Just Wanna be a Smart Woman! ^_^

Life, Love, Friendship, Traveling, Money, Financial Planning

Setelah sebelumnya kita sudah berkunjung di rumah peninggalan sejarah, selanjutnya kita akan pergi ke sebuah Monumen. Di gerbang masuk monument ini kita akan disambut oleh batu peresmian monument dan tulisan besar di dinding pintu gerbang. Tulisan tersebut berisi “ Bahwa Satu-satunya Hak Milik Nasional Republik yang Masih Tetap Utuh Tidak Berubah-ubah Meskipun Harus Menghadapi Segala Macam Soal dan Perubahan adalah hanya Angkatan Perang Republik Indonesia (Tentara Nasional Indonesia)jepretane-nduk0258
Setelah masuk pintu gerbang, kita kembali disambut oleh beberapa pasang pilar besar, kurang lebih 6 pasang atau 12 pilar. Di dinding pilar ini terdapat relief yang menggambarkan perjalanan kehidupan Jenderal Sudirman. Contohnya saja di pilar pertama merupakan relief yang menggambarkan rumah kelahiran Jenderal Sudirman. Relief kedua menggambarkan tentang kegiatan Jenderal Sudirman sewaktu mengaji. Sampai pada relief ke-12 yang menggambarkan pengangkatan Sudirman sebagai seorang Panglima Besar.jepretane-nduk0260jepretane-nduk0263jepretane-nduk0271
Ketika kita berada di antara pilar ke-11 dan pilar ke-12, kita akan melihat sebuah lapangan besar dengan sebuah tinggi di tengahnya. Di ujung lapangan akan terlihat tangga dan monument yang begitu megahnya. Namun, untuk pergi ke tangga tersebut disarankan jangan langsung lewat tengah lapangan. Karena di samping kanan lapangan masih terdapat banyak relief bersejarah yang sayang untuk dilewatkan. jepretane-nduk0274jepretane-nduk0324
Relief-relief bersejarah di samping kanan lapangan menggambarkan tentang perjalanan Panglima Sudirman selama menjadi Panglima Besar sampai ketika beliau melaksanakan perang gerilya. Seperti ketika Jenderal mengikuti Sholat Idul Adha, peristiwa Perjanjian Linggarjati dan ketika beliau memutuskan untuk mengadakan perang gerilya dan mengemukakan keinginannya tersebut kepada Presiden Soekarno. jepretane-nduk02761
Untuk bisa menuju ke monumen, kita harus melewati beberapa anak tangga terlebih dahulu. Di tangga paling bawah, terdapat 45 anak tangga. Sedangkan tangga yang tengah berisi 8 anak tangga. Di tangga paling atas yang terdekat dengan monumen terdapat 17 anak tangga. Jika kita urutkan dari atas, maka kita akan menemukan urutan angka 17-8-45. Benar sekali, anak tangga tersebut menggambarkan tanggal kemerdekaan negara kita. jepretane-nduk0292
Setelah kita melewati tangga tersebut, sampailah kita tepat di bawah Monumen Panglima Besar Sudirman. Sebuah patung menjulang tinggi dengan gagahnya. Seorang jenderal pemimpin perang gerilya dengan keris tersimpan di dadanya. Tidak lupa sebuah tongkat yang selalu menemani beliau selama perang gerilya. jepretane-nduk0295
Tidak hanya keindahan monumen yang bisa kita nikmati di sini. Kita bisa melihat indahnya daerah pegunungan Pacitan di sekitar monumen ini. Sepertinya tidak salah menjadikan monumen ini sebagai salah satu tujuan wisata sejarah sekaligus wisata alam. Keindahan alam Pacitan bisa kita lihat dari monumen ini.
jepretane-nduk0297
Perjalanan tidak berhenti sampai di sini, di perjalanan pulang pun, ketika melewati sisi lapangan yang lain, kita akan disuguhi dengan lanjutan relief tentang perjalanan hidup Jenderal Sudirman. Relief yang disuguhkan di sini kebanyakan adalah relief tentang perjalanan perang gerilya sampai akhirnya Jenderal kembali ke Yogyakarta dan wafat di sana.
Sungguh kawasan ini merupakan kawasan sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Terutama untuk generasi muda, jangan biarkan mereka hanya tahu sejarah dari pelajaran sekolah. Dengan tahu peninggalan sejarah, akan membuat mereka lebih mengerti dan memahami arti kemerdekaan itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Bung Karno : JAS MERAH (Jangan Sampai Melupakan Sejarah).

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 5 in addition to 7?