Discover, Learn, and Share
Monday February 24th 2020

Kelemahan Sistem Mata Uang Kapitalis (Uang yang kita pake sekarang ini lho..)

uang saku Kelemahan Sistem Mata Uang Kapitalis (Uang yang kita pake sekarang ini lho..)

Wah, gak kerasa sebentar lagi aku dan teman-teman akan jadi alumni beswan Djarum alias pensiun ni, he..he..

O iya, Selama aku jadi beswan djarum, aku inget kalo belum pernah nulis artikel di blogku ini, niat coba-coba nulis aku nemuin artikel yang dulu pernah aku tulis ni, udah lama banget si, tapi gak apa-apa lah untuk sekedar ngisi Blog, silahkan dibaca bagi yang berminat dan  semoga bermanfaat ya..artikel ini adalah pendapat saya, jadi kalo ada yang mau mengkritisi atau menambahkan dipersilahkan sekali..ok kita mulai artikelnya…

————————————————

Uang menjadi salah satu komponen yang sangat vital di kehidupan kita. Hampir semua aspek dalam hidup berhubungan langsung dengan uang. Bahkan, uang bisa menentukan berjalan atau tidaknya sebuah sistem (Malah sekarang ini ada “Talk Show” yang namanya Money Talk, he..he..). Namun, sadarkah kita kalau ternyata sistem mata uang yang berlaku saat ini tidak efektif? Bahkan cenderung tidak adil dan menindas yang lemah? Yp, inilah salah satu kelemahan dari sistem ekonomi kapitalis.

Mengapa bisa begitu? Karena sistem mata uang kapitalis saat ini mengandung banyak kelemahan yang sangat fatal. Berikut ulasannya:

UANG SEBAGAI ALAT PENIPUAN

Ambil uang pecahan 1.000 dan 2000, lihat dengan seksama. Sama-sama kertas bukan, lalu mengapa ada yang nilainya 1000 dan 2000 rupiah? Karena nilai intrinsiknya?? Apakah benar uang kertas itu memiliki nilai?

Pembuatan uang itu membutuhkan dana. Istilahnya uang dibuat dengan uang. Namun dana untuk membuat selembar uang 1000 rupiah tidaklah 1000 rupiah juga, begitu pula dengan pecahan 2000 rupiah. Karena jika dana untuk membuat uang itu sama dengan nominal uangnya, sama saja kita membuat uang 1000 rupiah dengan harga 1000 rupiah, tidak ada untungnya bukan?? Sedangkan suatu waktu, uang tersebut pasti akan rusak dan harus diganti dengan yang baru. Dana untuk membuat selembar uang 1000 rupiah pasti lebih kecil dari 1000 rupiah. (ini analogi saya).

Jadi, apa benar uang kertas itu memiliki nilai??

Sekarang bagaimana jika uang kertas yang kita miliki itu sobek (Sobek jadi 2 maksudnya..), apakah masih bisa kita jadikan alat tukar ?( kalo sobeknya sedikit masih bisa kita lem,he..). Inilah kelemahan lain dari uang kertas. Dia tidak akan bertahan lama. Untuk jangka waktu tertentu, uang kertas pasti akan rusak, baik rusak sendiri karena sudah lama, maupun dirusak orang lain (Wah, udah kebanyakan duit kayaknya ni orang…). Dan jika sudah rusak, pastinya uang tersebut tidak akan bernilai lagi, lalu mana nilai 1000, 2000, 10.000, atau 100.000 rupiah yang ada di uang tersebut? Hilang bukan?? Artinya uang kertas tidaklah memiliki nilai nyata..

Masih yakin uang kertas memiliki nilai??

Sekarang bandingkan dengan emas dan perak, emas dan perak jelas-jelas memiliki nilai yang nyata dan jelas karena ia logam mulia. Tidak akan rusak atau berkarat, jika kita mempunyai emas batangan lalu kita potong-potong atau terpotong menjadi 100 bagian, emas itu tetap berharga karena emas dihargai berdasarkan beratnya.

Sekarang kita menuju kekurangan uang yang kedua

UANG SEBAGAI ALAT PENINDASAN

Kalau kita kembali pada pola dasar perdagangan (barter), secara esensi, seharusnya satu produk barang mempunyai harga yang sama meskipun dijual di negara-negara lain dengan mata uang yang berbeda. Misalnya, harga 1 komputer di Jepang setara dengan beras 1 kwintal. Maka, kalau komputer itu dijual di negara-negara lain mestinya harganya juga setara dengan 1 kwintal beras.

Realitasnya tidak demikian, misalnya di Indonesia harga 1 komputer itu tidak lagi 1 kwintal tetapi kita harus membayar dengan 80 kwintal beras(lebih mahal bukan?), dan ini terjadi karena adanya kurs mata uang kertas. Kondisi ini tidak adil dan menimbulkan kerugian bagi negara-negara miskin dan menguntungkan negara-negara kaya. (Yahoogroup, kus darmawan)

Jika alat pembayaran menggunakan emas/perak, maka harga-harga barang yang akan kita beli setara dengan jumlah emas/perak yang kita bayarkan. Tidak akan terjadi perbedaan harga, karena emas tidak mempunyai kurs. Adanya perbedaan harga emas di masing-masing Negara saat ini disebabkab adanya perbedaan kurs mata uang.

Dengan emas/perak, maka alat pembayaran hanya menggunakan 1 satuan, hal ini akan mempermudah dan lebih adil. Mungkin teman-teman sudah bisa mengira-ngira mengapa diciptakan mata uang yang berbeda-beda (Katanya si..yang mempelopori sistem ini adalah Amrik, yaitu Dollar AS).

INFLASI MATA UANG

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Misalnya, inflasi 6% artinya nilai uang kita berkurang 6% terhadap nilai sebelumnya. Kalo nilai uang berkurang otomatis harga suatu barang akan naik untuk memenuhi nilai yang sama terhadap barang tersebut.

“Dari sini dapat kita simpulkan bahwa nilai suatu barang tidak akan berkurang, namun nilai suatu mata uang bisa berkurang. Nilai suatu mata uang dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar mata uang itu sendiri.”

Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.

Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat. (http://id.wikipedia.org/wiki/inflasi)

Bukankah dari ilustrasi diatas kita melihat suatu ketidakadilan?

Nilai suatu barang tidak akan berkurang, namun nilai suatu mata uang bisa berkurang, inilah kelemahan lain dari sistem mata uang. Sementara jika kita menggunakan emas/perak sebagai alat tukar, nilainya tidak akan berkurang karena ia memiliki nilai yang tetap. Ia adalah sesuatu yang bernilai yang bisa kita tukarkan dengan barang yang memiliki nilai sebanding dengan emas yang kita bayarkan. Nilainya tetap dimana-mana. Dan semua orang akan mendapat perlakuan yang adil dengan sistem pembayaran emas/perak ini.

Beberapa Negara-negara Arab sudah menggunakan mata uang emas ini (Dinar dan Dirham). Karena itu saat nilai dolar turun naik, mereka tidak terlalu terpengaruh karena sebenarnya nilai dolar juga didasarkan pada nilai/harga emas itu sendiri, sedangkan mereka sudah memakai emas sebagai mata uang. Jadi sebenarnya mata uang merekalah yang menjadi standar mata uang.

Dengan sistem mata uang emas/perak, masyarakat juga bisa membuat uang mereka sendiri denagn BEBAS, asal mereka punya bahannya, yaitu emas dan perak. Tidak ada lagi yang namanya Uang kertas palsu (Kecuali emasnya palsu..namanya uang emas palsu alias imitasi). Tapi apa sistem emas dan perak ini bisa diwujudkan secara Global ya?? hmmm…aku juga belum berpikir sejauh itu, soalnya aku juga bukan orang ekonomi ni, he..he..mungkin lain waktu bisa terjawab atau justru temen-temen sekalian punya pendapat lain?


Yah, sekian dulu ya, udah panjang sekali ni artikelnya,..
semoga temen-temen sekalian tidak puas ya..supaya bisa dikembangkan lagi maksudnya..

Oki Doki..

Leave a Comment

Before you post, please prove you are sentient.

what is 8 in addition to 7?

More from category

(Tips Blogging) Alternatif Selain Copy Paste
(Tips Blogging) Alternatif Selain Copy Paste

Sebenarnya artikel ini sudah pernah saya publikasikan sebelumnya, tapi bukan di Blog saya sendiri, melainkan di blog [Read More]

Let’s Play the Game (Budaya Permainan Tradisional Yang Mulai Tergantikan)

Dunia anak-anak memang selalu menyenangkan ya (ya..masih kecil, belum banyak pikiran), maunya bermain, bermain dan [Read More]

I Love Korean Pop (Sebuah Era Invasi Budaya)

Semangat pagi semuanya!!! Kembali lagi di artikel saya yang masih bicara tentang budaya ni, setelah kemarin saya sudah [Read More]

I Don’t Know Indonesia, but I Know Bali (Ayo Kita Jaga Budaya Indonesia Melalui Pariwisata)

Ini sepenggal pengalamanku waktu ikut pelatihan Dare To Be A Leader & Debate Batch 2 yang diadakan oleh Djarum [Read More]

Sekarang Kamu bisa Akses Blog ini lebih mudah dengan alamat: iam.blogmamet.com

Pages

Interesting Sites

Insider

Archives