Cari Jodoh

Alohaaa.. Udah lama banget saya nggak nge-blog dan kali ini, saking bingungnya mau curhat kemana dan siapa, saking buteknya ini otak, saking bingungnya kudu ngapain dan gimana, sekalian aja saya nulis pengalaman saya “cari jodoh..”. Iya bener JODOH, J-O-D-O-H, JO-DOH! Jujur, kriteria jodoh saya itu banyak, ekspektasi saya itu selangit, kudu ini lah kudu itulah.. […]

No Comments

Workshop Kreativitas Berbasis Seni, Kenangan di PSBK (Bagian 3 habis)

Jumat, 7 Maret 2014 Padahal aku sudah siap berolahraga pagi ini usai bunyi gong-sikat gigi-minum teh. Tapi sepertinya hari ini kami dibawa jalan-jalan lagi. Tentunya usai rutinitas sapu-pel sana-sini. Kali ini kami tidak dibawa ke jalur pemakaman. Beda jalan. Yang ini lebih manusiawi. Tidak ada tanjakan yang terlalu curam, tidak ada hutan, dan tentunya tidak […]

No Comments

Workshop Kreativitas Berbasis Seni, Kenangan di PSBK (Bagian 2)

Kamis 6 Maret 2014 Ini hari kedua aku berada di Bantul, Jogjakarta. Seperti pagi-pagi sebelumnya di tempat ini, bangun pagi karena gelegar gong dan alarm, bersih-bersih, sapu sana, pel sini, olahraga.. Tunggu! Pagi ini tanpa olahraga, tapi kami diajak untuk kali pertama berkeliling sekitar PSBK. Menyusuri kasarnya jalanan beraspal yang tak sempurna, hutan yang tidak […]

No Comments

Workshop Kreativitas Berbasis Seni, Kenangan di PSBK (Bagian 1)

12 Maret 2014 Ada yang berbeda pagi ini pada detik pertama saat mataku memutuskan untuk berhenti terpejam, pada saat indera pendengaranku berfungsi setelah fajar, pada saat otakku berada pada gelombang beta. Tidak ada suara gong, tidak ada kasur busa tanpa ranjang bersprei kuning seperti biasanya, tidak ada mereka.. Biasanya udara Jogja menyambut, menerobos paru-paru dan […]

No Comments

#5 Modern Dance?

Waktu iu adalah tepat hari ketiga kami di Semarang. Euphoria yang sama, wajah-wajah yang sama, bath tube yang sama.. Masih dengan kegiatan rutin membasuh badan usai aku bangun pagi yang sedikit kesiangan. Akumulasi rasa lelah hari sebelumnya: Jadi tukang cuap-cuap di bus dan tukang bagi-bagi kotak nasi dan snack. Tidak. Aku tidak mengeluh. Semuanya sangat […]

No Comments

Sanguin-Koleris-Melankolis(?)

Silakan tertawakan keadaanku sekarang. Tanpa tujuan, tanpa semangat, menyedihkan. Biasanya aku seorang sanguin, energiku tak pernah habis, bersemangat akan apapun bahkan tidak hanya untuk diriku sendiri. Kubagikan dengan orang lain semangatku, keceriaanku. Membuat mereka tertawa karena kebodohan yang kubuat sendiri. Aku tidak ambil pusing, yang penting mereka senang. Lalu lihat aku juga sebagai seorang koleris […]

No Comments

Percaya

Senyata-nyatanya Tuhan sayang padaku. Sedemikian sampai perhatian-Nya berlebih tercurah padaku. Awalnya sulit mengartikan perhatian-Nya sebagai wujud kasih sayangn-Nya padaku. Apa sayang ciptakan sakit dan air mata? Apa sayang adalah bertubi-tubi cobaan yang datang tanpa ampun? Biar aku mengurainya.. betapa pelik lembah kehidupanku. Dimana masalah yang kuhadapi bukan lagi soal gagal dapatkan boneka favorit seperti saat […]

No Comments

Setengah-Setengah

Aku seringkali berpikir, fokus hidupku ini kemana sih? Kelak aku akan jadi apa? Kelak aku akan bagaimana? Kemana sebenarnya Tuhan menghendaki ujung takdirku? Tapi apa takdir berujung? Entahlah.. Aku merasa masih sangat setengah-setengah untuk menetapkan arah hidupku.. Aku punya ambisi yang agak berlebih, punya semangat berlebih, punya imajinasi berlebih, tinggi badan berlebih, panjang kaki berlebih, […]

No Comments

Memancing

Kalian pernah memancing? Aku belum. Tapi pernah sekali itu aku diajak memancing oleh ayahku. Aku hanya jadi penontonnya. Menyaksikan proses memancing yang monoton, lempar kail dengan umpan di ujungnya, terendus ikan, umpan dimakan, tarik, kena, dan berujung dengan ikan mati mengenaskan di penggorengan. Bisa dikatakan saat itu aku jadi pelaku memancing. Kalian pernah dipancing? Atau […]

4 Comments

Jarak

Mual Petak-petak hijau bersemburat kuning lalu oranye dalam bentangan biru sempurna. Lima diantaranya menonjol, angkuh, memecah biru dalam topeng kemunafikan. Tak percaya? Lihat saja, mereka terlihat sangat dekat bahkan ruas jaripun sanggup menyatukannya. Seruas jari. Begitu kecil bukan? Nyatanya fana. Sebab mereka terpisah bermil-mil jauhnya. Mendadak aku jadi benci ruas-ruas jari. Memunculkan asa lantas menjaga jarak dengan kenyataan. Andai ruas jari […]

No Comments