Discover, Learn, and Share
Monday February 24th 2020

I Don’t Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)

Ini sepenggal pengalamanku waktu ikut pelatihan Dare To Be A Leader & Debate Batch 2 yang diadakan oleh Djarum Beasiswa Plus. Kegiatannya sekitar 3 hari dan diikuti oleh Beswan Djarum angkatan 26 dari berbagai daerah. Waktu itu, Pak Marthen Sumual, selaku pemateri (kalo kata anak-anak Beswan pemateri yang Funkeeh) sempat berbagi pengalamannya waktu di Russia (Wow..pengen juga ke Rusia, he..he..).

“Waktu itu saya mau menginap di sebuah hotel di Russia, saya sempat ditanya oleh petugasnya berasal dari mana..lalu saya jawab saya dari Indonesia.”

Petugas hotel: “Where are you come from, Sir?”

Pak Marthen: “I am from Indonesia, do you know Indonesia?”

Petugas hotel: “no, i don’t

Pak Marthen: “hmm..Do You Know Bali?

Petugas hotel: “Oh Yes, of course i know Bali, i hope  one day i can get there

Pak Marthen: “@#%^*&@” (Sambil garuk-garuk kepala dan sedikit kesel, he..he..)

Mungkin pengalaman pak Marthen di atas juga sering dijumpai orang-orang yang sering bepergian ke luar negeri. Sebagai orang Indonesia, tentu saja saya sangat bangga Bali bisa menjadi salah satu tujuan wisata dunia terbaik di dunia. Bahkan Bali pernah dijadikan tempat syuting filmnya si Julia Roberts yang berjudul “Eat, Pray, Love“, dan kabarnya sutradara Rob Cohen juga akan menjadikan Bali lokasi syuting filmnya yang berjudul “I, Alex Cross” (lha.. kok jadi ngomongin film..). Namun, di lain sisi saya heran kenapa Bali lebih dikenal ketimbang Indonesianya sendiri? Dan kenapa kemajuan pariwisata Bali tidak menular ke daerah lain? Padahal, Indonesia memiliki keindahan alam dan budaya yang sangat kaya, Indah dan patut mendapat apresiasi. Mari kita telusuri sedikit:

Dari Segi Keindahan Alamnya:

travel indonesia 02 13 0748544 31617 600x450 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Gunung Bromo dan Semeru

travel indonesia 05 13 0000051 31630 600x450 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Situ Gunung

travel indonesia 11 30 0000085 31648 600x450 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Gunung Rinjani

f 19312636979m 51b991d I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Pulau Komodo

f 458586984d8m 8f10327 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Raja Ampat, Papua

kelimutu I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Danau Kelimutu, NTT

f 2302727663bm bfb4bf4 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Pantai Dreamland, Bali

6 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Puncak Jaya, Papua

f 29066753885m c5d76c3 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Goa Gong, Jawa Timur

Tinoor6 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Air Terjun Tinoor, Sulawesi Utara

bunaken I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Bunaken, Sulawesi Utara

13047514231522548612 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Wakatobi, Papua

Lalu Dari Segi Kekayaan Budayanya:

travel indonesia 12 08 0688623 31650 600x450 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Borobudur

reog ponorogo I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Reog Ponorogo

Toraja tongkonan 3 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Tana Toraja

254796807driKub ph I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Candi Prambanan

2012384753693312811n I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Rumah adat Papua

Sejak dulu, Indonesia sudah punya designer handal:

kebaya muslim1 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Kebaya

204777 0 Ulos I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Ulos

detik tapis1 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Tapis

lasemcy3 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Batik

Wanna Dance?

tari2 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Tari Sembah, Lampung

tari piring I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Tari Piring

 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Tari Saman

kecak+1 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Tari Kecak

p4caebefbef249 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Jaipong

Laper?

crtjxdzk I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Coto Maros, Makasar

afycf1hd I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Jagung Bose, NTT

whx42jkj I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Gudeg, Yogyakarta

8jvlrhsh I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Dodol, Garut

ditami71 I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Nasi Goreng (Makanan terenak ke-2 didunia versi pembaca CNN)

rendang I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
Rendang, Sumatera Barat (Makanan terenak didunia versi Pembaca CNN)

Nah, itu tadi hanya sedikit saja dari banyak lagi kekayaan alam dan Budaya Indonesia yang tentunya masih banyak lagi jumlahnya. Masih segar dalam ingatan kita saat beberapa warisan budaya Indonesia sempat diklaim negara lain (Ini ni yang bikin Upin Ipin gak akur sama Unyil..), atau prestasi yang diperoleh Rendang dan Nasi goreng sebagai makanan terenak di dunia versi pembaca CNN? Sedikit bukti betapa kayanya warisan budaya yang dimiliki Indonesia. Yap..warisan, sesuatu yang saat ini sudah kita miliki, hasil kerja keras pendahulu kita, tugas kita hanya tinggal menjaganya.

Ok, kembali ke pertanyaan “Mengapa Bali lebih dikenal daripada Indonesianya Sendiri?“. Mungkin pertanyaan ini sering dijumpai dan sekarang sudah menjadi hal biasa. Namun, menurut saya masalah ini penting untuk dibicarakan. Ini terkait tentang jatidiri bangsa, bahwa Indonesia jauh lebih luas dari Bali, Bali adalah bagian dari Indonesia, Indonesia bangga memiliki Bali, dan yang terpenting masih banyak “Bali” yang lain yang siap untuk dikunjungi di negeri kita yang tercinta ini. Sudah seharusnya keberhasilan sektor pariwisata Bali bisa ditularkan ke daerah-daerah lain, karena potensi pariwisata di Indonesia sangat melimpah, sama melimpahnya dengan kekayaan alamnya (bisa dilihat dari sedikit gambar-gambar di atas).

Kalu dulu katanya Bung Karno pernah bilang “Timah di Bangka cukup untuk menghidupi semua Bangsa Indonesia” (ini kata guru sejarah saya dulu lho, tentunya jumlah rakyat Indonesia dulu gak sebanyak sekarang), mungkin kalau sekarang Industri pariwisata di daerah-daerah maju, Indonesia bisa hidup dengan hanya mengandalkan sektor pariwisatanya saja mungkin ya? ( cuma prediksi kasar aja, he..he..)

Well, mungkin salah satu penyebab Bali lebih dikenal dari Indonesia adalah dari segi Marketing Pariwisatanya, mengingat marketing adalah ujung tombak industri (selain dukungan infrstruktur dan pendanaan juga berperan tentunya). Saya tidak bilang marketingnya buruk, hanya mungkin kurang merata dan kurang mengena. Saya teringat waktu Indonesia dan Malaysia masih belum ada konflik (lupa deh tahunnya), di Televisi justru sering muncul iklan kampanye pariwisata Malaysia dengan jargon destination brand “Malaysia Trully Asia” dari pada kampanye pariwisata Indonesia. “Malaysia Trully Asia” sendiri sudah mendunia dan sadar atau tidak saat kita mengucapkan “Malaysia Trully Asia“, maka kita sudah menyanyikan sedikit dari jinglenya. Saat ini juga sudah masuk Singapura dengan “Uniquely Singapore“, serta Thailand dengan “Amazing Thailand“. Indonesia juga sebenarnya tidak mau kalah dalam mempromosikan pariwisatanya dengan destination brand terbarunya “Wonderful Indonesia 2011″. Namun, sepertinya “Wonderful Indonesia” masih kalah tenar dengan “Malaysia Trully Asia” atau dengan brand lainnya, Indonesia justru menjadi kontributor wisatawan terbesar bagi Singapura, Thailand, dan Malaysia. Wah, berarti didalam negeri saja sudah kurang populer nih… Mungkin kalau wisatawan ditanya “kenapa lebih suka keluar negeri?“, bisa jadi karena wisatawan tersebut sudah pernah ke Bali, jadi mau ke luar negeri biar gak bosen, seolah-olah tidak ada pilihan lain wisata untuk dikunjungi di indonesia selain Bali.

WYcPIDuzbB I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)

Kalau temen-temen ditanya, “Jika kamu punya duit dan waktu banyak untuk jalan-jalan, tempat-tempat mana saja yang ingin kamu kunjungi?

Apakah terpikir seperti ini?
Jika saya punya duit dan waktu banyak untuk jalan-jalan, maka tempat pertama yang ingin saya tuju adalah Bali, kemudian ke luar negeri“. Jika ya, berarti pola pikir kebanyakan wisatawan Indonesia sekarang seperti itu (atau ini cuma pola pikir saya aja ya? he..he..).

Yah, mungkin “Wonderful Indonesia 2011” masih kalah dengan Brand-brand lainnya. Namun, fakta yang agak miris adalah “Wonderful Indonesia 2011” pun masih kalah dengan ketenaran Bali sendiri. Tentunya kita berharap ketenaran Bali bisa mengangkat “Wonderful Indonesia 2011” itu sendiri dan membuat image bahwa Bali adalah bagian dari “Wonderful Indonesia 2011“, sehingga keberhasilan sektor pariwisata Bali akan menular ke daerah-daerah lainnya dan membangkitkan sektor pariwisata Indonesia. Pada akhirnya, dunia kan mengenal Indonesia sebagai tujuan utama wisata dunia dengan beragam keindahan yang tidak ada habis-habisnya, kesejahteraan rakyatnya pun akan meningkat, pertumbuhan ekonomi pesat, SBY pasti gak akan dihujat (hmm..mimpi kan gratis ya..), kalau kondisinya sudah seperti itu pasti banyak mahasiswa yang ngambil jurusan Pariwisata, he..he..

Mengapa saya menitikberatkan pariwisata? Apa hubungannya dengan budaya? Yang pertama adalah karena selain keindahan alam, pariwisata erat kaitannya dengan budaya, seperti tari-tarian, adat istiadat, kuliner, pakaian, rumah adat, dan  lain-lain. Orang-orang rela membayar untuk melihat tari kecak, rela membayar untuk menonton reog, rela membayar lebih untuk membeli batik yang bagus, itu semua dikarenakan keunikan budaya tersebut tidak tersedia di semua tempat. Kedua, saya juga berpendapat bahwa Melalui Pariwisata, kita bisa menjaga kelestarian Budaya Indonesia, yap..inilah point penting yang ingin saya tegaskan..Melalui Pariwisata, kita bisa menjaga kelestarian Budaya Indonesia... Pembahasan mengenai Bali dan marketing pariwisata tadi hanyalah pengantar untuk mencapai point penting ini (hah?? baru pengantar??,.tenang aja, sudah mau sampai ending..he..he..)

Mengapa melalui pariwisata kita bisa menjaga budaya? Lagi-lagi saya mengambil contoh Bali, lihat saja kondisi Bali sekarang dengan budaya dan adat istiadat yang masih kental di keseharian masyarakatnya. Di tengah arus globalisasi yang perlahan menggerogoti budaya kita, Bali masih bertahan dengan keanekaragaman budayanya yang tersohor itu. Apakah ini berarti Bali lepas dari modernisasi? Tentu saja tidak, sektor pariwisatanya yang berkembang pesat menuntut pengembangan infrastruktur dan SDM yang baik, tidak hanya baik namun berstandar internasional mengingat banyak sekali turis asing yang datang untuk menikmati keindahan Bali. Budaya pop pun tidak ketinggalan ikut meramaikan keragaman yang ada di Bali, misalnya saja munculnya para Bartender Bali, DJ, dan Joger (Itu lho, T-Shirt yang berisi kata-kata lucu, nyeleneh, dan produk-produk kreatif lainnya..).  Kentalnya budaya dibalut dengan modernisasi yang sangat baik menjadikan Bali seperti sekarang ini, salah satu tujuan wisata terbaik di dunia. Jika Jepang adalah negara yang dianggap berhasil memadukan unsur modernitas dan tradisionalnya, sebenarnya Indonesia juga sudah berhasil melakukannya, hanya saja cakupannya lebih kecil, yaitu di pulau Bali.

gek mirah pkb I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)
eh, ada yang mencuri senyummu..

Mengapa budaya Bali masih terjaga sampai sekarang? Hal itu karena terjadi suatu kondisi yang “Menguntungkan“. Kira-kira kalau temen-temen ditanya “apa untungnya kamu mempelajari budaya daerahmu?” Mungkin kita masih agak bingung menjawabnya, “Ah, saya mah lebih suka budaya Pop, lebih asik, ini zaman modern Man, masa masih belajar budaya tradisional“, yah, mungkin jawabannya akan seperti itu (buat ilustrasi aja si..). Tapi bagi masyarakat Bali, mempelajari budayanya adalah sesuatu yang sangat berharga (Istilahnya “sesuatu banget yah..”), karena melalui budayanya mereka bisa dikenal dunia seperti saat ini. Melalui budaya, sektor pariwisata mereka berkembang pesat. Melalui budaya, nilai-nilai keluhuran mereka terjaga. Melalui budaya, taraf hidup mereka meningkat. Melalui budaya, mereka mendapat apresiasi yang luar biasa dari pemerintah, bangsa Indonesia, bahkan dunia. Melalui budaya, Bali dikenal sebagai salah satu surga dunia. Melalui budaya, masyarakat Bali bisa bangga menjadi permata Indonesia. Yang berarti usaha mereka untuk mempertahankan budayanya tidak sia-sia, inilah yang disebut kondisi yang “menguntungkan“. Jadi bagi masyarakat Bali terjawab sudah pertanyaan “Apa untungnya mempelajari budaya daerahmu?

Nah, bicara tentang kondisi yang “menguntungkan” ini, tentunya peran pemerintah sangat diharapkan disini. Bagaimana pemerintah bisa membuat kondisi “saling menguntungkan” ini untuk memajukan pariwisata di daerah lain, pastinya kondisi seperti itu gak akan muncul sendiri kan? Industri pariwisata Indonesia patut diperhitungkan karena sangat berpotensi untuk maju. Kalau sekarang kita berdalih sumber daya alam (SDA) Indonesia belum bisa kita kelola sendiri karena kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana (sehingga kita harus rela SDA kita sebagian beasr diambil asing), seharusnya sumber daya pariwisata Indonesia yang juga melimpah bisa kita manfaatkan semua dan kita kelola sendiri, pastinya hal ini akan sangat bermanfaat untuk menigkatkan kesejahteraan rakyat, dan tentunya bisa menjaga budaya daerah Indonesia tetap lestari.

Dan tidak menutup kemungkinan, kondisi “menguntungkan” bisa kita cipatakan tidak hanya di bidang pariwisata, seperti mungkin suatu saat kita bisa menciptakan suatu budaya pop yang juga “menguntungkan” perkembangan budaya Indonesia (tapi kita fokus ke pariwisata dulu aja ya..)

Ah, kamu ini bisanya ngemeng doang Met..met..“, yah..mau gimana lagi, sebagai seorang Mahasiswa pastinya kita semua mencoba untuk memahami apa sebenarnya yang terjadi di lingkungan sekitar kita, menganalisanya, kemudian mengeluarkan pendapat kita mengenai masalah tersebut. Walaupun terkadang pendapat kita masih rawan salah, setidaknya meluangkan sedikit waktu kita untuk ikut memikirkan permasalahan bangsa ini lebih baik dari pada hanya menuntut dan menyalahkan saja. Harapan saya si tulisan ini bisa jadi bahan diskusi kita bersama, karena melalui diskusi, tulisan saya ini bisa dikoreksi dan semakin membuka wawasan kita semua.

O iya, masih tentang kondisi “menguntungkan“, mari kita buat kondisi “menguntungkan” ini di salah satu pulau kecil di ujung timur Indonesia, yaitu pulau Komodo untuk menjadi salah satu dari New 7 Wonders of Nature.  Ketik KOMODO kirim ke 9818, cuma 1 rupiah aja (Sampai 11 November, sekalian kasi tau adek, kaka, ayah, ibu, opa, oma, om, tante, tukang bakso, tukang soto untuk ikutan dukung,he..he..), Ayooooo.. dukung Komodo!!!

Dukung+Komodo I Dont Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)

Ok, sekian dulu deh artikel dari saya, ngantuk ni..

semoga membawa manfaat ya..

Salam..

10 Comments for “I Don’t Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)”


Leave a Comment

Before you post, please prove you are sentient.

What color is a typical spring leaf?

More from category

Beauty of Kedaton – Kisah KKN yang tak Terduga
Beauty of Kedaton – Kisah KKN yang tak Terduga

Ini bukan tulisan seorang backpacker atau travelista, hanya seseorang yang ingin berbagi cerita, tentang takdir yang [Read More]

Let’s Play the Game (Budaya Permainan Tradisional Yang Mulai Tergantikan)

Dunia anak-anak memang selalu menyenangkan ya (ya..masih kecil, belum banyak pikiran), maunya bermain, bermain dan [Read More]

I Love Korean Pop (Sebuah Era Invasi Budaya)

Semangat pagi semuanya!!! Kembali lagi di artikel saya yang masih bicara tentang budaya ni, setelah kemarin saya sudah [Read More]

The Trilogy (Artikel Penutup Lomba Blog Beswan Djarum)

Hahhhh.. Akhirnya setelah lelah menulis ditengah kurangnya waktu, selesai juga 3 tulisan yang saya ikut sertakan di [Read More]

Sekarang Kamu bisa Akses Blog ini lebih mudah dengan alamat: iam.blogmamet.com

Pages

Interesting Sites

Insider

Archives