Skip to content

October 13, 2013

Yogya yang Unik dari Mata Jurnalistik

IMG_9143ed copy          

Bagi saya jurnalistik itu unik.Oleh karena itulah saya mengambil peminatan media dan jurnalistik saat kuliah dan beberapa kali bekerja part time sebagai jurnalis. Dan mata kuliah yang berbau jurnalistik bagi saya selalu bisa bikin saya melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda. Ini, adalah pengalaman saya waktu harus menjalani PKL sebuah mata kuliah yang berhubungan dengan jurnalistik di kota Yogyakarta. Orang Indonesia tentu semua tahu bahwa Yogyakarta adalah kota yang unik..tapi lewat sudut pandang  jurnalistik, entah kenapa bagi saya kota ini terlihat makin unik.

Sudah beberapa kali saya pergi ke Yogyakarta. Tapi kunjungan saya tahun 2012 lalu beda, karena saya ke Jogja dalam rangka tugas  praktikal untuk mata kuliah Fotografi Jurnalistik.Berbicara tentang fotografi jurnalistik salah satu fotografer senior pernah berkata:

Bedanya fotografi jurnalistik dengan fotografi biasa itu, kita nggak sekedar motret saja, tapi kita harus bisa bercerita lewat foto yang kita hasilkan. Fotonya harus punya nilai berita. (Yuyung abdi, 2012)

Dan inilah yang menjadi tantangan mata kuliah ini. Tugas akhir semester mata kuliah ini adalah berupa PKL, di mana kita  harus terjun langsung ke lapangan buat motret sekaligus nyari berita dari apa yang kita potret. Setelah sempat milih-milih kota mana yang kira-kira mau kita jadiin tempat PKL, kota Yogyakarta pun jadi pilihan terbaik kita untuk mengeksekusi tugas akhir semester ini. Dengan pertimbangan di sana bakal banyak momen dan hal yang bisa diabadikan dan diberitakan. Wisatanya dapet, budayanya dapet, banyak deh.

Tapi, ternyata semua nggak sesimpel yang dibayangkan pemirsa.. Pas nyampe sana, tetep bingung juga mau beritain apa. Nah ini dia tantangan yang sebenarnya. Kalo biasanya ke Jogja cuman buat jalan-jalan, dan cuci mata  doang, kali ini beda. Mau nggak mau pokoknya gimana caranya biar kita lebih peka sama sekelilingnya dan nangkap momen yang ada di sekitaran Jogja.  Selama 5-7 Juli perburuan di Jogja,  inilah hasil perburuan saya. Yang jelas tugas ini bikin saya melihat Yogyakarta dengan kaca mata yang berbeda.

Dan selama dua hari di sana, saya cukup banyak jepret-jepret segala sesuatu tentang Kota Jogja. Dan.. inilah poto lain yang berhasil saya jepret hasil ngider di sekitar Malioboro, Pasar beringharjo, Keraton, Tamansari, dan stasiun tugu Yogyakarta.

IMG_9132

SENYUM SEHAT : Anaknya siapa?  Kayaknya anak SD lagi berwisata ke Jogja. Habis mereka lucu, dan pas ngeliat saya nenteng-nenteng kamera eh mereka minta dipoto. Kalau nggak salah lokasinya di depan Monumen 11 Maret.  Senyuum Sehaaat :D

IMG_9342 edit

KREATIF: Becak Merah Putih ini saya temui di kawasan Malioboro. Memang banyak becak-becak yang nggak kalah nyentrik dari ini. Banyak yang dihias juga, tapi ini yang paling menarik mata saya, karena konsepnya Indonesia banget. Catnya merah putih, ada benderanya juga. Waktu saya ngobrol sama Bapaknya, dia bercerita bahwa pengen becaknya tampil beda, konsep Indonesia dipilih sebagai bentuk rasa nasionalisme. Wokee deh Pak!! Saking nyentriknya becak ini juga pernah masuk salah satu stsiun Tv swasta yang terkenal dengan joget cesarnya looh.. kata Bapaknya sih haha.

 

IMG_9194N YAMBI : Salah satu hal yang cukup membuat saya tertarik adalah minat baca masyarakat Yogyakarta. Di sekitaran jalan Malioboro, Pasar Beringharjo contohnya saya kerap melihat para pencari nafkah di tempat-tempat ini, membaca koran di waktu senggang mereka. Ini adalah Bapak becak, di pintu selatan Pasar Beringharjo yang saya dapati tengah asik membaca koran sambil menunggu penumpang. Saat saya tanya, mereka mengatakan paling suka membaca berita tentang sepakbola. Foto ini asli coy, bukan rekayasa atau sandiwara.

IMG_8941di
NYAMBI : Jualan sambil baca atau baca sambil jualan? Kalau ini bapak-bapak yang jualan koran di depan Pasar Beringharjo. Saya sempet ngobrol-ngobrol dikit sama bapaknya. Karena udah bertahun-tahun jualan koran, diapun jadi suka baca koran. Soalnya sambil menunggu pembeli biasanya juga baca koran yang dia jual. Oh iya, kalau di Jogja kata Bapaknya, koran yang paling laku adalah KR  (Kedaulatan rakyat) sama Tribun Jogja.

IMG_9157

A BOX OF SNAIL : Keong-keong dalam box yang saya dapati sedang dijual oleh seorang nenek-nenek di sekitar Pasar Beringharjo.  Warna-warni asik sekali. Inilah salah satu yang unik dari kota Yogyakarta, masih banyak sekali orang yang bisa dikatakan sudah lanjut usia tapi masih terlihat segar bugar dan turut mencari nafkah dengan berjualan di sekitaran area-area wisata. Jualannya pun macem-macem, kayak ini nih.

Kalau di Yogya, jualan jamupun nggak cukup dengan satu cara

IMG_9113ed

Pake Gerobak Jamu Motor. Ini buatan Bapaknya sendiri loh. Saya nemu (ceileh nemu) bapaknya di depan Tamansari

IMG_9179ed

Kalo yang satu ini masih klasik abis, tapi juga keren abis. pake sepeda onthel. Ibunya jualan di sekitar pasar Beringharjo.Seneng aja masih ada yang jualan jamu pake sepeda kayak gini.

IMG_9183 ed

BIKIN LUWE Part 1: Kipas, kipas, bakar, bakar, ibu-ibu penjual sate di dekat Pintu Selatan pasar Beringharjo

IMG_9173

BIKIN LUWE part2 : Salah satu penjual pecel yang banyak menghiasi depan Pasar Beringharjo Jogja.

IMG_9492

IMG_9500POTRET PERNIAGAN: Saya selalu penasaran, berapa jumlah uang yang berputar dipusat–pusat perdagangan seperti ini setiap harinya. Ini adalah Pasar Beringharjo Yogyakarta. Pasar yang sudah bertahun-tahun menjadi salah satu nadi kehidupan masyarakat di kota ini.
IMG_9388

SI EMAK : Ndak tahu emak siapa nih, yang jelas bukan emak saya haha. Ibu-ibu yang lagi tawar-menawar belanjaan di Malioboro

 

Dan..tentu saja yang selalu berkesan dan tak boleh terlupkan dari menyusuri Jogja adalah mampir ke Angkringan-nya

IMG_9325ed

sembari menyeruput kopi yang diseduh penjualnya dengan penuh cinta (apasih)
sungguh kesenangan kecil yang sangat menyenangkanlah pokoknya..
Beautiful Yogyakarta..

IMG_9327ed

Dan inilah output dari tugas fotografi jurnalistik tersebut. Yang jelas semua hasil perburuan dari Jogja itu harus dibuat menjadi 1 halaman koran berisi berita dan foto jepretan sendiri, dan  di-layout sendiri.

Senang rasanya bisa menelisik Yogyakarta yang unik dari sudut pandang jurnalistik.  Karena semua yang terlihat biasa, menjadi lebih istimewa jika dilihat dengan mata lebih terbuka lewat jurnalistik. Dan saya yakin kok, nggak cuma Yogyakarta, kota-kota lain di Indonesia pasti lebih unik jika dilihatnya dari sudut pandak jurnalistik…termasuk Derawan yang bakal jadi hadiah buat pemenang lomba blog competition tahun ini heheheks.

Semua foto oleh: Riza Roidila.

kabar-jogja_riza-roidila-copycilik

Read more from Blog Competition 2013

Share your thoughts, post a comment.

(required)
(required)

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments

Before you post, please prove you are sentient.

what is 2 plus 2?