Skip to content

September 19, 2012

2

Lebih Jauh Tentang Payung Teduh

Kali ini pengen me-review album Dunia Batas plus ngulas tentang Payung Teduh. Semakin menarik karena beberapa waktu lalu saya berkesempatan ngobrol-ngobrol seru alias wawancara sama Mas Is, sang vokalis plus guitarist. Hehehe inilah yang kadang bikin saya merasa  beruntung punya   part time di halaman koran anak muda. Alhamdulilah dapat mandat nulis rubrik musik. Jadinya, kadang bersingggungan sama praktisi musik tanah air, pernah wawancara sama musisi idola juga.  Walaupun saya  ngga jago musik, nggak bisa main alat musik kecuali kunci gitar G-D-C-G-D-C,suara bahkan lebih pales dari penyanyi pales, pengetahuan soal musik juga rata-rata. Tapi semuanya kan bisa dipelajari, learning by walking kan kan..muehe? Oke, balik lagi ke topik tentang Payung teduh dan album terbarunya. Ini diak yip yip! Tarik mang!

crop2

Foto : Payungteduh

Berbicara tentang band yang berjuang di jalur indiependen, Payung Teduh sepertinya layak kalau dibilang sebagai band sedang happening di kalangan anak muda tahun ini. Awal tahun  ini mereka kembali dengan album terbarunya Dunia Batas, yang tak lain adalah bentuk repackage dari album pertama mereka, Payung Teduh (2010).

Mendengar delapan lagu yang ada di album Dunia Batas, siapa yang tak setuju jika musik Payung Teduh disebut musik penyejuk jiwa penentram hati. Bukan karena tempo yang mendayu pelan dengan lirik patah hati, jelas bukan itu. walaupun beberapa lagu emang bikin terharu. Namun di luar itu, ya lebih karena musik yang teruai di dalamnya. Harmonisasi alat musik  gitar, contrabass, drum, dan guitalele yang seperti bersinergi dengan alam adalah biang keroknya.

Album Dunia Batas terdiri dari delapan lagu. Empat di antaranya adalah lagu yang sebelumnya sudah ada di album pertama Payung Teduh (2010), dan empat lagu lagi adalah karya teranyar mereka. Orang boleh saja bilang Payung teduh itu musiknya cuma bikin galau. Genre musik mereka sendiri, ada yang bilang kalau itu folk, ada yang bilang kalau itu indie pop.  Tapi gimana kalau kata sang empunya?

Mohammad Istiqamah Djamad atau lebih dikenal dengan julukan Is  (Guitars,Vocals) mengatakan bahwa musik Payung Teduh tidak pernah dikotakkan masuk dalam satu genre tertentu. Ia mengatakan  inilah musik kami (Payung Teduh).

“Ada yang mengkategorikan kalau musik kami itu folk, kami bersyukur  telah dikategorikan dalam genre itu.” begitu katanya.

Soal genre musik Payung Teduh sepertinya terlalu malas untuk menyoal itu. Bagi mereka yang penting berkarya, berkarya sesuai hati dan keinginan mereka.

“Itulah cara kami bermusik, tidak ada genre khusus untuk menjelaskan apa musik kami bawakan, kami tidak memiliki batasan sendiri. Tapi sekali lagi, semua dikembalikan pada bagaimana pendengar menghakimi musik kami,” kata Mas Is.

Seperti yang saya katakan di awal tadi, bagi siapa saja yang pernah mendengarkan Payung Teduh tentu banyak yang setuju kalau lagu-lagu Payung Teduh kerap membuat suasana hati menjadi sendu . Saat hal itu saya tanyakan kepada Mas Is, inilah jawabannya.

“Musik Payung Teduh pun banyak yang berisi teriakan atas suatu hal, tapi kami menyampikannya ala Payung Teduh. Jika banyak yang bilang bahwa musik kami jatuhnya  bikin sendu mungkin itu tak lain bagaimana pendengar menangkap musik kami. Padahal musik kami juga banyak yang berisi teriakan, amarah, tapi emosi kan nggak harus disampaikan dengan cara teriak-teriak ”

Sebelum mentasbihkan dalam nama Payung Teduh pada 2007, dua formasi awal Payung Teduh yaitu Is dan Comi Abdul Aziz Turhan Kariko (Contrabass) lebih dikenal dengan sebutan IsComi. Keduanya tak lain adalah dua bersahabat yang berprofesi sebagai pemusik di Teater Pagupon. Berawal dari kesukaan mereka bermain musik secara instrumental di kantin FIB UI, dengan tujuan sekedar menghibur teman-teman. Semakin lama main musik bareng jadi menguatkan karakter bermusik mereka. Merepun lama-kelamaan punya pendengar setia sendiri.  Nama Payung Teduh sendiri  disematkan oleh pendengar kepada mereka berdua.

Payung Teduh semakin solid dengan bergabungnya Alejandro Saksakame atau Cito (Drums, Cajon) pada 2008 dan Ivan Penwyn atau Ivan (Guitalele) pada 2010. Di tahun itu pula album pertama dirilis, tentu atas dukungan besar dari pendegar mereka.

Lagu Angin Pujaan Hujan, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, Cerita Tentang  Gunung dan Laut, Resah adalah karya-karya awal mereka. Kini dalam album Dunia Batas, selain empat lagu yang berasal dari album pertama, pendengar bisa mencoba track Berdua Saja, Rahasia dan Di Ujung Malam yang jadi amunisi baru dari mereka. Is mengatakan sebenarnya masih ada sejumlah materi baru yang belum sempat masuk dalam album Dunia Batas. Keterbatasan waktu para personel yang kesemuanya punya kesibukan di luar musik adalah kendalanya.

Atas apresiasi yang diberikan pendengar, Payung Teduh sangat berterima kasih. Mereka sendiri mengaku masih tak percaya bahwa musik yang mereka bawakan akan didengar dan dipresiasi oleh banyak orang hingga sekarang.

“Untuk saat ini yang ada di kepala kami masing-masing adalah bagaimana bekerja dan bermain musik semua bisa kita jalani dengan maksimal tanpa mengorbankan salah satunya. Yang jelas niatan awal kami di sini adalah untuk berkarya, dan kami masih ingin terus berkarya di sini,” tutupnya.(roi)

dunia-batas

Cover Album Dunia Batas
Track List:
 1. Berdua Saja 
2. Menuju Senja
3. Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan
4. Rahasia
5. Angin Pujaan Hujan
6. Di Ujung Malam
7. Resah
8. Biarkan

P.S : Berbincang dengan Mas Is walaupun saat itu saya wawancara via telepon dan sudah malam sekali karena memang Mas Is nya baru longgar di malam hari adalah hal yang menyenangkan. Dia adalah orang yang ramah dan saya rasa asik sekali. Senang bisa punya kesempatan wawancara dengannya. That’s all so long long review..hahaha, nulisnya maruk.

Read more from Reviews
2 Comments Post a comment
  1. ayu emiliandini
    Sep 26 2012

    mau dong link buat download album dunia batas

  2. rizaroidilamufti
    Sep 28 2012

    Waaah sebenarnya paling oke adalah beli CD originalnya, murah kok hehehe. Mari dukung musisi indipendent dengan beli karya mereka.. :D

Share your thoughts, post a comment.

(required)
(required)

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?