Oleh-oleh dari GBK (picts)

Sewaktu menonton timnas di kualifikasi Piala Dunia melawan Qatar kemarin, saya sempat memotret dari kamera ponsel saya, beberapa moment yang menarik.

Pertama, ada sosok eksentrik yang sudah pasti menarik perhatian. setiap menonton timnas di GBK, lelaki paruh baya bertubuh tambun ini pasti selalu tampil luar biasa ; tidak memakai baju, mengecat sebadan-badan dengan warna putih plus tulisan tertentu dan terakhir pasti selalu membawa pecut alias cambuk.
ya dialah bang Ali, saya sempat bertemu dengan beliau di mesjid Al Bina Senayan, ketika menunggu pertandingan. Memang tidak mengobrol langsung (sedikit nguping dari obrolannya dengan orang lain), lelaki pendukung setia Persebaya ini, adalah seorang fanatik sepakbola, dari obrolannya kemarin terungkap fakta bahwa (cieee macam silet saja ini.. haha) dia pernah menjual 15 ekor ayam peliharaannya untuk mendapatkan uang guna mendukung timnas ke Jakarta ! wow.. hebat…!

Bang Ali, dari surabaya

Bang Ali, dari Surabaya

Selanjutnya, setiap gelaran timnas di GBK (terutama setelah euforia AFF kemarin) hampir pasti ada beberpa stasiun TV yang melakukan shooting salah satu program disana. Kebetulan di pertandingan melawan Qatar kemarin, ada dua stasiun TV yang melaksanakan shooting di sana, yaitu Metro TV dan ANTV. Khusus di Metro TV ad Ayu Shita sebagai bintang tamunya. Kegiatan shooting tersebut selalu menarik perhatian supporter timnas yang sedang berkeliaran di luar stadion, yaa pengen masuk TV juga kali yaa…. haha *padahal pengen juga haha* Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,

Asal Ulas Indonesia vs Qatar

auto20111011-083441

Indonesia vs Qatar di GBK, maaf burem..

Angka 2-3 untuk kemenangan tim tamu Qatar di kualifikasi ronde ke 3, grup E zona Asia melawan tim nasional Indonesia. Hasil yang bagi saya pribadi sangat menyesakan hati, bukan karena sudah jauh-jauh nonton langsung ke GBK tapi karena pertandingan tersebut menjadi partai penentuan bagi tim nasional kita untuk memelihara peluang lolos ke babak selanjutnya. Selain itu peluang terbesar tim nasional untuk memetik nilai penuh di kandang setelah kemarin kalah melawan Bahrain ya melawan Qatar ini, karena di pertandingan kandang terakhir nanti yang akan dilawan adalah tim terkuat di grup ini Iran ! Memang tidak ada yang mustahil dalam sepakbola, tapi berpikir realistis jg harus lah.

Hasil sudah didapat, yang wajib dilakukan tentu saja adalah evaluasi ! Ya pelatih yang mengevaluasi, saya mah bisanya mengomentari saja. Tulisan kali ini saya mencoba untuk mengulas bagaimana permainan timnas melawan Qatar kemarin. Ulasan ini berdasarkan pengamatan saya secara langsung dari tribun GBK, jadi maklum lah ya kalo sedikit kabur, hehe…

Dengan formasi 4-3-3 starter yang diturunkan oleh Wim Rijsberger adalah Rerry Rotinsulu untuk penjaga gawang, empat orang yang berdiri didepan Ferry adalah Zulkifly Syukur, M.Robby, Hamka Hamzah, dan starter anyar Supardi yang beroperasi sebagai wing back kiri, posisi yang biasanya diisi oleh M.Nasuha. Di lini tengah kali ini diisi oleh Beny Wahyudi,Firman Utina dan Bambang Pamungkas. Dan lini depan ditempati oleh trio Gonzalez, M.Ilham dan M.Ridwan. Formasi standar dengan beberapa pemain berbeda dari biasanya, dalam hal ini Supardi dan Beny Wahyudi.

Saat pertandingan dimulai, hampir saja timnas kebobolan akibat back pass yang terlalu lemah dari M.Robby. Selama 10 menit pertama timnas belum bisa mengembangkan permainan. Qatar bisa dengan mudah menembus lini tengah timnas dan langsung berhadapan dengan Hamka dan M.robby. Hasilnya tentu saja gol pertama Qatar yang dicetak Al Sulati di menit ke 14. Gol ini bisa terjadi karena lini tengah timnas yang digawangi oleh Bepe, Firman dan Beny mudah di tembus oleh barisan penyerang Qatar. Beny Wahyudi yang di plot menggantikan posisi yang biasa ditempati oleh Ahmad Bustomi kelihatan canggung dan kurang bisa memberikan kontribusi, terutama ketika meredam serangan tim lawan, beberapa kali menurut pengamatan saya Beny sering kehilangan bola dan off position, hal ini membuat Hamka beberapa kali terpancing untuk melakukan hadangan dan inilah yang membuka ruang bagi terciptanya gol pertama Qatar.

Setelah kebobolan timnas berusaha membalas, bola-bola panjang masih mendominasi pola serangan tim nasional. Menempatkan Gonzales sebagai striker tunggal dengan pola serangan demikian sebenarnya kurang efektif. Gonzales bukanlah tipe penyerang seperti torres atau yang terdekat seperti Terasil Dangda-nya Thailand yang memiliki speed dan kontrol bola yang lebih baik dan bisa bergerak bebas sendirian. Terlihat beberapa kali ketika Gonzalez menerima bol-bola panjang, dia kelihatan kesulitan untuk melepaskan diri dari hadangan lawan yang terus menempel ketat. Bepe yang sebenarnya ditempatkan sebagai ‘second striker’ memang tidak bisa berbuat banyak, posisinya cenderung lebih kebelakang. Juga dengan Firman Utina tampaknya kurang mendapatkan support dari teman di lini tengahnya, terutama dari Beny Wahyudi (karena sering off position tadi). Terlihat FIrman selalu sendirian dalam membangun penyerangan, sekali-dua kali ia bisa bekerja sama dengan Bepe, tapi tidak terlalu sering, hal ini membuat dia sedikit kebingungan dalam mengalirkan bola, mungkin karena tidak banyak mempunyai pilihan maka bola lebih banyak di berikan langsung kepada Gonzalez yang dalam beberapa kesempatan hal ini kurang begitu berhasil. Beruntung di babak pertama ini, timnas memiliki dua sayap yang atraktif. Duo Muhammad ; M.ilham dan M.ridwan menjadi penyelamat Gonzalez ketika mengalirkan bola. Kedua penyerang sayap ini jugalah yang membuat lini belakang Qatar kerepotan. Kredit untuk Ilham, keberaniannya dalam berakselerasi disisi kiri pertahanan Qatar memberikan kontribusi bagi terciptanya dua gol tim nasional. Kedua gol timnas meskipun brasal dari dua kali bola muntah, tapi di awali dengan pegerakan M.Ilham di kanan. Dibabak pertama ini Qatar bermain disiplin, terutama lini belakang mereka, hampir tidak ada bola yang bisa langsung menembus ke kotak 16 meter mereka, ya itu tadi, kecuali dari kedua sayap kita.

Babak kedua dimulai dengan cukup menjanjikan bagi timnas, serangan cepat langsung dibangun kedua sayap timnas. Pola serangan pun terlihat lebih rapi dan kepercayaan diri pemain mulai terbangun, sayang hal itu tidak berlangsung lama. Keasyikan menyerang di awal-awal babak kedua ini membuat lini belakang sedikit lengah, berawal dari kecerobohan M.Ilham dalam mengontrol bola yang berhasil di curi oleh Razak, pencetak gol ketiga Qatar. IMHO transisi menyerang dan bertahan timnas dibawah kepelatihan Wim memang tidak terlalu baik, seperti hal nya sewaktu melawan Bahrain, gol ketiga Qatar juga kurang lebih demikian. Space yang ada antara pemain terakhir dengan penjaga gawang terlalu jauh dan sangat beresiko terhadap jebakan offside yang dipakai timnas.

Selepas gol ketiga Qatar, timnas berusaha mengejar ketertinggalan untuk ketiga kalinya. Namun, kali ini berbeda, terlihat masalah fisik mulai mendera. Kedua sayap kita sudah mulai kelelahan, tidak secepat babak pertama. Kendala ini juga membuat timnas kurang berkonsentrasi, sehingga terburu-buru dalam membangun serangan. Lini tengah yang memang tampak kurang begitu berjalan baik akhirnya coba diperbaiki dengan memasukan Ahmad Bustomi yang menggantikan Beny Wahyudi. Setelah Bustomi masuk, mulai terlihat aliran bola yang lebih baik, terutama dari lini belakang ke lini tengah. Kehadiran bustomi memang bisa mengendalikan tempo permainan, tapi tidak untuk pola serangan yang masih menemui jalan buntu. Alih-alih memasukan pemain berkarakter menyerang, Wim memilih Hariyono sebagai pengganti di lini tengah. Hariyono dan Bustomi sebenarnya bertipe sama sebagai gelandang bertahan. Hal ini otomatis membuat serangan timnas sedikit menurun. Di menit-menit akhir, mungkin sebagai upaya terakhir mengejar ketertinggalan, wim memasukan Yongky Ariwibowo menggantikan Hamka Hamzah. Tapi sayang hal itu tidak terlalu berdampak signifikan, tembok pertahanan Qatar masih belum bisa ditembus timnasional, skor pun tetap tidak berubah 2-3 bagi kemenangan tim tamu.

Beberapa hal yang menjadi catatan saya dalam mengasal ulas pertandingan ini adalah dipilihnya beberpa pemain yang menurut saya mungkin kurang pas. Pertama diposisi kiper, dalam laga uji coba terakhir melawan Arab Saudi kita semua tahu I Made Wiryawan bermain gemilang dan saya kira pantas diturunkan dalam permainan lawan Qatar kemarin, sedang on fire tentunya. Tapi Ferry lah yan terpilih, memang yang paling tahu kondisi kesiapan terakhir pemain adalah pelatih, namun Ferry sendiri tidak pernah menjadi starter dalam beberapa pertandingan terakhir, kalaupun harus, mungkin Markus yang bisa dipilih karena pengalamannya dalam beberapa game terakhir. Kemudian pemilihan Beny Wahyudi di lini tengah yang kurang berkembang dalam pertandingan kemarin, mungkin jika Bustomi diturunkan dari awal pertandingan, keseimbangan lini tengah bisa lebih terjaga. Terakhir adalah ketika M.Ilham sudah sudah kelelahan dan Bepe yang stuck diposisinya, Wim tidak langsung segera mengganti mereka. Wim lebih memilih menggantikan Firman dengan Hariyono yang cenderung lebih bertahan. Padahal ada Ferdinand Sinaga dan juga Irfan Bachdim yang bisa dicoba untuk meningkatkan penyerangan guna mengejar ketertinggalan, apalagi mereka bermain cukup baik saat uji coba melawan Arab Saudi kemarin. Demikian para pemirsa, namanya juga komentator !

auto20111012-0408301

potongan tiket Indonesia vs Qatar

Glory Garuda Indonesia !

Regards.

Tags: , ,

Mangapa Harus ke GBK

Game Indonesia vs Bahrain. September lalu

Game Indonesia vs Bahrain. September lalu

Hari ini, ada dilema yang harus saya alami… haha (hiperbola ah..). Sebenernya sih nga terlalu dilema-dilema amat, tapi ada dua hal yang saya harus pikirkan masak-masak (meskipun keduanya sama solusinya ; uang). Pertama saya pengen menonton Timnas sepakbola Indonesia vs Qatar dalam kualifikasi Piala Dunia secara langsung di Gelora Bung Karno (GBK), kedua ada rencana yang ingin saya lakukan juga di akhir pekan ini…he… Tapi toh, harus ada keputusan yang saya ambil dan akhirnya bola jadi, rencana akhir pekan pun insyaalah… hehe…

Tulisan kali ini sih ingin lebih mengungkapkan keinginan saya yang besar buat nonton timnas di GBK. Sebenarnya saya baru dua kali menonton langsung Timnas di GBK, pertama ketika Final AFF melawan Malaysia, saat itu atmosfir sepakbola memang sedang gila-gilanya di negeri ini, yang turut memaksa saya juga untuk merasakan euforianya secara langsung. Timnas memang menang di GBK dan gagal menjadi juara tapi meninggalkan kesan mendalam buat saya secara pribadi. Euforia, fanatisme, gemuruh penonton dan kumandang lagu Indonesia raya secara serentak yang menggetarkan hati adalah kesan yang paling utama (kalo ini sih ngga hiperbola, rasain sendiri deh). Saya pun berjanji suatu saat saya harus kembali ke GBK, kembali mendukung timnas !

Indonesiaaaaaaa !!!!!

Indonesiaaaaaaa !!!!!

Akhirnya kesempatan itu pun datang juga, kesempatan kedua saya hadir ketika timnas berlaga dalam ajang kualifikasi Piala Dunia melawan Bahrain September lalu. Semua kesan masih saya rasakan pada kesempatan kedua ini, benar-benar menjadi candu ! Meskipun timnas akhirnya harus kalah, kecewa pasti, tapi tak sedikitpun menyurutkan niat saya untuk tidak lagi mendukung timnas secara langsung di GBK.

Dan ketika timnas bertanding di partai penentuan di kualifikasi piala dunia 2014 melawan Qatar tanggal 11 oktober 2011 saya putuskan akan kembali mendukung langsung di GBK. Sebenarnya adalah sebuah pengorbanan yang boleh dibilang tidak kecil ketika mendukung timnas disana secara langsung, waktu, tenaga dan terutama biaya adalah hal yang harus saya pertimbangkan masak-masak sebelum membuat keputusan. Kadang saya sendiri merasa apa sih yang saya dapat dari pengorbanan yang saya lakukan ini ? Untuk sekarang, mungkin saya bisa menjawab;

Alasan pertama tentu saja karena saya suka sepakbola. Inilah olahraga yang pertama kali saya cintai. Dan mungkin saat inilah momen ketika tiba waktunya untuk mencintai sepakbola negeri sendiri. Apalagi yang bisa saya berikan selain dukungan ! Apalagi ini adalah prestasi timnas kita yang paling tinggi dalam kancah persepakbolaan internasional sejak tahun 1986 (kalo ngga salah.. hehe)

Kedua, disaat inilah timnas kita sangat membutuhkan dukungan dari para suporternya. Kekalahan yang dua kali dialami timnas dibabak kualifikasi ini membuat partai melawan Qatar kali ini menjadi partai penentuan untuk memelihara peluang timnas melaju ke babak kualifikasi selanjutnya. Oleh karena itu gemuruh dukungan suporter ketika berada di GBK akan sangat membantu menyemangati timnas.

Ketiga, saya pribadi mempunyai kekhawatiran (mungkin tak beralasan) jika timnas gagal meraih hasil maksimal di partai melawan Qatar, nantinya dukungan dari supoter akan semakin berkurang, oleh karena itu partai besok sangat menentukan. Jika kekhawatiran saya terbukti, partai melawan Iran di GBK nanti mungkin tidak akan banyak yang menonton langsung dan mungkin, menghilanglah pula ‘keangkeran’ GBK itu,hal yang saya khwatirkan pada akhirnya.

Terakhir, pengalaman seumur hidup! karena hal inilah saya mw berkorban banyak. Terlalu banyak hal yang harus kita coba dalam hidup ini, terlalu banyak cerita yang harus kita ceritakan untuk anak cucu kita nanti, dan tak akan pernah terbayangkan kebanggaan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama rakyat Indonesia lainnya secara langsung di sana, tak akan pernah…

Selamat Hari Blogger Nasional

Selamat Hari Blogger Nasional

Selamat Hari Blogger Nasional

Hari ini, negeri ini memang sedang berduka. Berbagai macam cobaan tengah diberikan kepada kita semua. Semoga semua saudara-saudara kita di pulau Mentawai dan juga Merapi serta Wasior di berikan ketabahan dan kekuatan, dan dapat mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi. Pun demikian dengan kita semua.

Di timeline saya hari ini memang banyak berisikan tentang update berita, informasi plus tanggapan-tanggapan terhadap apa yang sedang terjadi di negeri ini. Kemudian saya membaca salah satu timeline saya dari @ndorokakung isinya adalah ‘Selamat hari Blogger Nasional’. Wah… hari ini hari Blogger Nasional ? apakah blogger punya hari khusus? penasaranlah saya. Apalagi sebagai newbie di dunia perbloggeran ini saya memang masih belum tahu banyak tentang dunia blogging ini. Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

#PrayForIndonesia

Pray For Indonesia

Pray For Indonesia

Seperti biasa ritual pagi selain minum dua gelas air adalah membaca timeline yang ada di twitter. Biasanya sih, timeline yang dari semalam belum sempat dibaca, kalo buat saya yang follow banyak orang di twitter, jumlahnya bisa ribuan yang harus di baca. Tentu saja ngga semua saya baca, bisa-bisa seudah baca-baca timeline malah pengen tidur lagi (alibi aj sih).

Hari ini yang menjadi topik utama di twitter adalah tentang kabar duka yang sedang menimpa negeri tercinta ini. Berbagai macam tanggapan dan juga update berita berasal seputar bencana tsunami Mentawai dan letusan gunung Merapi. Berita terakhir menyebutkan bahwa Mbah Marijan yang disebut sebagai juru Kunci Gunung Merapi ditemukan tewas dirumahnya dalam posisi sedang sujud. Subhanallah. Berita ini sempat diragukan kebenarannya, namun masih dari timeline saya ditwitter, berita tersebut dipastikan kebenarannya dan beliau meninggal pukul 06.15 pagi tadi. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Another Story ; Video Makrab

Video Malam keakraban Beswan 24 RSO Bandung

Video Malam keakraban Beswan 24 RSO Bandung

Hari ini iseng-iseng buka hard disk laptop. Niatnya sih mau nyari file kuliah, eh tiba-tiba kebuka file di D–> pergudangan–> Video–> makrab beswan. Itung-itung refreshing dulu sebelum ngerjain tugas, liat dulu ah videonya. Wah tak disangka tak dinyana entah apa yang terjadi, tiba-tiba romantisme 'masa jaya' itu kembali hadir, masa jaya menjadi Beswan Djarum.

Haaah… memori-memori itu kembali berputar-putar dalam kepala diisi dengan cerita-cerita ketika membuat video yang di buat hampir satu tahun yang lalu ini. Video tersebut memang khusus di buat sewaktu kita melaksanakan malam keakraban (makrab) atau mungkin lebih tepatnya lagi malam perpisahan teman-teman Beswan Djarum angkatan 24. Teringat kembali bagaimana repotnya mempersiapkan makrab tersebut. Termasuk juga dengan membuat video tadi. Bagaimana proses kreatif yang berlangsung didalamnya, brainstormingnya, dan hal-hal seru lainnya, termasuk harus repot-repot bawa CPU komputernya ke lokasi makrab pake motor ditengah gerimis dingin karena trouble yang kerap terjadi sewaktu ngrender videonya. Tak terlupakan pastinya. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , ,

Main UNO Gaya Baru

UNO Cards

UNO Cards

Week end memang selalu dinanti setiap orang. Dua hari yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat, memanjakan diri, dan juga menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta kita. Tapi saat ini cuaca sedang tidak menentu dan sukar diprediksi, apa yang sudah kita rencanakan bisa saja berubah secara tiba-tiba. Belum lagi setiap week end jalan-jalan kota terkena macet. Bukannya merefresh diri, malah stress gara-gara macet dimana-mana.

Nah, daripada stress ga bisa menghabiskan week end gara-gara cuaca yang tidak menentu, atau terkena macet dimana-mana, menghabiskan week end dirumah pun bisa sangat menyenangkan. Banyak aktifitas-aktifitas yang bisa dilakukan bersama orang-orang dirumah. Masak bareng, beres-beres rumah bareng, atau juga main game bareng.

Salah satu game yang bisa dimainkan adalah bermain kartu. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , ,

Bagi-Bagi Following

Follow sana Follow Sini

Follow sana Follow Sini

Kemarin saya ngepost tentang Twitting Time. Artikel yang saya tulis berdasarkan kesukaan saya terhadap jejaring sosial Twitter ini. Salah satu keuntungannya adalah kita bisa mengikuti update info dari orang-orang yang kita kehendaki. Selain itu, dari follow sana follow sini juga kita bisa punya wawsan dan pengetahuan baru.

Nah kali ini saya ingin bagi-bagi ‘following’ saya, tentunya user-user yang bermanfaat bagi kita. Yang bisa menambah wawasan, pengetahuan, sekaligus juga yang bisa menghibur. Yu mari kita liat list nya : Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Stop Redam Amarahmu

Gitu Ngga sih Ekspresi Kita Kalo Lagi Marah

Gitu Ngga sih Ekspresi Kita Kalo Lagi Marah

Kita hidup bermasyarakat. Hidup bersama orang lain, dan esensinya kita tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. Kebayang ngga sih, meskipun kita sudah lebih ganteng daripada Brad Pitt, atau lebih kaya daripada Bill Gates, tapi hidup sendirian di Dunia ini ? luar biasa hampa pastinya. Begitu juga bukan yang terjadi pada Adam, meskipun hidup dalam kemewahan syurga tapi jika dinikmati sendiri apalah artinya, oleh karena itu Tuhan menciptakan Hawa untuk mendampingi Adam. Ketika diusir ke Bumi pun yang pertama kali di cari oleh Adam adalah siti Hawa bukan ? dan itu membutuhkan waktu yang sangat lama sampai Adam bertemu kembali dengan Hawa. Sebuah perjuangan berat untuk mengusir rasa ‘kesendirian’.

Pun dengan kita saat ini. Bersyukurlah karena kita hidup di zaman yang lebih ‘bersahabat’. Tidak perlu takut dengan rasa ‘kesepian’ itu. Sedari lahir kita sudah tidak kesepian, ada keluarga yang selalu mendampingi. Beranjak dewasa semakin luas pergaulan kita, semakin ‘ramailah’ pula kehidupan kita. Banyak teman, sahabat, teman bergaul, teman kuiah, guru, dosen, pedagang, supir angkot, ojek, dan orang-orang lain yang semakin meramaikan sekaligus memperkaya kehidupan kita. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , ,

Tweeting Time.

Twitter dengan Icon Burung dan Kicauannya

Twitter dengan Icon Burung dan Kicauannya

Kemaren saya sempat menulis sedikit tentang komunikasi lewat sosial media. Sangat populer, digandrungi, bahkan bisa jadi kebutuhan primer setiap orang saat ini. Salah satu yang sedang saya senangi saat ini adalah tentu saja Twitter (maaf agak narsis). Sebelumnya sih, saya juga kurang tertarik dengan jejaring sosial ini, saya merasa jejaring sosial dengan ikon kicauan burungnya ini masih kalang canggih dari pada jejaring sosial yang mempunyai ikon huruf ‘F’ Facebook. Facebook tentunya lebih canggih karena memiliki fitur seperti chatting, reminder, bisa bikin group juga membuat kalender acara. Sedangkan twitter hanya bisa menulis dalam 140 karakter saja, walaupun bisa juga untuk mengupload gambar atau menambahkan tautan rasanya belum cukup untuk jadi tandingan . Tak heran jumlah pengguna twitter masih kalah dibandingkan dengan pengguna Facebook.

Dengan fitur terbatas tersebut bukankah twitter terasa membosankan ? sekilas memang demikian. Tetapi tidak kenal maka tidak sayang,begitulah peribahasa yang mungkin paling tepat digambarkan untuk saya. Setelah mencoba dan berkenalan lebih jauh, justru saat ini saya semakin menyukai jejaring sosial yang sangat sederhana ini. Setiap harinya seperti sudah menjadi kewajiban, merasa berdosa jadinya jika sehari saja tidak log in disitus jejaring sosial ini. Read the rest of this entry »

Tags: , , , , ,