Archive for January, 2017

Labengki, I am Falling in “LOVE”

Sombori

SELAMAT DATANG DI INDONESIA GUE :)

Ini adalah cerita singkat gue selama 3 hari 2 malam berada di bagian timur Indonesia, di Pulau bernama Labengki dan Pulau Sombori salah satu bagian kecil dari negeri tercinta ini. Saat gue nulis kisah ini, gue lagi ada di sebuah kapal penumpang berisikan kurang lebih 15 orang menuju sebuah Blue Lagoon pulau Labengki yang terkenal indah dengan headset terpasang ditelinga yang mengumandangkan alunan biola lagu Indonesia Pusaka kebanggaan kita. Ditemani pula dengan cuaca yang cerah tak terkira, semuanya yang sedang asik dengan dunianya dan gue asik dengan dunia gue, menari diatas keyboard laptop ini.

FullSizeRender 18

Selamat Pagi Indonesia dari ujung pulau!

Gue tergelak menikmati pagi yang sunyi tanpa cahaya, bukan ia enggan untuk datang tapi lampu telah padam saudara. Labengki. Pernah mendengar nama ini? Di telinga gue saat itu masih asing, sangat-sangat asing. Gue harus mengetiknya di sebuah hanphone yang katanya tercanggih pada jamannya untuk mengetahui dimana sebenarnya letak labengki ini berada. Ia berada di ujung timur Sulawesi Tenggara. koordinatnya? mungkin bisa lo lihat di sebuah situs pencarian terbesar di dunia itu…

Sungguh tak terbayang kenapa gue bisa kemari? Ke pulau yang tidak pernah gue dengar namanya ini, kepulau yang tidak pernah gue tau keberadaannya ini. Seorang teman mengajak gue untuk kemari bersamanya setelah beberapa minggu yang lalu ia pergi kesana berpetualang sendiri. Ia bernama Pakde (panggilan gue buat dia), saat pertama kali dia ngajak gue,  gue ngga bisa ikut gabung karena harus ke Jogjakarta bersama beberapa orang yang penting dalam hidup gue yah.. anggaplah begitu ya, dan akhirnya si Pakde ngajak gue lagi untuk kesana ngerayain Tahun baru sekalian. Pakde sempat cerita and ngirim  video ke gue lewat whatsapp tentang pengalamannya disana, bagaimana kondisi anak-anak disana yang katanya masih belum lancar baca dan nulis. Bayangan gue hanya sampai situ, karena gue tidak pernah membayangkan lebih dari bayangan gue di film laskar pelangi.

and than he hypnotize me…

Saat gue sampai disana, belum sampai kapal kami berlabuh si Pakde itu memanggil sebuah nama “IKRA”, nama seorang anak kecil yang tinggal menetap disana. Si Pakde pun berkata “Kakak sudah kembali, gimana sudah bisa mengaji?” si Ikra pun berlari menyambut kami saat kapal yang kami tumpangi ini merapat di dermaga. Itu adalah pertama kalinya gue melihat Ikra dan gue jatuh hati, sangat. Ia anak yang polos, bahkan bukan hanya Ikra yang menyambut kami beberapa anak kecil yang ada disekitar Ikra dan mungkin itu kawan-kawan dari Ikra pun menyambut kami dengan senang dan bahagia. Salah satu khas dari Ikra yang tidak akan gue lupa setiap kami memanggil namanya Ikra selalu ia akan menjawab dengan “Iyeeee” . Dan kalo udah banyak yang manggil namanya dia akan kesal dan berkata “ Capek mi dipanggil-panggil terus”. hahaha. Kami Bahagia sekali, seperti di hargai dan sangat-sangat dihargai disini. Pukul 1 siang kami bersandar di dermaga Pulau Labengki Kecil, tempat yang akan kami tinggali selama 3 hari 2 malam berikutnya, melewati akhir tahun yang entah akan seperti apa nantinya. belum bisa gue bayangkan, belum bisa gue terka dan belum bisa di tau akan seperti apa dan bagaimana.

FullSizeRender 20

hari ini 31 Desember 2016, hari terakhir di tahun 16 ini. Sesampainya kami di Pulau kami diperintahkan untuk bersiap mengganti pakaian dengan pakaian “ready to swim” anggaplah seperti itu untuk menuju Blue Lagoon yang katanya luar biasa indahnya. Dan itu benar adanya, tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Meskipun bila naik kesana butuh perjuangan keras dengan tebing yang tajam, entah dari batuan apa pulau ini dan lagoon ini terbentuk. Bahkan semua pulau disini hampir kebanyakan terbentuk dari batuan ini. Sedikit saja salah menempatkan pijakan entah kulit ini akan tergores sepanjang apa. Kalau mau tau lebih lanjut? Ayo ke Labengki!!

FullSizeRender 19

Sepulang dari berpetualang ke dua spot Indah ala labengki kami kembali pulang untuk membersihkan diri dan bersiap untuk agenda berbagi ilmu. Ikra semacam kapten di tempat ini ia diminta tolong Pakde untuk memanggil semua teman-temannya di Pulau ini. Tidak terlalu luas pulau ini untuk di jelajahi ujung hingga ujung. Oh ya aku lupa memperkenalkan beberapa teman yang ada satu rombongan denganku open trip ini. mereka ada Opi, Enda, Janu, Ila, Dik, Ema, ully dan ada kang ujae plus beserta dengan om akka. Mereka memiliki background yang berbeda-beda tapi mereka sangat luar biasa.

Selepas makan dan sholat isha semua bermula. Kami berkumpul di depan rumah tempat kami tinggal. Sejenak bermain dengan anak-anak, hanya sebagian kecil dari mereka paham apa yang kami ajarkan mungkin. Tapi itu tidak masalah daripada tidak sama sekali, mereka tertawa dan bahagia dengan beberapa permainan kami. Paling tidak akhir tahun kami lebih berarti daripada akhir tahun kami sebelumnya. Paling tidak akhir tahun kami kali ini lebih bermakna daripada akhir tahun kami sebelumnya. Disinilah gue lebih mengenal sosok lainnya yaitu Dimas. Seorang anak Yatim yang ditinggal oleh sang ayah saat masih kecil karena terkena bom ikan. Saat semua mata akan tertuju pada sosoknya. Ia murah senyum sama seperti Ikra namun ikra sangat pemalu berbeda dengan Dimas. Saat gue bertanya “Dimas cita-cita kamu apa?” disela semua sedang asik bermain dengan teman-teman gue yang lainnya. Si Dimas tersenyum teduh ke gue dan berkata dengan sangat pelan “kita tidak punya cita-cita kakak, tapi punya harapan mau jadi brimob”. Rifal yang tidak jauh dari tempat gue menanyakan hal tersebut pada Dimas pun gue tanya dengan pertanyaan yang sama. “Rifal cita-citanya jadi apa?” Rifal malah balik bertanya “Cita-cita itu apa mi? kita punya harapan jadi guru kakak.” Dan seketika itu juga luruhlah sudah airmata ini tak terbendung. bergetar rasanya badan ini. lemah sudah hingga tak dapat rasanya berdiri. Mereka sampai detik ini hanya berharap mereka bisa mencapai semua itu, hanya sebatas harapan, yang entah akan terwujud atau tidak. Pemerintah yang terlihat hanya menengok dengan sebelah mata pun tidak akan pernah mendengar jeritan anak pesisir seperti mereka. Mereka ingin sekolah normal seperti di kota. Bukan sekolah yang hanya 1 minggu setelah itu libur 2 minggu. Dengan tenaga pengajar yang tidak pernah ada di tempat. Dengan tenaga medis yang juga tidak pernah ada. Di umur mereka yang ke 15 tahun mereka sudah menikah, dengan pendidikan paling tinggi hanya sampai SMA itupun hanya 2 orang dan sekolah di kota dan tidak kembali kemari. Ini bukan yang mereka harapkan, bagi kalian yang membaca ini, gue coba untuk mengetuk pintu hati kalian, bersyukurlah dengan kehidupan kalian, dan berterimakasihlah kepada Tuhan yang sampai saat ini masih memberikan kenikmatan lebih dari mereka para anak pesisir. dan bila berkunjung ke Lebengki bawalah buku bacaan anak, buku gambar atau buku tulis, dan juga buku mewarnai untuk dibagi kepada mereka. Mereka juga berhak melihat dunia dan bermimpi setinggi langit, bantu juga mereka untuk mewujudkannya dengan bantuan apapun itu. Mereka adalah bagian kecil dari sebagian besar penduduk di daerah terpencil. Mereka adalah sebagian kecil dari sebagian besar lainnya yang masih tidak tersentuh pendidikan yang layak. Mereka butuh uluran tangan kalian untuk mendapat kehidupan masa kecil mereka, dan masa depan mereka. Malampun berlanjut dengan nyanyian Watermelon yang biasa gue nyanyikan untuk anak-anak di pedalaman sumatera dan kalimantan itupun gue ajarkan kepada mereka. Paling tidak ada sedikit yang gue ingin tinggalkan kepada mereka. Dan untuk menepis pikiran mereka tentang bahasa inggris, yang mana bahasa inggris itu tidak sesusah itu. Siapa yang tau bila suatu saat nanti Labengki akan mendunia dengan keindahan alamnya dan banyak turis asing yang datang, paling tidak apa yang kami ajarkan ini pada malam ini bisa mereka aplikasikan.

Malam penutupan tahun kali ini berakhir dengan bagi-bagi buku tulis, buku mewarnai dan menggambar, serta buku belajar bahasa untuk anak-anak. Semoga bermanfaat ya Adik-adik kesayangan akak.

Pukul 10.30 ternyata hari sudah menjelang tengah malam. Kami pun beralih ke agenda selanjutnya, bakar-bakar. Tahun baru, yah sendiri, jomblo gak jelas,  tapi bersama teman-teman yang menyenangkan ternyata asik juga. Kami mulai dengan ritual bakar jagung bersama anak-anak. Kalau gue? sibuk dengan handphone mencari sinyal yang satu-satunya hanya akan kami dapat jika di dermaga. Dan jangan duduk, sinyal akan hilang saat kami duduk, jadi untuk mendapatkan sinyal yang baik renggangkan tangan, panjangkan setinggi-tingginya ke atas dan sinyalpun akan di dapat meskipun hanya satu dan dua. Dan itu gue lakukan saat gue berusaha menelpon ibu gue dan beberapa orang yang penting. malam pun khidmad dengan sendirinya..

hari berikutnya kami lalui dengan berwisata pada siang harinya ke sombori, snorkling, floating, diving di beberapa spot utama seperti raja ampatnya sulawesi.. lumayan melelahkan, menegangkan dan menyenangkan berkumpul jadi satu. tapi satu kenangan yang tidak akan hilang dari benak gue adalah LABENGKI, IKRA, DIMAS.

Screen Shot 2017-01-16 at 3.06.36 AM

Hari-hari yang kami lalui disini sangat lebih dari kata menyenangkan. kenapa? karena mereka anak-anak pesisir yang ramah menemani setiap harinya. kenapa? karena keramahan penduduk disini sangat dirindukan sepanjang masa. kenapa? karena senyum ini tidak akan pernah kalian dapatkan di kota. Setiap harinya kami bermain dengan anak-anak, berdebat sesuatu hal yang menyenangkan, membahas dan bercerita sesuatu yang patut di ceritakan dan membuat kami tertawa. Dan gue sangat takjub dengan semua itu, gue ingin kembali dan akan kembali. sangat ingin kembali dan akan terus kembali. Gue merasa selama berada disini semua yang ada dihidup gue bahagia seutuhnya, tawa mereka memekakan telinga namun mengasikkan. kalau dibilang gue telah jatuh cinta? iya gue sangat jatuh cinta dengan mereka. dan saat kepulangan kami, Ikra bertanta kepada kami “ kita Jadi pulang mi?”. “mi” adalah bahasa prokem atau imbuhan dalam percapakan yang tidak berarti apa-apa namun tidak bisa dihilangkan. “Jadi toh, siang ini pulang”. dan saat perpisahan itupun tiba. Ikra meneteskan air matanya, dimas sayu dan sendu. Entah saat gue kembali mereka akan mengenal gue dengan baik atau tidak. Tapi gue pastikan gue akan kembali suatu saat nanti untuk Kalian adik-adik.

IMG_2482

Itulah kisah gue selama di Labengki..

Ini kisah gue, mana kisah lo?…

Indonesia “cara” GUE!

Jangan pernah bilang loe jatuh cinta sama negara loe sendiri kalau loe gak tau apa yang ada di dalamnya. Jangan pernah lo bilang kalo loe itu peduli ama negara loe sendiri kalo lo masih hobi plesiran ke negara orang lain dari pada nikmatin dan berbagi di negara loe sendiri. Yang harus loe Tau dan loe pahami adalah, Indonesia itu indah bro! dari segala sisi. Bagaimanapun loe mandang Indonesia  dan dari sudut manapun loe ngeliatnya. Indonesia jauh lebih dari negara yang loe kunjungi dengan pasport serta visa tersebut. gak percaya? Gue punya buktinya buat loe semua betapa indahnya indonesia. Blog gue yang di sebelah bakal gue pindah kesini semua karena kesalahan teknis gue. Dan di blog resmi gue ini, gak hanya bakal berisi cinta-cintaan hidup gue dari hasil curhatan orang-orang di gue. Tapi gue bakal berbagi keindahan Indonesia dari sini, dari tempat ini.

Dan bagi loe semua?

“SELAMAT DATANG DI INDONESIA GUE”

IMG_0496