Blognya Nisfani Syahrien..

Learning from the journey

Tempat Terbaik

6 Juli 2013 23.06

 

Saya bersyukur luar biasa kepada Allah, atas nikmat yang diberikan kepada saya selama ini. Saya memang belum juga bekerja di tempat yang memberikan gaji besar, bukan perusahaan multinasional dengan gaya hidup seperti iklan provider 3 indie+, atau menjadi wirausaha yang mencari rezeki dari perusahaan milik sendiri.. Saya hanya seorang pekerja yang bekerja paruh waktu di dua tempat. Lantas, apa istimewanya?

Istimewanya adalah,. Betapa Allah sangat baik kepada saya. Allah selalu menempatkan saya di lingkungan yang sangat nyaman, yang penuh dengan orang – orang baik dan selalu mengingatkan akan kebaikan. Saya belum pernah mengalami seperti apa yang diceritakan teman – teman tentang kejamnya dunia kerja. Dunia kerja saya terasa menyenangkan!

Titian Kreatif Berdikari, your strategic growth partner. Saya selalu bingung jika ditanya, perusahaan bergerak di bidang apa ? hmm.. jawaban saya tak tentu. Kadang bilang PR-ing, konsultan media, atau konsultan strategi komunikasi.. kalo ada waktu cukup panjang si biasanya saya jelasin bidang kerjanya apa aja,. Cuma yang bingung kalo pas ketemu sekilas dan ditanya, pasti yg keluar Cuma salah satu dari jawaban di atas. Hehe. Maapkeun. Yang jelas, saya sangat beruntung bisa bergabung dengan tim Titian, bisa bertemu dengan orang – orang hebat berwawasan luas, memiliki jaringan luar biasa, dan diberi kesempatan melihat lebih jauh mengenal dunia yang baru bagi saya, jurnalistik. Jobdesc resmi saya sih sebenarnya Cuma nyatetin transaksi dan bikin laporan keuangan tiap bulan, tapi side job nya bikin ketagihan, haha.. Dunia kerjanya menyenangkan, tidak ada pressure, tidak ada saling berebut jabatan, tidak ada iri karena gaji,. Side job nya, nemenin wartawan liputan, bantu ngisi training, jaga registrasi, jalan2, makan2,. Apalagi kalau pas ada proyek kerja bareng dengan teman – teman seperjuangan di tim training. Kerja senang, perut kenyang, tidur nyaman, ilmu dapat, duit juga dapat..hehe.. yang paling saya syukuri adalah, masih bisa berada dalam lingkungan yang terus mendukung dan saling mengingatkan, contohnya nih, nge add mas Rully – CEO Titian- di kontak bbm itu bagaikan menginstall aplikasi DhuhaReminder, selalu jadi pengingat buat sholat Dhuha.. begitu juga dengan kebaikan – kebaikan mas Eri dan Irfan.. semua jadi contoh dan pelajaran bagi saya.

ULP Farmasi FF UA (Unit Layanan Pengujian Fakultas Farmasi Universitas Airlangga). Baru bergabung 4 bulan disini, sudah seperti keluarga dengan pegawai – pegawainya. Mereka yang menyematkan panggilan baru ‘Fani’ buat saya,. Setiap hari, gak pernah lepas dari tawa. Adaaaa saja yang menjadi bahan guyonan. Kerja terasa menyenangkan.. selain itu, banyak sekali ilmu yang didapat dari pembicaraan – pembicaraan di kantor,. Yang paling sering adalaah ilmu tentang keluarga. Karena rata – rata pegawainya sudah berkeluarga, tapi masih muda – muda,. Yaa yang diomongin ga jauh – jauh seputar perkembangan anak, urusan rumah tangga, dll. Saya jadi tau gimana susahnya ngurus anak balita, gimana cerita kelucuan anak – anak, permasalahan rumah tangga, pilihan investasi rumah, menjalankan usaha, dan sebagainya..  suasananya nyaman, akrab, tidak tegang.. dan menyenangkan! Kerja disini memang tidak bergaji besar, tapi memang sepadan dengan pekerjaan yang dilakukan juga tidak terlalu berat, ijin bisa kapan saja, masuk 4 jam sehari, terserah mulai jam berapa sampai jam berapa.. enak kan.. Yang saya pelajari disini, orang – orangnya semua pasti memiliki pekerjaan lain selain disini..jiwa entrepreneur smua.. dan smua taat pajak! bisa ngitung pajak OP nya sendiri loh.. Mas Fadjar, punya usaha bumper box bayi, mb etik punya apotek sendiri dan jadi apoteker di beberapa apotek, dan nyambi jadi dosen diluar unair juga, mb ellsy, jadi apoteker di sebuah apotek juga..pak Gun, jadi penerjemah online dan agen tupperware,. Mb Octa, punya usaha jual pulsa,. Apalagi petinggi2 nya, ULP Cuma sebagai sambilan aja,. Profesor – doktor dan master itu smuanya basic nya dosen, peneliti, dan banyak show diluar kota..  senangnya lagi, gara2 petinggi2 itu sering show dan jarang ditempat, kami bisa berkuasa di kantor.. sering rujak’an bareng, makan – makan prasmanan, dan kami ngadain yoga! Panggil instruktur yoga, tiap Kamis jam 3 sore kita yoga bareng..heheh lumayan ngurangin jam kerja 1 jam,..wkwkwk..

Nah mungkin itu juga sebabnya kenapa saya susah move on dan ga nyoba ngelamar – ngelamar kerja di tempat lain yang mungkin lebih formal gitu, pindah ke perusahaan yang jam kerjanya 8 to 4 dan gak berstatus part timer atau freelancer seperti sekarang.. Saya nyoba sih, Cuma selalu yang saya coba perusahaan – perusahaan multinasional yang berbasis di Jakarta dan lingkupnya se Indonesia, makanya lama ga nyantol2..hehe Saya sudah merasa terlalu nyaman di tempat kerja saya yang sekarang ini, jadi berat untuk meninggalkan,. Sampai akhirnya, penantian, doa dan usaha saya selama ini berbuah jawaban..

Alhamdulillah, Allah memilihkan saya jalan. Saat ini saya akan bersiap untuk menjalani panggilan pendidikan sebuah perusahaan BUMN, yang artinya saya harus meninggalkan dunia saya sekarang. Beralih ke dunia kerja sebenarnya, yang seperti pada umumnya orang jalani. Terbersit sedikit ketakutan akan dunia yang akan saya masuki nanti, apakah akan senyaman saat ini, apakah orang – orangnya bersahabat dan lingkungannya kondusif. Saya tidak punya keinginan atau harapan yang muluk – muluk, saya hanya memohon kepada Allah, agar dipilihkan tempat terbaik bagi saya, memberkahi apa yang saya lakukan, dan ditempatkan bersama dengan orang – orang baik di sekitar saya. Yang bisa terus membuat saya semakin dekat dengan Allah, bukan malah menjauhkan saya dari Allah..

 

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong.” (Al-Isra’: 80)

 

Sedih juga sebenarnya, harus meninggalkan Surabaya dan kegiatan sekarang. Meninggalkan ULP saat sudah akrab dengan orang – orang disana, saat saya sudah bisa tertawa dengan puas ketika mb Yuyun dibully mas Fadjar, sudah gak jaim untuk ambil makanan dalam kulkas,.saat bisa bersama2 sambatan pegel setelah selesai yoga..  Apalagi meninggalkan Titian, saat Titian sedang  giat – giatnya membangun dan berbenah. Saat kantor Titian baru 100% jadi dan akan segera diresmikan fungsi operasionalnya. Saat pelaporan pajaknya akan mulai menggunakan e-SPT bulan ini..Saat saya belum selesai menjalankan semua tugas disana.. saat saya merasa belum banyak yang bisa diberikan untuk mereka. Saat masih banyak hal yang harus kami benahi. Saat masih banyak waktu yang mestinya bisa kami habiskan bersama.

Tapi keputusan harus diambil. Saya ingin merasakan hal yang berbeda. Sesuatu yang baru, dengan orang – orang baru yang bersamanya akan kuhabiskan waktu nanti.. Dunia baru, yang harapannya dapat memberikan manfaat dan memberikan peningkatan kualitas diri, yang didalamnya bisa menorehkan karya dan melejitkan  potensi,. Semoga keputusan yang diambil ini mebawa manfaat bagi banyak pihak,.diberkahi Allah, dan dimudahkan jalannya,. Allah, ridhoi.

 

 

رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ

 

“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat”.al-mu’minun[23:29]

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

Earth orbits the ...