Skip to content

Archive for January, 2012

15
Jan

Review album Sir Dandy Lesson #1

cover1

Kalian pasti tidak tahu kalau di tahun 1173 Lord Baden Powell di Perancis Selatan menciptakan sepeda motor, tapi kalian pasti tahu di daerah Cipete ada jalan namanya Haji Sayidi. Tapi kalian juga pasti tidak tahu kalau ternyata Haji Sayidi adalah pemilik sepeda motor  pertama di Jakarta. Lagu berikut ini tentang Jakarta Kota Motor atau bahasa Inggrisnya Jakarta Motor City.

Itulah prolog dari lagu berjudul Jakarta Motor City, salah satu lagu dalam album Sir Dandy Harrington yang bertajuk Lesson #1. Ya, Prolog, jadi bumbu khas di mini album milik frontman Teenage Death Star ini. Menarik, karena semua track diawali dengan prolog yang isinya ungkapan, pemikiran sampai curhatan Sir Dandy. Tapi ada juga prolog yang sangat informatif seeperti prolog lagu Jakarta Motor City. Saya awalnya juga tidak tahu siapa itu Haji Sayidi, tapi sekarang saya jadi tahu.

Mendengar lagu demi lagu di album ini, rasanya susah sekali untuk tidak mrenges atau ketawa. Bukan karena album ini konyol dengan kualitas suara  amburadul sehingga pantas ditetawakan, tapi lebih karena mendengar lirik  demi lirik yang cerdik dan menggelitik. Lesson #1  rilis tahun 2011, berisi 9 lagu dan 1 puisi yang semua syair dan musiknya diracik oleh Sir Dandy. 

Lirik-lirik sederhana, jujur, yang ditulis seadanya dan apa adanya  itulah yang bikin mini album ini lebih mirip kayak curhatan, atau hasil pemikiran pribadi Sir Dandy. Gaya Sir Dandy yang selenge’an, seenaknya sendiri, dan bebas, juga terlihat jelas di setiap lagu di album ini. Tapi itulah yang jadi daya tarik dari album yang satu ini.

Track pertama, Gibson atau Epiphone, berkisah tentang keinginan Sir Dandy untuk membeli gitar berjenis Gibson atau Epiphone. Track Juara Dunia, tak kalah menariknya, lagu ini bercerita tentang Crish John petinju Indonesia yang berhasil jadi juara dunia, John Sikat John! Musisi asal Jakarta ini juga tak lupa membuat lagu tentang Kota Jakarta dalam lagu Jakarta Motor City yang benar-benar menyindir budaya bermotor orang-orang di Jakarta.  Satu lagi yang menarik dari album ini adalah puisi berjudul Ayo Kita Kerja yang bercerita tentang para pencari kerja dan pekerja di Kota Jakarta . Track lain seperti Anggur Merah, Sekdrag, Lagu Itu, Ode to Antruefunk, Ode to Antruefunk Part II, dan Tepuk Tangan siap mengantarkan pendengar ke lirik-lirik sederhana namun mengena milik Sir Dandy.

Sir dandy sendiri mengatakan kalau mini albunya ini lebih seperti Ujian Nasional bagi dirinya, setelah mempelajari gitar selama tiga tahun terakhir. Baginya semua lagu yang ada dalam album tersebut hanyalah sebuah rekaman hasilnya belajar bermain gitar. Good Lesson Sir. (riza)

8
Jan

Smartphone Mati Kena Air? Ini Dia First Aid-nya

how-to-save-your-smartphone-add-3

Nggak asing lagi kalau air atau material liquid adalah musuh terbesar untuk semua perangkat elektronik kita. Termasuk mobile phone atau smartphone yang kita miliki. Sekali kena air, entah itu tidak sengaja tercebur waktu  berenang, kena air hujan, atau sekedar terkena tetes air,  kinerja mobile phone atau smartphone akan  terganggu.

Tapi, jangan panik dulu jika dihadapkan dengan situasi seperti ini. Fyi ternyata ada cara-cara khusus yang bisa digunakan untuk pertolongan pertama mengatasi smartphone  saat kena air.  Inilah cara-cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan smartphone kesayangan kita, sebelum dibawa ke tempat service.

1. Matikan smartphone secepatnya

Walaupun sederhana, tapi mematikan smartphone secepatnya saat terkena air adalah hal yang sangat penting. Karena semakin lama smartphone dalam keadaan online maka, lebih besar kesempatan kelembaban yang disebabkan air membuat hardware smartphone cepat rusak.

2. Segera cabut atau keluarkan baterai smartphone (tidak berlaku untuk iPhone)

Pastikan tidak ada lagi listrik yang terhubung dengan smartphone . Segera keringkan baterai dengan blowdryer atau pengering lainnya. Hal ini penting agar baterai tetap aman. Ini berlaku untuk pengguna smartphone yang bukan iPhone. Jika kamu  adalah pengguna iPhone, langsung saja lanjut ke langkah ketiga.

3. Masukkan smartphone ke dalam beras

Sekilas cara ini dianggap konyol, namun ini bukan lelucon lho. Perlu diketahui bahwa beras adalah material penyerap yang sangat baik. Masukkan smartphone  ke dalam mangkok yang sudah diisi satu atau dua cangkir beras dan kuburlah smartphone anda dalam beras tersebut. Tutup mangkok dengan rapat dan biarkan selama tiga hari. Memang waktu yang lama tapi cara ini ternyata manjur untuk menyerap air yang masuk ke smartphone kita..

4. Keringkan LCD dengan blow dryer (jika perlu)

Setelah  tiga hari, beras sudah mampu menyerap kelembaban yang ada di smartphone . Namun jika masih ada air yang tertinggal dan menyebabkan layar  LCD biasanya  berwarna hitam. Jangan panik dulu. Ambil blow dryer dan keringkan lcd selama 15-20 menit, dengan suhu rendah.

Well, itu dia pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat smartphone atau mobile phone terkena air. Tapi bukan berarti kinerja smartphone bakal  kembali 100%  kayak  semula ya. Sedikit kerusakan masih mungkin terjadi. Saatnya garansi untuk service beraksi. Semoga sukses dengan cara ini, lain kali lebih hati-hati! (riza)

source : gadget-review.com

7
Jan

Intro

Berakit-rakit ke hulu bergetar-getar  kemudian, Bersakit-sakit dahulu bisa main gitar kemudian. Terima kasih buat Rico, Gitaris Mocca, lagu ini aku persembahkan untukmu, Gibson atau Ephiphone (Sir Dandy-Lesson #1). Prolog seperti ini, dijadikan Sir Dandy, seorang musisi indie asal Jakarta  untuk memperkenalkan setiap lagunya di album Lesson #1 . Istimewa!!

Setiap datang ke tempat  baru, hal yang pertama kita  lakukan apa lagi kalau bukan perkenalan, introduction. Kalau  diingat-ingat.. setahun lalu, terakhir kali memperkenalkan diri adalah waktu saya masuk ke UKM Sinematografi. Lebih lama, kira-kira dua tahun lalu, saya memperkenalkan diri kepada teman-teman kuliah saya, saat pertama menjadi maba.

Dan tahun ini, entah kapan terakhir kali saya harus memperkenalkan diri saya lagi. Semakin hari, semakin banyak orang baru yang saya temui, semakin banyak tempat dan lingkungan baru yang saya masuki. Bertemu lagi dengan orang baru, mengenal lagi, menyesuaikan diri, LAGI! Salah satunya  di sini, di Keluarga Beasiswa Djarum atau nama kerennya Beswan Djarum.

Riza Roidila , itu satu-satunya nama saya.  Biasa dipanggil Dila, tercatat sebagai Beswan Djarum  27 dari DSO Surabaya, dan RSO Surabaya. Makanan favorit : makanan gratis, minuman favorit : minuman gratis. Hobi : Makan dan minum gratisan.  Mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 5 (semester yang jungkir balik sepanjang masa), Universitas Airlangga Surabaya.

Selain mengandalkan beasiswa dari Beswan Djarum yang dermawan, orang tua sebagai donatur utama yang budiman,  buat tambah pengalaman plus uang jajan tambahan saya bekerja sebagai part timer jurnlis di sebuah media kampus dan salah satu media komersil di Jawa Timur.

Panjang cerita, sampai saya akhirnya bisa menjadi salah satu dari mereka (Beswan Djarum, red.). Mungkin nggak cukup satu postingan  untuk menceritakannya, tapi saya janji satu-persatu cerita pasti bakal saya bagi di blog ini. Nggak cuma sekedar basa-basi, tapi menulis di sini adalah sebuah pemenuhan janji pada beberapa nama yang  selalu menagih cerita saya beberapa waktu terakhir ini.

dedicated to : all keluarga Beswan Djarum, dan sedikit nama yang selalu menginspirasi saya buat terus nulis (kayak nulis apa aja deh ya sesuancuk banget gitu kayaknya padahal nggak blas) Paramadina, Gita Regina, Nobek, Ilmi. Lihat! Aku nggak akan berhenti berkerya Gaes.