Discover, Learn, and Share
Saturday August 24th 2019

Air Terjun Gangsa – Sang Ikon Way Kanan

Ini bukan tulisan seorang backpacker atau travelista, hanya seseorang yang ingin berbagi cerita, tentang takdir yang membawanya ke tempat-tempat yang tidak terduga, ini dia kisah perjalanan nusantara

Di perjalanan kali ini kita akan berkunjung ke salah satu air terjun yang ada di Way Kanan. Sebenarnya, perjalanan ini masih berhubungan dengan tulisan pertama tentang Kisah KKN di Desa Kedaton. Seperti pada tulisan sebelumnya, kunjungan ini saya lakukan saat kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) diawal 2012 lalu. Namun, lokasinya berada jauh dari desa Kedaton, tapi masih dalam satu kecamatan, yaitu Kecamatan Kasui. Ok, siap? Mari kita mulai perjalanannya..

Salah satu agenda yang saya jalani sewaktu KKN adalah rekreasi ke Air Terjun Gangsa. Air terjun ini merupakan salah satu yang terbesar di kabupaten Way Kanan. Bahkan kabarnya, air terjun Gangsa merupakan ikon Way Kanan. Way Kanan memang terkenal dengan wisata air terjunnya. air terjun lain yang dapat dikunjungi adalah Air Terjun Putri Malu dan Air Terjun Bahuga.

Air Terjun Gangsa terletak di Dusun Tanjung Raya, Kecamatan Kasui, kabupaten Way Kanan, Lampung. Sebelumnya, ada baiknya kita tahu arah yang akan kita tuju. Mari kita lihat dimana lokasi kecamatan Kasui melalui Google Maps:

kasui Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
Yang bertanda huruf “A” pada peta adalah lokasi Kecamatan Kasui..

kasui2 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan

Perjalanan yang saya lalui memakan waktu kurang lebih 40 menit dari desa Kedaton, jika dari pusat kecamatan Kasui mungkin hanya sekitar 30 menit. Saat itu kami menyewa sebuah mobil penumpang untuk menuju kesana. Satu mobil cukup karena jumlah kami hanya 10 orang di tambah 7 orang anak dari desa Kedaton. Kalau nanti temen-temen dan pembaca sekalian ingin berkunjung ke air terjun Gangsa, bisa naik bis dari terminal Rajabasa Bandar Lampung yang langsung menuju kasui, nanti turunnya di pusat kecamatan kasui. Kalau dari Bandar Lampung perjalanan ke Kasui memakan waktu sekitar 5-6 jam.

Kondisi jalan menuju air terjun Gangsa relatif bervariasi, terkadang bagus, terkadang juga jelek. Namun jika sudah dekat ke air terjun, kondisi jalannya cukup baik, aspalnya masih mulus, sepertinya jalan tersebut baru saja diperbaiki. Mungkin ini karena pengaruh air terjun Gangsa itu sendiri yang merupakan ikon Way Kanan, sehingga pemeritah setempat memperbaiki akses menuju kesana.

Selkitar 40 menit perjalanan kami pun sampai di lokasi. Begitu kami turun, lansung terdengar deru air terjun yang mengalir deras. Namun saya bertanya-tanya, “Mana ni air terjunnya?“. Ternyata, kami harus turun melalui tangga yang disediakan terlebih dahulu untuk menuju tepat ke lokasi air terjun. Dan kita tidak perlu membayar untuk masuk ke area air terjun. Wah, asik..Gratis..tis..

22022012107 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
Ayo turun, turun..

Kami pun turun melalui tangga, beberapa langkah menapaki tangga saya sudah bisa melihat air terjunnya, walaupun cuma sedikit..

22022012108 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
wah, itu dia air terjunnya..

Kami terus turun ke bawah. Di dalam hati saya sudah tidak sabar lagi untuk melihat air terjun Gangsa. Namun kami harus berhati-hati karena kondisi tangga agak licin. Apalagi kami juga membawa 7 orang anak-anak yang termasuk “Hyperaktif“, he..he..Tentunya kami juga harus mengawasi anak-anak ini.

Beberapa saat kemudian kami sampai di bawah, dan wow…kami tepat berada di depan air terjun.
22022012109 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
Wow! ini dia Air Terjun Gangsa

Saat pertama melihat air terjun ini saya berkata dalam hati “Wow! Ini air terjun terbesar yang pernah saya lihat“. Yah, air terjun Gangsa memang besar, tingginya sekitar 50 meter dengan volume air yang mengucur deras. Deru suara airnya menunjukkan betapa besarnya volume air yang tumpah melalui air terjun ini. Kami pun sama-sama takjub melihat keindahannya.

Tentu saja kami langsung berinisiatif untuk mengambil foto di depan air terjun ini. Dengan tinggi sekitar 50 meter dan hembusan angin yang semilir. Embun dari jatuhan air terjun Gangsa tidak pelak membasahi pakaian kami walaupun posisi kami berada sekitar 20 meter dari air terjun. Tentu saja ini menambah segar suasana.

22022012112 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan

Air terjun gangsa juga seperti terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian tengahnya yang besar dan 2 buah air terjun kecil yang terpisah disamping kiri dan kanannya, bak pengawal yang menjaga air terjun utama.

22022012111 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
Ada 2 air terjun kecil di kiri dan kanan Gangsa..

Tidak cukup menikmati suasana di depan air terjun kami berinisiatif turun lebih ke bawah untuk melihat dan merasakan lebih dekat air terjun Gangsa. Naum sial bagi saya, karena saya kebagian jatah menjaga anak-anak untuk tetap di atas. Hal ini karena medan yang dialui untuk turun sangat terjal, licin dan mengalir arus deras disisi-sisinya. Kami tidak bisa mengambil resiko membawa anak-anak kesana. Apa jadinya jika nanti salah seorang anak terpeleset lalu jatuh ke arus yang deras itu? Wah bisa gawat..Saya pun menerima nasib saya dengan ikhlas, heh…
22022012113 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
Itu dia saya di depan air terjun..

22022012119 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
Foto ini keren kan? He..he..

Tugas menjaga anak-anak ini saya rasa cukup merepotkan juga karena terkadang tingkah mereka cukup membahayakan. Area di depan air terjun ini rata-rata mempunyai sisi curam, jika terpeleset dan jatuh tidak dapat dihindari lagi akan langsung masuk ke sungai dan terbawa arus deras. Saya sendiri cukup was-was ketika beberapa anak main dorong-dorongan, hah..dasar anak-anak..

22022012120 Air Terjun Gangsa   Sang Ikon Way Kanan
Dasar air terjun yang mengagumkan..

Setelah puas menikmati suasana di depan air terjun kami bersama-sama turun lebih ke hilir untuk berfoto di bebatuan yang ada di sana. Namun sayang saya tidak sempat mengambil gambar disini. Tempatnya cukup indah, terdiri dari bebatuan besar yang tersusun dari tepian sampai tengah sungai. Kita harus berhati-hati jika ingin berpindah dari satu batu ke batu lainnya karena arus sungainya cukup deras dan cukup dalam. Tipsnya, kita harus menghindari area sungai yang deras dalam dalam. Ada beberapa area yang arus dan kedalamannya tidak berbahaya, area inilah yang dapat kita nikmati tanpa perasaan was-was.

Setelah beberapa lama kami pun merasa cukup menikmati keindahan air terjun ini. hari pun tidak terasa sudah agak sore dan kami pun bersiap-siap pulang kerumah. Karena tidak membawa palaian ganti kami semua pulang dengan kondisi basah. Untunglah tidak ada yang sakit setelah kegiatan rekreasi ini. Dari pengalaman saya di desa Kedaton dan air terjun Gangsa ini membuat saya sadar betapa indahnya Indonesia. Saya yakin masih banyak keindahan-keindahan lain yang bisa nikmati di setiap provinsi di Indonesia ini. Selayaknya kita bersyukur terlahir sebagai orang Indonesia karena dapat menikmati keindahan yang tiada duanya seperti ini.

Satu lagi pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tidak terduga..

2 Comments for “Air Terjun Gangsa – Sang Ikon Way Kanan”


Leave a Comment

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 in addition to 9?

More from category

Bendungan Batutegi yang Mempesona
Bendungan Batutegi yang Mempesona

Ini bukan tulisan seorang backpacker atau travelista, hanya seseorang yang ingin berbagi cerita, tentang takdir yang [Read More]

Beauty of Kedaton – Kisah KKN yang tak Terduga
Beauty of Kedaton – Kisah KKN yang tak Terduga

Ini bukan tulisan seorang backpacker atau travelista, hanya seseorang yang ingin berbagi cerita, tentang takdir yang [Read More]

Sekarang Kamu bisa Akses Blog ini lebih mudah dengan alamat: iam.blogmamet.com

Pages

Interesting Sites

Insider

Archives