Skip to content

Archive for February, 2012

10
Feb

Quote

You are what you read. You are what you write (Andrea Hirata)

2
Feb

Review Album Tulus – TULUS

Cover Album Tulus

TULUS, jadi tajuk album ini sesuai dengan nama sang musisi. Seperti semua album self titled, album ini tentu membawa misi untuk memperkenalkan musik yang ditawarkan sang penyanyi.

Album ini berisi 10 lagu yang diciptakan sendiri oleh Muhammad Tulus.Di Bandung sendiri kota asalnya, Tulus pernah menggelar mini konser bertajuk An Introduction untuk memperkenalkan musik di albumnya ini.

Album Tulus dibuka dengan introduction track berjudul Merdu Untukmu (intro version). Di lagu ini, Tulus mengungkapkan keinginannya bernyanyi dan membingkai nada merdu buat semua pendengarnya. Yang unik dari track ini, adalah latar musik yang kemeresek, terdengar seperti suara radio atau televisi yang kena gangguan gelombang. Dari lagu pembuka ini, sudah ketahuan bahwa sang penyanyi punya vocal yang sangat mumpuni. Track yang hanya berdurasi 1 menit 9 detik ini langsung dilanjutkan dengan lagu Teman Pesta yang jazzy tapi upbeat. Mulai lagu kedua inilah, ketahuan bahwa musik dalam album ini punya aransemen yang menyentuh ranah jazz namun dibalut dalam musik yang ringan seperti pop dan pastinya easy listening.Di track ketiga Kisah Sebentar kental dengan aroma bossanova .

Di track selanjutnya bersiaplah untuk jatuh cinta pada vocal sang penyanyi. Lagu  Sewindu yang juga jadi jagoan album ini, bisa membuat jatuh cinta pada vokal Tulus meski  mendengar untuk pertama kalinya.  Lagu ini punya lirik yang mellow bercerita tentang seorang lelaki yang ditinggalkan perempuan yang dicintainya setelah satu windu kebersamaan mereka. Meski lagu sedih, aransemen musik yang groove tak segan buat pendengarnya ikut bergoyang. Dalam album ini Sewindu juga ada dalam Rhodes Version yang musiknya hanya diiringi piano saja. Lagu bertema cinta juga masih lekat di lagu Teman Hidup dan Jatuh Cinta.

Kekuatan dari album ini tak hanya pada eksplorasi nada yang jazzy, tapi juga ada pada lirik-lirik,yang meski tak sederhana, tapi mudah dipahami, kadang terbilang unik juga. Dengar saja track bertajuk Diorama, dan Tuan Nona Kesepian. Khusus buat lagu Diorama, entah kenapa dalam lagu ini Tulus memilih untuk membawakannya dalam versi Studio Live. Tapi jangan salah, walaupun versi Studio Live suara di lagu ini sangat bening dan stereo.

Ada introduction, maka harusnya ada outro. Begitu juga dengan Tulus yang tak mau menutup album ini begitu saja. Kalau di pembuka, pendengar disajikan lagu Merdu Untukmu versi intro, di penutup album lagu Merdu Untukmu hadir lagi dalam versi outro. Masih dalam musik dan lirik yang sama, bedanya kalau di intro, Merdu Untukmu berlatar suara noise seperti radio gangguan geombang, di outro latar musiknya adalah suara bising jalanan. Hmm unique closing yang membuat album ini jadi album yang jadi recommended list untuk dimiliki. (rizaroidila)