BUKAN TRAVELLER

Hanya Kebetulan Lewat

Selda wenda seorang siswa SD YPPGI Pyramid sedang berlatih mengibarkan bendera

Selda wenda seorang siswa SD YPPGI Pyramid sedang berlatih mengibarkan bendera

Sebuah bendera merah putih lusuh yang robek pada ujungnya adalah satu hal luar biasa yang menyambutku di SD YPPGI Pyramid. seolah mengucapkan selamat pagi dan selamat datang untuk seorang bapak guru yang entah dari mana. bendera yang dengan gagah berani berkibar di pedalaman Papua.ia sedang menungguku, menunggu seseorang yang akan menaikkannya di pagi hari kemudian menurunkannya di sore hari. bahkan mungkin ia ingin sekali ada seseorang yang menyanyikan lagu Indonesia raya disaat ia dikibarkan. sudah terlalu lama ia sendiri, berkibar sepanjang musim, menahan kencangnya angin dari pegunungan menuju lembah, menahan dinginnya suhu di malam-malam yang panjang.

Anak-anak SD YPPGI Pyramid belum pernah melaksanakan upacara bendera sebelumnya. merekapun tak bisa menyanyikan lagu Indonesia raya. selama ini bendera merah putih robek di halaman sekolah hanyalah pajangan bagi mereka tanpa mereka tahu apa makna dibalik merah dan putih. mereka juga tak pernah tahu betapa berharganya bendera merah putih bagi bangsa kita. perjuangan panjang hingga akhirnya memperoleh kemerdekaan dan kita bisa mengibarkan sendiri bendera tercinta pada 17 agustus 1945. mereka tidak tahu karena selama ini belum pernah ada yang memperkenalkan, sehingga mereka sama sekali tak bisa memaknai merah putih di hati mereka masing-masing.

Mengajak anak-anak kembali ke zaman perjuangan, mengenal sejarah kemerdekaan Indonesia, menghafal dan menyanyikan lirik Indonesia raya dan memulai latihan upacara adalah sebuah PR yang panjang. tak bisa terealisasi dalam satu malam. begitu banyak proses dan metode yang harus kami coba. sebagai awal adalah mengenalkan Indonesia kepada anak-anak. mulai dari nama negara, lambang, bendera, sejarah, bahkan tak lupa para pahlawan yang sudah berjuang demi terbentuknya Republik ini.

Menyanyikan lagu-lagu nasional disetiap pagi sebelum memulai pembelajaran. sebuah langkah awal untuk memperkaya pengetahuan anak-anak tentang lagu-lagu nasional. tentunya dimulai dari Indonesia raya, kemudian lagu-lagu nasional yang lain dengan sesekali mengenalkan lagu daerah terutama yang dari Papua sendiri. mulai dari lirik hingga nada yang harus dikoreksi. sehingga bisa menyanyikan dengan sempurna.

Setiap jumat dan sabtu pagi adalah jadwal latihan untuk pelaksana upacara bendera. latihan upacara bendera berlangsung bukan hari berhari-hari tapi bahkan sampai berbulan-bulan agar ketika pelaksanaan menjadi sempurna.

Bendera merah putih sobek yang menyambutku pertama kali adalah inspirasi untuk apa yang harus aku lakukan selama bertugas di pedalaman Papua ini. bendera inilah yang juga membawa beberapa bantuan untuk anak-anak dan sekolah SD YPPGI Pyramid. mulai dari seragam, sepatu, tas, bola, bendera merah putih yang baru. lewat sebuah postingan foto seorang anak yang bernama Selda wenda yang sedang mengibarkan bendera merah putih di media sosialku yang kemudian menjadi viral diantara teman-teman yang ingin membantu. terimakasih merah putihku.

mengikuti-konseling-untuk-mengatasi-konflik-pernikahan-alodokter

Ruang BK bagi sebagian murid bisa jadi merupakan tempat paling horor di sekolah. karena persepsi siswa pada umumnya bahwa ruang BK adalah tempat penghakiman bagi anak-anak bermasalah dan indisipliner di sekolah. Guru BK ibarat polisi sekolah yang siap menegakkan kebenaran dan membasmi kejahatan di Sekolah. hal inilah yang terkadang membuat siswa enggan untuk datang dan berkonsultasi kepada guru BK ataupun hanya sekedar untuk bertanya informasi. bisa jadi ketika ingin mendapatkan informasi dan datang ke ruang BK ketika keluar ruangan pastilah teman-teman bertanya “ada masalah apa lu bro sampai ke ruang BK?” padahal kalian ke ruang hanya untuk sekedar bertanya tentang informasi jurusan perkuliahan.

Baiklah kali ini kita akan membahas beberapa tipe siswa yang sering datang ke ruang BK :

1. SISWA INDISIPLINER
Ini tipe siswa yang biasanya paling sering melanggar peraturan sekolah. mulai dari bolos, terlambat, merokok di lingkungan sekolah, dan beberapa masalah yang melanggar disiplin lainnya mulai dari hal kecil ataupun masalah disiplin yang berat. mereka ini biasanya menjadi langganan konseling di ruang BK, baik ditangani secara langsung oleh konselor melalui konseling ataupun bekerjasama dengan pihak lain jika diperlukan tergantung masalah yang dihadapi siswa.
Tugas guru BK disini bukanlah sebagai hakim yang menjatuhi hukuman tetapi melakukan perbaikan tingkah laku siswa agar menjadi lebih baik melalui beberapa teknik konseling yang membuat siswa menyadari kesalahannya dan berkomitmen untuk menjadi lebihbaik lagi dimasa mendatang.

2. SISWA BERMASALAH
Setiap orang pasti memiliki masalah. begitu juga dengan siswa di sekolah. mulai dari masalah pribadi, sosial, belajar ataupun karir. Ada beberapa tipe siswa bermasalah, ada yang secara langsung datang kepada guru BK atau konselor untuk berkonsultsi tapi ada juga tidak ingin datang secara langsung tetapi melalui perantara guru atau walikelas serta teman yang mengetahui masalah mereka dan menyarankan untuk datang ke ruang BK ataupun memberitahu konselor permasalahannya dan memanggil siswa tersebut untuk dilakuakan sesi konseling.

3. SI TUKANG CURHAT
Pada dasarnya siswa tipe ini tidak memiliki permasalahan yang berarti. mereka hanya senang berbagi cerita kepada guru BK mulai dari hal sederhana sampai kepada hal-hal rumit untuk dibicarakan. tipe ini biasanya hanya ingin didengar tanpa mengharapkan solusi yang serius.

4. SI TUKANG BOLOS
siswa tipe ini biasanya mencari-cari alasan agar dapat masuk ke ruang BK pada jam-jam pelajaran tertentu. tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk menghindari pelajaran-pelajaran yang biasanya dianggap sulit seperti matematika ataupun fisika. mereka akan datang dengan sejuta alasan dan sejuta masalah agar bisa lolos masuk ke ruang BK dan melakukan sesi konseling dengan nyaman dan terhindar dari pelajaran dan tugas.

5. SI VISIONER
dalam kamus besar bahasa Indonesia visioner adalah orang yang memiliki khayalan atau wawasan ke depan. begitu juga dengan tipe siswa terakhir yang sering datang ke ruang BK. siswa tipe ini selalu datang untuk berkonsultasi tentang masa depan ataupun rencana-rencanya yang sudah dirancangnya seperti konsultasi mengenai jurusan apa yang akan diambil ketika kuliah nanti, tentang bakat dan minat yang cocok untuk dirinya, atau ekstrakurikuler apa yang seharusnya ia ikuti.

itulah beberapa tipe siswa yang sering datang ke ruang BK ketika di sekolah. kamu termasuk tipe yang mana?. jika ada tipe lainnya silahkan tambahkan di Kolom komentar. terimakasih.

12654330_10205680001946048_8230682744873326876_n

Saya ditempatkan di sekolah dasar YPPGI Pyramid. YPPGI sendiri merupakan singkatan dari Yayasan Pendidikan Persekolahan Gereja Injili. Sebuah sekolah yayasan kristen. Walaupun saya muslim tidak masalah rasanya ditempatkan di sekolah manapun. Karna tujuan saya datang kesini adalah untuk memeluk mimpi anak-anak di pedalaman. Entah itu agama apapun, suku apa saja, keriting, lurus, hitam, putih semua sama. Mimpi mereka adalah mimpi Indonesia. Masa depan mereka adalah masa depan Indonesia tentunya.

SD YPPGI terletak disalah satu distrik di kabupaten Jayawijaya Papua tepatnya di distrik Pyramid. Distrik pyramid adalah distrik paling ujung yang berbatasan langsung dengan kabupaten Lanny Jaya. Dilewati oleh jalan antar kabupaten mengakibatkan akses menuju sekolah ini tidak terlalu sulit. Ada saja kendaraan yang melewatinya setiap hari. Jarak antara ibu kota kabupaten Wamena dengan distrik Pyramid sekitar lebih kurang 35 KM. Jika ditempuh dengan kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu baik.
Untuk menuju kesekolah ini kita dapat menggunakan taksi dari kota wamena. Taksi sebutan untuk semua jenis angkutan umum disini, bukan taksi seperti yang biasa kita jumpai di kota. Ongkos taksi untuk sekali jalan sekitar 35 ribu rupiah. Tapi bersiaplah dengan kondisi yang ada, kita akan berdempetan dengan warga lokal terkadang mereka juga membawa babi atau anjing di dalam taksi. Untuk pertama kali harus menyesuaikan dengan aroma yang kurang sedap. Hanya sampai terbiasa saya rasa.

Ada alternatif kedua yang kami temukan untuk menuju ke sekolah penempatan dari kota Wamena. Menumpang ala backpacker bermodalkan jempol dan lambaian tangan. Distrik Pyramid merupakan akses antar kabupaten, banyak sekali kendaraan pribadi ataupun truk pasir yang melewati sekolah penempatan saya. Tak jarang kami menumpang untuk naik atau turun ke kota Wamena dengan cara berdiri di belakang bak mobil atau truk dengan pegangan ekstra, karena laju kendaraan disini sangat kencang jadi harus berpegangan yang kuat.

Distrik pyramid belum dialiri oleh aliran listrik. Sumber listrik hanya berasal dari panel surya yang menyala setiap hari dari jam 6 sore sampai jam 8 malam. Hanya cukup untuk penerangan makan malam serta untuk mengisi batrai Handphone. Tapi handphone fungsinya hanya untuk bermain game atau sekedar berfoto bersama anak-anak. Karna tidak ada jaringan telpon disini. Untuk bisa menelpon hanya bisa di lakukan di bukit signal atau pohon signal. Beberapa spot yang terdapat signal telpon, itupun harus menggunakan hp dengan merek tertentu. Hp dengan fungsi hanya untuk sms ataupun telpon saja. Jika ada rindu itulah seninya. Harus menunggu ketika turun ke kota Wamena barulah bisa menghubungi keluarga ataupun orang-orang yang dikasihi.

Sekolah dasar YPPGI Pyramid memiliki 6 ruang kelas, 3 ruang kelas sudah berdinding batu walaupun dengan kondisi bolong dan rusak, 3 ruang kelas lainnya masih berdinding papan dengan kondisi tak jauh lebih baik dari 3 ruang kelas lainnya. Satu ruang guru dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Serta satu perpustakaan yang tampak masih baru. Untuk WC hanya ada satu. Itupun hanya diperuntukkan bagi guru. Anak-anak jika ingin buang air harus berlari ke semak-semak atau tempat manapun yang dirasa cukup tersembunyi.

Di sekolah dasar YPPGI Pyramid inilah pelajaran kehidupan dimulai. Bagaimana saya harus berjuang bersama murid-murid yang saya sayangi. Perjuangan yang tak pernah usai sampai kapanpun. Merangkai mimpi serta membuka cakrawala pengetahuan mereka. Walaupun semua tidak mudah karena sarana dan prasarana yang sangat tidak menunjang, tapi saya yakin dengan semangat yang saya punya akan ada cara-cara serta ide-ide kreatif yang nantinya akan muncul menemani petualangan hebat kami dalam belajar.

13095838_10206393629586293_1992666247438752652_n


Generasi anak koteka
Tunjukkan pada mereka
Dari lembah yang dingin
Kita berikan senyuman

Satukan cinta kita
Dari Lembah Baliem
Dengan menari dan bernyanyi
Yakinkan kita bisa

Penggalan lirik lagu dari grup hip hop W-Town yang merupakan kumpulan anak-anak muda Wamena yang berkarya melalui musik. Menggambarkan keindahan alam lembah Baliem yang menjadi tempat nyaman bagi mereka untuk berkreasi.

Lembah baliem terletak di kabupaten Jayawijaya dengan ibukota Wamena. Merupakan sebuah lembah yang dikelilingi oleh pegunungan Jayawijaya di Propinsi Papua. Untuk menuju kesana akses satu-satunya adalah menggunakan pesawat terbang dari ibu kota Propinsi Papua yakni Jayapura. Karena belum ada jalur penghubung darat menuju pegunungan tengah Papua. Hal ini jugalah yang mengakibatkan tingginya harga barang di Wamena.

Saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di potongan surga di timur Indonesia berkat Program mengajar SM3T dari kementrian ristek dan tekhnologi. Selama satu tahun mengabdikan diri sebagai seorang guru. Lembah baliem berada di ketinggian 1600 mdpl dengan suhu antara 10-15 derajat Celcius. Lembah Baliem sendiri memiliki panjang 80 Km dan lebar 20 km.

Lembah baliem dihuni oleh masyarakat suku Dani, Yali, dan Lani. Seperti kebanyakan masyarakat Papua daerah pegunungan dengan ciri-ciri berambut keriting pendek, kulit hitam, serta bentuk rahang yang kuat. Jumlah penduduk yang mendiami Lembah ini sekitar 100.000 jiwa.

IMG_20160319_050532

“Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo” yang berarti hari esok harus lebih baik dari hari ini adalah semboyan kabupaten Jayawijaya yang menunjukkan bahwa masyarakat disini menginginkan perubahan kearah yang lebih baik setiap harinya.

Pertama kali meginjakkan kaki di bandara Wamena yang terasa adalah hembusan angin pegunungan yang sejuk. Di pintu keluar bandara akan kalian temui masyarakat asli yang menggunakan koteka. Biasanya mereka akan menarik wisatawan untuk berfoto bersama yang nantinya akan dimintai uang sebagai balas jasa karna sudah berfoto bersama mereka. Kisaran harga yang diminta sebesar 20 ribu sampai 50 ribu rupiah tergantung pandai tidaknya menawar.

Kota wamena tidak terlalu luas. Hanya kota kecil dengan penduduk yang tidak terlalu padat. Beberapa jalan utama. Pusat perbelanjaan hanya berupa swalayan dan pasar. Kota inilah yang menjadi jantung perekonomian masyarakat pegunungan tengah Papua. Akses keluar masuk dan distribusi barang berlangsung disini sebelum dikirim ke berbagai daerah di sekitar kabupaten Jayawijaya.

Kabupaten Jayawijaya sendiri memiliki 44 distrik yang tersebar di bentangan Lembah Baliem. Saya sendiri di tempatkan bertugas di salah satu distrik yang berjarak 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan dari ibukota kabupaten. Di Lembah agung Baliem inilah semua cerita indah saya akan dimulai.

SALAM2

Papua adalah mimpi terbesarku dari dulu. Dimulai dari perpustakaan sekolah ketika SMA. Setelah membaca sebuah buku tentang Lembah baliem. Buku yang bercerita tentang eloknya alam pegunungan jayawijaya serta uniknya budaya masyarakat suku Dani. Suku yang mendiami tanah ajaib di Lembah agung baliem. Tradisi pemotongan jari ketika kehilangan salah satu anggota keluarga mereka. Sejak saat itu bumi cendrawasih menjadi target dari semua mimpi yang mulai saya rangkai.
Ketika melanjutkan kuliah di Universitas Riau dengan jurusan bimbingan konseling membuat saya semakin yakin bahwa jalan hidup saya adalah menjadi seorang guru dan tanah Papualah yang akan menjadi ladang juangnya nanti. Tekad itu semakin hari semakin kuat. Tak hentinya saya mencari informasi tentang guru-guru yang telah terlebih dahulu mengajar di pelosok Indonesia.
Mulai dari sosok yang sangat menginspirasi seperti Butet manurung yang berjuang untuk mengajar suku anak dalam sampai pada perjuangan para pengajar muda Indonesia mengajar yang salah satunya sangat menarik bagi saya adalah pengabdian di kabupaten Fak-fak Papua. Lagi-lagi Papua yang selalu menjadi daya tarik utama dari topik pencarian saya.
Setelah menamatkan pendidikan di Universitas Riau menjadi pintu gerbang awal perjuangan saya untuh meraih mimpi. Mimpi untuk memeluk anak-anak timur Indonesia. Mulai dari mengikuti seleksi Indonesia mengajar angkatan ke VIII yang belum mengizinkan saya untuk bergabung sampai pada jalan terbaik yang dipilihkan Tuhan yakni mengikuti Program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal) angkatan ke IV. Setelah mengikuti berbagai seleksi dan persiapan akhirnya saya resmi menjadi salah satu peserta SM3T yang ditugaskan di Kabupaten Jayawijaya Papua.
Seperti Tuhan sedang memeluk mimpi-mimpi saya. Semuanya menjadi nyata. Secara langsung Lembah baliem dipilihkan sebagai tempat pengabdian. Seolah semua memori masalalu menguap seketika. Ingatan saya tentang perpustakaan sekolah, masa perkuliahan, dan akhirnya apa yang saya capai sekarang. Semua seperti memiliki benang merah yang tak terputus. Semua mimpi yang saya jaga tetap membara akhirnya direstui oleh sang Ilahi.