FullSizeRender 8

-Di Sudut Kota Jogja-

Terimakasih atas kehidupan 1,5 Tahun beasiswaku. Aku kembali bersandar padamu untuk menuntaskan dunia persilatan ku ini. Dengan mata yang sembab, Langkah yang lunglai, Tenaga yang telah habis semalam untuk berurai air mata (jangan tanya kenapa). Dengan Gagah berani aku melangkah menghadapi pintu dosen yang sering hilang entah kemana ini. Inginku adalah cepat menyelesaikan masa studiku. Sehingga jika suatu saat aku menikah nanti aku tidak menjadi beban dari pasanganku kelak. Meskipun entah siapa nanti masih menjadi rahasia Tuhan. Tidak hanya itu aku tidak ingin menjadi beban orang tua yang selalu ditanya oleh orang-orang sekitar apakah aku sudah lulus atau belum.

Dan di pojok mesjid ini tak tau kenapa aku memilih masjid ini untuk bersandar dengan Sebuah kisah sedih terurai begitu saja. Entahlah, apa yang kurasakan saat ini adalah sebuah perasaan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. Betapa bahagianya seseorang yang begitu mudahnya mendapatkan cinta. Sedangkan diriku? Selalu mencintai seseorang yang memiliki hubungan dengan orang lain. Yang mungkin hancur begitu saja karena ku. Dosa apa yang aku perbuat. Tapi aku tidak pernah mau membohongi perasaanku sendiri. dua kali aku di kejutkan dengan beberapa hal yang sudah aku bayangkan sebelumnya kemarin. Sahabatnya yang menghubungiku, menyuruhku melihat bagaimana kedekatan mereka tentunya dengan masa laluku, apa yang sudah aku hancurkan dan siapa saja yang tersakiti. Tidak hanya itu, pada malam hari sebuah kenyataan mengagetkanku. Sebuah pengakuan yang sudah aku tebak saat memimpikan itu dan berfirasat aneh. akhirnya semua terkuak begitu saja. Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku sangat mencintainya, aku sangat menyayanginya. Egoiskah aku Tuhan? 2 bulan aku meminta petunjuk kepada Tuhan agar tidak salah memilih. Mencoba menahan semua perasaan ini, tapi aku sudah lelah menahannya. sangat lelah. Apa yang harus aku lakukan? Rasanya seperti dihimpit 2 tembok besar yang membuatku tak bisa bernafas. Haruskah aku selalu menangisi ini setiap malam pada-Mu Tuhan? Tiap malam aku mengadu meminta petunjukmu untuk memilihnya tapi ini jalan yang harus aku lalui lagi? Aku bahkan selalu memimpikannya, tidak hanya itu tapi membuat aku yakin dengan keputusanku jatuh hati padanya tapi sesakit ini?. Sungguh membuatku sangat terpukul. Hancur dan runtuh pertahananku karena mencintai orang ini. Sangat. Andai dia menyadari betapa besarnya perasaan ini. Andai dia tau. Andai dia mengerti. Tapi, luka ini akan kembali terbuka.

Entahlah, mungkin sudah takdir Tuhan.

Teman-temanku menganggap aku gila, tapi yasudahlah. Ini pilihan dari hidup ku. Karena tidak semua kisah cinta berakhir bahagia seperti dongeng para raja. :)

#bersandarpadawaktu