Skip to content

Archive for July, 2012

28
Jul

Terlalu Banyak yang Terlewatkan

Juli – Pertengahan tahun – dan sekali lagi banyak yang terlewatkan untuk diceritakan lewat tulisan.

Memang selalu begitu, sampai kapanpun rasa malas akan terus berbanding terbalik dengan produktivitas. Malas menulis di blog itu berarti blog bakal kosong melompong. Yes, kenapa tiba-tiba memutuskan untuk menulis di blog ini, memang tidak lepas dari keisengan beberapa hari yang lalu. Browsing-browsing iseng, buka blog lama yang ternyata walaupun masih saja sedikit isinya *minimal ada postingan yang bisa dibaca*. That was fun! Membaca beberapa catatan kecil, tentang celotehan kehidupan diri sendiri. Setidaknya membuatku berpikir “Oh iya dulu pernah gini, oh iya dulu aku kok bisa gini ya,”.  Klasik, akhirnya aku melihat sendiri manfaat tulisan, dia mengikat peristiwa, mengikat sejarah yang bahkan tak mampu diingat otak kita.  Kemudian aku buka blog seorang teman yang sangat instens dalam menulis apa yang dia alami. Tak ada yang istimewa sebenarnya, tapi terlihat sangat luar biasa. Aku berpikir, sebenarnya sudah cukup lama aku punya blog, dan sampai sekarang sudah beranak menjadi 3 blog (pertama blogspot yang aku buat sejak SMA kelas 1, kedua wordpress yang aku buat sejak kuliah semster satu, dan yang terakhir ini domain blog gratisan ari beswan djarum). Tapi pada akhirnya nasib blog itu sama saja, terbengkalai. Luar biasa fantastis yes yes yes! Aku berpikir sebenarnya permasalahannya sama :

1. Kemalasan menulis yang dikambinghitamkan dengan kesibukan

2. Terlalu banyak berpikir sebelum nulis. Ingin menulis ini, menulis itu, menulis yang seperti ini, menulis yang seperti itu. Ohhh come  on…just write it!

3. Dan akhirnya cuma bisa menyesal. Terlalu banyak peristiwa, pengalaman yang akhirnya basi untuk diceritakan.

4. Dan yang terakhir…entah mengapa aku seperti kehilangan rumah untuk nge-blog. Sering berganti-ganti blog membuatku  seperti bingung untuk memulainya lagi. Rasanya sulit sekali. Karena menulis blog sama halnya dengan membangun dirimu sendiri di media sosial ini. You are what you write…. Saat apa yang dituliskan seperti tidak mencerminkan siapa dirimu rasanya seperti sia-sia. Tapi bagaimana bisa blogmu jadi cerminan dirimu kalau aku sendiri bahkan belum mulai menulis di situ.

Ya..sepertinya aku sudah menemukan di mana kesalahanku. “Sempetin waktu dul, seberapa sibuknya kamu. Kudu tekad! Nulis pegalaman sehari-hari lak podo seh ambek curhat engkok ngalir. Tapi lak nggak dipekso yo ngono iku selalu terkalahkan dengan tak sempat” begitu kata seorang teman yang juga seorang blogger.

Ya aku akan mencobanya. Bukankah menulis blog sama halnya dengan menulis sendiri pemikiranku, pengalamanku, pada akhirnya itu bisa jadi sejarahku.  Kepada beberapa orang yang kerap mengingatkan aku untuk menulis di blog lagi, terima kasih. maaf aku belum memenuhi janjiku pada kalian. But I will.

Tken from AP