(Ikut-Ikutan) Nulis Cinta

May 5th, 2012

Saya jadi pingin menulis tentang cinta juga, ini karena ikut-ikutan adik-adik beswan 27 pada nulisin tentang cinta nih *ayo tanggung jawab, balen bakso,lho???

Cinta, sebuah rasa yang tak cukup satu malam untuk mendefinisikannya. Semua hal didunia ini cinta. Aku dan kamu adalah cinta, dia dan mereka adalah cinta, bahwa segala lekuk kehidupan ini adalah cinta.

Mengapa seorang ibu rela tidak tidur semalaman menemani anaknya?

Mengapa seorang ayah rela membakar tubuhnya ditengah sawah hanya untuk sepetak dua petak tanaman padi?

Mengapa seorang kakak rela tidak makan dan tersenyum melihat adiknya mengunyah sepotong ayam?

Mengapa seorang adik rela memendam keinginannya untuk melihat kakaknya dibeli sepeda baru?

Mengapa seorang nenek miskin, kuli angkut, rela memberi nasi sarapan paginya ke orang pincang?

Mengapa seorang bujang rela berdiri di bus umum demi melihat seorang ibu kehabisan kursi?

Mengapa sekelompok anak SD suka rela memberi uang jajanannya ke pengemis tua?

Mengapa kita berjuang untuk hidup kita?

Semua hal di dunia ini karena cinta, karena kita dilahirkan dari cinta dan cinta akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Bahkan, kita sendiri tak mampu mendefinisikan rasa cinta itu, abstrak, padahal dia erat melekat dilini kehidupan. Begitulah kuasa Tuahn, tak ada yang mampu menandingi.

#Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Tags:

Menyenangkan yang Sederhana

May 5th, 2012

Pernah gak mengalami peristiwa ini?

Baru pertama ketemu dengan seseorang tapi sangat berkesan dengan orangnya?

Saya pernah, dan rasa-rasanya dalam setahun belakangan ini saya banyak bertemu dengan orang yang seperti ini.

Mimi

Namanya Mimi. Kami dipertemukan oleh Tuhan di salah satu kegiatan keagamaan yang kami ikuti. Ada banyak orang yang tidak saya kenal hadir disana, paling hanya 2% yang saya tau tapi tidak kenal, dan 1% yang saya kenal.

Ada banyak deretan kursi diacara itu dan saya pilih deretan yang agak belakang, disamping saya duduk seorang perempuan berjilbab putih. Mimi, dia menyodor tangannya dan langsung saya sambut. Tersenyum.

Tidak lama Mimi langsung membuka percakapan, akrab dan menyenangkan. Entah mengapa rasanya ada magnet didiri Mimi yang membuat saya sangat suka padanya, dan akhirnya kami terus bersama sampai acara selesai, tak lupa bertukar nomor HP masing-masing.

Mimi suka sms saya, menanyakan kabar. Menyatakan hasratnya ingin berjumpa kembali. Sayapun demikian, ingin sekali berjumpa dengan Mimi lagi. Sampai suatu acara mempertemukan kami lagi. Mimi cantik pakai jilbab ungu muda. Wah, saya langsung melepas kangen.

Ketika bulan puasa, saya ada jadwal buka puasa bareng dengan kawan-kawan BEM kampus dulu disalah satu tempat makan. Tiba-tiba Mimi sms saya: Nova buka puasa dimana?

Langsung saya balas. Ternyata Mimi juga buka puasa ditempat yang sama dengan kawan kampusnya. Mimi dari tadi manggil –manggil saya dan saya tidak dengar, makanya Mimi sms *maklum, fungsi pendengaran menurun kalau lihat makanan:P

Langsung saya melepas kangen dengan Mimi.

Kemudian, lama kami tidak saling komunikasi. Saya lumayan sibuk, mungkin Mimi juga.

Hari itu, masuk sms Mimi ke hp saya, memberi kabar bahwa dia akan menikah.

Saya bahagia sekali….entah mengapa rasa-rasanya saya bisa merasakan kebahagiaan Mimi.

Semoga hari-harimu dan suami yang dipilihkan Tuhan untukmu semakin berkah setiap harinya.

Saya kangen. Ingin bertemu.

Bapak Penjual Martabak

Malam itu, saya dan adik butuh pemadam kelaparan. Kami kelaparan tingkat dewa. Akhirnya kami memutuskan untuk keluar menelusuri jalanan Banda Aceh untuk mencari makanan. Sepanjang jalan tidak kami temukan makanan yang cocok, sampai akhirnya kami memutuskan membeli martabak telur di depan warung kopi Solong di uleekareng. Baru pertama kami beli martabak disitu.

Bapak penjual martabak menyambut kami dengan senyum ramahnya. Beliau sangat sopan, wajahnya teduh dan keliatan sekali orang baiknya. Entah mengapa rasanya senang sekali membeli martabak disitu. Sepanjang jalan pulang saya dan adik terus membahas Bapak penjual martabak yang menyenangkan itu. Semoga Tuhan merahmatinya.

Rekan Kerja

Saya bekerja di salah satu perusahaan nasional. Lokasi kerjanya di Banda Aceh, kota tempat tinggal saya. Suatu hari, salah satu karyawan perusahaan dari cabang Medan akan berkunjung ke kantor. Seorang Bapak-Bapak, saya taksir umurnya 40-an.

Setibanya dikantor si Bapak langsung menunjuk saya dan bilang begini:

Ini pasti yang namanya Nova

Betul pak, suara saya rada seperti bebek kejepit,muka saya seperti ayam dibedakin, aneh. Antara kaget dan senyum pucat.*Ini lebaynya saya aja:P

Si Bapak langsung bersikap hangat dan akrab.

Sampai beberapa hari dan akhirnya beliau harus kembali ke Medan. Sikapnya sopan sekali.

Saya sangat terkesan. Bukan, bukan karena dia tau nama saya, tapi karena sikapnya yang sangat menyenangkan.

Ingin sekali menjadi orang yang menyenangkan, yang kehadirannya selalu dinanti-nanti.

Ah, mari bersikap menyenangkan:)

Tags:

Be a Positive

April 19th, 2012

Ini tentang sebuah rasa tanggung jawab dalam pencapaian cita-cita. Masih lekat di benak saya bagaimana masa –masa kuliah yang penuh warna. Menghabiskan 4-an tahun di kampus hijau itu bukan tidak sebentar. Jalannya tidak selurus rel kereta api. Banyak tikungan, disetiap tikungan punya cerita berbeda. Tentang ketuhanan, ilmu, persahabatan, bahkan cinta.

Adalah harga mati bagi saya mahasiswi setelah lulus harus melanjutkan ke jenjang berikutnya. Ya, saya dan segenap hasrat menggelora dijiwa saya sebagai mahasiswi saat itu adalah menyelesaikan S1 secepat mungkin lalu lanjut S2. Semua keluarga  sangat mendukung. Semangat itu saya bawa sampai pada akhirnya saya berada di semester 8. Hasrat saya berubah, rasa-rasanya sudah muak dengan belajar padahal saya paham bahwa hidup adalah pembelajaran. Saya terus berfikir bagaimana saya bisa keluar secepatnya dari kampus dengan pundak membawa Sarjana.

Kembali mengingat bagaimana besarnya perjuangan orang tua menyekolahkan saya, mereka melaksanakan tanggung jawabnya dengan sempurna sampai saya sarjana. Bahkan ibu saya ingin melanjutkan kembali tanggung jawabnya dengan bersedia membiayai saya S2.

Besar kemungkinan mewujudkan harga mati saya sebagai mahasiswi, melanjutkan sekolah . Tapi, saya berubah fikiran. Harga mati saya kembali hidup. Sebagai anak sulung artinya saya punya tanggung jawab besar terhadap keluarga, adik-adik saya. Harga mati saya saat ini adalah bagaimana bisa menghasilkan rupiah dan bisa berbagi dengan adik-adik. Minimal sekali uang jajan mereka saya yang tanggung.

Ego saya bicara, kamu harus berpenghasilan, melunasi kerja keras orang tua, menyambung hidup,memenuhi selera.

Saya pernah menyambangi salah satu halaman FB milik seorang kakak. Disitu saya lihat adiknya menulis di dinding FB kakaknya,

Adik : kakak, adek harus selesai kuliah tahun ini, doain ya…

Kakak : iya, selesain terus kuliahnya ya. Kalau bisa selesai tahun ini Kakak bawa jalan2 ke Jakarta

Adik : ga mau ke Jakarta, udah pernah kakak bawa dulu, maunya Bali.

Kakak : Ok, kalau selesai tahun ini, Bali hadiahnya.

Waaahhhh….saya bisa merasakan bagaimana perasaan si adik mendapat kalimat itu dari kakaknya… member i itu memang mebahagiakan. itulah yang saya inginkan, membahagiakan adik-adik saya. Meski harus bersusah paya bersimpuh susah.

Semenjak itu semakin bergeloralah hati ini.

To be honest, Keinginan saya adalah saya tidak meminta uang lagi kepada orang tua, membiayai adik-adik saya, memenuhi selera terhadap dunia ini, terhadap gadget-gadget yang menarik bagi saya. Ah…indahnya dunia…

Tapi itu semua butuh kerja keras. Tiap hari tangan ini terus menengadah meminta pada yang Maha Pengabul pinta. Semakin lama Tuhan belum mengabulkan, semakin lama pula tangan ini menengadah, makin banyak bilangan rakaat, semakin dalam pula sujud ini,dan semakin banyak pula linangan air mata.

Ketika diri sampai pada titik kepasrahan penuh, Tuhan menjawab doa itu.

Kini, saya hanya harus terus menabung. Menunaikan tanggung jawab terhadap fakir miskin,  terus berbagi dengan adik-adik semampu saya, memenuhi kebutuhan hidup.

Tentang harga mati saya sebagai mahasiswi??? Hasrat S2 itu akan tetap ada, bahkan kini mulai menyala kembali. Biarlah Tuhan saja yang mengaturnya. Yang penting keinginan untuk terus menuntut ilmu itu harus tetap ada, Karena pada hakikatnya kaya ilmu adalah lebih baik daripada kaya materi.

 

Tulisan ini sudah lama terpendam, tapi hendak dipublish karena kemarin tiba-tiba saya dapat sms dari seorang yang isinya begini:

Kak Nova, dulu waktu kakak dapat beasiswa S2 ke Amerika, syaratnya apa aja ya? form apa aja yang harus diisi dan berkas apa saja yang harus dilengkapi?

Jelas saya nganga ngences baca sms ini. Kalau menurut sms tersebut, artinya saat ini saya sedang menempuh S2 di Amerika, padahal realnya saat ini saya sedang pusing-pusingnya dengan pekerjaan kantor yang terus ngejar deadline.

Be a Positif, mungkin itulah doa, mudah-mudahan suatu saat saya bisa sampai ke Amerika.

Aamiin:)

*tidak semua hal dalam hidup ini bisa kita capai, meski kita sudah berusaha dengan kuat dan hebat. Yakinlah, Tuhan akan memilihkan yang terbaik dan paling bermanfaat untuk kita. Be a Positif:)

Tags:

Mengupas, Menelusuri, Menguliti

April 17th, 2012

Kalau hanya sepatu yang lusuh, janganlah cepat mengeluh. Masih ada orang lain yang tidak punya kaki tapi hidup penuh syukur.

 

Suatu hari, di suatu pasar yang ramai dan sesak. Seorang nenek yang ditaksir umurnya kisaran 60-an, kuli angkut, penuh peluh, menenteng sebungkus nasi, mencari sudut pasar yang cocok sebagai tempat mengisi perut dengan sebungkus nasi yang dibawanya.

Hendak makan, lewat seorang Bapak tua, tukang becak yang rezekinya belum kunjung datang sampai saat itu sementara dirumah ketiga putrinya belum makan sebutir nasipun.

Mengetahui hal itu, si nenek langsung memberi bungkusan nasinya kepada si Bapak.

Inilah kebahagiaan kawan…

#Kebahagiaan itu datang dari memberi, bukan membeli…

 

 

Sebut saja namanya Rita. Siswa berprestasi di SMA tempat dia bersekolah.Semenjak kelas 1 sampai kelas 3 SMA selalu menggaet juara kelas, maka tak heran tawaran undangan untuk kuliahpun banyak berdatangan untuknya. Dia pernah bercerita bahwa keinginannya kuat untuk menjadi guru Bahasa Inggris. Ketika undangan universitas ditangan, dia harus rela melepasnya. Nasib ekonominya tak cukup baik. Ayahnya sudah tiada, sementara dia menjadi tulang punggung untuk menghidupi keluarganya. Aku hanya harus berusaha lebih giat lagi untuk hidupku, Katanya.

#Perjuangan itu adalah kita harus berusaha sekuat tenaga melewati badai yang ada, bukan membiarkan badai berlalu tanpa ada usaha…

 

Delisa harus rela kehilangan sebelah kakinya karena terjangan ombak tsunami. Padahal umurnya masih kisaran 8 tahun. Bayangkan bagaimana masa depan gadis cilik yang harus berjuang hidup dengan satu kaki? Masih sedikit sekali rasa syukurku padaMu Tuhan.

#Sakit itu, Tuhan mau kita sedikit lebih kuat dan lebih tegar. Yakin dan percayalah, bahwa Tuhan selalu menentukan jalan terbaik dan paling bermanfaat buat kita.

Kalau dikupas, ditelusuri, dan dikuliti lagi akan terasa bahwa banyak sekali nikmat Tuhan yang ada pada kita, yang datangnya tak disangka, tak terasa, dan bahkan berlalu begitu saja.

 

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

 

 

***harusnya bukan kecewa kepada Tuhan, tapi kecewa kepada diri sendiri karena belum mampu berjalan diatas kehendak Tuhan

Mari bersyukur:)

CC: diri sendiri

Tags:

yang 4L4Y Silahkan di Saos:D

April 14th, 2011

Tulisan ini terilhami dari seorang temen blogger saya yang bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan di Jakarta. You know so well lah ya tugas HRD itu apaan?

Bukaaannn. Bukan ngutip-ngutip sampah, itu sih tugas CS a.k.a Cleaning Service.
Mijit-mijit orang? Bukan juga. Itu mah tugasnya dukun pijat yang suka make kaca mata hitam kaya vocalisnya Raja *bayangin vocalis Raja jadi dukut pijat,hahhaha:D
Biasanya HRD itu kebagian tugas nyeleksi karyawan-karyawan baru. Kalau di CV(Biodata) kan kita pasti mencantumkan alamat e-mail ya. Nah, ini bocoran ya, ternyata ada sebagian HRD perusahaan yang menilai orang dari alamat emailnya. Kadang, pemilihan alamat email bisa menentukan tingkat kepribadian seseorang. Misalnya:
Q_anaq_mamapapaq@______ *yaiyalah.mosok anak kuntilanak?
Penilaian HRD bisa jadi anak ini terlalu manja dan tidak terbiasa dengan tantangan. Maka di blacklist.hadeeehhh:(

Ch4y4nk_kimbumoppa@____ *nah, ini nih yang gw ga demen.bawa-bawa artis korea segala
Bisa jadi yang punya email ini punya angan-angan yang terlalu tinggi dan itu tidak baik bagi perusahaan.

Ani.imoetszzz.bangetszzz@_____* iskah semacam ABG labil gimana gitu ya
Ini anak terlalu over PD abis.

Thekuntilanaks@______ *ini mbah kunti ya???
Ini terlalu horror. Blacklist.

Raja.rimba@_____ * elu singa bang???
Maaf, hewan dilarang mendaftar:D

Aneuk.pungo@____ *ini pungo beneran???
Sorry sob, orang gila ga boleh daftar.

guebunuhlo@_____ *glek!!!
Ini Horor abis!!!

Bayangkan kita ada di posisi HRD nih,
Gimana rasanya ketika kita akan mengirimkan email ke alamat guebunuhlo@____, ngetiknya aja bikin gimanaaaaa gitu kan.
Ada sebagian HRD perusahaan yang langsung memblacklist orang-orang dengan alamat email aneh seperti itu. Kasian kan, misalnya si empunya email thekuntilanaks@____ sebenarnya orangnya jujur, pinter, dan berkompeten tapi karena nama emailnya bikin ilfill jadi terblacklist. Lagian salah sendiri juga ya ngaku-ngaku kuntil anak.
Nah, buat kawan-kawan yang pingin lamar kerja, lamar beasiswa ato lamar anak orang,hahha…tolong diperhatikan kembali alamat emailnya. Buat sewajarnya aja. Ga usah 4l4y dan berlebihan.

wah, aku udah lama banget ga ngeblog disini, padahal aku tiap hari ngeblog di http://findingnova.blogspot.com. hadehh…maafkan blogger murtad ini ya:(.

Yang nyasar dimari, baik menyesal atau tidak silahkan kunjungi blog saya yang satu lagi itu ya.hehhe:P

Tags:

« Previous Entries