Just Wanna be a Smart Woman! ^_^

Life, Love, Friendship, Traveling, Money, Financial Planning

Archive for January, 2011

Sedikit Cerita tentang 2010-ku..

Rasanya sudah lama tidak menulis. Setelah semalaman menyepi di malam Tahun Baru, akhirnya niat buat nulis muncul juga. 2010 sudah berlalu dengan semua ceritanya. Banyak hal baru yang aku dapat, meskipun banyak juga hal yang harus aku lepaskan. Setidaknya banyak sahabat-sahabat baru dan pengalaman-pengalaman baru di 2010 ini. Suka ataupun duka, namun semua menjadi bagian dalam catatan perjalanan hidup seorang Neser.

—KULIAHKU—
Setelah kurang lebih 5 semester bisa menyandang gelar IPS Cumlaude, akhirnya semester 6 mengantarkanku tuk mencoba merasakan bagaimana rasanya IP kurang dari 3,4. Sedikit menyesal memang, tapi itu memang konsekuensi yang harus didapat karena semua yang kulakukan. Tidak ingin berlindung di belakang jabatan seorang Kadept, karena memang tidak berpengaruh. Tapi, karena ada beberapa mata kuliah yang rasanya ga sreg denganku. Pulang malam pun semakin jadi kebiasaan setiap hari. Entah rapat (PH ataupun beswan), hangout ataupun kadang-kadang kencan. Yah, setidaknya IPK masih di atas rata-rata lah. Toh, IP bukanlah yang nomor 1.
Sebuah mimpi sejak awal kuliah, Lulus 3,5 tahun. Yang berarti bulan Agustus 2010 aku harus siap dengan Proposal Tugas Akhirku. Sayang sekali, tahun 2010 ini aku memutuskan tuk merubah jalan. Membiarkanku menggenapkan kuliahku menjadi 8 semester. Banyak yang menanyakan kenapa tidak 3,5 tahun, padahal sisa sks cuma tinggal 20 sks yang bisa saja aku selesaikan di semester 7. Mencari banyak pengalaman di akhir-akhir masa kuliah, mungkin itu jawabannya. Mencari pengalaman kerja, belajar banyak ilmu yang masih belum aku kuasai, bersenang-senang dengan sahabat mumpung masih kuliah. Selain masih ada 1 alasan keluarga yang tidak bisa disebutkan di sini.
Semester 7, bukannya malah semakin rajin. Jatah bolos 3 sks sebanyak 6 kali pun, hampir kugunakan semua. Karena kerja lah, ke luar kota Lah. Pokoke ada aja. Hanya berharap IP yang akan keluar di bulan pertama tahun 2011 nanti bisa memuaskan meskipun tidak dengan pujian.
Berbagi ilmu itu indah, itu yang sampai sekarang membuatku bertahan menjadi seorang asisten dosen. Bahkan semester 7 ini aku jadi asisten dosen di 2 mata kuliah. Bukan karena alasan uang atau fee, karena jika dibandingkan dengan uang beasiswaku tidak ada apa-apanya. Tapi karena senang rasanya bisa berbagi ilmu dengan junior-junior. Memang dari segi ilmu, aku tidak ada apa-apanya dibanding teman-temanku seangkatan yang lain. Tapi dengan berbagi ilmu itu yang membuatku semakin lama semakin memahami sebuah ilmu.
Meskipun banyak hal yang rasanya mengecewakan di kuliahku, setidaknya ada satu hal yang bisa dibanggakan di tahun ini, pernah menjadi wakil Statistika ITS di ajang Kompetisi Statistika Ria di IPB. Meskipun pulang tanpa membawa hasil apa-apa namun banyak pengalaman berharga bersama “saudara-saudara jauh” di IPB.
Satu harapan besar di 2011 nanti, LULUS dengan hasil memuaskan. AMIEN…

— SAHABAT, BESWAN DJARUM DAN CINTA—
Sahabat memang akan selalu ada. Empat “anak” lelakiku yang selalu menjadi tempat berbagi canda di kampus. Meramaikan PSM dengan tawa keras khas masing-masing. Tidak kenal waktu kalau pingin hangout, zaman-zaman UAS pun masih sempet nonton. Teman nongkrong di KFC n Mc’D dengan alasan belajar. Anak-anak yang tega meninggalkan maminya sendirian di Hitech Mall menunggu kardus printer sementara kalian muter-muter. Terutama partner terbaikku buat menyelesaikan semua laporan dan tugas. Satu semester tidak bisa sekelas dengan kalian di beberapa mata kuliah ternyata rasanya sepi sekali. Ga ada yang bisa diajak usil. Dua di antara kalian sebentar lagi akan lulus. Semakin sepi kampus pastinya.

Sahabat-sahabat yang nan jauh di mata. Surabaya-Malang memang dekat, tapi 3,5 tahun kuliah di sini aku masih belum bisa mengunjungi kalian. Bahkan sampai salah satu dari kalian lulus dan akhirnya beruntung mendapat pekerjaan di Borneo. Sahabat-sahabat sejak SMA yang sudah aku anggap seperti mas sendiri. Sosok mas yang amat sangat mengerti adiknya, selalu memberi semangat dan selalu memandang sisi positif dari suatu masalah. Dan satu lagi sahabat kocak yang kadang sedikit oon tapi amat sangat mengertiku.

Keluarga besar “Genk Nyambek” Beswan Djarum, sahabat-sahabat baru yang gokil abis. Dengan berbagai latar belakang jurusan dan kampus yang berbeda berkumpul jadi satu. Dengan berbagai macam sifat yang unik. Ada yang pelit, agak playboy, pokoknya macem-macem. Tapi, yang pasti Genk Nyambek amat sangat menghargai wanita. Kedekatan bersama mereka baru terasa ketika sudah melewati setengah tahun kepengurusan Beswan. Teman karaokean paling gila, teman nongkrong dan ngopi bareng pula. Tanpa sengaja, merekalah yang selalu ada di saat aku “jatuh”. Lagu “Ya Sudahlah” yang dinyanyikan di Batu, Malang bisa membuatku bangkit lagi dari “kejatuhan”ku. Dengan mereka aku melanglang buana. Jalan-jalan ke Jember menemui Cuk Fams sampai ke Pantai Papuma. Meskipun dalam perjalanan di kereta sempat dimarahi orang gara-gara tertawa terlalu keras. SILATNAS Semarang untuk kedua kalinya bersama mereka. Bulan Desember kemarin, menikmati akhir pekan di Batu, Malang. Bersama 12 orang beswan yang lain, menikmati malam yang dingin di Batu, main kartu di vila, sarapan bareng dengan lauk seadanya tapi buatan sendiri. Menggila di Jatim Park sampai serasa seperti “keguguran”. Satu yang mereka bilang mereka rindukan dariku “Kopimu nduk”. Kata mereka aku adalah salah satu aset Genk Nyambek yang harus dilindungi, makanya mereka tidak ingin aku disakiti.

Ada lagi, sosok “mas” dan sahabat yang baik. Bukan sahabat sewaktu SMA, tapi seseorang yang kutemukan di waktu kuliah di Statistika. Asisten Dosen GeJe tapi “cerdas”, teman “selingkuh” dan pernah jadi teman sekelas 1 kali. Sosok yang sudah mau banyak berbagi terutama berbagi pengalaman Tugas Akhir. Lelaki yang sudah banyak memberi pelajaran tentang arti tentang hidup, sahabat, cinta, sabar, ikhlas dan mandiri. Semoga sukses mas!!…

Cinta?…Huah, jangan tanyakan itu! Kata Genk Nyambek, aku sangat sensitif terhadap lelaki. Padahal kata salah satu anakku dengan logat Jakartanya “Cepet cari laki mi, biar ga mblayer terus”. Ternyata memang Tuhan belum memberiku kesempatan bertemu dengan belahan jiwaku di 2010 ini. Namun, setidaknya sudah ada yang berbeda di hatiku dibandingkan 2009 lalu.

2011…
Semoga bisa jadi lebih baik…
Bisa LULUS…
Bisa punya sahabat dan teman yang lebih banyak lagi…
Dan bisa menjadi lebih baik di segala hal.
Amien…