Ini ceritaku…

Sorry

Jikalau bisa aku berlari jauh dari sini. Berlari sangat-sangat jauh. AKu ingin menjauhimu. melepasmu. meninggalkanmu. Aku salah menempatkan diri, sangat salah. anggap saja aku adalah hama pengganggu. Aku tersadar akan satu hal aku merusak persahabatanmu. Maafkan aku yang begitu memujamu, entah kenapa aku bisa seperti ini sampai kedua kalinya. Dalam lingkaranmu. Aku menyesalinya. Aku tidak pernah tau kalau perasaanku ini salah. Maafkan aku, karena aku semua menjadi menyalahkanmu. Maafkan aku karena akulah kamu dalam posisi seperti ini. Aku minta maaf. Tolong terima maafku.

Part Of Me: Shadow

FullSizeRender 8

-Di Sudut Kota Jogja-

Terimakasih atas kehidupan 1,5 Tahun beasiswaku. Aku kembali bersandar padamu untuk menuntaskan dunia persilatan ku ini. Dengan mata yang sembab, Langkah yang lunglai, Tenaga yang telah habis semalam untuk berurai air mata (jangan tanya kenapa). Dengan Gagah berani aku melangkah menghadapi pintu dosen yang sering hilang entah kemana ini. Inginku adalah cepat menyelesaikan masa studiku. Sehingga jika suatu saat aku menikah nanti aku tidak menjadi beban dari pasanganku kelak. Meskipun entah siapa nanti masih menjadi rahasia Tuhan. Tidak hanya itu aku tidak ingin menjadi beban orang tua yang selalu ditanya oleh orang-orang sekitar apakah aku sudah lulus atau belum.

Dan di pojok mesjid ini tak tau kenapa aku memilih masjid ini untuk bersandar dengan Sebuah kisah sedih terurai begitu saja. Entahlah, apa yang kurasakan saat ini adalah sebuah perasaan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. Betapa bahagianya seseorang yang begitu mudahnya mendapatkan cinta. Sedangkan diriku? Selalu mencintai seseorang yang memiliki hubungan dengan orang lain. Yang mungkin hancur begitu saja karena ku. Dosa apa yang aku perbuat. Tapi aku tidak pernah mau membohongi perasaanku sendiri. dua kali aku di kejutkan dengan beberapa hal yang sudah aku bayangkan sebelumnya kemarin. Sahabatnya yang menghubungiku, menyuruhku melihat bagaimana kedekatan mereka tentunya dengan masa laluku, apa yang sudah aku hancurkan dan siapa saja yang tersakiti. Tidak hanya itu, pada malam hari sebuah kenyataan mengagetkanku. Sebuah pengakuan yang sudah aku tebak saat memimpikan itu dan berfirasat aneh. akhirnya semua terkuak begitu saja. Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku sangat mencintainya, aku sangat menyayanginya. Egoiskah aku Tuhan? 2 bulan aku meminta petunjuk kepada Tuhan agar tidak salah memilih. Mencoba menahan semua perasaan ini, tapi aku sudah lelah menahannya. sangat lelah. Apa yang harus aku lakukan? Rasanya seperti dihimpit 2 tembok besar yang membuatku tak bisa bernafas. Haruskah aku selalu menangisi ini setiap malam pada-Mu Tuhan? Tiap malam aku mengadu meminta petunjukmu untuk memilihnya tapi ini jalan yang harus aku lalui lagi? Aku bahkan selalu memimpikannya, tidak hanya itu tapi membuat aku yakin dengan keputusanku jatuh hati padanya tapi sesakit ini?. Sungguh membuatku sangat terpukul. Hancur dan runtuh pertahananku karena mencintai orang ini. Sangat. Andai dia menyadari betapa besarnya perasaan ini. Andai dia tau. Andai dia mengerti. Tapi, luka ini akan kembali terbuka.

Entahlah, mungkin sudah takdir Tuhan.

Teman-temanku menganggap aku gila, tapi yasudahlah. Ini pilihan dari hidup ku. Karena tidak semua kisah cinta berakhir bahagia seperti dongeng para raja. :)

#bersandarpadawaktu

Mezhora: The Silent

IMG_1098

_May I?_

Aku terikat dalam hukum Newton 1, tak dapat bergerak kearah manapun. Terkunci hingga tak dapat bernafas. Apa yang terjadi padaku adalah apa yang terjadi pada semua orang yang sedang patah hatinya. Sehari kita merasakan yang namanya jatuh hati, dihari yang sama kita merasakan patah hati. Benar-benar hati yang tak dapat dimiliki.

Seorang teman berkata padaku sore ini dengan berapi-api. “Bagaimana bisa lo suka sama orang yang notabene adalah temennya si itu hah? lo pernah ngerasain 10 tahun kayak orang bego! lo gak mikir gimana nasib lo? gak mungkin lah dia mau nerima lo dengan mudahnya dan gue jamin lo gak bakal dapat balasan apa-apa dari dia. mending lo jauhin dia. Kenapa lo gak bilang ke gue dari awal kalo lo bilang dari awal gue gak bakal nyuruh lo bilang perasaan lo?” .

Aku harus bilang apa? Padahal aku baru tau kenyataannya itu di hari sabtu malam. Jutaan kali aku berfikir hingga rasanya kepalaku ini penuh. Ternyata mereka berdua berteman. Apa aku harus menyerah Tuhan? Tapi mengapa aku harus menyerah sedangkan tak ada yang aku perjuangkan? Cukup sampai disini sajakah? Tapi bagaimana aku bisa begitu saja menghilang padahal sekarang ia menjadi teman baikku? Entah perjalanan nanti berbuah kesedihan atau kebahagiaan, akankah ada perpisahan yang manis nantinya? entahlah… Kali ini aku berfikir jutaan kali untuk berdekatan dengannya. Takut semua ini akan bertubi menyakitiku. Fiuhh.. Sesak rasanya. Air mata seakan jatuh dengan mudah ke permukaan bumi. Harus sesakit ini? Jatuh hatiku padanya ku kira akan menjadi obat dalam hidupku tapi kenapa sesedih ini.

Ada jalan keluar?

Beri aku arahan untuk dapat bernafas. Please

_Dalam Temaram malam yang sendu

Full Light: a part of me in the sadness

FullSizeRender 16

_Story Of Me_

Pagi yang kosong kembali menyeruak ke permukaan. Seperti embun yang menempel di sebuah cermin. Seperti hujan yang turun tanpa teman. Seperti langit yang yang menghitam karena mendung. seperti itulah bagian dari hidupku kini. Berjalan melawan waktu sendiri. Berpetualang kesana kemari untuk mencari sebuah senyuman. Yaa.. mungkin kini hanya waktu yang menemani, suatu saat nanti akan berubah menjadi sosok yang di utus Tuhan untuk membantu mengatasinya. Gerimis hujan pagi ini menjadi saksi runtuhnya pertahanan hati ini. entah apa yang harus aku katakan pada dunia kini. Jatuh hati kembali yang menyakitkan. Andai Tuhan tidak menciptakan perasaan mungkin tidak sesakit ini bukan?.

Tidak bermaksud menggurui, namun ini pelajaran yang harus di miliki semua orang. Pelajaran kehidupan untuk semua orang yang berniat untuk memaksakan kehendaknya sendiri. Pelajaran untuk semua orang yang berniat mempertahankan perasaan yang meluap-luap. Pelajaran yang tidak akan pernah didapat di sekolah manapun di dunia. Mungkin semua temanku yang membaca ini akan tertawa membayangkan seorang aku akan jatuh pertahanannya hanya karena ini. Tapi apapun dan bagaimanapun inilah yang terjadi. Tak dapat bangkit, bertahan di sudut ruang dan diam tak memperjuangkan apapun. Terlalu bodoh sih, namun hahahahaha…. biarlah.

Bagaimanapun juga, semua orang sudah sangat pasti pernah jatuh hati. Pernah merasakan Menyukai seseorang. Bahkan sampai mencintai seseorang. Semua orang pun pernah disakiti ataupun menyakiti seseorang. Tapi dari kesemuanya itu jangan pernah untuk menyalahkan waktu. Ketika jatuh hati terhadap seseorang, bersikaplah adil terhadap dirimu sendiri. Hatimu tidak salah, tidak pernah salah. Memperjuangkan hatimu pun tidak salah, namun harus tepat pada waktunya. Tepat jika orang tersebut tepat dan patut untuk di perjuangkan, Tepat jika bersama orang yang tepat! bener gak tuh?… :)

Tapi taukah kalian? Perasaan itu juga tidak selamanya untuk disimpan. Tidak selamanya harus dalam diam. Tidak bermaksud mengajari sesuatu yang buruk, namun tidak baik menyimpan sesuatu sendirian. Tidak baik selalu jadi bayang-bayang di antara orang-orang. Cinta itu soal bagaimana kita menghargainya dan tidak melanggaran peraturan. Jika kamu melanggar itu bukan cinta namanya. Cinta itu soal bagaimana kita merelakan, hal terpenting dari bagian hidup kita. Berbahagialah kalian yang saat ini menemukan bagian dari itu semua dan halal bersama. (ita nyusul entar InsyaAlloh. haha)

Fase Jatuh hati tiap orang memang bermacam-macam dan berbeda-beda namun sebagian besar pasti mendapati fase ini dalam hidupnya. Fase ingin tau, fase ingin kenal, fase ingin bicara, fase jatuh hati, fase menyukai, fase kehilangan,  fase menyayangi satu sama lain, dan terakhir fase cinta. Sampai saat ini seorang aku hanya 2 kali dalam hidup merasakan perkembangan fase tersebut. Dan nasib seorang aku adalah hanya sampai di menyukai dan TIDAK BOLEH lebih dari itu. i am not beauty enough to be a playgirl. hahaha. (kidding). Entah itu sebuah karma atau takdir yang ditulis Tuhan dalam kehidupanku. Dan yang kedua kali itu dengan orang yang berada di lingkaran yang sama ternyata. Aku baru tau dan menyadarinya dan baru saja terjadi beberapa waktu belakangan ini. Poor me!

Tapi aku menemukan sebuah kebahagian di antara segala kesedihan yang aku rasa ini. Kebahagiaannya adalah aku masih bisa menjadi seorang teman baginya meskipun aku sangat-sangat menyukainya. Entah apa alasan Tuhan memberikan perasaan ini lagi dan membuat hidupku mendung lagi. tapi beruntungnya aku , Dia pun masih mau mendengarkan segala curhatan absurdku, masih mau bertukar informasi, masih mau bersabar dengan tingkah serta kelakuanku. Sangat beruntung bukan? Karena perasaan yang bertepuk sebelah tangan itu tidak selamanya menyedihkan. Menjadi bagian dari hidupnya meskipun hanya seorang teman itu cukup  membahagiakan. Meskipun hanya sedikit oang yang mau menjadi sepertiku. Jujur terhadap perasaan sendiri memang tepat, tapi tidak memaksakan kehendak itu lebih dari sekedar tepat. Seperti tulisanku sebelum-belumnya tentang “Mencintai seseorang tanpa tanda tanya”.ya gak? meskipun blog ku yang satu itu hilang entah kemana beserta dengan passwordnya. huft!

Jadi bagi kalian yang sedang jatuh hati terhadap seseorang, tuluslah dengan perasaan kalian. Jika mengungkapan padanya jangan pernah berharap lebih dari hanya mengungkapkan perasaan untuk melegakan hati. Karena ini soal tulus tanpa mengharap balasan apapun. Jika terbalas itu adalah bonus yang diberi Tuhan untuk hidupmu kedepan. Jika tidak? jadilah sorang teman yang selalu ada baginya dimanapun dan kapanpun. Buat dia sadar, kamu sekuat itu dan setulus itu dengan perasaanmu dengan tidak mengkhianati apapun dari itu. Jika ia bahagia dengan yang lain, kamu juga harus bahagia dengan pilihannya. Karena inilah arti sebenarnya dari Jatuh hati. :) sok dewasa banget sih aku ini Tuhan. hahahaha. Tapi itu yang sampai saat ini membuat seorang aku sekuat ini.

Karena aku percaya, ketulusan itu akan berbuah manis di akhir cerita. Tanpa paksaan dan datang dengan sendirinya. Dengan siapapun nantinya :)

Cerita di penghujung November

PSITHURISM


FullSizeRender 12

_Sarita Part Today_

I am come back, setelah kehilangan blog pribadi satunya entah lenyap ke arah mana dan dimana. Aku kembali menambatkan hatiku pada blog ini dengan sarang laba-laba di segala sudut ditambah tragedi LUPA dengan passwordnya malam ini. Selamat datang kembali untuk aku, udah 24 tahun tapi tetep begini saja. Aku sudah terlelah dengan kesendirian? tidak! aku enjoy dan sangat menikmatinya.

Tapi kini aku melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal. sangat sangat fatal. Dan terjadi lagi. Kesalahan itu adalah jatuh hati padamu. Dengan seseorang yang memiliki hubungan pertemanan yang rumit. Andai Tuhan mengerti dan paham. Aku tidak pernah akan mau berada dalam hal tersebut. Aku mulai meratapi renungku. Merangkuh asaku. Aku khilaf mencintaimu, yang diantaranya kamu berada dalam lingkaran hubungan ini. apakah seharusnya aku pergi? mungkin aku harus pergi dari sini secepatnya, menghilang entah kemana, dan entah aku harus seperti apa dan bagaimana. tapi yang harus ku akui di hadapan Tuhan adalah… Aku jatuh hati padamu, hati yang buta ini memilihmu begitu saja tanpa seijinku, tanpa mauku.

Apakah aku harus seperti orang lain? apakah aku harus seperti mereka yang hanya dapat mencintai dalam diamnya? dahulu aku sangat mencintai temanmu lebih dari 10 tahun lamanya dalam diamku hingga kehilangannya. Meskipun semua sudah berlalu dengan ia menyakitiku aku sangat kuat untuk tetap berdiri, tersenyum meskipun terluka. aku tidak pernah tau dan mengerti kenapa aku berada dalam lingkaran itu dan merusaknya, tetiba saja kamu hadir, dan hati itu memilih begitu saja. Bodoh memang, tapi apalah dayaku? Kini aku hanya akan mengungkapkannya dengan kata dalam tiap bait yang aku rangkai meskipun kosong tanpa arti bagimu. Aku seorang perempuan, yang terapuh. Hanya dapat berurai air mata, ketika menyadari ini semua. Itulah mengapa, dan alasan terberat meninggalkan kota ini adalah untuk menjauhimu. Meskipun kamu tidak sekota denganku, tapi lingkaran ini mengikatku tetap berada di tempat yang sama. memandang kenangan lama dan terjerat di kenangan baru. Sepertinya, keputusanku sudah sangat bulat untuk pergi jauh dari kota ini dan tidak kembali lagi. hhmmmm…. mungkin kembali untuk mengenang kepahitan satu demi satu, tapi semoga ini jalan terbaik untuk pergi.  Membawamu dalam kenanganku dan tak kembali SUATU HARI NANTI.

Dalam derai hujan dan gemuruh petir.

dalam tangis diam.

27 November 2016

#mezora.D

Karena dia, Kamu,,,

CHAPTER 1

hasil

Karena dia, Kamu,,,

Cinta, cinta.. Tidak ada yang salah dalam kata Cinta, dan juga Tuhan tidak pernah melarang kata cinta di dunia miliknya. Tapi tau kah kita? bahwa, rasa yang membuat kata itu menjadi berbeda, menjadi istimewa. Secara sederhana “rasa” itu tumbuh melebihi rumitnya rumus logaritma, lebih susah daripada mempelajari segala rumus matematika maupun fisika yang ada. Hukum newton 1 adalah saksinya. Kini, dalam setiap hadirmu di benakku, menambah rumitnya aljabar kehidupan yang membentang luas di langit lukisanku. Cinta yang menjadi candu yang membahana di otakku, yang meratap tersudut dalam relung jiwaku. Hari berganti hari dan arahkupun tidak pernah berubah. Sosokmu mulai merambahi angkasa yang kuciptakan dengan tanganku. Merobohkan semua pendirianku, merusak semua batasan angkuhku. Hadirmu ku nanti, tiap detik, tiap menit, ditiap hembusan nafasku. Tapi, sakit yang kurasa tak berarti apa-apa bagimu atau baginya yang telah ada di jiwamu bertahun-tahun lamanya. Ku tampik semua rasa yang ada. Tidak, tidak akan lebih dari sekedar peduli sesama yang ku curahkan kesemua makhluk Tuhan yang ada. Ternyata otakku membohongiku dengan kata-kata absurdku. Aku yang tidak pernah jenuh menunggu untuk kau cintai, tapi kamu hanya menganggapku lalu seperti tak kasat mata.

Penghujung Juni

Riuhan kota Tarakan membahana, dengan panas yang tiada kira. Kota tarakan, kota yang telah lama kutinggalkan saat aku berumur 6 tahun. Serasa kian sesak saat ini. Pijakan pertama melangkah pasti seakan meratapi hati yang kian menjadi sepi. Hadir ku lagi dikota ini tak merubah apapun yang kini telah ia renggut. Senyumku, rasaku, cintaku, semuanya di hempas tak bersisa. Ia?? Siapa ”Ia” itu? Seorang makhluk Tuhan yang tercipta yang diperkenalkan waktu pada ku ketika aku masih duduk di bangku SMA. Ketika cinta mulai terasa, ketika itu pula sakit menerpa. Dikhianati untuk kesekian kalinya itu caranya untuk menghantamku kebumi.

Kota ini, menjadi labuhanku untuk mengobati lukaku. Lukaku kehilangan orang yang telah bertahun-tahun lamanya hinggap di hatiku. Yang mengajari arti cinta dalam sepiku. Orang itu, yang melukaiku dengan rapuhku.

It’s time to MOVE ON!!

Masa Kuliah Kerja Nyata adalah masa dimana kita dapat “berlibur” bersama. Masa dimana mencari kegembiraan diantara kian juta masalah yang ada. Saat aku beranjak ke kota tarakan ini saat masalah mulai merambah aku mencari secuil asa yang ku inginkan. Aku bertemu dengan seorang yang mulai mengisi hari-hariku. Dia yang menemaniku saat terpuruk asa menyadarkanku. Tapi rasaku tak semulus itu. Bagiku cinta ini, cinta sederhana. Cinta tidak perlu saling memiliki, cukup kita tahu, kita mengerti dan kita pahami. Cinta yang muncul tanpa tanda Tanya. Dan itu rasa yang kurasakan padanya. Kubiarkan rasaku berpihak pada waktu, ku sadar siapa diriku. Aku bukan makhluk Tuhan yang sempurna, tidak cantik, tidak modis, tidak punya kelebihan apa-apa. Aku hanya punya jiwa, aku hanya punya raga, dan aku hanya punya duniaku sendiri. Ku rangkai cerita ku satu demi satu.

Saat itu, akhir penghujung bulan juni, aku disibukkan dengan papaku. Lagi-lagi aku lupa bawa modem dan akhirnya aku hanya bisa bermodal si Android yang lusuh ini.

Huuffttt… stay with my Lepi more. Waiting e-mail from my Father. Again! And AGAIN!! Make me tired and Boring. Demi Tuhan yang menciptakanku, kalau tiap hari aku mesti didepan laptop ngecek e-mail, nerima file dan ngerombak data-datanya itu berpuluh-puluh jam ngebuat mata aku bisa MINUS se jadi-jadinya dan mati dalam keadaan sempurna di depan laptop. Semua aku lakukan tanpa hiburan apapun yang mengasikkan. Hiburanku Cuma si “muka buku” dan Berkicau di Twit-ku. Hanya itu, ya.. hanya itu hiburanku. Meskipun aku terkadang iseng menggunakan YM untuk berkomunikasi dengan temanku yang berada di Bandung, namun tak sesering aku menggunakan dua jejaring sosial itu. Kala itu, aku sedang asik menggunakan Facebookku untuk berbincang mengenai masalah pembukaan lahan untuk kebun jeruk. Tiba-tiba aku tersentak kaget ketika TL menampilkan sosok yang sepertinya aku kenal. Seorang yang aku kenal lewat sebuah project sebuah perusahaan rokok. Lagi-lagi aku iseng membuka akun tersebut. Dan ternyata BENAR. That’s YOU boy! Hmmm…. And I saw the profile, awalnya biasa aja. Tapi aku kaget bukan kepalang ketika melihat, dia bersama…. I think his girlfriend. Make me shock!! Oh My Godness. Seriously??. Pikiranku kacau. Mumet bukan kepalang. Tunggu dulu! Panik, aku panik. Kutarik nafas lebih dalam dari biasanya. Ternyata dia sudah ada yang punya. Baiklah.. toh aku menganggapnya Cuma teman biasa saja sama seperti yang lainnya. TAPI TIDAK. Ini tidak seperti itu. Perasaanku tidak semudah itu ini lebih rumit dari yang aku kira. Orang ini lain, bukan hanya sebagai teman, tapi dia juga seperti seorang kakak. Bukan sepertinya juga bukan itu. Apa?? Apa?? Ada apa dengan ku ini?

Tubuhku terhempas ke bumi, memikirkan apa yang sebenarnya ada dalam otakku. Tuhan sepertinya ada yang salah ini. Matakupun perlahan terpejam seiring dentangan detik terdengar di riuhan telingaku. Dan bayangannyapun perlahan hilang.

Awal yang baru @Juli 2012

Seiring kudengar entah berita itu membuatku sumringah atau membuatku tambah gundah. Dia, orang yang menemani bayanganku selama di kota pelipur lara ini sudah tidak memiliki siluetnya. Tidak mengharap lebih daripada itu, aku hanya ingin bersamanya sebagai teman, yang dapat membantunya dalam keadaan apapun. Hari bertambah hari dan rasa itu kian menjadi. Aku ingin melepasnya dari bayangan kehidupanku. Aku tak mau menyakiti diriku sendiri dengan mencintai orang tak bisa kumiliki. Aku terlupa, aku khilaf, dan aku terjatuh….

Kubiarkan batasan rasaku melambung jauh di awangku. Dia “hanya” sebatas mimpiku. Tidak lebih, tidak kurang. Akupun merapuh. Ketika satu demi satu merona dalam genapnya pujian yang aku punya. Tidak sepantas itu. Aku tak pantas, karena aku tak sepandan dengan siluetmu. aku tidak memiliki kelebihan yang ia miliki. Kembali aku menitikkan air mata karena perbedaan yang signifikan ini. Tidak cukup hanya itu. Aku melihat tidak satu tapi lebih dari itu yang menaruh “rasa” itu. Seorang perempuan yang begitu cantik rupanya, menampikku. Semakin tersiksa batinku. Aku melemah dalam setiap nafasku. Cukup hanya itu, cemburuku mulai merasuk dan merusak nalarku. Ini cinta yang sulit. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau. Ketika perempuan cantik jelita itu hadir dalam hidupmu akupun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian, menggenggam tanganmu hingga kau terlelap disisinya, dia telah memberikan apa yang aku ingin berikan kepadamu. Rasaku surut, dan memudar. Separuh aku pun bukan dirimu lagi, tapi melihat kebahagiaan dari dirimu dengannya.

Mungkin………………………….

[ to be continued ]

Ala Q# Cita-Cita Ita “MAU JADI APA?”

Hmmm….. kalau bicara soal Cita-cita, aku punya banyak cita-cita..

cita-cita membahagiakan orang tua, cita-cita mau jadi Dosen Bahasa, cita-cita mau buat rumah belajar bagi anak-anak jalanan dan putus sekolah, cita-cita keliling dunia, cita-cita buat perpustakaan kecil. cita-cita buat “lamin Odah Bebaya Ala Sarita”… banyak…………

Saat ini… sarita masih menapaki satu persatu rintangan yang harus dihadapi untuk meraihnya…..

Rintangan terbesar adalah mengalahkan Perasaanku…….

TO BE CONTINUED

Ala Ita, #tugas Dosen Sastra “Bpk Puda

Temen-temen… tolong di share tugas ini….

1.  Pengertian Interpretasi

Jawabannya adalah……….

Interpretasi atau penafsiran adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol-simbol yang sama, baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan). Menurut definisi, interpretasi hanya digunakan sebagai suatu metode jika dibutuhkan. Jika suatu objek (karya seni, ujaran, dll) cukup jelas maknanya, objek tersebut tidak akan mengundang suatu interpretasi. Istilah interpretasi sendiri dapat merujuk pada proses penafsiran yang sedang berlangsung atau hasilnya.Suatu interpretasi dapat merupakan bagian dari suatu presentasi atau penggambaran informasi yang diubah untuk menyesuaikan dengan suatu kumpulan simbol spesifik. Informasi itu dapat berupa lisan, tulisan, gambar, matematika, atau berbagai bentuk bahasa lainnya. Makna yang kompleks dapat timbul sewaktu penafsir baik secara sadar ataupun tidak melakukan rujukan silang terhadap suatu objek dengan menempatkannya pada kerangka pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas.Tujuan interpretasi biasanya adalah untuk meningkatkan pengertian, tapi kadang, seperti pada propaganda atau cuci otak, tujuannya justru untuk mengacaukan pengertian dan membuat kebingungan. (wikipedia)

Secara illmu sastra

Menafsirkan / interpretasi dapat diartikan sebagai memperjelas maksud karya sastra dengan cara:

a) memusatkan interpretasi pada ambiguita, kiasan, atau kegelapan makna dalam karyasatra.

b) Memperjelas makna karya satra dengan cara menjelaskan unsur-unsur dan jeniskarya sastra

2. Pengertian Analisis

Jawabannya adalah…..

Dalam linguistik, analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam.

Analisis adalah menguraikan unsur-unsur yang membangun sastra dan menarik hubunganantar unsur-unsur tersebut


3. Pengertian Kritik sastra Teoritik

Jawabannya adalah…

Kritik sastra yang berusaha (bekerja) atas dasar prinsip-prinsip umum untuk menetapkan seperangkat istilah yang berhubungan, pembedaan-pembedaan, dan kategori-kategori, untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan dan interpretasi-interpretasi karya sastra maupun penerapan “kriteria” (standar atau norma) untuk menilai karya sastra dan pengarangnya


4. Pengertian Kritik sastra Praktik

Merupakan diskusi karya sastra tertentu dan penulis-penulisnya. Misalnya buku “Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei” Jilid II (1962) dikritik sastrawan-sastrawan dan karyanya, diantaranya Mohammad Ali, Nugroho Notosusanto, Subagio Sastrowardoyo, dan lain sebagainya

5. Pengertian Kritik Induktif

Kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Kritik induktif meneliti karya sastra sebagaimana halnya ahli ilmu alam meneliti gejala-gejala alam secara objektif, tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasal dari luar dirinya.


6. Pengertian Kritik Judisial

Adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya, organisasinya, teknik, serta gayanya, dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individu kritikus atas dasar standar-standar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan sastr.


7. Pengertian Kritik Impresionistik

adalah kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata, sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impresi) kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra.


8. Pengertian Kritik Mimetik

Kritik yang bertolak pada pandangan bahwa karya sastra merupakan tiruan atau penggambaran dunia dan kehidupan manusia. Kritik ini cenderung mengukur kemampuan suatu karya sastra dalam menangkap gambaran kehidupan yang dijadikan suatu objek


9. Pengertian Kritik Ekspresif

Kritik yang menekankan kepada kebolehan pengarang dalam mengekspresikan atau mencurahkan idenya ke dalam wujud sastra. Kritik ini cenderung menimbang karya sastra dengan memperlihatkan kemampuan pencurahan, kesejatian, atau visi penyair yang secara sadar atau tidak tercermin pada karya tersebut.


10. Pengertian Kritik Pragmatik

Kritik yang disusun berdasrkan pandangan bahwa sebuah karya sastra disusun untuk mencapai efek-efek tertentu kepada pembaca, seperti efek kesenangan, estetika, pendidikan, dan sebagainya. Model kritik ini cenderung memberikan penilaian terhadap suatu karya berdasarkan ukuran keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut.


11. Pengertian Kritik Objektif

Suatu kritik sastra yang menggunakan pendekatan bahwa suatu karya sastra adalah karya yang mandiri. Kritik ini menekankan pada unsur intrinsik.


Selamat mengerjakan…………………………… Eh salah!!!!

Selamat Mencatat……………… (maksudnya)

Ala Ita_#Bahasa??? Bermakna Atau Pemakna???

Alhamdulillah…..

Aku diberi waktu oleh Alloh untuk berbagi ilmu lagi sebagai pendidik… (Bukan PENGAJAR)

Kali ini di Calistung Jl. Samosir…

(Masih Percobaan)

disini Aku baru tau dan menyadari Ternyata banyak anak yang salah kaprah dalam membaca ABJAD Bahasa Indonesia…

V itu dibaca Fi….

BUKAN “Fi”…… seharusnya “Fe”..

Heloooooooowww anak-anak Indonesia tercinta dan tersayang…….. jangan di ulangi lagi yah…..

Pengalamanku beberapa waktu yang lalu  di Bimbel Mentari pun, muridku memiliki kesalahan yang SAMA…

Hmmm ada apa-apanya ini,,,

Dan Perlu diketahui pula, banyak anak-anak yang sampai saat ini masih salah kaprah mengenai pengartian Sinonim dan Antonim. Salah satunya muridku.

Dialogpun terjadi di Bimbel Mentari saat itu

Muridku: “Ibu, lawan kata pulang apa?”

Ita: (Berfikir sejenak, sejak kapan kata bisa berkelai sampai tau siapa yang menang pada akhirnya?).”Apa Cha??? Lawan Kata? kata “pulang” emangnya bisa kelahi ya???”

Muridku: “ini bu,(dia menunjukkan kalimat pertanyaan yang tertera pada LKSnya) lawan kata pulang adalah….. , apa jawabannya bu??”

Ita: “hmmmm…. Echa… Antonim itu bukan lawan kata, tapi lawan makna kata… jawabannya pergi..”

Muridku: “tapi bu, disekolahan kata guru Antonim itu “lawan kata” dan Sinonim itu “persamaan kata”…”

Ita: “Nah…. ibu benerin ya… Antonim itu adalah Persamaan makna kata, makna berarti arti atau pengertianya. sedangkan Sinonim adalah persamaan makna kata… jadi bukan katanya yang disama-samain”

Muridku: “oohhh…”

Pembelajaran untuk ku hari ini..

Ini hal terkecil yang banyak orang terkadang salah kaprah dalam mengartikan. Kenapa hal ini bisa terjadi…???

Faktor yang paling besar dan paling utama adalah ketika KITA MULAI MEREMEHKAN BAHASA INDONESIA……

Kenapa demikian??

ketika kita mempelajari bahasa yang kita gunakan khususnya Bahasa Indonesia, kita sudah lupa bagaimana kita MENCINTAI bahasa Indonesia ini sebagai bahasa negara kita. wal hasil… ini yang terjadi. dislokasi mengenai pengertian yang sebenarnya hal kecil tapi berdampak besar.

“Untuk apa kita belajar Bahasa Indonesia??? Toh , Bahasa Indonesia, bahasa kita sehari-hari. gampang itu!!”

(mulai meremehkan)

Kalau Bahasa Indonesia Mudah… Kenapa gak ada yang nilai 10 di UN??

Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai pendidikan karakter bangsa, ketika karakter yang terbentuk adalah sikap meremehkan bukan bangga ya begitu hasilnya “gampang” jarnya.

“Ngapain sih kita belajar susah-susah bahasa Indonesia? toh gitu-gitu aja”

(lagi-lagi meremehkan)

Kalau bahasa Indonesia susah, makanya belajarlah. belajar untuk mencintai dan belajar untuk menghargai bahasa “ibu”nya sendiri…. Bahasa Indonesia itu tonggak pembangun karakter bangsa. ketika kita sudah mulah Bangga menggunakan bahasa-bahasa prokem, slang, atau bahasa lainnya (biar gaul katanya!!) dan melupakan kaidah-kaidah bahasa Indonesia, Sedikit-demi sedikit karena karakter yang terbangun adalah meremehkan..

Hal-hal diatas bukan men-judge, tapi hanya sekedar mengingatkan… untuk apa kita belajar 12 tahun plus 1 semester di perkuliahan mengenai Bahasa kita Bahasa Indonesia…. Tanyalah kepada diri kita masing-masing saat ini.

Apa pentingnya Bahasa Indonesia??? dan Apa Manfaatnya belajar Bahasa Indonesia saat ini, esok dan seterusnya bagi diri kalian masing-masing….

Okehh…..Ulasanya sampai disini dulu….

Tiada Cela menggunakan Bahasa Indonesia kawan….. Masih tetep gaul kok!!

Semangat untuk MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA…!!!!!

Ala… AnEmKaTaChongAlJuSiTHeRi

picture1dfgf

Sadar atau tidak…. terasa atau tidak….. sudah 3 tahun kita bersama saudaraku, kkakku, abangku…….

3 tahun…. waktu yang tak sebentar untuk mengenal satu demi satu kalian……. waktu yang tak sebentar untuk dapat mengakrabkan diri kepada kalian… waktu yang tak sebentar untuk mengetahui karakter kalian….

3 tahun…. waktu yang cukup membuat aku mulai menitikkan air mata kembali…. mengenang kisah dimana pertama kali kita bertemu….

3 tahun…. waktu yang panjang untuk bersama kalian… Tapi terasa sedetik dalam hidupku….

ternyata sudah 3 tahun kita bersama………………. keluarga kecilku ini… mulai menapaki kedewasaannya sendiri-sendiri, namun masih berjalan beriringan…

Ternyata sudah 3 Tahun kita bersama…. Di Universitas yang sama, di Fakultas yang sama, di Jurusan yang sama, Prodi yang sama dan organisasi yang sama…..

Pilihanku tepat saudaraku…. pilihanku tepat…. untuk tetap bersama kalian sampai dengan detik ini….. pilihanku tepat tidak berpaling pada kalian……

Bahagiaku kini telah mengenal kalian…. Sedihku kini ketika kalian nanti akan pulang ke rumah kalian masing-masing tanpa mengingatku sebagai saudara kalian….

Terimakasih…… Karena sudah menjadi Sandaran tanyaku…

Terima kasih… karena sudah menjadi Saudaraku….

Terima kasih… karena sudah sabar dengan segala sikap dan sifat kekanakanku…

terima kasih… karena sudah berada disisiku hingga kini dan nanti…

Terima kasih…. karena sudah mengajarkan kehidupan yang “TIDAK MONOTON”….

Terima kasih telah memberi Warna di kehidupanku hari demi hari…

terimakasih…..