karena kami melewatkan tiket kereta pulang yang telah kami beli sebelumnya. Di parkiran Ranu Pane kami bergabung dengan rombongan lain yang sudah berada dia atas truk, sebari menunggu penumpang penuh kami bercengkrama akrab dengan pendaki lain, kami berbagi pengalaman dalam hal mendaki gunung dan terutama pendakian kami di Mahameru yang baru saja kami jalani. Bagi saya, itulah saat saat asyiknya mendaki gunung, kita bias banyak bertemu orang lain yang belum kita kenal sebelumnya dan langsung menjadi akrab.

Perjalanan menggunakan truk dari Ranu Pane menuju Tumpang memberikan kesan tersendiri dengan pegal yang kami rasakan disekujur tubuh karena getaran dari truk saat berjalan. Kami tiba di tumpang pada pukul 19.00 dan melanjutkan perjalanan dengan angkot menuju terminal bus Kota Malang dan sampai pukul 20.00 karena angkot yang juga menunggu penumpang lain. Dari terminal Kota malang kami melanjutkan perjalanan menuju terminal Bungurasih Surabaya untuk bertolak menuju Solo. Sepanjang perjalanan selama 2 jam dari Malang menuju Surabaya kami banyak bercengrama dengan seorang pendaki berpengalaman bernama Bambang dari Surabaya. Dia mantan anggota pecinta alam di kampusnya dulu, dan hingga usianya kini yang saya perkirakan menjelang 40 tahun ia masih aktif di kegiatan pecinta alam dengan mengajar dan terlibat dalam berbagai pengamanan pendakian. Ia mengaku seluruh gunung yang ada di Indonesia telah berhasil ia daki, termasuk puncak Cartenz. Ia bercerita tentang keberhasilannya tersebut yang ia dapatkan bukan dengan mudah karena ia bukan berasal dari keluarga yang sangat kaya namun ia berusaha sendiri mencari sponsor ataupun bekerja terlebih dahulu untuk dapat membiayai seluruh kegiatan pendakian yang ia lakukan. Ya, kegiatan pencinta alam memang agaknya membutuhkan biaya yang besar. Obrolan sepanjang perjalanan tersebut sangat seru sekali, bahkan adik saya yang sebelumnya sempat saya rasa sangat kecewa dengan pendakian pertamanya menjadi sangat antusias atas percakapan kami dengan Mas Bambang.

Kami berpisah dengan rombongan mas Bambang di terminal Surabaya dan kami sempat bertukar kontak BBM untuk dapat berkomunikasi lagi di lain kesempatan. Kami naik bus ke Solo dalam keadaan yang sangat capek sehingga kami tertidur di dalam bus hingga akhirnya kami tiba di solo pada esok harinya pukul 07.00 tanggal 27 Agustus 2014.

Perjalanan pendakian kami di Gunung Semeru telah berakhir, sangat benar-benar tidak dapat kami lupakan. Bahkan sampai saya menyelesaikan catatan perjalanan saya saat ini tanggal 17 Oktober 2014 dimana saya telah bekerja di salah satu perusahaan di ibukota, saya masih dapat mengingat dengan jelas setiap momen yang saya alami selama pendakian dan setiap kali saya mengingatnya muncul keinginan kembali untuk dapat pergi kesana lagi merasakan setiap sensasi yang sangat berkesan itu lagi.

Saya menutup catatan perjalanan ini dengan cerita dimana Mas Fajri yang juga mengalami kegagalan pada pendakian Everest kali pertamanya, tetapi ia tidak pernah memupus impiannya hingga akhirnya ia berhasil sampai di puncak Everest pada pendakian kali kedua. Saya sangat berharap dapat memiliki semangat sebagaimana Mas Fajri, seorang pendaki professional dari Wanadri. Tidak muluk-muluk memang, saya hanya ingin disaat saya mampu saya dapat menunaikan keinginan saya untuk dapat mendaki gunung-gunung lain dan karena saya yakin yang menjadi dunia kita adalah sejauh mana kaki kita melangkah mengenali setiap ruang di muka bumi ini yang belum kita kenal langsung sebelumnya.

#LDR

LDR (Long Distance Relationship) mungkin sempat menjadi masalah yang dihadapi setiap orang dalam berhubungan, baik dengan pasangan, orang tua maupun teman/sahabat. Terkadang dengan adanya jarak dalam artian sebenarnya yang jauh antara kita dengan seseorang akan memunculkan sensitifitas dan perasangka/dugaan yang berlebihan akan seseorang tersebut. Meskipun saat ini kita dapat berkomunikasi melalui banyak media sosial namun seringkali hal tersebut tidak dapat menggantikan kesan ketika kita berada berdekatan dengan seseorang tersebut.

Ku teringat dalam lamunan

Rasa sentuhan jemari tanganmu

Ku teringat walau telah pudar

Suara tawamu, sungguh ku rindu

Tanpamu langit tak berbintang

Tanpamu hampa yang ku rasa

Bait lirik lagu dari Raisa di atas rasanya menjadi pas sebagai ungkapan di dalam hati seorang yang menjalani LDR ketika melamun. Memang benar dalam keadaan berjauhan dengan orang yang kita sayang menjadikan kita mampu mengingat banyak hal yang kita lakukan bersama sebelumnya. Kehampaan dan kegamangan kita rasakan ketika kita merasa apa yang ingin kita ungkapkan kepadanya menjadi tidak tersampaikan dengan sebagaimana kita maksudkan.

Seandainya jarak tiada berarti

Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja

Seandainya sang waktu dapat mengerti

Takkan ada rindu yang terus mengganggu

Kau akan kembali bersamaku

Jauhnya jarak yang kita hadapi dalam hubungan kita seringkali membuat seakan-akan ingin melakukan apa saja hanya untuk bertemu walau hanya sebentar. Keinginan tersebut juga terkadang hanyalah bawaan emosi sesaat yang mana orang bijak mengatakan hal semacam tersebut dapat kita kelola dengan baik untuk menjaga hubungan tetap harmonis meskipun berjauhan.

Pagi ini saya menemui teman sekantor saya tengah emosi dikarenakan pacarnya yang berada di luar kota selama beberapa hari belakangan tidak pernah merespon telfon, bbm maupun pesan path darinya. Seketika saya dimintai tolong untuk mencarikan tiket pesawat tercepat untuk bisa sampai di semarang secepatnya. Dia ingin untuk segera menemui pacarnya secara langsung untuk mendapatkan kejelasan katanya. Sementara itu ketika ditanya oleh seorang teman lain yang mencoba meredakan emosinya tentang apa yang dia lakukan secara jujur dia menjawab entahlah dengan nada emosi. Dia merasa dalam keadaan LDR pihak perempuan akan selalu merasa menang dan pihak pria yang akan selalu bersusah payah untuk dapat meladeni setiap hal yang diinginkan perempuan. Tentu kita tidak dapat meyakini pendapat dari seorang yang tengah emosi, namun saya pun yang menjalani LDR juga merasakan perasaan sebagaimana yang teman saya rasakan ketika menghadapi situasi yang sama, namun untungnya sampai saat ini saya masih dapat menjaga emosi dan mengelola hubungan dengan baik dnegan saling memberikan pengertian lebih.

Terbit dan tenggelamnya matahari

Membawamu lebih dekat

Denganmu langitku berbintang

Denganmu sempurna ku rasa
Seandainya jarak tiada berarti

Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja

Seandainya sang waktu dapat mengerti

Takkan ada rindu yang terus mengganggu

Kau akan kembali bersamaku
(seandainya jarak tiada berarti)

Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja

Seandainya sang waktu dapat mengerti

Takkan ada rindu yang terus mengganggu

Kau akan kembali bersamaku

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah bahwa LDR merupakan keadaan yang bersifat pilihan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan seperti karir, visi kedepan dan kemampuan serta kemauan masing-masing dari kita untuk menjalani keadaan tersbeut. Ketika kita menjalani keadaan tersebut satu hal yang paling penting untuk kita lakukan adalah saling memberikan perhatian dan pengertian lebih. sekalipun kita sedang sibuk, ada baiknya kita memberikan pengertian secara baik-baik ketika mendapatkan sms yang menanyakan keadaan kita, begitupun sebaliknya. Terlepas dari itu semua, bentuk perhatian lain yang seringkali kita lupakan adalah dengan menyebutkan anmanya dalam setiap doa kita kepada Tuhan, itu merupakan bentuk silaturahmi secara tidak langsung yang sangat bermanfaat bagi ketenangan hati kita sendiri. setidaknya itulah yang akhir-akhir ini dapat saya lakukan.