Skip to content

October 13, 2013

#1 Saat Saya Menjadi Reporter Sebuah Liga Basket di Indonesia

idoone

Postingan ini adalah tentang pengalaman saya saat menjadi reporter liga basket pelajar di Indonesia bernama Development Basketball League atau DBL, seri Jawa Timur musim 2012 dan 2013.  Selama menggeluti part time job sebagai jurnalis, pengalaman meliput liga basket pelajar  ini jujur menjadi salah satu liputan favorit yang pernah saya lakukan. Karena nggak hanya meliput saja, tapi saya belajar banyak hal dari sana. Meliput liga basket membuat saya percaya kalau Indonesia itu, sebenarnya masih punya generasi muda yang sangat luar biasa. Baik semangatnya, ataupun potensinya.

Tulisan ini sebenarnya juga terinspirasi dari apa yang menjadi trending topic di Indonesia tadi malam. Apalagi kalau bukan kemenangan timnas sepakbola Indonesia U-19 atas Korea Selatan dengan skor 3-2 di babak kualifikasi Piala Asia 2014 (12/10). Kemenangan itu memperpanjang prestasi gemilang timnas U-19 yang beberapa waktu lalu juga menjadi juara di Piala AFF 2013.  Tapi satu hal, buat saya, Evan Dimas, Maldini Pali dkk memang pantas mendapatkan kemenangan demi  kemenangan itu. Mereka mengajarkan bahwa yang berusaha sekeras tenaga dengan semangat pantang menyerah dan yang berjuang habis-habisan sampai detik terakhir pertandingan itulah yang pantas menang. Dan hal itu juga yang saya pelajari setiap meliput pertandingan basket di DBL Indonesia.

dok. JPNN

dok. JPNN

 

Setiap kali melihat pertandingan yang dilakoni oleh para punggawa garuda muda, saya selalu ingat dengan anak-anak yang bertanding basket di DBL Arena Surabaya. Ada kemiripan yang saya lihat. Memang sih, skala DBL bisa dibilang jauh lebih kecil. DBL adalah sebuah liga basket pelajar,  makanya yang bermain di dalamnya pun hanya membela tim dari sekolah masing-masing tidak seperti timnas U-19 yang berlaga membela Indonesia. Namun, sebagai generasi muda Indonesia mereka punya semangat juang yang sama-sama tingginya.

foto: riza roidila

foto: riza roidila

Generasi yang Sukanya Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

Masih ingat saat Timnas U-19 menjamu Vietnam di final piala AFF? Deg-degan dan geregetan sepanjang pertandingan saat nonton? Akhirnya galau antara pengen terus nonton tapi juga nggak tega kalau Indonesia harus kalah dari Vietnam di babak pinalti. Ah.. tapi akhirnya …. lega sekaligus bangga  saat Indonesia akhirnya menang, nggak sedikit juga yang ikutan nangis karena terharu nggak ketulungan.  Padahal nontonnya dari tv doang…

Sekarang, bayangkan! Kalau pemandangan menegangkan dan  bikin deg-degan sepanjang pertandingan seperti itu harus kalian rasakan setiap harinya. Ya, dan itulah yang saya alami setiap harinya…waktu jadi reporter DBL Indonesia. Lebih seru, karena saya tidak hanya nonton dari tv atau tribun saja.  Melainkan menjadi salah satu yang duduk cantik di jajaran meja panitia, kepala wasit dan petugas pencatat statistik laga. Menjadi seorang jurnalis pertandingan yang bisa melihat pertandingan dengan jarak  yang sedemikian dekat tentu saja membuat saya juga bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh penonton biasa pada umumnya.

Masih teringat jelas.. wajah-wajah panik anak-anak yang bermain di DBL saat timnya  tertinggal angka,  wajah penuh keringat namun tak kenal lelah mengejar ketertinggalan poin, pelatih yang tak jarang berteriak bahkan membentak saat memberi instruksi di tengah peratndingan,   tangis haru saat mereka akhirnya mampu menyudahi laga yang berat dengan kemenangan, hingga tangis sedih karena timnya harus menyudahi pertandingan dengan  kekalahan..semua bisa saya lihat dengan jelas. Tapi dari semua pemandangan yang saya lihat setiap meliput pertandingan..sekali lagi saya percaya bahwa yang berjuang habis-habisanlah yang pantas menang.

 

foto: riza roidila

foto: riza roidila

INI! Scoreboard yang saya foto saat pertandingan final DBL SMP tahun 2012  antara tim basket SMP Santa Agnes Surabaya vs SMP Gloria Surabaya. Kebetulan saya bertugas di bagian tribun waktu itu, jadi masih sempat mengambil foto dari atas tribun. Waktu itu, sudah kuarter keempat (kuarter terakhir). Pertandingan tinggal menyisakan 2 menit 24 detik dan skor sementara 43-42. Kejar mengejar angka sepanjang pertandingan terus terjadi saat itu, sangat menengkan. Tidak tega rasanya melihat adek-adek yang masih SMP itu bertanding dalam keadaan skor yang bersaing sangat ketat seperti itu.

SMP Santa Agnes, waktu itu akhirnya membuktikan bahwa mereka punya daya juang dan mental yang luar biasa dengan keluar sebagai pemenang. Pertandingan berakhir  dengan skor akhir super tipis 46-45. Hanya selisih setengah bola sodara, setengah bola. Bisa dibayangkan gimana menegangkannya pertandingan final waktu itu?

IMG_1242

IMG_1240

IMG_1254

Foto-foto: Riza Roidila

 

Inilah..detik-detik menegangkan final antara SMP santa Agnes vs SMP Gloria 1 Surabaya tahun 2012 lalu.

Di film-film olahraga kalian juga pasti pernah melihat kan, sebuah tim yang awalnya kalah tapi dengan semangat juang yang tinggi akhirnya bisa membalikkan keadaan di detik-detik terakhir pertandingan?  Nyatanya, yang seperti itu nggak cuma ada di film saja. Saat menjadi reporter di liga basket peljar ini  entah sudah berapa kali saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa yang seperti itu memang ada.

Bahkan, pernah suatu ketika saya harus mengganti seratus persen berita yang sudah saya tulis dalam waktu kurang lebih setengah jam, karena ternyata ada pertandingan yang lebih seru dan berakhir dengan babak overtime (tambahan waktu). Waktu itu adalah pertandingan antara SMKN 3 Buduran Sidoarjo  melawan SMAN 13 Surabaya. Kuarter 4 berakhir dengan skor 19-19 , itu artinya babak overtime. Lagi-lagi laga menegangkan di depan mata. Sebagai seorang reporter, dalam kasus seperti ini antara tegang karena pertandingannya seru dan tegang juga karena saya harus ganti naskah dalam waktu setengah jam saja sebelum deadline haha. Dan sekali lagi, drama skor tipis terjadi kembali. Kali ini, pada 16 detik terakhir, SMKN 3 Buduran yang berjuluk Ship  akhirnya mengunci kemenangan mereka dengan skor akhir 24-23. Sekali lagi skor yang super tipis sodaraaaa…….tipissss…

Dan... keesokan harinya pun, terbitlah halaman koran tentang pertandingan menegangkan itu.

Dan… keesokan harinya pun, terbitlah halaman koran tentang pertandingan menegangkan itu.

Dan sekali lagi, saya melihat bahwa semangat juang dan kerja keras habis-habisan itu..benar-benar bisa merubah keadaan bahkan di detik-detik akhor pertandinga. Satu lagi pertandingan yang juga sukses bikin saya sebagai jurnalis jadi ikutan  tegang dan mojok di meja panitia karena deg-degan adalah pertandingan antara SMAN 17 Surabaya melawan rival bebuyutannya SMAN 16 Surabaya. Pertandingan ini juga berlangsung ketat sejak awal. Dan layaknya film, pertandingan ini juga berakhir dengan drama yang menegangkan. SMAN 17 yang awalnya tertinggal, dengan ajaib akhirnya menang dengan skor super tipis  22-21. Semuanya berkat shooting dari salah satu pemain SMAN 17 tepaaat waktu buzzer tanda akhir pertandingan kemudian berbunyi yang tepat mendarat di ring lawan. Fiuuuh…

Well, sekali lagi saya akui anak-anak yang bermain di liga basket ini nggak pernah setengah-setengah saat berjuang. Dan tim dengan metal pemenang adalah mereka yang tidak pernah mengendurkan daya juangnya bahkan di detik akhir pertandingan. Lima detik, dua detik sisa pertandingan rasanya tidak pernah dibuang cuma-cuma oleh mereka bahkan untuk berbalik mengejar kemenangan. Bahkan jika itu harus dengan menguras tenaga terakhir sekalipun.

 

Foto: Wahyudin

Foto: Wahyudin

Generasi dengan Loyalitas Super Tinggi         

Suporter SMAN 5 Surabaya. Foto : Wahyudin/DetEksiJP

Suporter SMAN 5 Surabaya dengan atribut berwarna kuning tidak lelah menyuntikkan semangat bagi timnya. Foto : Wahyudin/DetEksiJP

JIKA, di lapangan saya selalu dibuat kagum dengan semangat juang anak-anak yang bertanding, maka  dari tribun, saya juga sering dibuat terkagum dengan  semangat-semangat yang berkoar dari tribun. Siapa lagi kalau bukan semengat dari para pemain keenam, yang selalu menjadi faktor pendukung kemenangan sebuah pertandingan. Mereka adalah suporter  setia dari masing-masing tim.

Ada saja yang selalu menarik dari ulah  suporter  tim yang berjuang di liga basket ini. Yel-yel yang membahana di seantero lapangaan, gerakan-gerakan kompak, hingga atribut kembaran senantiasa menghiasi DBL Arena Surabaya, venue pertandingan. Kadang saya heran, karena mereka seolah tidak ada capeknya terus-terusan meneriakkan yel-yel  sepanjang pertandingan, padahal tidak jarang mereka baru pulang dari sekolah waktu itu. Bagi saya, meskipun mereka tidak berlaga secara langsung di arena pertandingan, semangat dan keberadaan para suporter ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata..Semengat mereka bisa saya rasakan mampu memberikan kekuatan tersendiri bagi tim-tim yang berlaga. Dan satu lagi, keberadaan suporter bagi saya juga menunjukkan bahwa negara ini punya orang-orang dengan loyalitas tinggi…meski di liga basket ini skalanya lebih kecil.

 

Itulah yang membuat saya senang pernah menjadi reporter di liga basket pelajar di Indonesia ini. Setiap hari, saat meliput saya selalu bisa merasakan semangat anak muda Indonesia. Saya senang berada di tengah anak-anak SMP maupun SMA yang berpartisipasi di even ini. Dari mereka saya belajar banyak hal, tentang apa yang disebut perjuangan, apa itu berusaha hingga titik darah penghabisan, dan bahwa kemenangan itu bukan sesuatu yang cuma-cuma didapatkan tapi memang harus diperjuangkan dengan kerja keras. Kalau ada yang bilang bahwa Indonesia tidak punya masa depan, karena tidak punya generasi muda yang luar biasa, SAYA TIDAK SETUJU. Saya yakin kok, pemuda-pemuda di Indonesia itu masih sama seperti yang pernah diucapkan Soekarno dulu “Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dulu pemuda Indonesia, memang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sekarang? Pun saya rasa masih begitu…pemuda Indonesia masih berkontribusi untuk terus mengharumkan nama bangsa ini. Porsinya dan caranya saja yang sudah berbeda.. karena jaman juga sudah berubah..Tapi saya yakin, saya percaya Indonesia masih punya masa depan di tangan generasi bangsanya…

 

 

2013-05-20 15.07.38

2013-05-20 19.51.21

2013-05-20 19.49.06

 IMG_2332eded

 

 “Saya, usai  liputan. Kerjaan saya adalah bikin naskah pertandingan yang terbit di halaman koran DetEksi Jawa Pos, keesokan harinya”

 Menjadi jurnalis itu menyenangkan, karena membuat saya belajar banyak hal dari setiap peristiwa yang saya liput, apapun itu.

 

 

 

 

Read more from Blog Competition 2013

Share your thoughts, post a comment.

(required)
(required)

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments

Before you post, please prove you are sentient.

what is 7 + 4?